BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Pesta Yang Gagal)


__ADS_3

BAB 5


Clara yang memang sudah menanti kedatangan Rey tentu saja langsung beraksi dengan gayanya.


"Hay Sayang, tidak ada ribut-ribut di sini, hanya saja ada gembel yang mau merusak acara ini. aku heran kenapa acara seperti ini orang luar bisa masuk dengan bebas."


"Cih.. padahal dia sendiri orang luar ckckc. Tidak tau malu. Bisik Donna dalam hatinya


Rey mengernyitkan dahinya lalu bertanya pada Clara.


"Hm.. apa maksud mu? gembel apa? siapa yang kau maksud?"


"Tuan Muda, yang di maksud Nyonya Clara itu kekasih nya Dave. Calon manager di perusahaan yang baru." Sahut Donna tanpa di minta, ia sengaja memotong pembicaraan Clara dan Rey"


"Dave?" Beo Rey pada Donna.


"Oh iya, aku belum mengenal orang yang di rekomendasikan oleh Willman, tapi di mana dia?"


Dave yang baru sampai dari luar tiba-tiba terkejut mendengar namanya di sebut. Kebetulan dia hanya melihat pundak Tuan Muda. Dia pun langsung menyahut.


"Saya Da.... ve Tuan Mu.. da." Dengan mode slomotion.


Dave langsung kaku ketika Rey membalikkan badan ke arahnya.


"Hahh!! Kau???" Rey otomatis mengeratkan rahangnya.


"Astaga... Dunia ini memang sempit yah, bahkan manusia brengsek seperti mu ternyata ada di perusahaanku. ckckck"


Semua yang ada di situ pun tiba-tiba ikut bingung dengan apa yang di maksud oleh Rey


Seperti biasa Clara yang sok merasa dekat dengan Tuan Muda, mencoba bertanya apa yang terjadi. Alih-alih ingin terlihat seolah memperhatikan Rey tapi malah kena ikut semprot.


"Sayang ada apa ini? Kenapa kau tiba-tiba marah?"


"Diam kau!! jangan kau ikut campur masalah ku!."


"Ckck Rasakan kau Jala*g kau kira Tuan Muda memperdulikan mu, hahaha senang sekali aku hari ini." Donna kembali tertawa ria dalam hatinya.


"Hah... Tadi siang kau masih beruntung, karena putriku sedang bersama ku, jika tidak sudah habis kau ku buat." Ucap Rey sambil membuang nafas kasar nya.


Dave mulai ketakutan, dia pun sadar posisinya pasti terancam saat ini.


Sementara Tuan Muda yang sudah emosi mengingat putrinya tadi hampir celaka langsung memberikan hadiah satu pukulan keras pada wajah Dave.


"Plakkkkk"


"Plukkkkk"


"Plokkkkk"


"Brengsek kau, karena kau putriku terluka, kau kira orang tak beradab sepertimu mendapat tempat di perusahaan ku, hah??"

__ADS_1


"Maafkan aku Tuan Muda, aku benar-benar tidak mengenalimu, jika saja aku mengenalimu pasti aku tidak akan berbuat kasar tadi." Keluh Dave sembari membuat pembelaan.


Willman baru saja tiba, baru saja dia sampai di parkiran Villa, dia sudah mendengar suara keributan dari dalam Villa. Diapun Bergegas untuk masuk ke dalam.


"Bobby" Teriak Rey memanggil ajudannya itu.


"Siap Tuan Muda"


"Dimana Willman??"


Belum sempat Bobby menjawab Willman sudah sampai di situ.


"Aku di sini Tuan Muda, ada apa ini?"


"Apa kau tidak bisa mendapatkan orang yang lebih layak untuk menjadi manager di perusahaan baru itu?"


Willman pun melihat Dave sudah bonyok karna di hajar oleh Tuan Muda itu. Dia juga bingung dengan permasalahan apa yang terjadi.


"Ma.. maaf Tuan Muda, tapi apakah ada yang salah dengan manager yang ku rekomendasikan?" Tanya Willman yang merasa heran dengan kemarahan Bos nya itu.


"Seharusnya kau memeriksa latar belakangnya dengan teliti, sampai kau mempekerjakan bajingan seperti dia."


Rey yang sudah semakin meluap emosinya lantas meminta bodyguard nya itu melakukan sesuatu seperti biasanya.


"Bobby!! Kau tau apa tugasmu??" Lirik Rey pada Bobby.


Seakan sudah mengerti kode dari Boss nya Bobby pun langsung bersiap. melakukan perintah.


