BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Tak Bisa Berbuat Apapun)


__ADS_3

Maera yang sudah ikut keluar dari kamar menyusul Rey terkejut menyaksikan adegan horor yang di perbuat oleh Jerry.


"Kak Jerry?? Apa yang kau lakukan kak? Lepaskan putri ku kak..." Pinta Maera dengan suara lirih karena mencemaskan Jasmine.


"Ibu Maera... Tolong aku" Rengek Jasmine ketika melihat ibu Maera nya berniat mendekatinya.


"Sayang, jangan takut ibu di sini... " Bujuk Maera agar dapat menenangkan Jasmine.


"Sevgilim, kau tidak apa-apa?" Jerry perlahan mulai melepaskan Jasmine ketika melihat gadis yang ia cari-cari sudah berdiri di hadapan nya.


Namiira pun dengan cepat membawa Jasmine pergi dari ruangan itu. Agar Jasmine tidak menyaksikan apa yang terjadi sekaligus mengamankan nya.


"Kak, apa yang kau lakukan? Kenapa kau berbuat seperti ini kak?... Kau bukan kak Jerry yang ku kenal."


"Sevgilim, Maera ku... Aku akan membawamu pergi dari sini sayang" Tiba-tiba saja Jerry langsung memeluk Maera.


Sontak saja Rey yang sejak tadi sudah emosi semakin emosi berlipat ganda.


"Brengsek, lepaskan tangan mu dari istriku!!"


Para penjaga langsung segera membekuk Jerry... Dan Rey pun menghajar Jerry tanpa ampun.


"Plakkkk.... Bummm... Krakkk"


"Bajingan, berani-beraninya kau mengganggu putriku dan istriku!" Teriak Rey sembari terus memukuli Jerry


"Hentikan! Dia kakak ku, tolong jangan sakiti dia!" Pinta Maera yang tak sadar menetes kan air mata melihat Jerry di hajar oleh Rey. Rey pun seketika memberhentikan pukulannya.


"Sayang...!" Rey menatap mata Maera, sebenarnya ia tak tega melihat Maera bersedih tapi api cemburu dan juga emosi karena putrinya sempat di sandra membuat Rey tak mampu menahan amarah nya yang sudah meletup letup itu.


"Aku mohon maafkan dia... " Maera merunduk berlutut dan memohon pada Rey.


Rey memundurkan langkah nya ke belakang dengan gaya seperti orang sempoyongan.


"Ma.. era... Sevgilim jangan menangis" Ucap Jerry yang keadaan nya sudah hampir babak belur oleh amarah Rey yang sudah tak terkendali tadi.

__ADS_1


"Sayang!!" Rey kembali memastikan memanggil istrinya itu. Ia masih tak percaya Maera lebih memperhatikan Jerry ketimbang dirinya.


Rey berpikir apa karena Maera masih marah padanya perihal wanita tadi yang membuat Maera seolah tak menggubris perasaan Rey. Hingga dia pun merasa tak bisa berbuat apa-apa untuk membuat Maeea harus lebih berpihak padanya.


Maera membantu Jerry berdiri lalu memapahnya keluar dari ruang tengah itu menuju pintu samping Mansion.


Sementara Rey, ia masih terunduk lemah di sana. Para penjaga bingung tak tau harus berbuat apa, mereka hanya diam saja menunggu perintah dari Tuan nya.


"Kak, kenapa kakak melakukan hal bodoh seperti ini, hem?" Maera berkata sembari mengobati luka yang ada di wajah Jerry.


"Sayang, sebaiknya kita segera pergi dari sini, aku akan membawa mu dan Anetha pergi jauh dari kota ini.


Jerry menarik tangan Maera ia berniat mengajak Maera pergi, tapi Maera menahannya.


"Kak Jerry! Apa kakak sudah kehilangan akal?"


"Aku sudah kehilangan akal sejak aku mencintai mu Maera" Bisik Jerry tapi dalam hati nya saja.


