
Rey yang tersentak mendengar pekikan Maera mendongakkan kepalanya ke arah Maera.
Sejujurnya pria itu tak sadar tersenyum sendiri membayangkan lingerie itu dipakai oleh Maera.
"Ayo Maera... Kau pakailah itu. Aku tidak sabar melihatnya." bisik Rey dalam hatinya.
Maera membawa lingerie itu ke kamar mandi. Tapi entah kenapa dia begitu lama di kamar mandi itu.
Rey menunggu hampir 1 jam Maera tak keluar dari kamar mandi itu.
Padahal ia sudah bersiap mematikan lampu dan hanya diterangi lampu tidur kecil di atas nakas, agar ketika Maera si tukang teriak tidak langsung reflek berteriak lagi saat keluar dari kamar mandi. .
"Ishh.. mengapa lama sekali? Apa dia tidak tau aku sudah memendam lama?!.. Sabar junior ku... "
Rey terus saja mondar-mandir menunggu Maera keluar...
"Cih... Bahkan aku sampai terjatuh hanya karena mengkhayal kan istriku sendiri ckckck" Rey sebenarnya geli pada kelakuannya sendiri..
Tak mampu menahan sabar nya lagi, Rey pun ber inisiatif untuk memeriksa Maera di kamar mandi itu..
" Cekrekkk "
Ia membuka perlahan bahkan Maera tak menyadari nya
Maera malah sibuk berkaca sembari mengomel sendiri.
"Apa ibu Grace tidak salah memberikan baju ini? Apa aku tidak akan masuk angin nanti?
Ih.. Lagi pula aku malu memakainya"
Rey yang terperangah melihat tampilan istrinya yang begitu aduhai seksi dengan balutan piyama tipis itu, tentu saja tidak dapat menahan diri nya lagi.
Ia langsung memeluk Maera dari belakang.
"Sayang, kau melakukan ini untukku, hem?" tanya Rey persis mengikuti alur khalayan nya tadi.
"Kak Rey.. ke...kenapa kakak ada di sini...?"
Maera hampir saja berteriak dia menutup Squishy nya seperti biasa ia ketakutan.
Rey tak ingin berlama-lama lagi. Ia langsung mendorong Maera ke dinding kamar mandi itu, ia dengan cepat menautkan bibir mereka.
Maera sempat berontak, namun ia terngiang-ngiang dengan perkataan ibu mertuanya.
"Aku tidak boleh menolak nya.. Aku tidak boleh ketakutan sekarang... Tahan Maera.. Tahan... kau sudah jadi istri Kak Rey sekarang."
Rey terus saja menye.. sap bibir itu dengan lembut.. Maera yang merasakan getaran hebat dalam dirinya itu hanya bisa bertahan tanpa membalas. ia malah sibuk memikir kan bagaimana cara untuk bernafas.
"Mmm?"
Rey ingin memberi jeda pada Maera... Ia pun berpindah ke dagu nya... Lalu le.. her nya..
__ADS_1
Sementara tangannya sudah dengan cepat melepaskan banhkan menarik begitu saja Kain yang merah yang baru saja di gunakan Maera tadi.
Ia memang sengaja tidak membukaaa nya seluruhnya... baginya itu justru lebihh menantang...
"Mmm.. Kak Rey... Jan.. ngan kak.."
"Sayang, aku akan memperlakukan mu dengan lembut. Kau jangan khawatir"
Rey lalu menyesap kebagian da da Maera...
"Maera sampai gemetar ketika Rey ada di sana."
"Kak.. Rey.. "
"Iya sayang..."
"Aku.. aku... takut kak Rey..."
Rey tak memperdulikan nya.. Ia lalu menggendong Maera sembari kembali menciu..mi bibir nya ia membawa Maera ke Ranjang pengantin yang belum di bereskan dekorasi nya itu.
"Mmm" Maera seperti kesulitan menahan serangan yang selalu datang tiba-tiba itu.
Rey meletakkan Maera di ranjang itu.
Ia tak melepaskan tautannya dari bibir Maera.
Kemudian ia turun lagi ke dua... Squishy... Lembut tapi padat yang ada merah jambu nya di sana..
