
Clara tak sengaja melihat Lucas juga berada di antara keluarga Emerald.
Ia pun jadi memiliki ide untuk bisa mendekat mencari tau siapa yang sedang di rawat di situ.
"Ehmm.. Lucas... Kau sedang apa di sini? Apa bibi Joana sedang sakit?" Tanya Clara dengan lagak seakan tidak sengaja bertemu dengan Lucas di situ.
Lucas sendiri heran melihat kedatangan Clara, ia tentu saja tidak lupa kejadian saat pernikahan Rey, yang mana Clara sampai di usir paksa dari sana.
"Kau.. sedang apa di sini? memangnya siapa yang sakit?" Lucas malah bertanya balik pada Clara .
"Kau ini, aku bertanya kau malah kembali bertanya pada ku. Aku kesini ingin menjenguk teman ku."
"Lucas, kenapa di sini banyak anggota Emerald? Apa terjadi sesuatu pada keluarga dari Emerald, hem?"
"Sudah ku duga, nenek lampir ini hanya modus saja menghampiri ku kesini, cih" Umpat Lucas dalam hatinya saja, karena ia tidak mungkin membuat Clara berteriaj di rumah sakit itu ckckck
Belum sempat Lucas menjawab, Rey sudah keluar dari kamar rawat Jerry, ia berniat untuk kembali ke kamar rawat Maera, karena ia mendengar Maera ingin berjalan menghirup udara segar di taman belakang rumah sakit.
"Hhh, mau apalagi nenek sihir ini kesini, jangan sampai ia membuat keributan"
Clara tiba-tiba seperti merasakan angin segar ketika Rey muncul, ia pun langsung menghampiri Rey sembari Memegangi tangan Rey.
"Rey.. . Apa kau sedang sakit, mana yang sakit, hem?" Clara bertanya sembari memegangi kepala dan leher Rey.
"Clara, Kau jangan menyentuh ku, aku ini sudah menikah.. Apa kau tidak mengerti juga?! Jaga jarak mu dariku!"
"Hey nyonya Clara, sebaiknya lepaskan tangan mu dari suamiku!" Suara itu muncul dengan tiba-tiba yang membuat Clara sampai mencari asal usul dari suara itu.
"Aku di sini Nyonya!" Maera berjalan pelan-pelan bersama Grace.
"Sayang..." Rey pun gugup khawatir Maera akan salah faham lagi seperti tadi ia salah faham pada Felicia. Tapi Maera sama sekali tidak menggubris Rey.
"Kau!!!" Clara pun tercengang, sepengetahuan nya gadis polos ini tidak berani memandang mata orang lain, tapi kali ini Maera malah meneriaki nya di depan semua orang.
__ADS_1
"Cihhh... Gadis kampung ini lagi!"
"Apa kau tidak mendengarnya? Atau kata-kata ku kurang jelas?" Maera menekankan kembali kata-kata nya.
"Apa Maera salah makan obat? Atau si Black Monster itu menyuntikkan sesuatu pada nya sampai dia jadi seperti ini? Sejak kemarin dia terus saja berlaku aneh" Rey menggerutu tetap sambil memperhatikan istrinya itu guna mencari tau jawaban dari pertanyaan di benak nya.
Tidak ada yang tidak heran melihat sikap Maera kali ini. Termasuk Lucas yang sudah sangat lama mengenal Maera.
"Kenapa Maera sekarang lebih mudah marah? Malah sekarang dia berani berteriak pada orang lain, apa karena itu bawaan hamil nya? ." Lucas bertanya-tanya dalam hatinya, tapi ia langsung mengalihkan Pikirannya untuk membawa Clara dari situ sebelum Clara membuat keributan.
"Clara sebaik nya aku membawa mu pergi dari sini! " Lucas menarik tangan Clara dengan kasar, sementara Clara terus menatap tajam Maera..
