BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Histeris Teriak Malam Pertama)


__ADS_3

Rey masih mondar mandir di dekat tempat tidur nya itu. Perasaan bercampur aduk membuat dirinya bimbang.


"Maafkan aku Maera.. Aku tidak bermaksud memanfaatkan mu.. Hmm.. semoga saja jika demamnya turun dia belum terbangun agar aku sudah bangun lebih dulu"


Rey mengunci pintu kamar nya ia masih berpikir keras untuk melakukan seperti yang disarankan oleh Grace.


Rey akhirnya memutuskan terlebih dahulu membuka baju nya hingga hanya pakaian dalam nya saja yang tersisa.


Lalu ia pakaian Maera yang sudah berganti menjadi piyama itu. Seharusnya ia membuka tanpa harus ada sehelaibenang pun, tapi ia tidak melakukannya.


Bukan pertama kali ia melakukan hal yang bahkan lebih dari sekedar membuka baju wanita. Tapi entah kenapa Rey merasa sedikit gemetar saat membuka pakaian Maera.


"Hah... Kuatkan aku Tuhan. Aku hanya berniat menolong istriku.. ckck... Bodoh! kenapa juga aku harus takut, bukankah dia istriku..."


Maera yang biasanya tidur seperti orang mati itu, tidak seperti biasa nya, kali ini ia spontan terbangun dan seketika menjerit karena ketakutan...


"Aaaaaa" Teriak Maera yang panik dengan kondisi nya.


Rey juga spontan membekap mulut Maera.


"Mmm" Maera masih mencoba teriak meski masih di bekap.


"Maera, aku hanya ingin membantu agar demam mu turun."


Perlahan Maera mulai agak tenang.


Tapi Maera malah menutup kedua squishy di dadanya dan merundukkan wajah nya itu.


Rey teringat dengan perkataan Anetha, bahwa jika melihat pria bertelanjang dada Maera sudah pasti akan menjerit. Tentu saja jika ini sama-sama tidak menggunakan baju membuat Maera bertambah lebih histeris.


"Maera, aku ini suami mu, apa kau lupa?"


"Maafkan aku kak, kau menyakiti ku. kau yang membuat aku takut padamu. Lagi pula kenapa harus buka baju begini?" Pertanyaan itu hanya berkecamuk di hatinya sendiri.


"Rey pun memiliki ide, ia akhirnya mengambil remote control yang ada di nakas sebelah ranjang nya. Ia lalu mematikan lampu kamar nya, agar Maera tidak langsung melihat nya yang tak berpakaian itu."


"Bagaimana sekarang? apa kau masih takut?"


Maera hanya tetap diam, sebenarnya ia juga pusing karena suhu panas badannya yang meninggi itu.


Rey sangat sabar menghadapi Maera nya yang polos.


Rey memahami benar bahwa Maera mungkin belum siap, ia berpikir bahwa Maera mungkin mengira Rey akan meminta hak nya malam ini.


Ia lalu menarik tangan Maera dan memeluknya dengan erat.


"Tidur lah, aku tidak akan melakukan hal yang kau khawatirkan. Aku hanya ingin membantumu saja."


Maera mengatupkan kedua tangannya di dadanya. Tapi dengan lembut Rey memindahkan tangan Maera ke bahu Rey.


Stttttttt.... Maera yang baru pertama kali di peluk seintim ini tentu saja jantung nya menjadi tak beraturan.


Tapi ternyata Rey juga begitu, walau ini bukan pertama kali nya tapi ia merasakan getaran di dalam hatinya.


Maera pun reflek mendorong Rey dengan memukulkan tangannya berkali-kali tapi apa daya, Rey malah tetap memeluknya semakin erat. Sampai kedua tu buh itu benar-benar menempel satu sama lain.


"Aku tau, hatimu terluka karena aku meragukan mu. Maafkan aku sudah berbuat kasar padamu Maera."


Rey terus memeluk Maera ia tak berhenti berkata dengan nada serius dan lirih.


Maera lalu mendongakkan kepalanya di kegelapan malam itu.


Dia tetap saja masih ketakutan ia pun berusaha mencari wajah Rey di dalam kegelapan itu.


Namun seketika Rey malah menautkan bibir nya pada Maera Ia singgah di sana sebentar saja. Kali ini ia melakukannya dengan sangat lembut dan perlahan.

__ADS_1


Tak ingin larut dalam biirahii nya, karena ia juga tau Maera mungkin belum siap menerima nya, ia pun melepaskannya tautannya.


Tidak masalah jika kau belum bisa memaafkan ku, tidurlah sayang. Aku akan menjagamu di sini.


Maera perlahan mulai tenang, ia pun tidur dengan nyaman di dekapan dada Rey.


*******


"Emm...."


Maera terbangun dari tidurnya.


"Astaga sudah jam berapa ini kenapa sudah terang sekali"


Tiba-tiba


"Aaaaaa" Maera berteriak lagi saat mengetahui dirinya tidak menggunakan pakaian sama sekali.


"Ada apa Maera? apa yang terjadi?"


Rey yang baru saja datang sembari membawakan makanan untuk Maera tiba-tiba terkejut mendengar teriakan Maera.