"Baik Tuan Muda" Balas Bobby dengan tegas.


"Tutu.. Tuan Muda maafkan aku.. Aku mohon maafkan aku." Teriak Dave meminta ampun.


"Ckckkc Tragisnya nasibmu Dave" Ucap Clara dengan suara kecil.


"Willman, sebaiknya segera kau cari penggantinya malam ini juga, kali ini kau harus berhati-hati, jika tidak kau juga akan ku buang!"


Willman yang sangat memahami keganasan Boss nya itu hanya bisa tunduk dan bersiap menerima perintah.


Sementara itu Maera dan Lucas yang sempat mendengar dari para pelayan bahwa ada keributan langsung bergegas kembali ke ruang utama Villa itu.


Lucas yang merupakan sahabat dari Rey pun langsung bertanya pada mereka semua apa yang terjadi.


"Lucas... Kau" Dengan mode slomotion karena heran.


Niat Rey ingin bertanya balik pada Lucas tapi tiba-tiba dia menghentikan kata-katanya karena melihat Maera.


"Siapa wanita ini? sepertinya aku mengenalnya. Wajahnya sangat cantik." Bathin Rey.


Dan Lucas yang kebingungan karena Maera tiba-tiba pergi, langsung saja mengejarnya lagi.


"Maera" Teriak Lucas.

__ADS_1


"Maera?? " Beo Rey lagi.


Clara yang tak ingin Maera mencuri perhatian Rey pun langsung mengambil inisiatif.


"Sayang... Gadis itu kekasihnya Dave. Dialah yang membuat masalah tadi di sini. Dia dan Dave sama-sama pembawa masalahnya, ckckck"


Clara sibuk berbicara pada Rey, sementara Rey masih tertarik untuk memikirkan Maera.


Sedangkan di luar, Lucas sibuk mencari Maera, tapi anehnya seolah Maera memiliki kaki seribu, Lucas tidak menemukannya lagi.


"Siall.. kemana dia? kenapa cepat sekali menghilang? Apa dia sudah bertemu dengan Dave? Sebaiknya aku tunggu saja, mungkin dia butuh waktu."


Rey bergegas meninggalkan Ruang Utama itu. nampaknya dia Kehilangan Mood karena masalah ini.


Sebelumnya ia sempatkan meminum beberapa gelas Winee untuk menenangkan pikirannya.


"Kau mau kemana Sayang? bukankah lebih baik kita menghabiskan malam di sini?" Hadang Clara dengan pertanyaan dan godaannya.


"Clara, tolong biarkan aku pergi, jangan ikuti aku, aku sedang tidak bersemangat saat ini."


Clara tentu saja sangat ingin tetap menjerat Rey, tapi dia juga sadar bahwa sekali saja dia membantah maka Rey akan semakin menjauh.


"Hmm... Baiklah kalau begitu, tapi aku harap akhir pekan kau mengajakku keluar ya."


"Maafkan aku Clara, aku tidak bisa, aku sudah berjanji pada putriku dan adikku untuk menghabiskan akhir pekan dengan mereka."


"Sialan.. selalu saja putrinya itu menjadi penghalang bagiku.lihat saja, kalau Rey sudah di genggamanku akan ku buang anak itu jauh." Umpat Clara tentu saja hanya dalam hatinya.


"Bobby"


"Siap Tuan Muda"


"Aku akan pergi sendiri, siapkan mobil. kau Pulanglah bersama Willman nanti!."


Bobby yang mengkhawatirkan Bosnya pun berusaha untuk menghalangi niatnya.


"Tapi Tuan Muda.. "


"Kau tau Bobby, aku tidak suka di bantah! Di dunia ini hanya keluargaku yang boleh membantah ku!"


"Aku mengerti Tuan Muda"


Rey bukan tanpa alasan meninggikan suaranya, dia sengaja mengatakannya di depan Clara, agar Clara mengerti batasannya..


Dan Bobby pun selalu memahami maksud Tuannya itu.


Akhirnya Rey pun pergi meninggalkan Villa itu. sementara mereka yang tinggal tetap saja menikmati suasana pesta yang tak jadi kecuali Clara, tentunya merasa kesal. karena rencana ingin menjerat Tuan Muda gagal total.


...**********...


Hai Para pembaca kesayangan yang budiman... Mohon dukungannya untuk karya aku yah, smoga saja kalian suka.

__ADS_1


Jangan lupa untuk Like+Komentarnya biar aku makin semangat melanjutkan nya.. Terima kasih semua...


...I LOVE YOU ALL...


__ADS_2