BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Maera Di Bully dan Di Olok)


__ADS_3

BAB 4


Hari menjelang malam, acara sudah akan di mulai. Tampak seorang wanita yang berpakaian Seksi nan Modis masuk ke ruangan utama Villa, tempat acara diadakan.


"Waw... Villa ini sangat indah. Hmm sepertinya aku akan menghabiskan malam yang indah di sini."


"Wah Nyonya Clara, kau sudah datang. Tapi mengapa kau sendirian?" Sapa Donna yang langsung mendekati Clara.


"Hem iya. kenapa memangnya? ada masalah dengan mu Donna?."


"Kau bisa saja Nyonya, aku hanya senang kau hadir disini." Balas Donna lagi yang hampir saja mati kutu.


"Sombong sekali, cih jika saja kau bukan wanita yang dekat dengan Tuan Rey, aku bahkan tidak sudi menyapamu!"


"Cih, dasar penjilat kau kira aku tidak tau siapa kau kucing liar." Olok Clara dalam hatinya. Seolah tau sedang di umpat.


Jack yang juga ikut melihat kedatangan Clara tentu saja tidak akan mau ketinggalan ikut menimbrung. Dengan eksyen nada bicara nya seperti biasa yang slengekan dia pun menyambut Clara.


"Hai Nyonya Clara selamat datang. Apa kabarmu Nyonya, kau terlihat semakin cantik saj, heheheh."


"Hem.. tentu saja aku tidak mungkin terlihat jelek, aku bukan kelas rendahan seperti kekasih mu ini Jack."


"Sial, wanita jallangg ini ingin sekali aku mencabik mulutnya yang berbisa itu. Beruntung aku masih ingin bekerja dengan Tuan Rey, aku jadi bisa menahan emosiku."


Jack yang merasa tak enak dengan Donna menjadi kaku. Dia bingung harus bagaimana di satu sisi Donna adalah kekasihnya, di sisi lain dia harus pandai menjilat pada teman dekat bos nya itu.


"Kenapa Jack? bukankah benar yang aku katakan, hahaha." Pancing Clara yang semakin membuat suasa semakin panas.


"Ehm... Maaf Nyonya walaupun Donna tidak secantik dirimu, tapi dia memiliki sisi menarik tersendiri bagiku."


"Sial, awas saja kau Jack, kau bahkan mengatakan dia lebih cantik dariku."


"Ah sudahlah... Aku rasanya gerah di sini berbicara dengan kaum jelata seperti kalian."

__ADS_1


Sementara Maera yang sejak tadi hanya kikuk karena Dave tak kunjung datang, tanpa sengaja berjalan ke arah Jack, Clara, Dan Donna. Dengan polosnya ia malah bertanya pada mereka bertiga.


"Ehem.. Permisi Nyonya Tuan, apakah saya boleh bertanya, apakah kalian melihat Dave?"


"Habislah kau anak kampung, kau tidak tau kau bertanya pada siapa. hahaha. Sebaiknya aku manfaat kan ini untuk memancing emosi si jalangg ini."


"Hey anak kampung, kau pikir kau sedang bertanya pada siapa, hah?? Dan kau mencari Dave kepada kami, kau kira kami ini penjaganya?" Teriak Donna pada Maera.


"Cih... Entah kenapa aku harus repot-repot kesini, berkumpul dengan kalian yang kelas menengah saja aku sudah lelah, ini di tambah lagi bertemu dengan orang kampung yang seperti ini, astaga." Ucap Clara dengan gaya Sok nya.


Lukas yang baru saja datang, tiba-tiba terkejut melihat Sosok Maera di sana, dia begitu kasihan melihat Maera di rendahkan.


Lucas yang berteman sejak Maera masih sekolah dan adiknya satu kelas dengan Maera. Tentu saja Lucas langsung datang Menghampiri nya.


"Maaf semua ada apa ini? Hey Maera, sejak kapan kau di sini?"


"Ma.. maaf jika aku telah membuat keributan, aku hanya sedang mencari keberadaan Dave. Sejak tadi dia tidak kembali menemui ku, apa kau melihatnya Lucas?.


