BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Valent Di pergoki Rey)


__ADS_3

"Sudahlah ayo kita pulang saja" Bryan melangkah berjalan lebih dulu dari Grelda. Ia merasa sedikit kesal.


Sepanjang perjalanan mereka berdua pun hanya saling berdiam diri. Bahkan sampai di mansion Bryan langsung masuk ke kamar nya, sementara Grelda masuk ke kamar Maera.


Tetapi sesampainya di kamar Maera, bukan nya mendapatkan ketenangan Grelda malah melihat Maera pun bermuka masam.


Yah ternyata Maera pun sedang marah pada Rey. Padahal ia sudah ingin keluar berkumpul dengan yang lain, tapi Rey masih saja menahan nya dan malah masih menyuruh nya berpura-pura seperti ini.


"Ada apa Maera? Kenapa wajahmu terlihat murung, hem? Katakan pada ibu sayang!" Pinta Grelda sembari mengelus elus punggung Maera yang duduk di sofa yang berada di kamar nya itu.


"Hmm, tidak ada apa-apa ibu, maafkan aku sudah membuat mu khawatir, aku hanya merasakan bosan" Elak Maera yang tak ingin menceritakan keluh kesah nya yang sesungguhnya karena itu akan membuat suami nya terlihat jelek nantinya.


"Aku tua kau menyembunyikan sesuatu sayang, tapi jika kau tidak mau bercerita, ibu tidak akan memaksa"


"Baiklah jika tidak ada apa-apa. Tapi kenapa kau tidak berjalan-jalan keluar jika kau merasa bosan Maera?"


Maera enggan menjawabnya, ia malah mengalihkan pembicaraan untuk tidak membahas itu lagi.


"Ibu, bagaimana dengan kak Aishe dan kak Valent? Apakah putranya terlihat tampan? Dia mirip seperti kak Valent atau kak Aishe?" Maera tampak menggebu menanyakan perihal itu.


Grelda sebenarnya merasa tidak enak hati, ia khawatir melukai perasaan Maera tapi ia juga mau tidak mau harus menjawab pertanyaan Maera.


"Dia sangat tampan Maera, dia mirip sekali dengan Valentino, jika kau melihatnya kau pun akan jatuh cinta padanya. Kau pun kelak akan memiliki putra yang tampan bahkan tidak akan ada yang mengalahkan nya nanti" Jawab Grelda sembari mencoba menghibur Maera agar tidak merasa sedih nantinya.


"Ohh.. Aku ingin sekali melihat nya bu, pasti kak Aishe merasa bahagia dan sedang bermain dengan putranya" Maera sembari menerawang seolah sedang menyaksikan dirinya lah yang tengah bermain dengan putranya.


...*******...


Disisi lain...kembali di Rumah sakit....


Rey bermaksud ingin menanyakan kembali pada Dokter Felicia mengenai program kehamilan untuk Maera. Ia pun menuju ruangan Dokter Felicia.


"Jadi apakah Maera harus melakukan pemeriksaan lagi?" Tanya Rey dengan mimik wajah serius.

__ADS_1


"Tentu saja Tuan Rey, aku juga harus memastikan apakah trauma itu benar-benar sudah hilang dari Nyonya Maera, karena itu nanti akan berpengaruh pada kondisi janin jika terjadi pembuahan" Jawab Felicia dengan jelas.


"Baiklah, aku akan membawa Maera jika sudah ada waktu yang tepat nanti. Aku ingin kau siapkan saja yang diperlukan sampai aku menghubungimu nanti!" Pinta Rey kemudian ia pun bergegas keluar dari ruangan itu.


Ketika Rey sampai di Koridor ia pun melihat Valent sedang mendorong kursi roda seseorang di sana.Ia langsung berlarian menghampiri nya.


"Valent!!" Panggil Rey dengan nada yang lumayan keras sehingga otomatis Valent pun melihat nya. Ia ingin segera menghindar namun rasanya sudah tidak sempat lagi sebab Rey sudah sampai di tempat nya berdiri.


"Re.... Rey" Gugup Valent pada Rey.