"Lucas, lepaskan aku! Aku bisa berjalan sendiri!" Lucas pun melepaskan lengan Clara yang tadi ia tarik.
"Ibu... Sepertinya aku lebih baik baik pulang ke rumah saja. Kak Valent dan Kak Jerry hanya butuh waktu sehari lagi kan di rawat di sini?" Tanya Maera pada Grace, Grace hanya bisa memangut-mangut saja mendengar ucapan Maera.
"Iya sayang... Kau boleh pulang kapan saja kau mau."
Grace dan Maera kembali ke ruangan nya untuk besiap terlebih dahulu. Sedangkan Rey kembali menemui Jerry dan Valent serta Gorgh.
Setelah beberapa jam kemudian...
Di Mansion Emerald...
"Rey, aku lihat kau diam saja sejak tadi kejadian terakhir di rumah sakit, apa kau baik-baik saja?" Tanya Gorgh yang khawatir melihat ekspresi putranya yang diam saja sejak kembali dari rumah sakit.
"Tidak masalah ayah, aku hanya berpikir sebaiknya besok aku sudah kembali ke perusahaan. Aku sudah terlalu lama diam di rumah."
"Bukan kah sebaiknya kalian pergi berlibur saja Rey? Setelah menikah kalian bahkan belum berbulan madu. Sudah terlalu banyak masalah yang kita lewati belakangan ini. Ayah rasa kalian butuh sedikit peregangan. Begitu juga dengan Jasmine, Maera, Valent, dan juga kakak si Anetha itu, hem?"
"Aku sudah sempat berpikir seperti itu ayah. Tapi aku tidak tua bagaimana yang lainnya setuju atau tidak. Apalagi Maera, bahkan dia tidak menegur ku sama sekali."
"Oh ya ampun, jadi itu yang membuat ku berubah jadi membisu, hahahahha" Gorgh malah tertawa puas meledek putranya yang sedang memiliki masalah percintaan itu.
__ADS_1
"Mau ayah ajari tekhnik jitu merayu istri yang sedang marah, hem?"
"Akh tidak tidak, ayah saja selalu gagal membujuk ibu, cih... "
"Kau ini, tapi ibu mu pada akhirnya selalu luluh kan? hahaha" Gorgh memuji kemampuannya sendiri seolah memang benar ia adalah seorang pakar.
"Ayah, sepertinya aku punya ide."
Rey pun berbisik pada Gorgh, dan Gorgh tak mampu menawan tawa nya...
"Hahaha.. Aku mendukung mu, tapi aku tidak akan ikut bertanggung jawab jika terjadi perang lebih besar antara kau dan Maera, hem!"
"Ayah tenang saja, pada dasar nya Maera adalah orang yang polos kan, ckckckck"
Rey pun naik ke lantai III di mana itu adalah kamar yang seharus nya menjadi tempat Maera sedang beristirahat. Tapi bukan nya ber istirahat ternyata semua wanita penghuni Emerald tengah sibuk bergosip di sana, bahkan Jasmine juga menempel terus dengannya.
"Akhh Ya ampun, tidak di rumah sakit, tidak di mansion, semua orang terus saja mengganggu dan mengajak nya bergosip ria."
"Ehem"... Rey pun memberikan tanda batuk nya agar semua orang mengerti akan kehadirannya.
Tapi para wanita itu bahkan tidak menganggapnya sama sekali.
Maera menoleh ke arah Rey namun dengan cepat membalikkan wajah nya lagi pada Anetha, Namiira, Grace, Jasmine, dan si kembar Tazaa.
" Yakkkk.. Apa aku sudah tidak bisa lagi istirahat di kamar ku sendiri, hah?"
Mereka semua pun akhirnya melihat ke arah Rey secara bersamaan.
...********...
...Jangan Lupa Vote yah sayang........
...Semangat ku ada pada dukungan kalian......
__ADS_1
...I Love you.. 🥰...
...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...