
Rey yang merasa bersalah itu tak mau langsung pulang ke mansion nya...
Ia yang terkenal benci dengan alkohol, tapi malah ahirnya melampiaskan kekesalan pada dirinya sendiri dengan duduk di bartender sembari meminum minuman haram itu.
"Apa yang harus kulakukan?...
Apa aku masih bisa menatap wajahnya? Aku bahkan meragukan kesucian istriku sendiri di hari pertama nya, Aku memang bodoh."
Ocehan Rey terus tak berhenti sampai salah seorang wanita yang merasa mengenal nya datang menghampiri nya.
"Uuu..Rey Emerald... Sang Pewaris EC
Kenapa dia ada disini... ckckck..
Pria perfectly itu tampaknya sedang kacau." Brenda memainkan gelas ditangannya sembari memandangi ke arah Rey.
"Tapi dia tampan dan menarik, tidak ada salahnya aku mencoba nya. ckckck"
"Hai tampan... Apa kau sendirian?"
"Pergilah...!!! Menjauh dari ku... Aku mencintai anak dan istri, jangan ganggu apa kau mengerti!!"
Brenda mengetahui bahwa Rey memang sudah memiliki anak dan istri, tapi istrinya sudah lama mati, dan sejak itu tidak pernah ada kabar tentang pria ini bersama wanita lain.
Media tentu saja selalu mencari celah untuk kabar pribadi Rey. Tapi sayang media tidak pernah berhasil menembusnya.
"Kau semakin menggoda dengan keangkuhan mu itu Tuan Rey.. ckckck...
Sepertinya akan sangat menarik jika aku mendapat kan mu."
Sementara di sisi lain..
Semua orang sibuk mencari keberadaan Rey...
"Kemana anak itu, kau sudah memberitahu kebenarannya padanya tapi kenapa dia tidak langsung pulang?" Geram Grace kepada semua orang.
"Aku sudah meminta puluhan anggota untuk mencari nya ke segala tempat bi." Valent berusaha menenangkan hati Grace.
Gorgh sedari tadi mondar mandir juga tak kalah kesal.
"Tapi di mana Willman?"
"Dia sedang memeriksa semua CCTV jalan xxxx paman, terakhir dia baru saja dari rumah lama Maera, maksudku rumah Anetha.."
Tiba-tiba Bobby pun berlarian dari arah belakang sembari membawa tab di tangannya.
"Maaf Tuan Nyonya... Tuan Rey... Tuan Rey..."
"Ada apa dengan putraku Bobby? Bicaralah dengan benar!" Tanya Gorgh dengan nada penuh wibawa nya itu.
"Katakan dengan jelas Bobby." Valent juga penasaran.
"Tuan Rey sedang berada di diskotik, dia sudah mabuk, sepertinya dia bersama seorang wanita.
Tuan Rey masuk ke dalam berita utama malam ini."
"Apa??" Pekik Grace yang tentu saja tidak menyangka putra kesayangannya melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan.
Mereka pun melihat Tayangan itu. Tak hentinya Grace berdecak geram sebab tak pernah melihat singa nya seperti ini.
__ADS_1
"Saham EC pasti akan turun drastis karena pemberitaan ini" Gorgh mengeratkan rahangnya sembari memukul pintu ruangan itu.
"Aku tidak perduli dengan saham, yang terpenting adalah putraku sekarang baik-baik saja Gorgh"
Sementara Maera yang tadi berniat menemui Grace tak sengaja mendengarnya.
Entah kenapa Maera merasa sakit mendengarnya. Mendengar suami yang baru saja menikahinya digosipkan menghabiskan malam dengan wanita malam.
"Kakak ipar..."
Sontak semua melihat ke arah Martha yang memanggil Maera.
"Belum usai atau masalah sekarang susah bertambah masalah lain... Huh, kau membuatku pusing Rey" Grace terus memijati kening nya yang tak sakit itu.
Grace menghembuskan nafas kasarnya sembari memijat keningnya yang tak sakit itu.
Sementara Gorgh dan Frans sibuk mondar mandir.
Si kembar masih sibuk berusaha menghibur Maera .
Dan terakhir Valent, Bobby dan Willman menjemput Rey dari tempat kericuhan itu.
"Kakak ipar kecil... Kau jangan khawatir, aku yakin Kak Rey tidak melakukan apa yang mereka beritakan. Aku sangat mengenal kak Rey, dia tidak sembarangan dengan wanita." Hibur Martha sembari membelai rambut Maera.
"Martha benar kakak ipar kecil. Kak Rey seorang pebisnis hebat, dia seorang pemimpin besar. Banyak yang ingin menjatuhkan nya sampai mereka membuat berita konyol seperti ini."
"Aku tidak apa-apa kak M2. Kenapa kalian repot-repot menjelaskannya."
"M2" Beo kompak Si kembar.
"Hehe... Iya kak Aku lelah jika harus menyebutkan nama kalian satu per satu. Mulai sekarang aku panggil M2 saja.. lebih singkat kan ckckck.."
"Bahkan kau pandai menyembunyikan kesedihan mu dengan senyum palsu mu itu Maera.. Kau masih berusaha membuat orang lain tersenyum, kau memang gadis yang baik." Puji Margareth dalam hatinya.
Di sisi Lain Valent yang mengamuk dengan pemberitaan itu langsung mengobrak abrik Bar tempat Rey yang sudah terkabar di meja bartender itu.