"Hey, ada apa? kenapa kau jadi terlihat gugup begitu, hem? Dimana Aishe? Kenapa kau ada di sini? Dan siapa ini?" Rey spontan saja mengajukan pertanyaan yang beruntung hingga Valent pun semakin gugup.


Valent pun menarik tangan Rey untuk menjauh dari ayah nya. Ia mencoba untuk menahan Rey bertanya-tanya di depan ayahnya itu.


"A... a.. aku.... Rey sebaiknya nanti aku berbicara berdua dengan mu, sekarang waktunya tidak tepat, aku mohon kau bisa mengerti aku."


Rey semakin bingung dengan tingkah dan ucapan Valent, ia sama sekali tidak mengerti apa yang sedang Valent coba sampaikan.


"Tidak Rey, tidak sekarang. Aku akan menghubungi mu nanti, aku akan ceritakan padamu semuanya,aku mohon aku harus pergi sekarang."


Valent pun langsung berlari kembali pada ayahnya lalu membawanya pergi secepat mungkin dari situ.


"Ada apa dengan nya, siapa pria itu sebenar nya?" Gumam Rey dalam hatinya yang ia sendiri tidak sempat melihat wajah pria itu.


Dengan langkah sedikit kesal Rey pun juga beranjak untuk keluar dari rumah sakit itu, ia tak berhenti memikirkan sikap Valent tadi bahkan sampai di mansion nya ia masih saja memikirkan itu hingga dia pun tidak memperhatikan sekelilingnya.


"Ada apa dengan kak Rey? Kenapa dia seperti orang bingung?" Tanya Namiira yang berbisik-bisik pada Anetha.


"Kau benar, tidak biasanya Tuan Rey, eh maksudku kak Rey pulang tidak menyapa meskipun hanya satu dua patah kata." Timpal Anetha menyetujui Namiira.


Rey lalu masuk ke dalam kamar, ia pun masih terdiam bingung bahkan ketika ia mandi dan berganti pakaian, hingga ia pun tidak memperhatikan Maera di sana.


"Kak Rey? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Maera pada Rey.

__ADS_1


Maera tadinya ingin meminta pada Rey untuk pergi kerumah Valent untuk melihat putranya, tapi ia mengurungkan nya karena melihat mimik wajah Rey yang seperti itu.


Maera memanggil dan bertanya tapi Rey tidak mendengarnya hingga sampai tiga kali barulah Rey menyadarinya.


"Oh.. Sayang, maaf aku tidak mendengar mu tadi"


"Ada apa kak? Apa kau sedang ada masalah di perusahaan mu?"


"Tidak sayang, hanya ada hal kecil tadi, kau jangan khawatir aku baik-baik saja"


Rey tidak ingin membuat Maera khawatir ia pun mengalihkan pembicaraan nya dengan Maera.


Rey lalu memeluk Maera kemudian dia mengatakan maksudnya untuk membawa Maera ke rumah sakit. Bagaimana pun ia harus hati-hati mengatakan nya agar Maera tidak tersinggung ataupun marah.


"Dengar sayang, aku harus membawa mu ke dokter untuk periksa kesehatan mu, besok kita akan pergi menemui Felicia ya"


"Memangnya aku harus periksa apa kak Rey? Aku sudah baik-baik saja"


"Sayang, kau memang baik-baik saja, ini hanya pemeriksaan rutin kesehatan, kau sudah lama tidak periksa kesehatan kan? Aku tidak mau ada kuman atau ada virus-virus nakal yang sedang marak itu sedikit pun menyakiti mu, ini hanya chek up rutin saja sayang" Rey menenangkan Maera agar dia tidak tersinggung sembari memberikan sedikit candaan.


"Terserah kau saja kak, aku tidak masalah"


Rey pun memeluk Maera dan menggendong nya ke tempat tidur untuk ber istirahat. Ia terus membelai Maera hingga Maera pun tertidur di pelukannya.


...**********...


...Assalamu'alaikum...


...Hai para readers kesayangan ku. Author minta maaf sebesar-besarnya yah karena beberapa waktu ini Author sakit lumayan parah hingga baru bisa sekarang untuk update. Author janji akan segera menyelesaikan Novel ini....


...Mohon do'a dan dukungannya yah teman-teman......


...I love you All...

__ADS_1


__ADS_2