BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Sabotase Obat Grelda)


__ADS_3

Pagi ini, Maera sudah bersiap ingin pergi ke rumah sakit untuk menjenguk ibu nya. Begitu juga dengan Rey, dia sudah berjanji akan mengantar Maera, lagipula bagaimana pun dia adalah calon mertuanya. Ya meskipun sebenarnya Grelda hanya ibu angkat Maera.


"Apa kau sudah bersiap?"


"Sudah kak"


"Aku sudah mengatakan pada mu, panggil aku... sayang!"


"Hah?? "


"Ya sudah lah aku tidak ingin memaksamu."


"Melihat wajah polosmu itu bagaimana aku bisa memaksamu, hmm.." Rey berkecamuk sendiri di benaknya.


Grace yang tak mau ketinggalan datang menghampiri Maera dan Rey.


"Sayang, apa kita sudah akan pergi?"


"Sudah Bu.. Apa ibu akan ikut?" Tanya Maera pada calon mertuanya itu.


"Aku juga akan ikut Ayah, ibu.." Tiba-tiba malah Jasmine pun sudah ingin ikut juga bersama mereka.


"Ada apa dengan orang-orang? kenapa kalian semua jadi mau ikut?" Tanya Rey merata pada Nenek dan cucu itu.


"Rey.. Bukankah nyonya Grelda akan menjadi besan ku, hem? Kenapa juga kau jadi keberatan?"


"Hem... baiklah, ibu benar juga." Balas Rey mengalah pada ibunya.


"Ini pertama kalinya aku berjalan dengan keluarga yang lengkap, ada Ayah, ibu, nenek dan kakekku." Ungkap Jasmine dengan ketulusan hatinya. Betapa mata kecil itu memancarkan kebahagiaan.


Semua orang pun terenyuh mendengar pernyataan Jasmine. Putri kecil itu memang baru kembali merasakan kehangatan seorang ibu sejak Maera datang ke rumah itu.


"Sayang, maafkan ayah karena selama ini belum bisa membahagiakanmu."Ucap Rey dengan rasa bersalah di hatinya.


Maera lantas langsung memeluk Jasmine. Dia pun sangat terharu saat memeluk gadis kecil itu.


"Jasmine sayang, aku kan sudah mengatakan padamu, kau tidak boleh lagi bersedih, jika kau bersedih berarti ibu juga akan ikut bersedih."


"Tidak apa-apa ibu Maera, sekarang kan aku sudah bahagia ada ibu Maera."


"Syukur lah sayang, aku juga bahagia melihat mu tersenyum"


Grace dan Rey pun tersenyum bahagia melihat kehangatan antara Maera dan Jasmine.


"Kak, apa kalian sudah bersiap?" Frans menimbrung dengan datar nya.


"Ya ampun, apa kau juga akan ikut?" Longo Rey yang merasa lucu dengan keluarganya.


"Aku bingung melihat keluargaku ini, sebenarnya dia keluarga Maera atau keluargaku? ckck"


Akhirnya mereka pun pergi dengan menggunakan satu mobil. Tentunya dengan pengawalan dari para anak buahnya. Sementara si kembar berjaga di rumah bersama Valent juga Aishe yang tadi pagi datang bersama Valent.


"Kak? kenapa kita malah kesini? ibu ku kan tidak berada di rumah sakit ini kak." Tanya Maera yang tentu saja bingung karena memang ia tidak mengetahui apapun.


"Tenang saja sayang, Aku sudah memindahkan Ibu Grelda ke rumah sakit ini."


"Kak Rey memanggil ibuku dengan sebutan ibu?" Maera pun terharu dalam hatinya.


"Rey, ibu bangga padamu, kau pria yang benar-benar bertanggung jawab"


"Selalu saja di banggakan, memangnya kapan ibu tidak membanggakan kak Rey? cih..." Olok Frans yang memang selalu iri dengan kakaknya itu.


Grace langsung men jewer telinga Frans.


"Aduh ibu.. ibu membuat ku seperti anak kecil saja."


"Jika kau ingin kubanggakan kau cepat-cepat masuk kekantor dan urus perusahaan, bukan hanya bersantai di rumah."


"Ya ampun paman, sepertinya paman sangat suka di jewer oleh nenek, ckckck.'


Jasmine yang meledek Frans langsung sudah bersiap kabur Frans pun langsung mengejar Jasmine dan jadilah mereka berkejara-kejaran seperti anak kecil yang bermain petak umpet.


Sementara Maera, ia langsung berlari kecil ke ranjang sorong tempat ibunya.


Dengan perasaan sedih dan rindu Maera pun berbicara pada wanita yang masih keadaan koma itu.


