
Malam itu juga Rey yang tadinya sudah menjadi lembut tiba-tiba murka. Dia lalu turun kebawah dan sibuk memanggil seisi rumah nya, kecuali Maera dan Jasmine.
"Ada apa Rey, apa ada sesuatu terjadi? Kenapa kau berteriak mengumpulkan semua orang malam-malam begini?" Tanya Gorgh yang bingung melihat tingkah putranya itu.
"Kau baik-baik saja kan sayang?" Tanya Grace yang tak kalah bingung seperti suaminya.
"Ayah, Ibu aku akan menikah besok."
"Yakkk... Apa kau terkena sambetan roh halus Rey?" Pekik Grace yang masih tak percaya dengan permintaan anak nya.
Semua orang yang berkumpul di situ pun merasa terkejut mendengarnya.
"Ada apa ini kak Rey? kenapa kau tiba-tiba seperti orang tersambat?" Margareth juga ikut tak percaya dengan ucapan Rey barusan.
"Rey, sebaiknya kau berpikir dengan hati-hati. Bukankah kau mengatakan Maera belum siap?" Gorgh mencoba membuat Rey berpikir lebih dingin.
"Iya sayang, lagi pula ibu dan ayah tidak akan keberatan lebih lama disini. Kau jangan mengambil hati kata-kata ibu tadi siang."
"Bukan itu masalahnya bu, intinya itu saja... Kalian mau aku menikah besok pagi Atau tidak sama sekali?"
"Yakkk.. Kenapa kau jadi begini sayang?"
"Kalau Rey tidak mau menikah lagi, bisa-bisa dia akan menjadi duda seumur hidupnya.."
"Baiklah nak sesuai keinginanmu besok pagi kalian akan menikah." Grace tanpa basa basi lagi langsung memutuskan.
"Sayang, apa kau tidak salah?" Gorgh memastikan lagi istrinya untuk tidak main-main.
"Gorgh, apa kau mau anak kita menjadi duda seumur hidupnya, hah? kalau kita mati, siapa yang akan menemani dia dan Jasmine?"
"Yakkk.. Bibi? kenapa bibi bicara soal mati? astaga.." margareth pun menepuk jidatnya mendengar ucapan Grace.
Frans dan Martha yang mengira semua orang rumah sudah tidur dengan pelan-pelan memasuki rumah, sampai mereka melewati ruang tengah, mereka pun terkejut melihat semua orang sedang berkumpul.
"Habislah aku" Pekik Martha dalam hatinya.
"Kenapa dengan mereka semua? astaga, bagaimana ini" Isi hati Frans juga ikut berkecamuk khawatir.
"Apa mereka menunggu kita Frans?"
"Aku juga tidak tau, apa kita ini penjahat yang baru saja tertangkap basah?"
Rey yang baru saja melihat kedatangan mereka, merasa agak heran, kenapa mereka diam saja di jarak kejauhan itu.
"Hey brandal kecil! kenapa kau diam saja disitu, hah?"
"Hhh, kenapa dia selalu memanggilku dengan sebutan itu.. Menyebalkan..."
"Martha, apa yang menahan mu masuk?"
"Ti.. Tidak ada kak Rey." Gugup Martha yang bingung harus memberi alasan apa nanti.
"Martha, Frans, Setelah aku menikah, maka kalian juga akan cepat -cepat menyusul menikah."
"Hahhhh" Martha dan Frans pun tiba-tiba berteriak kaget.
"Ta.. Tapi apa masalahnya kak Rey? Aku dan Martha hanya berjalan-jalan saja. Kami tidak melakukan apapun."
"Cih... Dasar pecundang" Amuk Martha tapi sayangnya hanya bisa dalam hati saja.
"Kau pikir aku tidak tau kemarin kau berbuat apa di mobil, hah?...
Dasar bocah ingusan. Martha dan Margareth sudah seperti adikku sendiri, kau jangan mempermainkan Martha, Walaupun kau adikku, apa kau mengerti?"
Sejujurnya Martha merasa terharu mendengarnya, Rey memang sejak dulu selalu memperlakukan Si kembar seperti adiknya sendiri.