"Oh jadi kau mengenal gembel ini, Ya ampun Lucas, itulah gunanya kau harus pergi ke acara kelas atas, agar kau berteman dengan orang-orang yang pantas dengan keluarga kita." Sahut Clara kembali mengolok Maera.


"Clara, kau mungkin lupa dari mana dulu nenek kita berasal, lebih baik kau jaga bicara mu jangan selalu menyinggung orang lain.. "


"Wah ini nampaknya semakin seru hahaha tidak ku sangka si Clara bisa mati kutu dengan Kata-kata Tuan Lucas." Riang Donna dalam hatinya.


"Kau!!! Sebaiknya kau jaga mulutmu itu Lucas!! kau jangan mengusik suasana hatiku, meskipun kau kesayangan Kakek Matt, aku tidak akan segan-segan memberimu pelajaran!"


Maera yang merasa menjadi penyebab pertengkaran itu pun sadar diri untuk meminta maaf. walaupun sebenarnya yah bukan salahnya sama sekali, dan di sini dialah yang paling menderita sebenarnya.


"Maafkan aku Nyonya, ini bukan salah Lucas. Sebaiknya kalian jangan bertengkar, mohon maaf ini salahku."


"Hey wanita gembel, siapa kau berani-berani mengatur ku, hah? Kau belum tau siapa aku yah?"


"Sudah lah Meera kau tidak perlu minta maaf padanya, ini bukan salah mu, kau jangan khawatir. Ayo kita pergi saja kesana." Lucas menarik Maera untuk pergi.

__ADS_1


Lucas bermaksud mengajak Maera untuk berpindah tempat untuk menjauh dari Clara, tapi Clara tidak membiarkan itu terjadi.


Pada saat Maera menyetujui untuk beranjak dengan Lucas, Clara pun menarik tangan Maera. Dan langsung saja mamaki nya dengan kata-kata yang menyakitkan.


"Hey tunggu, kau pikir mudah untuk menghindar dari ku setelah kau telah membuat ku malu, hah?? Kau tidak pantas di acara ini Nona gembel, kau lihat sekeliling mu, apakah ada yang berpakaian gembel dan murahan sepertimu??" Umpat Clara yang berniat ingin mempermalukan Maera.


"Kau hanya gembel yang Menjijikkan!!" Tambah Clara lagi.


"Clara!! jaga kata-katamu! kau sudah keterlaluan!" Balas Lucas dengan kesal.


"Memangnya dia siapa Lucas? Apa dia memiliki hubungan denganmu, sampai kau membentak ku, hah??!" Tanya Clara yang seakan tidak puas dan merasa kesal.


Maera hanya bisa ter tunduk sedih, tetesan air jernih mulai bergulir dari sudut matanya.


Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Selain karena ia khawatir ini akan berdampak pada Dave, ia juga sudah sangat merasa di permalukan.


"Walau dia bukan kekasihku, dia adalah temanku. Siapapun dia, kau tidak pantas berkata kasar kepadanya!" Jawab Lucas dengan tegas.


Lucas menyadari Mata Maera yang sudah mulai basah karena perdebatan ini. Ia pun merasa sangat marah pada Clara.


"Sudah sudah Lucas.. aku tidak apa-apa, mereka tidak salah, aku yang salah."


Maera pun pergi meninggal kan mereka semua. Tapi Lucas tidak mau diam saja, dia mengejar Maera yang menuju keluar ruangan itu.


Semakin malam semakin banyak yang datang ke Villa itu, sampai pada akhirnya Sang Presiden Direktur datang. Dia adalah orang yang paling Ditunggu-tunggu kehadiran nya.


"Ups.. tampaknya acara semakin memanas saja. lebih baik aku sedikit menyingkir daripada jadi sasaran empuk si Clara." Ucap Donna mengoceh senang dalam hatinya.


...****...


Hai Para pembaca kesayangan yang budiman... Mohon dukungannya untuk karya aku yah, smoga saja kalian suka.


Jangan lupa untuk Like+Komentarnya biar aku makin semangat melanjutkan nya.. Terima kasih semua...

__ADS_1


...I LOVE YOU ALL...


__ADS_2