BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Maera Hamil Anak Rey)


__ADS_3

Maera membuka matanya setelah beberapa waktu dia tak sadarkan diri tadi. Ia memperhatikan sekelilingnya dengan perlahan. Ia terbaring di ranjang besi dengan penerangan yang tidak begitu sempurna.


Mereka kini berada di sebuah gedung tua, gedung yang sudah berumur kurang lebih 30 Tahun itu tampak begitu gersang dan sepi tanpa perabotan dan hiasan apapun sehingga terlihat hampir persis seperti penjara tua.


"Di.. di mana aku?"


"Kau sudah sadar Maera, tenanglah My Angel kau ada bersama ku" Ucap pria berbadan jangkung itu.


Pria itu duduk di ujung ranjang dekat kaki Maera.


"Si.. siapa kau, kenapa kau membawa ku ke sini??" Maera mulai panik karena telah sepenuh nya sadar.


"Ohh My Angel... Semudah itu kau melupakan ku? Coba kau perhatikan aku baik-baik"


"Kau... kau si Pria keras kepala!" Maera tak butuh waktu lama mengingat pria yang dua tahun lalu ia tolong itu.


Pria itu pun tersenyum merasa senang karena Maera dengan cepat mengingat nya.


"Tuan Jack, Dokter nya sudah ada di sini!" Tiba-tiba salah satu anak buah nya melapor pada Black Jack.


"Bawa dia ke sini!" Perintah Jack yang agak kesal karena di ganggu, tapi ia tak mau di merusak mood nya sendiri karena terlalu bahagia sudah berhasil membawa Maera bersamanya.


"Kau mau apa?" Maera menjadi panik karena mendengar laporan anak buah Jack.


Dengan polosnya ia langsung membayangkan adegan film-film yang mana korban di kurung lalu di suntik kan obat mematikan atau lain sebagai nya.


"Kau tenang saja sayang, aku hanya meminta Dokter untuk memeriksa mu, tadi kau pingsan begitu lama, aku khawatir terjadi sesuatu pada mu"


"Permisi Tuan, a.. aku akan memeriksa nya." Tampak dokter perempuan itu gugup dan takut untuk mengangkat kepalanya sendiri, bagaimana tidak, yang ada di hadapannya adalah pria berwajah tampan tapi bengis, auranya memancarkan kharisma seseorang yang kejam.


"Lakukan dengan benar, jika tidak aku akan melenyapkan mu tanpa bekas!" Bisik Jack pada dokter itu.


"Ba.. baik tuan, aku akan memeriksa nya dengan teliti"


Jack pun meninggalkan mereka berdua di ruangan itu. Jack hanya tak ingin membuat dokter itu semakin gugup dan malah salah-salah saat memeriksa Maera.


"Maaf Nona, aku akan memeriksa mu dulu."


Maera hanya diam saja, ia pun sebenar nya masih bingung harus berbuat apa. Ia hanya bisa menurut dan patuh saat ini.


"berapa usiamu?"


"19 Tahun"


"Apa kau sudah menikah dengan nya?"


"Tidak tidak... Suami ku adalah Rey Emerald, aku tidak ada hubungannya dengan pria ini"

__ADS_1


"Nona, kau masih muda, tapi kenapa kau berhubungan dengan pria sepertinya?"


"Aku sudah katakan, aku tidak mengenal pria ini."


"Semua orang sering begitu jika sedang bertengkar dengan suami nya nona ckckck" Dokter masih bertahan dengan pendapat dan opini nya sendiri.


"Apa kau sudah datang bulan, wajah mu pucat sekali?"


"Aku lupa, tapi terakhir aku ingat 5 hari sebelum pernikahan ku, itu berarti sudah sebulan lebih"


"Astaga... Aku akan memeriksa urine mu lebih dulu."


"Untuk apa?"


"Sudah kau ikuti saja nona"


Maera pun menurut saja, dan saat melakukan test itu sangat dokter pun tersenyum senang.


"Selamat nona, kau akan segera menjadi ibu"


"A.. apa?? Apa maksud mu aku hamil?"


"Kau benar Nona, aku akan segera memberitahu pada tuan bengis itu."


Maera dengan cepat menarik tangan dokter itu saat dokter itu bergerak berdiri dan ingin pergi keluar.


"Tolong, aku mohon! Jangan katakan ini pada siapa pun. Dia bukan suami ku!"