Ia pun meletakkan makanan itu di meja dekat sofa yang ada di kamar itu.


Lalu ia berlari mendekati Maera.


Tapi bukannya Maera jadi tenang ia malah semakin takut.


Ia malah menutup semua wajah nya dengan selimut yang ia gunakan tidur tadi.


Grace yang mendengar teriakan Maera ia pun ikut berlari ke kamar Rey.


"Ada apa ini sayang?"


Grace melihat ke arah Maera. Sepertinya ia faham apa yang terjadi pada Maera.


"Aku tidak mengerti apa semalam dia tidka menyadari sama sekali? hhhh" Rey kebingungan sendiri melihat tingkah Maera sejak semalam.Ia memilih untuk pergi keluar sesuai permintaan ibunya.


"Maera... Ini ibu sayang..."


Maera mendengar suara Grace, ia langsung saja memeluk Grace.


"Ibu Grace"


"Tenanglah sayang, ada apa denganmu? kenapa kau ketakutan begitu?"


"Ibu... Kak Rey... Kak Rey membuka bajuku, aku tidak tau dia melakukan apa padaku semalam."


"Astaga Maera... memangnya jika dia melakukan sesuatu padamu, apa kau tidak akan menyadarinya?"


"Aku takut bu, Bagaimana kalau ada yang menyentuhku tanpa kusadari? bagaimana kalau kak Rey akan menjatuhkan ku lagi ke lantai?"


"Itu tidak akan terjadi Maera."


"Ibu, ibu percaya padaku kan bu, aku tidak melakukan seperti yang di tuduh kan kak Rey padaku. Aku tidak mungkin hamil."


"Ibu percaya padamu sayang, sudah kau jangan khawatir, ibu ada di sini...


Grace lalu mengambil baju Maera yang berserakan di tempat tidur lalu membantu Maera memakai piyama nya itu kembali.


"Maera sekarang ibu akan bertanya sesuatu yang penting padamu."


"I.. Iya ibu ingin bertanya apa padaku bu?"


"Hmm.. Apa kau mencintai Rey?"

__ADS_1


"Sejujurnya... aku tidak tau bu."


"Hhh... Bagaimana aku menghasut nya jika dia saja tidak tau dia mencintai Rey atau tidak..."


"Memang nya Kak Rey memerlukan itu bu? Apa menikah itu harus saling mencintai?"


"Tentu saja dia memerlukan itu sayang. Kalian tidak mungkin akan bahagia jika cinta kalian hanya bertepuk sebelah tangan."


"Lalu aku harus bagaimana?"


...*************...


Sementara di lantai bawah Aishe dan Valent malah sibuk mengerjai Rey dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat Rey semakin kesal.


"Rey.. Apa Maera sudah baikan?"


"Hmm.. Begitulah"


"Apa malam pertama kalian berhasil?"


"Sayang.. haish kau ini."


Valent merasa kurang enak hati membahas terlalu dalam soal malam pertama Rey itu. Tapi mau bagaimana lagi mereka semua sudah membuat kesepakatan dan memang sedang merencanakan sesuatu.


"Apa kalian menguping tadi malam, hah?"


"Upp.. Valent yang menguping mu Rey."


"Ti.. Tid"


Baru saja Valent ingin mengucapkan kata pembelaan Aishe langsung berbisik mengancam suaminya itu.


"Apa kau mau tidak ku beri jatah seminggu, hah??!"


"Yakkk... Satu hari saja junior ku sudah mengamuk tidak kau beri jatah, sekarang kau malah mengancam nya untuk seminggu. Huh... kau tega sekali sayang."


Rey mendengar bisikan-bisikan mereka, dia hanya tercengir melihat sahabat nya itu.


"Cih.. Dasar budak nafsuu"


"Ayolah kawan, kau saja yang mati rasa bisa tahan tidak memberi makan junior mu. Kalau aku mana tahan."


"Memangnya perasaan cinta itu hanya dilukiskan dengan bercinta saja, ckckck."


"Bercinta itu kan mempererat tali kasih sayang Rey."


"Apa jangan-jangan kau sudah lupa cara bercinta Rey, hahaha...."


"Atau jangan-jangan junior mu sudah tidak bisa beraktifitas lagi Rey?"


"Aishe!! Kau ini... ckckk"


"Dasar pasutri gila, beruntung kau sedang hamil Aishe... Jika tidak sudah ku lempar kalian berdua ke kolam..."


"Yakk... Enak saja kau Rey"


...********...


...*********...


...HAI RAIDERS KESAYANGAN.... SUDAH 5 HARI KITA UPDATE 3 EPISODE SETIAP HARI NYA. JAM 8 PAGI DAN JAM 8 SAMPAI 8.30 MALAM... SEMOGA KALIAN SUKA YAH......


...AUTHOR CUMA MINTA DUKUNGAN LIKE, FOLLOW DAN VOTE NYA KOK BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT... ANGGAP AJA ITU PUDING BUAT AUTHOR BEGADANG MIKIRIN ALUR CERITA YANG READERS INGINKAN YAKK.......


...I LOVE YOU ALL.......

__ADS_1


__ADS_2