"Cihh, sejak dulu aku selalu seperti adik tirimu saja."
"Apa kau mengatakan sesuatu??"
"Tidak kak, aku mengatakan bahwa aku tidak akan bermain-main dengan Martha... Apa Kakak senang?"
Martha membulatkan matanya mendengar pengakuan Frans barusan. Ia hanya tak menyangka bahwa Frans berani mengakui statusnya.
"Baguslah! Dan kau Martha, jika dia menyakiti mu langsung shaa kau katakan padaku, biar kuberi pelajaran pada brandal kecil ini."
"I... Iya kak Rey."
__ADS_1
"Hmm.. Sebaiknya kita tidur sekarang, kalian bersiaplah untuk besok pagi, banyak yang harus dikerjakan besok."
"Memang nya ada apa dengan besok bu?"
"Besok kakakmu akan menikah."
Grace bicara sembari meninggalkan mereka. Grace ingin kembali ke kamarnya di susul oleh Gorgh.
"Hah?? Besok menikah? Woow.. Kakak memang selalu bergerak cepat. Aku belumm menikah sekali pun tapi dia sudah menikah dua kali. Malang sekali nasibku."
"Setelah mereka kan kalian akan menyusul, jadi kau jangan khawatir Frans, ckckck"
"Tenanglah sayang, aku tidak masalah hidup bebas sendirian. Jika aku mau pria manapun akan menikah denganku malam ini, tapi tidak akan semudah itu sayang. Kau tau kan selera ku seperti apa.?"
"Hhh... Seleramu seperti Willman maksud mu? Astaga Margh."
"Dari pada kau sibuk memikir kan itu sebaiknya kau pikirkan janjimu padaku sayang. hahaha..."
"Astaga, siall... aku telah membuat janji dengan Margh, bisa habis uangku membelikan lingerie yang dia mau. huhhh.. Ups kenapa juga aku harus pusing, aku minta saja Frans yang membelinya, enak saja dia, aku yang menanggung sendiri. ckckck"
Akhirnya mereka semua pun pergi beristirahat ke kamar nya masing-masing.
sementara Margareth, dia tidak langsung ke kamarnya, tapi justru pergi ke arah paviliun.
Tampak yang berjaga di sana ia suruh agak menjauh.
"Kalian, sebaiknya kalian berjaga di dekat rumah saja. Aku ingin bicara penting di dalam."
"Baik Nona" Para bodyguard itu pun mengikut perintah Margareth.
Willman melihat kedatangan Margareth langsung saja memeluknya.
"kenapa kau lama sekali sayang? Aku sudah menunggumu sejak tadi"
"Maafkan aku, terjadi kehebohan tadi. Kak Rey memberikan berita dia akan menikah besok pagi. Apa kau belum di hubungi nya? biasanya kau tau lebih dulu daripada semua orang."
"Aku mematikan ponselku, aku tidak ingin terganggu di malam pertamaku."
"Memangnya siapa yang mau malam pertama denganmu? cih..."
Margareth pun terlihat malu-malu. Sementara Willman makin memeluknya lebih erat.
"Hmm"
Willman pun langsung menautkan bibir mereka.. Dan Margareth membalasnya dengan berimbang. Mereka yang sudah sama-sama berpengalaman dalam dunia pertautan bibir ini bermain cukup lama.
Dengan ganas Willman menyapu isi ruang di dalam, perlahan ia sembari menarik baju mini Margareth ke atas...
Dia pun bahkan mengangkat nya ke dinding.
Margareth yang terkenal tidak bisa dikendalikan pria, kini hanya bisa pasrah di dekapan laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu.
"Akhhh" De.. sahan demi De.. sah.. an terus keluar dari bibir seksi Margareth.
Perlahan Willman berpindah dari bibir... ke da.. gu dan leh er Margareth...
Hal itu membuat Margareth tidak bisa berdiam saja.
Sembari mengecup semua bagian dasar itu, dengan cepat Willman pun membuka kancing ce.. lana Margareth lalu mencampakkannya entah kemana..
kali ini Willman turun perlahan ke arah gu.. nung.. bu..lat ukuran 36B itu..
