
"Valent, di mana Aishe sekarang?"
"Dia ada di kamar? memangnya kenapa, hem? Kau mau mengerjai aku lagi?"
"Ya ampun.. kau ini selalu saja beprasangka buruk pada ku! Aku mau minta bantuan kalian untuk membuat Maera tidak marah lagi padaku"
"Kau tinggal beri tahu saja bukti mu pada Maera kan langsung beres Rey. Kenapa harus repot-repot buat tragedi akting?"
"Yakk.. Kau mau bantu aku tidak?" Rey menggertaki Valent yang membuat Valent akhirnya langsung berlari keluar lalu ia berjalan ke kamar nya untuk memanggil Aishe.
"Dasar Brandal aneh..." Umpat Valent sembari berjalan terus ke kamarnya.
...*********...
Maera tengah asik bermain dengan Namiira, Jerry, Anetha, dan Jasmine di taman dekat kolam berenang.
Tempat itu sudah menjadi tempat Maera sejak tinggal di mansion Emerald.
Namiira, Anetha dan Jasmine sibuk bermain dekat kolam berenang. Sementara Herry duduk di samping Maera di kursi.
"Sevgilim apa sekarang kau benar-benar sudah mencintai Rey?" Tanya Jerry dengan nada serius.
"Kak, sebaiknya kakak jangan memanggilku dengan sebutan itu lagi, Kak Rey pernah memperingatkan ku jika dia tidak suka ada yang memanggilku dengan sebutan itu." Maera berkata dengan hati-hati agar tidak menyinggung perasaan Jerry.
"Maafkan aku, tapi aku tidak terbiasa memanggil nama mu saja."
Maera pun menarik tangan Jerry. Ia sejak kecil memang dekat dengan Jerry dan Anetha. Jerry selalu saja menjaga Maera dari para anak laki-laki yang selalu mengganggunya ketika kecil. Jerry juga rela memeberikan uang saku nya seluruh nya untuk Maera.
Bahkan Jerry rela bekerja keras untuk mengumpulkan uang agar dapat masuk Perguruan Tinggi, agar ia bisa menjadi orang yang sukses seperti cita-cita Maera. Dan apabila sukses dia sendiri sudah berniat akan menikahi Maera ketika dia benar-benar sudah mapan. Tapi semua harapan itu sudah kandas karena Maera sudah menjadi milik Rey Emerald.
Maera menatap ke arah lain seakan ia menerawang jauh kedalam ingatan nya. Ia masih ingat ketika kecil bagaimana Jerry dan Anetha selalu menghiburnya, menjaga nya, dan mengganggap nya adalah orang penting dalam kehidupan mereka.
__ADS_1
Bahkan mendiang ibu Jerry juga sangat menyayangi nya. meskipun Ibu Jerry adalah seorang butuh cuci sana sini demi menghidupi mereka bertiga, sementara ibu Maera terus saja bertingkah seperti orang yang kehilangan akal sehat di rumah nya.
"Kak Jerry... Aku rasa kakak harus melanjutkan hidup kakak tanpa memikirkan aku lagi kak. Aku ingin kau bahagia, begitu juga dengan Anetha.
Aku sangat mencintai kalian berdua. Kalian berdua, Bibi dan juga Lucas adalah orang-orang yang berjasa dalam hidup ku. Jika tidak ada kalian mungkin sejak kecil aku akan ter luntang lantung hidup sendiri, tidak punya teman bicara bahkan aku mungkin akan mati kelaparan." Ucap Maera sembari menahan sesak dada nya ketika mengingat masa lalu nya yang begitu menyedihkan itu.
"Aku akan bahagia jika kau bahagia sayang... Dan Anetha, selagi aku masih bernafas meskipun dia juga sudah menikah nanti, maka aku akan tetap menjaga nya. Seperti aku juga akan menjagamu sampai kapan pun. Meskipun sekarang mungkin hanya bisa dari jauh saja."
