BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Bagian Dari Masa Lalu)


__ADS_3

"Selamat datang mantan kakak ipar!" Sambut Black Jack dengan penuh ketenangan.


"Di mana istriku!! Pecundang!!"


"Sabar Rey... Tenang lah, My Angel ku baik-baik saja."


"Cihh... Jangan kau sebut nama adik ku dengan mulut kotor mu itu!" Jerry juga merasa tersulut amarah.


"Kenapa dia begitu tenang, pasti ada sesuatu di sana, Berhati-hatilah Rey!" Ucap Valent yang merasa ragu dengan sikap Black Jack.


"Aku masih memeriksanya!" Balas Lucas yang memonitor situasi lewat chip yang menempel pada rompi Rey dan Jerry.


"Bukankah ibu mu sudah menyerahkan gadis ku untuk ku dan menukarnya dengan paman mu? Kenapa kau bermain tidak fair Rey?" Olok Black Jack yang masih kokoh dengan gaya tenang nya.


"Rey??!! Apa itu benar?" Tanya Jerry dengan mata penuh amarah.


"Rey? Katakan itu tidak benar!" Valent juga merasa terkejut dan tak percaya.


"Bajingan!!!"


Lucas sendiri kesal dan hanya memukul meja komputer nya itu.


"Kalian jangan terpancing oleh nya, ini bukan saat nya. Selamatkan kakak ipar dulu" Sahut Tom yang sebenarnya merasa bingung dengan apa yang di masud Black Jack.


mereka terus saja berdebat kata-kata dengan Black Jack.


"Rey pun berniat menyerang Jack, tapi ternyata ia terpental oleh tirai bayang yang mengandung sengatan listrik tingkat tinggi itu.


"Hahha... ini masih permulaan Rey, aku belum menyalakan tegangan nya.


Lucas pun memeriksa komponen yang ada di depan layar nya itu.


"Tirai bayangan! Tirai itu mengandung molekul ion penghancur tingkat tinggi. Kau bisa mati dalam sekali sentuhan Rey!" Lucas mencoba memperingatkan Rey tentang bahaya di depan matanya.


"Apa tidak ada cara untuk menembus nya?" Valent menanyakannya karena Rey tak mungkin mengucapkan kata-kata yang mencurigakan di depan Jack.


"Kau harus melemparkan Kunai mu agar molekul itu menghancurkannya. Molekul itu hanya akan menyala satu kali saja!"


"Apa kau yakin?" Valent memastikan kembali pada Lucas.


"Aku pernah membuat nya"


Rey pun bersiap untuk melakukan apa yang Lucas Infokan.


"Jerry bersiap lah!" Titah Rey memberikan aba-aba agar mereka segera melompat keluar ruangan itu.


"Tringggg... ztttttttt.... Duarrrrrrrrr"


Ledakan itu terjadi seperti yang Lucas info kan.


"Tapi bersamaan dengan itu Black Jack pun menghilang dari sana.

__ADS_1


"Kemana Bajingan itu!!" Teriak Jerry mengitari ruangan itu.


"Aku kehilangan jejak nya" Lucas merasa kesal karena tidak mendapatkan jejak.


Tentu saja ia tidak dapat memonitor karena Rey dan Jerry terguling saat melompat ke luar ruangan tadi sedangkan chip kamera ada di baju mereka.


Sementara di sisi lain...


Maera yang terkurung di ruangan lain terus saja menjerit meminta pertolongan.


"Tolong keluarkan aku, aku ingin pulang." Maera terus saja menangis ketakutan di sana.


Black Jack pun muncul dari belakang Maera melalui pintu lain dari ruangan bentuk prisma itu.


"My Angel, kita harus segera pergi dari sini, gedung ini akan meledak." Pinta Jack sembari menarik tangan Maera.


"Tidak Tuan.. Apa salah ku, kenapa kau melakukan ini padaku?" Tangis Maera mencoba meminta bekas kasihan dari Jack.


"Kau tidak memiliki kesalahan sayang, kesalahan mu karena kau membuat ku jatuh cinta pada mu!" Jawab Jack dengan tenang.


"Jangan membuang waktu Maera!" Jack mulai kesal dan agak meninggikan suara nya.


Rey, Jerry, dan Valent masih terus mencari keberadaan Jack.


Mereka berpencar sampai akhirnya Valent menemukan di mana ruangan tempat Maera di sekap.


"Chtttt.." Valent langsung menghajar punggung Jack dengan cepat.