"Sevgilim, dia sudah mengkhianati mu, aku sudah mendengar semuanya sayang. Dia telah menghamili wanita lain selain dirimu kan? aku tidak akan membiarkan kau di sakiti!"


Maera berbicara panjang lebar lalu ia pun meletakkan tangannya di pipi Maera.


"Maafkan aku sevgilim... Aku terlalu menyayangi mu, aku tidak ingin kau tersakiti."


"Tapi kakak menyakiti diri kakak sendiri kak. Kakak tau kan keluarga suami ku bukan orang sembarangan dan bukan orang biasa seperti kita? Kemana pun kakak membawaku, mereka akan mendapatkan nya kak. Lagi pula aku membutuhkan perlindungan dari kak Rey."


"Kenapa Maera, kenapa kau butuh perlindungan? Memangnya kau mau berlindung dari siapa?"


"Kak Jerry, sebelum bertemu dengan kak Rey seseorang telah mengincar hidup ku kak. Aku tidak tau apa yang dia ingin kan dari ku. Yang pasti aku masih memiliki tujuan hidup yaitu mencari kedua orang tua asli ku dan menunggu ibu ku sadar kembali. Apapun yang mereka ingin kan dari ku, aku harus tetap bertahan sampai aku menemukan tujuan ku kak."


"Apa kau mencintai nya sayang?"


Maera memalingkan wajah nya, seakan tak ingin Jerry menelisik untuk mencari tau dia berbohong atau tidak.


"Aku... Dia sudah menjadi suami ku kak, aku tidak mau kehilangan dia dan putriku, ibu dan ayah mertua ku juga sangat baik kak, aku mendapatkan kehangatan dan kasih sayang yang belum pernah kurasa kan dari ayah Xacel dan ibu Grelda."

__ADS_1


Maera dan Jerry tak sadar sejak tadi dua pasang mata mengintai mereka dari tempat yang berbeda.


"Aku tau sayang, kau tidak mungkin mengkhianati ku. Aku akan membuktikan wanita itu tidak ada hubungannya dengan ku" Gumam Rey yang sejak tadi terbakar api cemburu melihat orang lain memanggil istrinya dengan sebutan sayang bahkan sampai memegang pipinya.


Ia bisa saja meminta anak buah nya menghabisi Jerry saat ini juga, tapi ia tau itu akan membuat Maera akan semakin membencinya nanti. Jadi dia akan mengalah demi ketenangan hati wanita yang ia cintai itu.


"Tapi siapa yang di maksud Maera mengincarnya? Aku harus mencari tau tentang ini juga. Aku tidak akan membiarkan Maera ku terluka sedikit pun"


Sementara di posisi lain Grace juga sibuk menggumam.


"Kau memang gadis yang baik Maera, tapi takdir harus membuat kita seperti ini. Maafkan ibu tidak bisa menjadi seperti ibu yang kau inginkan" Grace lalu pergi meninggalkan situasi itu.


Rey pun mengambil ponsel nya.


"Valent, kembali lah ke mansion, ada sesuatu yang penting harus ku bicarakan!" Titah Rey tanpa berbasa-basi.


"Aku sudah mendengar dari para penjaga Rey, aku akan segera kembali." Balas Valent.


Rey kembali memperhatian Maera dan Jerry, yang mana Maera mulai terlihat sudah mau tersenyum.


Rey pun pergi ke ruang kerja nya, ia berpikir akan semakin sakit jika terus melihat istrinya sedang berduaan dengan pria lain, ya meskipun Maera hanya menganggap nya kakak, tapi si pria jelas saja menganggap lebih pada Maera.


Sementara Maera dan Jerry tetap saja


sibuk dengan situasi mereka. Mereka sibuk mengingat masa-masa di mana mereka tumbuh bersama sejak Maera kecil.


...***********...


...*********...


...Jangan Lupa Vote yah sayang........


...Semangat ku ada pada dukungan kalian......


...I Love you.. 🥰...

__ADS_1


...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...


__ADS_2