"Kak... Aku tau, kau sangat menyayangi ku. Tapi percayalah kak.. Kak Rey dan kak Valent juga akan selalu menjagaku seperti kalian menjagaku. Lagi pula Anetha kan sekarang punya pekerjaan baru, bisa menggosip bersama ku setiap hari ckckckck" Maera sengaja membuat sedikit lelucon agar suasana tidak terlalu lebay.
Tiba-tiba terdengar sebuah keributan dari pintu tengah perbatasan antara ruang tengah ke ruang yang mengarah ke kolam berenang itu.
"Kau yang membuat ku kesal duluan Aishe, aku tidak tau kado itu milik siapa! Tapi kau terus saja menuduh ku!" Valent meneriaki Aishe yang membuat Maera dan Jerry pun segera berlari ke sana.
"Kak Valent, kenapa kakak meneriaki Kak Aishe? Bukanlah kak Aishe itu sedang hamil kak?" Omel Maera sembari mendekati Aishe yang agak sesenggukan.
"Maera, kau tidak tau kejadian sebenar nya. Dia yang menuduh ku duluan, lalu dia seenaknya menelepon teman pria nya sembari bermesraan menyebut kata-kata sayang! Dia Melupakan tugas istri adalah menjaga diri nya dari godaan laki-laki buaya darat yang suka mengganggu istri orang lain!" Valent tidak berhenti bicara sembari berteriak. Maera sampai sedikit menutup telinganya karena teriakan nya itu.
"Maera tapi dia yang mulai duluan, dia menyembunyikan sebuah kado yang tidak tau akan di berikan pada siapa. Dan di dalam nya ada tulisan yang mesra dan tidak mungkin itu di berikan kepada ku!"
"Astaga... Ini membuatku pusing. Aku tidak tau bagaimana cara memecahkan masalah nya."
"Maera, sebaiknya biarkan saja mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. itu kan urusan rumah tangga mereka." Ucap Jerry yang tidak ingin Maera mencampuri urusan orang lain.
"Tapi kak...!"
Rey yang melihat Jerry memegang lengan Maera merasa sangat kesal, ia langsung menarik Maera dari samping Jerry.
"Jaga batasan mu kawan, kau tau kan kau pria dan dia wanita, dia sudah menjadi istri, jadi kau harus tau menjaga jarak mu dari istriku, hem!"
"Cihh... Sebaik nya kau urus dulu masalah mu, sampai kau terbukti tidak bersalah, baru kau berhak melarang Maera ku untuk dekat dengan ku!" Sindir Jerry yang kesal karena Rey tiba-tiba saja menarik Maera.
__ADS_1
"Kak Jerry... " Maera mencoba menahan amarah Jerry, dengan ekspresi yang membuat Jerry pun tidak bisa tidak menolak tanda dari Maera, yang mana harus mengalah dari Rey.
Jerry pun pergi ke tempat lain untuk menghindari mereka semua. Begitu juga dengan Maera, ia handak pergi juga.
"Kau mau ke mana sayang?"
"Aku mengantuk kak, aku mau tidur saja."
"Tapi itu kan bukan arah ke kamar kita!"
"Aku mau tidur bersama putriku saja, kakak terserah mau tidur di mana!." Tanpa basa basi Maera langsung pergi ke kamar Jasmine.
"Sayang, apa aku harus tidur sendiri lagi, kau ini tidak mengerti sama sekali perasaan suami mu, hah??" Rey terus saja meneriaki Maera yang bahkan sudah masuk ke kamar Jasmine.
"Sial sekali nasib seorang brandal seorang mafia seperti ku, bahkan harus mengemis untuk tidur bersama istrinya. Huh" Rey menggerutu sendiri.
"Apa itu mungkin bawaan bayi nya Rey?" Tanya Aishe sembari memegang pundak Rey.
"Entahlah Aishe.. Memang nya kau juga begitu, hah?"
"Aku sih semakin lengket dengan Valent, bahkan di kehamilan 4-8 minggu pertama kau tau sendiri kan?Aku bahkan tidak bisa tidak melihat batang hidungnya walau sebentar saja"
...********...
...Jangan Lupa Vote yah sayang........
...Semangat ku ada pada dukungan kalian......
...I Love you.. 🥰...
...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...
__ADS_1