"Aghh" Maera mulai serak, ia tentu saja bingung saat merasakan rang.. sang... an itu pertama kalinya...
Sementara Rey, dia semakin membawa ketika mendengar de.. sahan demi... desa.. hanya dari Maera.
"Kak Rey, hen.. ti...kan!"
Rey menyemat li.. dahnya mengi..tari squishy itu tanpa henti..
kali ini jari jemari nya ikut bermain di ba.. wah sana... Maera yang baru pertama mengenal sent uhan dunia pada semua bagian..tu.. buh Maera....
Sementara Rey, dia semakin membaraaa ketika mendengar de.. sahan demi... desa.. han dari Maera.
Tapi Maera tiba-tiba berontak...
"Ma.. Maafkan aku kak Rey.. Ta.. Tapi tunggu dulu.."
"Ada apa Maera? Apa jangan-jangan kata ibu benar? Apa kau tidak suci lagi, hem?"
Maera meneteskan air matanya.. Ia sangat sakit mendengar perkataan Rey.
"Akhhh shitttt... kenapa juga aku mengatakan itu." Rey kesal pada dirinya sendiri karena terlanjur mengucapkan itu.
"Kenapa kak Rey mengatakan seperti itu.. kenapa kakak menilai ku seperti itu?
Apa kakak melakukan ini hanya untuk membuktikan kebenaran?"
__ADS_1
Sebenarnya Rey menyesal mengucapkan kata-kata itu. Ia sendiri tidak faham kenapa kadang hati pikiran dan mulutnya tidak sinkron.
"Aku... Maera aku tidak bisa menahan diri lagi maafkan aku."
"Apa Kak Rey mencintaiku?"
Tentu saja aku mencintai mu maka dari itu aku menikahi mu.
"Kak Rey tidak akan meninggal kan ku setelah ini kan kak?" Maera masih berusaha terus memastikan kesungguhan Rey.
"Maera... Aku tidak pernah berniat menikahi mu jika hanya untuk meninggalkan mu..
Apa kau pikir aku ini pria seperti apa Maera?"
Rey kesal dan terbagi pikiran antara ia mencintai Maera dan pikiran tentang perkataan ibu nya. Ia sangat kesal tapi ia melawan pikiran nya dia pun menghentikan aksinya lalu ingin pergi.
"Shitttt... Aku ingin berbuat seperti yang ibu katakan, tapi kenapa aku tidak bisa memaksanya. Sebenarnya dia masih suci atau tidak?!"
"Kak Rey... Apa kakak mau berjanji padaku? Kak Rey tidak akan meninggalkan ku sampai maut memisahkan?"
"Maera sayang... Saat aku melakukan akad nikah, saat itu pula aku susah berjanji padamu dan bukan hanya padamu tapi pada Sang Pencipta."
"Terima kasih kak Rey"
"Aku tidak suka kau memanggilku seperti itu"
"Lalu? " Maera masih saja bingung apa yang di maksud oleh Rey.
"Bukankah aku sudah mengajari mu untuk memanggil dengan kata sayang?"
"Baiklah sayang.. Terima kasih sayang.. " Maera dengan tersipu malu mengucapkannya.
Maera tiba-tiba memeluk Rey dari belakang.
"Kak Rey, kakak memang suami ku, maafkan aku jika aku belum bisa jadi istri yang baik. Jika ini bisa membuat kak Rey percaya padaku, kakak boleh melakukannya."
Rey lalu berpaling menghadap Maera. Ia tersenyum dan langsung menghujani Maera dengan ciumaan nya.
"Kalau begitu buktikan sayang." Rey mengedipkan sebelah matanya memberi kode untuk segera pada Maera...
MAAF MENGGANTUNG SAYANGGGG
😷🤫
...*********** BOM CRAZY UP ***********...
...*********** BOM CRAZY UP ***********...
...SPESIAL 5 EPISODE SEKALIGUS...
...SPESIAL UNTUK READERS KESAYANGAN...
...JANGAN LUPA SUPORT AKU DENGAN VOTE DAN LIKE NYA YAH SAYANG......
__ADS_1
...MAAF KAN AUTHOR MEMBERIKAN SENSASI DI BOOM EPISODE KALI INI.. 🤣😍🥰...