BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (REVANO = REy VAlentiNO)


__ADS_3

Sebelumnya:


"Valent!!" Panggil Rey yang masih sekitar 5 langkah dari nya.


"Rey... " Valent pun langsung memeluk sahabat nya itu. Bagaimana pun meski dia seorang pria dia juga butuh sesuatu untuk mengurangi kecemasan nya.


"Kau tenang lah, Aishe pasti akan baik-baik saja, Aishe mu bukan orang yang lemah, hemm" Hibur Rey sembari memberikan segelas kopi cup untuk Valent agar sedikit mengurangi ketegangan nya.


"30menit... 50menit.... Tankkkkkkkkkkk"


"Owekkkkk.... Owekkkkk..." Suara tangis namun terdengar menggema karena sengaja di beri mic oleh Felicia hingga terdengar cukup keras di speaker bagian luar ruangan itu.


Dan akhirnya....


Valent pun langsung kembali memeluk Rey dengan penuh kebahagiaan...


"Selamat saudaraku, sekarang kau sudah benar-benar menjadi seorang ayah" Ungkap Rey yang ikut bahagia, meskipun masih terlintas sepercik kekecewaan karena ia teringat musibah beberapa bulan silam.


Ia memang telah memiliki Jasmine tapi tentu saja ia masih tidak ikhlas kehilangan calon bayi lain nya, apalagi ia sangat mengharapkan adanya seorang putra sebagai pewaris Emerald Company kelak.


"Terima kasih Rey... Selamat juga untuk mi karena ia juga putra mu" Balas Valent yang sebenarnya mengerti perasaan Rey.


Dokter Felicia pun keluar setelah 20 menit kelahiran putra dari Valent. Valent langsung saja menghampiri nya.


"Felicia.. Bagaimana keadaan Aishe dan putraku?"


"Syukurlah Nyonya Aishe baik-baik saja hanya saja ia masih dalam pengaruh obat jadi ia harus istirahat banyak terlebih akibat case yang ia alami saat mau melahirkan itu sangat berpengaruh pada nya. Dan Putra mu yang tampan itu terlahir dengan sempurna tanpa kekurangan apapun Tuan." Balas Felicia dengan rasa bahagia.


"Apa aku sudah bisa melihat istri dan putraku?"


"Tentu saja Tuan, kau juga harus mengadzankan putra mu bukan? Sebentar lagi kami akan memindahkan Nyonya Aishe dan putra Tuan ke ruang perawatan. Sebaiknya kau melihat nya di sana" Felicia pun mohon pamit pada Valent dan Rey.

__ADS_1


Valent kemudian masuk ke dalam ruang di mana Aishe dan putranya mendapatkan perawatan. sementara Rey sibuk menghubungi semua anggota keluarga selain Maera untuk mengabari berita bahagia ini.


Usai mengabari semua orang, Rey pun masuk ke dalam ruang itu. Ia melihat bayi mungil itu dengan perasaan haru.


"Rey, kau lah yang akan memberikan nama pada putra pertama kami ini" Ucap Valent yang sebelumnya memang sudah ia rundingkan dengan Aishe.


"Benarkah? A.. Apa Aishe tidak keberatan? Aku yang memberikan nama pada anak pertama kalian?" Tanya Rey agak ragu.


"Rey.. Apa kau lupa dengan janjiku dulu, hem? Apa kau ingin aku menjadi seorang pecundang yang inkar pada janji?" Valent sembari memegang pundak sahabat nya itu.


"Ba.. Baiklah.. Aku akan memberikannya nama Revano yang artinya Rey dan Valentino apa kau setuju?"


"Ha?? Kau cepat sekali memikirkannya" Peluk Valent yang merasa bahagia menerima nama itu untuk putranya.


"Sebenarnya aku memikirkan nama itu untuk putraku tapi berhubung kau yang memilki putra duluan mana nama itu aku persembahkan untuk putra yang duluan lahir di keluarga Emerald." Balas Rey sembari menggendong bayi mungil itu.


"Terima kasih Rey, kau selalu mengaggapku bagian dari Emerald, aku bangga bisa menjadi orang yang selalu setia pada keluarga Emerald" Ucap Valent lagi yang tak hentinya berbahagia.