"Ibu.. kapan ibu akan sadar? Aku sudah bertahun-tahun menunggu ibu kembali. Apa ibu tidak merindukan ku?"


Rey pun mengelus punggung Maera untuk menyebarkan nya.

__ADS_1


"Sayang, kau jangan khawatir.. Sebentar lagi dia pasti akan bangun dan memeluk mu. Dia juga pasti tidak akan suka melihatmu bersedih."


"Bagaimana kakak tau?


Dokter waktu itu mengatakan ibu tidak akan bisa sembuh jika tidak mendapatkan donor tulang sumsum."


Maera mengusap bulir bening matanya yang ia sembunyikan dari Rey.


"Aku juga bingung kak kenapa tulang sumsum ku tidak cocok dengan ibu."


"Itu karena kau bukan anak kandung nya Maera sayang.."


"Permisi Nona, izinkan aku sebentar untuk memeriksa Nyonya Grelda." Izin Zade pada Maera dengan sopan, ia tak berani memandang wajah Maera, karena khawatir singa nya akan marah.


"Baiklah Dokter, silahkan."


"Zade pun memeriksa beberapa menit."


"Bagaimana Zade? Apakah ada perkembangan?"


"Ehm Tuan Rey, apakah aku bisa bicara berdua saja denganmu?"


"Baiklah, tunggu aku di ruangan mu."


Zade pun pergi dari ruangan itu, lalu Rey berpamitan untuk pergi ke ruangan Zade


"Sayang, hmm aku akan bicara dengan Zade dulu, kau disini bersama ibu dan Jasmine, aku akan segera kembali."


"Baik kak.."


"Pergilah sayang, ibu ada di sini, kau jangan khawatir"


"Ayah ikut bersamamu Rey." Pinta Gorgh yang tak ingin menjadi nyamuk di antara istri dan calon menantu nya.


"Baik ayah"


Mereka sekarang Masuk ke ruangan Zade.


"Tuan Rey, mohon maaf sebelumnya. Aku langsung saja ke intinya."


"Hmm... Silahkan"


Mereka memasukkan nya secara terus menerus hingga malah memperburuk keadaan."


"Apa maksudmu? Apa bisa kau perjelas?" Tatap mata elang Rey menilisik tajam pada Zade. Seolah tidak ingin melewatkan satu patah kata pun dari penjelasan Zade.


"Yah.. Nyonya Grelda bukan mengidap Leukimia seperti yang di laporkan.


Tapi sebenarnya dia mengidap gangguan kerusakan saraf otak dan saraf dalam. hal ini disebabkan oleh keracunan zat berbahaya yang dicampurkan langsung melalui injeksi nya."


KETERANGAN TAMBAHAN


Keracunan senyawa air raksa logam dan uap pada umumnya menahun dan ditandai dengan gejala gangguan saraf pusat serta alat alat


Keracunan karbon tetraklorida banyak di gunakan sebagai pelarut lemak dan karet, pembersihan oli pada mesin dan sebagai bahan pemadam kebakaran. Kerusakan organ karena karbontetraklorida ini sangat besar, yaitu berupa nefritis akut, nekrosis hepar,edema paru atau neuritis retrobulbaris. Untuk bahan seperti ini, seharusnya dilakukan subtitusi dengan bahan lain misalnya trikloretilen, yang relative lebih tidak berbahaya akan tetapi dapat dipakai untuk maksud yang sama.Di antara senyawa yang tergolong halogen hidrokarbon, terdapat senyawa yang berkhasiat sebagai racun serangga, yaitu DDT, Lindane, Aldri, Dieldrin dan sebagainya.Yang paling beracun adalah Aldrin, sedang DDT daya racunnya relative lebih rendah.


"Shittt... Jadi maksudmu ada yang sengaja mensabotase nya selama ini?"


"Kau benar Tuan.. Kabar baik nya kita tidak perlu mencari donor tulang sumsum lagi, tapi kita masih perlu proses untuk penyembuhannya. Yang pertama aku harus menunggu Dokter spesialis dalam dari luar."


"Baiklah Zade, aku percayakan semua nya padamu. Jangan buat aku sia-sia memberikan kepercayaan rumah sakit ini di tanganmu."


"Kau bisa percaya pada ku Tuan Rey"


"Tunggu Rey" Gorgh menahan Rey yang sudah bersiap untuk bangkit dan pergi dari ruangan itu.


"Apa ada yang ayah ketahui?"


"Apakah kau tidak curiga pada seseorang dibalik ini semua? Kenapa mereka sengaja membuat Nyonya Grelda seperti itu? Bukankah ini sangat aneh?"