"Bajingan... Siapa yang berani-beraninya memanggil para wartawan itu kesini, hah??!"
Jelas saja wajah tampan dengan sorotan mata elang itu membuat orang-orang di sana diam kaku. Siapa yang tak kenal Valent di dunia per bar an ini.
Bahkan Valent sendiri adalah pemilik dari Bar tempat Rey terkapar saat ini.
"Apa kalian tidak tau, siapa dia?!!!"
"Maafkan kami Tuan, kami ceroboh, kami terlambat mengenali Tuan Rey." Mohon-mohon tiga orang pria itu pada Valent.
"Dimana Wanita itu?"
"Dia sudah pergi Tuan" Jawab Pria yang menjadi penanggung jawab di Bar milik Valent itu. Pria itu tentu saja gemetaran mengadapi si Cassanova yang sudah bertaubat ini.
Valent pun tak mau berbasa basi lagi,Ia meminta anak buahnya membereskan mereka dan memberikan pelajaran pada mereka. Beberapa lainnya di minta mencari keberadaan wanita itu dan juga mengurus media yang sudah berkonspirasi membuat berita ini. Ia lalu membawa pulang Rey ke mansion Rey.
"Di mana istriku.. aku bersalah padanya.."
"Sadarlah Rey, dasar ceroboh sekali. Kau membuat masalah besar untuk EC kita."
Pria itu terus saja menggumam di kondisi mabuk nya.
...*********...
__ADS_1
Maera yang sudah mengganti pakaian berganti menggunakan piyama itu hanya pasra saja saat Rey di antarkan ke ranjang pengantin nya.
"Maera... mohon kau maafkan Rey. ini semua hanya ke salah pahaman saja. Sebenarnya dia pun juga terluka."
"Aku mengerti kak.. Kau jangan khawatir, aku akan merawat nya kak"
"Ya Tuhan, sejujurnya aku takut dia akan memperlakukan ku seperti tadi. Tapi aku harus bagaimana? Katanya tugas istri melayani suami"
"Maera... Maera... istriku, maafkan aku sayang. Aku sudah meragukan mu... maafkan aku"
"Kak Rey, apa kau memang suami ku? tapi kenapa kau melakukan dosa 3 sekaligus... Aku...Aku harus bagaimana jika kau nanti memukulku lagi? hiksss"
Maksud Maera
1- Meragukan istri
2- Meninum amer
3- Bersama wanita lain yang bukan istrimu.
Maera berniat untuk membersihkan tangan Rey yang kotor akibat terkena percikan alkoohol dan pecahan botol minuman yang pecah ketika di Bar tadi.
Ia sebenarnya ketakutan, dan Rey yang masih dalam keadaan Mabuk matanya tertutup namun dengan sigap Rey menarik Maera hingga terjatuh di dekapan nya..
Maera yang tengah memegang air di dalam bak kecil yang di bawanya, reflek saja menumpahkan air itu ke wajah Rey..
"Hahh!! Astaga, aku menumpahkan nya, bagaimana kalau dia terbangun? Dia pasti akan mengamuk seperti tadi lagi..Hikss...Aku memang ceroboh. "
Maera pun mulai membersihkan tubuh Rey yang basah karena tersiram oleh nya tadi dengan hati-hati. Ia sangat ketakutan sampai ia menahan nafasnya agar tidak terdengar. Ia berusaha agar Rey tidak terjaga selagi dia membersihkan nya.
Usai melakukan itu ,ia pun duduk melamun di merapat ke dinding kamar pengantin mereka.
"Sepertinya, aku memang tidak pantas berada di sini.
Kehidupan ku berbeda dengan kehidupan keluarga ini.
Aku merindukan hari-hari ku bersama kak Jerry dan Anetha, apa aku kembali saja pada mereka?."
Bulir-bulir bening itu terus mengalir di pipi mulus Maera.
Ia bahkan tak menyadari, Rey yang perlahan mulai membaik dan sadar dari mabuk nya. Mungkin karena tersiram air tadi.
Rey tidak menyadari sepenuhnya dan merasa tak menemukan siapapun di sana. Ia hanya merasa pusing, matanya mengitari ruang kamar pengantin itu dengan penyesalan.
"Malam ini bahkan adalah malam pertama aku menikah, menyedihkan sekali aku malah melukai nya bukan memberi kebahagiaan untuknya. Cih"
Rey masih saja mengutuki diri nya sendiri, sampai ia menoleh ke arah sudut sebelah kiri nya. Ia menemukan Maera yang sudah tertidur merunduk duduk di sana.
"Maera... Sayang...Maafkan aku Maera... Maafkan aku.. Aku bersalah telah meragukan mu"
Rey menciumi punggung tangan Maera tanpa sadar air matanya menempel di sana.
Maera pun sontak terbangun dan memundurkan wajahnya dari dekat Rey.
Ia yang terbiasa refleks saat membela diri langsung mengeluarkan kata-kata pembelaan nya tanpa jeda.
"Kak Rey, aku tidak bersalah kak, sungguh aku mengatakan yang sebenarnya, mereka tidak pernah menyentuhku"
...********...
__ADS_1
...Hai Readers kesayangan, jangan lupa suport author yah dengan cara vote manjamu... Like dan comment secara gratis membuat Author lebih semangat lagi.. Terima kasih sebelumnya....