Rey dan Valent pun merasa saling haru sementara Aishe belum sadar karena diperkirakan ia akan sadar setelah 4-5 jam pasca operasi.


Tiga hari kemudian pasca Aishe melahirkan...


Valent pun membawa Aishe kembali pulang ke rumah nya sendiri. Ia benar-benar tidak ingin melihat Maera bersedih sementara sampai Maera kembali ceria barulah ia kembali ke rumah Rey.


Mengingat janji nya pada Rey bahwa mereka akan tinggal bersama sampai akhir hayat mereka. Mereka memang sahabat yang sudah benar-benar sehati. Aishe pun sudah mengetahui itu sejak awal.


Begitu Aishe memasuki rumah baru itu ia pun terkejut melihat seorang pria tua di sana.


qo"Sayang, apa kau membawa seseorang ke rumah ini, aku melihat nya ada duduk di kursi roda di dekat taman samping?" Tanya Aishe yang masih berdiri sembari menggendong putri mereka.


"Akh.. Maafkan aku Aishe, aku lupa memberitahu mu karena kita sibuk dengan kelahiran putri kita."

__ADS_1


"Aku tidak mengerti apa yang kau maksud?" Tanya Aishe lagi karena belum mendapatkan jawaban atas pertanyaannya.


"Aishe sayang... Dia... Dia adalah ayah kandung ku" Ucap Valent dengan nada sedikit gugup.


"Ayah??... Hhh" Aishe pun shock dan hampir terjatuh mendengar ucapan Valent. Beruntung Valent maish di samping nya hingga langsung menahan Aishe yang hampir jatuh.


"Sayang, aku bisa menjelaskan nya padamu nanti. Sebaiknya kau masuk ke kamar dulu untuk istirahat, putri kita juga pasti lelah." Bujuk Valent agar Aishe bisa menenangkan diri nya sendiri.


Aishe pun hanya bisa menurut masuk ke dalam kamar. Tapi sebenarnya pikiran nya masih bingung dan shock karena yang ia tahu Valent sama sekali tidak memiliki orang tua lagi.


Tak lama Ibu dari Aishe pun datang ingin melihat kelahiran cucu nya. Ayah Aishe sudah lama meninggal jadi ibu Aishe hanya datang sendiri ke sana.


"Ibu kenapa kau tidak mengabari ku jika ingin ke sini, aku kan bisa menjemput mu" Tanya Valent sembari memeluk menyambut kedatangan ibu mertuanya itu.


"Tidak masalah Valent, aku masih muda, kau tidak perlu terlalu mengkhawatirkan ku begitu." Balas ibu Aishe dengan sedikit candaan.


"Silahkan duduk ibu, aku akan meminta pelayan untuk mengambilkan teh untuk mu"


"Hmm... Tidak perlu terburu-buru Valent, ibu masih punya banyak waktu, hehehe"


Sementara Valent pergi ke belakang, tampak seorang suster yang mendorong kursi roda yang di naiki ayah Valent masuk ke dalam rumah. Tentu saja membuat ibu Aishe bertanya-tanya.


"Maaf, apa Valent membawa anak buah nya yang sakit ke rumah ini?" Tanya ibu Aishe pada suster itu, ia yang berpikir pria tua itu adalah anak buah Valent.


Ibu Aishe memang mengetahui Valent memiliki pekerjaan yang tidak biasa yang awalnya ia tidak menyetujui hubungan mereka tapi apa daya Aishe dan Valent saling mencintai hingga ia pun akhirnya menyerah.


"Maaf Nyonya... Tapi yang aku ketahui Tuan ini adalah ayah dari Tuan Valent. Aku tidak mengetahui yang lain nya karena aku hanyalah seorang suster penjaga saja." Balas suster itu pula sembari kemudian kembali mendorong kursi roda pria tua itu.


"Ayah Valent? Bukankah ke dua orang tua Valent sudah tiada, lalu kenapa suster mengatakan itu ayah dari Valent? Sebaiknya aku bertanya pada Valent tentang ini" Gumam ibu Aishe yang masih merasa bingung.


...*****...

__ADS_1


...Thank You All..... ...


...I Love You.... ...


__ADS_2