BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Melepaskan Rindu Denganmu)


__ADS_3

Maera awalnya agak ragu membuka bajunya, tapi ia sendiri sebenarnya tidak tau kenapa dia sampai menghukum Rey seperti ini.


"Sayang... aku tidak bersalah, maafkan aku sayang, aku sangat merindukan mu." Rey mengigau dalam tidur nya.


Maera hanya tersenyum lalu memeluk nya erat. Rey pun langsung nyaman ia menenggelamkan kepala nya di antara Squishy kembar tanpa penutup itu.


"Dasar mesum, dalam kondisi sakit pun dia masih saja menyukai posisi itu, cih" Omel Maera dalam hati.


Maera pun ikut tertidur setelah beberapa saat kemudian.


Tang Tinggi Tung....


waktu berlalu sekitar 2 jam sejak Rey tidur di pelukan Maera, Rey pun terbangun dari tidur nya.


"Sayang... Kau di sini?" Rey merasa heran sekaligus bahagia melihat Maera berada di dalam satu selimut dengan nya, bahkan memeluknya.


Ide spontan pun muncul di otak Rey. Meskipun panas nya belum turun normal sepenuh nya.


"Tidak ada larangan bagi suami untuk meminta hak nya meskipun istrinya sedang tidur bukan, ckckck"


Rey pun langsung mencumbuii Maera dengan mengecupp semuaa bagian penting dari istrinya itu. Perlahan ia pun terus mengusap usap leher Maera dengan bibirrr nya..


Zzzzzzzz.... Maera yang biasanya tidur mayat itu tiba-tiba tersentak.


"Kak.. kak Rey... "


"Sayang aku merindukan mu"


Rey langsung menautkan bibirr nya pada bibirr Maera dengan lembut ia menyeesapp nya merata sempurna, hingga Maera pun larut dalam lautan gellooraa kehangatann itu.


Maera ingin menghentikan nya, tapi jujur saja dia pun menginginkan nya.


"Hmm" Maera mulai mengeluarkan de.. sa.. han nya saat Rey sudah turun ke dua Squishy kembaar yang ada Choco chips nya itu. Rey begitu menikmati manis nya gumpalan raanum itu. Ia begitu menyukai nya sampai-sampai ia membuat bekas merah di sekeliling dada Maera. sebahagian tubuh Maera itu pun sudah meremang karena ulah Rey.


"Kak..."


Rey terus saja memainkan lidaah nya di sana, ia pun sembari mulai memainkan jari nya di bawah sana dengan waktu yang bersamaan.


"Ughhh" Maera mulai menggila ketika Rey terus saja menekan jari itu makin dalam, ia mendengus sembari memejamkan matanya dan menggigit bibir nya sendiri.


Wanita yang tengah hamil muda itu merasakan kenaikan geloora ketika hormon nya bekerja lebih cepat sekarang.

__ADS_1


Mengetahui Maera seperti akan mencapai puncak pertamanya, Rey pun turun kebawah agar dia bisa menenggelamkan kepala nya di sana sembari memainkan nya dengan lidahh lembut nya.


Rey mengangkat kaki Maera dengan cepat. Lalu menyesapi nya di sana dengan lembut, perlahan daging tumpuk itu semakin basah karena cairan bening dari Maera.


Peluh pun mulai membasahi mereka, hingga pendingin ruangan pun seperti tidak ada artinya lagi. Rey yang tadi demam juga mulai berangsur normal karena di bantu olah raga malam nya itu.


"Kak... Ughhhh... Aku... Aku ingin pipis kak"


"Keluarkan saja sayang, aku menunggu nya"


Maera pun mencengkram rambut Rey yang masih terus bekerja di bawah sana.


Ia makin menggila sampai akhirnya ia pun mengeluarkan cairan bening itu pertama kali nya setelah hampir seminggu tidak pernah di sentuh oleh Rey.


Rey lalu menghusap bibir nya dengan kain yang ada berserakan di sana. kemudian ia kembali pada squishy favorite nya itu, perlahan ia sembari menyatukan kedua benda di bawah sana.


"Aghhhh... " Kembali Maera mengerangggg menahan kan hujaman yang bertubi-tubi itu.


Suara Seksi Rey ketika bercinntaa baru kali ini di perdengarkannya, entah itu akibat geloora yang tertunda selama seminggu ini.