"Jadi kenapa kau bisa ada di sini, jika dia bukan suami mu kenapa kau bersama nya bukan bersama suami mu?


"Aku di culik oleh nya, suami ku adalah Rey Emerald Pemilik EC."


"Kau serius? Astaga... "


"Sepertinya aku mengenal Tuan Rey Emerald yang di maksud, Dan EC bukankah itu.. " Dokter itu mencari tau dalam pikirannya tapi Tiba-tiba pemikiran dokter itu terhenti karena Jack terus saja mengetuk pintu kamar itu.


"Tok.. Tok... Kenapa lama sekali? Jika sudah selesai keluarlah!" Tiba-tiba suara itu mengejutkan mereka berdua yang masih saling bertatapan.


"Tolong aku Kak!" Pinta Maera dengan wajah memelas dan mulai berlinang air mata.


"Ma.. maafkan aku nona, tapi aku tidak berani berurusan dengan pria ini." Dokter itu pun langsung bergegas pergi untuk membuka pintu.


"Apa kau sudah selesai? Kenapa lama sekali, hah?"


"Maaf Tuan, tadi aku perlu pemeriksaan lebih detail."


"Lalu bagaimana hasil nya?"

__ADS_1


Dokter itu menoleh ke arah Maera. Ia melihat Maera menggelengkan kepalanya, seperti pertanda untuk menahan dokter tersebut untuk tidak memberitahukan kebenarannya.


"Hey, Kenapa kau diam saja!!" Jack mulai habis kesabaran menunggu jawaban dokter itu.


"Dia... Dia tidak apa-apa tuan, dia hanya sedikit shock tapi aku tidak tau itu karena apa.


"Baiklah, kau boleh pergi...!"


"Antarkan dia ke tempat seharusnya!" Titah Jack pada anak buah nya.


"Syukurlah kau tidak apa-apa sayang.." Jack membelai rambut Maera, Maera hanya memalingkan wajah nya, ia merasa jijik di sentuh oleh pria lain.


"Aku mau di bawa ke mana tuan?" Dokter tersebut merasa takut ketika dua orang anak buah Jack memegangi masing2 lengan nya lalu membawanya pergi dari ruangan itu.


"Jacob, jika ku lihat-lihat dokter ini cantik juga, sayang jika kita sia-sia kan" Lirik Sam pada Jacob yang tengah membawa dokter itu.


Sam mengemudi kan mobil menuju tempat pembuangan, tapi ia berubah pikiran karena jiwa mesum nya meronta-ronta.


"Kau benar Sam, sepertinya kita mendapatkan makan malam setelah seminggu berkerja, hahahaha" Sam terbahak-bahak membayangkan tubuh mulus wanita yang mereka bawa.


"Lepaskan aku, mau apa kalian?!? bukan kah aku sudah menyelesaikan tugasku hah!!"


"Plakkkkk" Jacob pun menampar dokter itu.


"Diamlah kau jalangg!! Menurut saja jika kau masih ingin tetap hidup!" Ancam Jacob lagi.


Mereka berhenti di sebuah lahan yang di tumbuhi banyak pohon.. Tanpa berbasi basi mereka pun melakukan hal yang di luar batas. Mereka memperkoosa dokter itu di dalam mobil secara bergantian. Dokter tersebut di pukuli hingga beberapa kali karena terus saja mencoba melawan, sampai akhirnya dokter itu pun pingsan.


Mereka lalu membuang nya di lahan itu dan langsung saja pergi tanpa rasa bersalah sedikit pun.


"Aku sangat puas... hahahaha" Oceh Jacob dan di setujui oleh Sam.


"Sial... Aku lupa, kenapa kita tidak menghabis gadis itu?" Tiba-tiba Jacob teringat bahwa tugas mereka seharusnya menghabisi wanita itu sebelum membuangnya.


"Kau tenang saja, aku yakin dia tidak akan bertahan dengan kondisi seperti itu, mungkin besok pagi dia tinggal tulang belulang karena di makan hewan buas.. hahahah"


"Baiklah jika kau yakin".....


...********...


...******* UP 4 EPISODE*******...


...******* UP 4 EPISODE*******...


...Jangan Lupa Vote yah sayang........


...Semangat ku ada pada dukungan kalian......

__ADS_1


...I Love you.. 🥰...


...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...


__ADS_2