Lalu dengan lembut ia menye.. sap nya di sana. Dengan gaya memainkan li... dah nya sembari memutari lingkaran Chocochips kecil berwarna merah muda di sana...
"Willman... "
"Nikmati sayang... Aku akan membawamu ke bulan paling indah."
"Aghhhh"
Willman terus menerus bermain di bu..ah kem...bar itu.. setelah bermain cukup lama di sana ia pun turun lagi menemui ruang utama milik Margareth...
Dengan perlahan ia membenamkan wajahnya di sana...
Le sapan demi le.. sapan menyapu lembut ruang itu.. Bahkan ia memainkan li.. dahnya lebih cepat agar margareth merasakan sensasi yang luar biasa.
__ADS_1
Margareth seperti merasakan kerumunan kupu-kupu yang ingin membawanya terbang ke angkasa.
"Agggh, Willman... "
Mendengar de.. sa.. hanya itu, Willman pun semakin menaikkan tempo permainan li.. dah nya di ruang bawah itu.
Margareth pun mencengkram rambut Willman yang terus bergerak di bawah sana.
"Aggghh, willman a..ku ingin"
"Tumpahkan saja sayang"....
"ghhhhh"
Cairan pa.. nas itu pun tumpah ruah di li...dah Willman.
Willman dengan cepat kembali lagi ke atas...
Ia kembali menautkan.. bi.. bir mereka bahkan li.. dah mereka..
Willman lantas mengajak Margareth berpindah posisi ke tempat tidur.. Ia ingin lebih leluasa menyeka seluruh titik-titik penting itu.
Tanpa mau berlama-lama lagi Willman pun mulai meng...gesek kan per...lahan, pi.. sang tanduk nya itu ke dalam ruang paling pribadi milik Margareth...
"Akhh" De.. sah li... rih Margareth...
Willman mulai menekannya dengan perlahan."
Dengan agak bersusah payah, Willman pun mendorongnya lebih kuat lagi. Dan... Serrr... Darah segar pun membalur di pisa..ng tan..duk miliknya itu.
"Aghhhhhhh..... hikss"
"Sayang... Apa kau baru pertama?"
Margareth pun meneteskan air mata, ia menahan kan sakit yang perih karena bagiannya di sobek dengan paksa..
"Kenapa kau tidak mengatakannya?, aku pikir kau sudah pernah, maafkan aku Margh.. "
"Tidak masalah Willman, kau suami ku sekarang, kau bisa melakukan apa saja"
Willman pun memeluk erat Margareth. Sejujurnya dia sangat merasa bahagia karena ini ternyata yang pertama bagi Margareth.
"Aku akan pelan-pelan melanjutkannya."
"hemm"
Willman pun melanjutkan nya dengan perlahan.. Ia kembali menautkan bi..bir mereka dengan agak keras, namun di bawah sana tetap keluar masuk dengan perlahan
"Kau akan segera kehilangan rasa perih itu jika sudah nyaman sayang"
Margareth pun mengangguk.
Dan benar saja, Margareth sudah mulai merasa nyaman...
"Aghhh"
Willman pun semakin menaikkan temponya, ia menyadari dari de.. sahan Margareth yang semakin dalam, maka itu artinya margareth ingin tumpah lagi...
"Lagi sayang?" Tanya lembut Willman di telinga Margareth...
"hem... "
"aghhhh.. Willman... aku... "
"Bersama sayang!"
Willman semakin menaikkan tempo nya
semakin cepat dan cepat....sampai akhirnya...
"Agghhhhhh" mereka pun bersama-sama mengeluarkan suara puncak nirwana dari permainan tadi...
Willman lalu mengecup kening Margareth...
"Terima kasih sayang karena kau memberikan yang pertama hanya untuk ku, aku sangat bahagia sayang, apa kau juga bahagia?"
"Hmm.. "
__ADS_1
******
Maafin Author yah pagi-pagi udah ajak kalian Travelling... Itung-itung perkenalan biar kalian tambah sayang sama author... Bagi yang JomBLo mohon maafin author yakk.. Jangan Khawatir peluk sayang guling aja dulu...