"Sayang, ini... ini nikmat sekali... Kau semakin membuat ku tidak akan melepaskan mu sedikit pun sayang.."


Maera sebenarnya merasa bahagia dengan ucapan suami nya itu, tapi ia masih saja terus malu-malu terhadap Rey. Ia merasa permasalahan ranjang adalah hal yang masih tabu untuk di perbincangkan, meskipun itu suami nya sendiri.


Rey pun semakin tartantang untuk berbuat lebih. Ia menaikan tempo nya menjadi tempo medium untuk pergerakan nya. Ia mengayunkan nya penuh cinta.


Setelah beberapa menit Rey pun langsung tak sabar mengajak Maera untuk bermain dengan gaya lain.


Rey meminta Maera untuk berbalik badan lalu mengangkat perut nya keatas yang otomatis di bawah saja menjadi menjulang ke atas.


Ia kembali memasukkan tombak berukuran 18cm dan diameter 5cm itu kedalam sana.


"Akhhhh, kak sakit..." Maera mengerang lagi. Tentu saja posisi ini membuat Maera agak merasakan sakit dari posisi sebelumnya. Tombak besar itu menerobos hanya baru beberapa kali sejak mereka menikah.


"Maaf sayang, tapi itu tidak akan lama."


"Akhh" Rey juga ikut-ikutan mengeluarkan erangan nya. Ia terus menusuk dari sana sembari tangan nya meremass squishy kembar kesayangan nya.


Maera sendiri bingung bagaimana cara mengimbangi ayunan Rey, si otak polos itu hanya bisa menerima serangan demi serangan dari suami nya.


Maera merasakan miliknya ingin mengeluarkan cairan lagi. Dengan nada tertatih mengikuti irama ayunan di belakang sana ia pun mengadu kepada Rey.

__ADS_1


"Kak... Aku mau pipis lagi.."


"Baiklah sayang, keluarkan semau mu sayang"


Rey pun tersenyum ia menaikkan tempo nya semakin cepat. Hingga akhir nya Maera pun mendapat kan pelepasan yang ke dua nya. Maera bahkan sampai gemetar mengeluarkan nya.


Pergulatan panjang itu tidak sampai di situ saja karena Rey belum mencapai maksimal nya. Ia yang tadi nya mengalami demam tetap saja menjadi singa lapar yang berubah jadi kuat ketika menemukan mangsa nya..


Sampai Rey telah melepaskan kerinduan nya dengan mengeluarkan klimakkss nya.


Rey belum juga lelah, ia malah semakin semangat untuk melakukan ronde selanjutnya.


Mereka terus saja melakukan berbagai macam mode sampai pada akhir nya Maera benar-benar menyerah mengikuti mau nya Rey.


"Kak.. Aku.. Aku sudah menyerah."


Rey pun tersenyum melihat Maera yang sudah sangat lemas karena ulah nya.


"Kau bicara pada siapa sayang, hem?"


Maera seolah faham maksud Rey karena ia tidak memanggil Rey dengan sebutan sayang.


"Sayang, aku sudah tidak sanggup lagi.''


"Ckckckck.. Kau lihat sayang, ini hukumannya jika kau terus berusaha menjauhi ku, dan memusuhiku." Rey bicara sembari merebahkan tubuh nya di samping Maera yang sudah terkulai lemah.


"Sayang, kau ini makan apa sih? kenapa kau tidak berhenti mengajak mecangkok ku terus, kau seperti tidak punya rasa lelah."


"Terima kasih sayang, cup.. cup.. cup" Rey tak mau lupa untuk mengerjakan kebiasannya usai mencangkok Maera, yaitu mencium kening nya dan mengucapkan Terima kasih.


"Aku tidak akan pernah lelah, jika itu bersama istri yang kucintai sayang"


Rey lalu memeluk Maera, beristirahat sebentar sembari bertanya pada Maera yang sebenarnya sudah hampir tertidur.


"Sayang, kenapa kau menjauhi ku terus? Apa kau tidak merindukan pelukan ku selama seminggu ini, hem?"


...********...


...Jangan Lupa Vote yah sayang........


...Semangat ku ada pada dukungan kalian......

__ADS_1


...I Love you.. 🥰...


...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...


__ADS_2