"Kau benar ayah.. Aku belum tau apakah Dave ada hubungannya dengan semua ini."


"Siapa Dave?"


"Dia adalah mantan kekasih Maera. Selama ini Dave mengintimidasi Maera dengan menggunakan ibu Grelda. Tapi aku belum tau siapa lagi di balik ini. Aku akan meminta Willman menyelidiki lagi lebih dalam."


"Permainan seperti ini, pernah terjadi di masa lalu ayah."


"Maksud ayah?"

__ADS_1


"Hanya satu orang yang ku kenal bermain dengan cairan seperti itu"


"Apa ada yang ingin ayah jelaskan padaku?" Rey penasaran dengan kisi-kisi yang di ucapkan ayah nya barusan.


"Sebaiknya kita bicarakan nanti saja Rey, Maera dan ibumu sudah menunggu kita."


Kau benar ayah, kalau begitu nanti kita lanjut kan membahas masalah ini.


"Zade, aku akan pergi. Kau jangan lupa, terus kabari aku perkembangan nya!*


"Baik Tuan Rey"


Rey dan Gorgh pun pergi dari ruangan Zade untuk kembali ke ruangan ibu Maera.


"Nenek, apakah dia adalah nenekku juga?"


"Tentu saja sayang, dia adalah ibu dari ibu Maera mu."


Grace dan Jasmine mengamati Maera yang sedang membersihkan tubuh ibunya itu.


"Hatimu sangat mulia Maera, aku akan beruntung jika memilikimu sebagai menantuku. Aku tidak akan salah."


"Ibu, kenapa kalian ada diluar? di mana Maera?"


"Ibu sedang membersihkan nenek kedua Ayah." Jasmine menyerobot untuk menjawab pertanyaan ayah nya itu.


"Nenek kedua? Apa kakek memiliki istri kedua, Hem?


Gorgh pun awalnya kaget mendengar sebutan nenek kedua. Dan Grelda pun mendengus pada Gorgh karena pertanyaan nya yang aneh.


"Apa kau berniat untuk itu Gorgh?'


"Tidak sayang, tapi Jasmine sendiri yang mengatakannya, kenapa jadi marah padaku?"


"Yang dia maksud adalah ibu nya Maera, aku yakin kau tau itu."


"Hmmm... Mulai lagi.." Jengah Rey merotasikan lehernya karena malas mendengar perdebatan sepasang kekasih lama itu.


"Sayang, kau jangan merajuk seperti itu, aku tidak akan mungkin menduakanmu, kau adalah cinta pertama dan terakhir ku, hem.." Rayu Gorgh pada Greace.


"Ayah, sebaiknya kita temui ibu saja, biarkan kakek berjuang sendiri membujuk nenek. ckckck"


"Ayo sayang." Balas Rey dengan senyum gelinya.


"Ini semua karena mu, aku belum lupa pada wanita kedua itu, jangan coba kau menyelingkuhi Gorgh."


"Oh.. ayolah.. ini hanya salah faham, kenapa kita jadi berdebat, ini rumah sakit sayang."


"Nanti malam kau tidur dengan Frans. aku akan tidur dengan Jasmine, huh..."


Begitulah perdebatan nenek dan kakek yang masih terlihat muda itu.


Mereka memang pasangan yang sering berdebat lucu, tapi sesungguhnya mereka tidak pernah lepas satu sama lain.


Kembali pada Maera..


"Apa kau sudah selesai sayang?"


"Hem, sudah kak.."


"Apa kita sudah bisa pergi? Aku sudah menempatkan 2 orang perawat di sini untuk berjaga 24 jam secara bergantian. Kau jangan khawatir."


"Terima kasih Kak... Tapi sebenarnya aku sudah terbiasa melakukan ini sendiri."


"Kita akan menjenguk ibu Grelda setiap hari jika kau mau."


"Ibu Maera, apa kita bisa pergi makan?" Jasmine memegangi perutnya menandakan ia sudah kesakitan pada perutnya itu.


"Oh sayang, apa kau sudah lapar? Maafkan ibu yah, ibu sampai lupa membawa bekal tadi."


"Kenapa harus bingung, kita bisa pergi makan sekarang."


Mereka pun pergi ke suatu tempat yang memang sudah di persiapkan oleh Rey.


...*********...


...BONUSSSSS EPISODE TERPANJANG YAH READERS......


...MOHON DUKUNGANNYA UNTUK VOTE, LIKE, AND COMMENT UNTUK MENDUKUNG SEMANGAT AUTHOR.....

__ADS_1


...I LOVE YOU PULL...


__ADS_2