"Pergilah Maera, selamatkan dirimu!"


"Tapi kak... "


"Pergilah!! Rey menunggu mu di sana"


"Valent kau menemukannya?" Teriak Rey yang berusaha terus mencari-cari titik keberadaan Valent sekarang.


"Bawa adik ku pergi dari sini Rey." Valent sembari melawan Jack yang melayangkan kepalannya ke arah dada Valent.


"Jerry, selamatkan Maera, aku akan membantu Valent, aku tidak akan meninggalkan nya sendiri." Titak Rey yang membuat Jerry sempat-sempat nya kagum pada jiwa kesetia kawanan Rey.


"Baik Rey." Jerry mencari Maera, tapi belum juga menemukannya.


"Kau telah membunuh adikku Rubyca, sekarang kau ingin mengambil adik ku Maera. Apa kau pikir aku akan membiarkan mu??" Teriak Valent yang terdirrect degan masa lalu tentang Rubyca yang sudah dianggap nya adik kandung itu.


"Kau memang bodoh! Bukan aku yang melakukan pembunuhan terhadap Byca! Aku juga merasa kehilangan!" Balas Jack yang memang tak merasa bersalah sedikitpun.


"Lalu kenapa kau berada di sana? Dan kau juga lari ketika kami sampai di sana!"


"Karena kalian pasti akan mengira aku yang menghabisi Byca, maka dari itu aku lebih baik pergi. Bahkan aku yang menghabisi para bajingan yang ada di sana, sebelum kalian datang."


Valent dan Rey sama-sama flashback pada saat kejadian itu. mereka mengira mayat yang berserak di Mansion Byca waktu itu adalah para bodyguard Byca karena mereka menggunakan pakaian yang sana dengan bodyguard Byca selama ini.

__ADS_1


Rey yang berlarian mencari keberadaan Jack dan Valent ikut terbayang wajah adik kesayangannya itu. Ia bahkan tak segan meneteskan air matanya.


"Rubyca... Kakak akan membalaskan nya sekarang!" Bisik Rey dalam hati nya.


"Ciattt.. Cling... Chattttt"


Valent dan Jack saling berbalas pukulan maut, beberapa kali Valent tersungkur begitu juga dengan Jack. Pertarungan sengit ini lumayan berimbang.


"Kenapa kau membawa Maera dalam hal ini, dia hanya gadis yang tak tau apa-apa!"


Jack mendapatkan ide untuk memperkeruh pemikiran Rey dan Valent.


"Perlu kalian tau, gadis lah yang menyelamatkan ku dari tempat kejadian itu."


"Apa maksudmu??"


"Aku lebih dulu mengenal gadis itu dari pada kalian!"


Rey menghentikan langkah nya. Ia mencoba mengingat gadis yang waktu itu sempat ia tanyai.


"Apa kau melihat seorang pria berbadan jangkung yang sedang terluka lewat sini?" Tanya Rey pada seorang gadis berusia 16 tahunan itu pada waktu kejadian.


"Tidak Tuan, aku hanya kebetulan di sini" Jawab gadis itu.


"Apa itu Maera?" Rey merasa semakin sesak memikirkan nya.


Maera yang ternyata masih di situ, ia masuk kembali ke ruangan itu.


"Maera? Kau masih di sini?" Valent terkejut saat mengetahui Maera belum pergi.


"Apa maksudmu Tuan? Aku bahkan tidak mengenalmu sama sekali! Apa kau ingin mengadu domba aku dengan keluarga ku?!" Tatap Maera dengan tajam ke arah pria itu. Entah kenapa wanita polos ini seketika bisa berubah menjadi orang tegas.


"My Angel, itu benar, aku orang yang kau selamatkan waktu itu sayang" Jack tersenyum, dengan konyol ia mengira Maera kembali untuk nya.


"Aku menolong mu karena kau terluka, aku membantu mu karena jiwa kemanusiaan ku sebagai relawan di sana."


...********...


...******* CRAZY UP 6 EPISODE *******...


...******* CRAZY UP 6 EPISODE *******...


...PUKUL 13:00 3 EPISODE...


...PUKUL 20:00 3 EPISODE...


...SPESIAL TERGILA CRAZY UP 6 EPISODE, SPESIAL UP UNTUK KALIAN PARA READERS KESAYANGAN....


...TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMOGA SAJA KALIAN TETAP SETIA PADA KARYA KECIL INI......


...I LOVE YOU ALLL...

__ADS_1


__ADS_2