
" Yakkkk.. Apa aku sudah tidak bisa lagi istirahat di kamar ku sendiri, hah?"
Mereka semua pun akhirnya melihat ke arah Rey secara bersamaan.
"Ada apa kak Rey, kenapa kau marah-marah? Astaga kami kan hanya berkumpul di sini karena merindukan kakak ipar kecil." Martha dengan rasa tak bersalah nya malah menanyai Rey dengan mimik santai.
"Cih... Jadi kalian merindukan nya? Dengan cara membahas Pria di majalah itu?" Kesal Rey sembari melihat mereka yang masih sibuk memegangi majalah ekonomi itu.
"Maera... Sebaiknya kita melanjutkan nya nanti saja, lihatlah sudah ada singa yang siap mengamuk di sana, bisa-bisa nanti dia akan menghabisi kami semua ckckck." Pamit Aishe yang sebenarnya memahami perasaan Rey.
"Tidak Kak Aishe, sekarang saja.. Aku bisa ikut pindah ke bawah bersama kalian. Yang mau istirahat kan kak Rey, bukan aku." Jawab polos Maera yang semakin membuat Rey kesal.
"Ibu malam ini akan tidur dengan ku kan bu?" Jasmine membuat Rey makin kalap mendengar kata-kata Maera akan tidur di kamar nya.
"Aku sudah berpuasa seminggu, dan dia malah mau tidur di kamar Jasmine? Tidak tidak, enak saja kalian"
"Sebenarnya wanita ini kesambet apa sih? Apa dia sama sekali tidak peka pada suami nya sendiri, huh!"
Semua kata-kata berperang sendiri di otak Rey. Rey pun mencari akal untuk mengusir mereka semua.
Mereka semua pergi dari sana bahkan Jasmine, tapi Rey dengan cepat menarik Maera lalu mengunci pintu nya.
Seketika semua terkejut namun Aishe dengan cepat mengajak mereka untuk tetap turun saja.
"Ya sudahlah, biarkan pasangan aneh itu melepaskan rindu mereka di sana, ckckck"
Rey memeluk Maera dengan begitu erat.
"Sayang, kau ini kenapa menjauhiku hem?"
Maera tak sadar dalam beberapa waktu dia juga merasa nyaman di dalam pelukan suaminya itu. Tapi ia langsung segera mendorong Rey agar menjauh darinya.
"Lepaskan aku kak!! Aku tidak suka" Maera meronta, tapi Rey semakin mempererat nya.
"Sayang, tunggulah sebentar. Aku sangat merindukan pelukan mu!" Pinta Rey dengan nada lirih yang membuat Maera sebenarnya ikut sedih, tapi lagi-lagi Maera melawan diri nya sendiri.
"Kak, kau menyakiti janin ku!"
"Maafkan aku sayang, Maera sayang aku, aku hanya merindukan mu. Aku tau kau masih marah karena perihal Lucia, aku berjanji akan segera menyelesaikan nya sayang."
"Kalau begitu selesaikan dulu masalah mu kak. setelah itu baru kau datang padaku."
__ADS_1
Maera lalu ingin pergi menuju keluar kamar, Tapi Rey masih menahan nya.
"Sayang, apa kau sama sekali tidak percaya pada ku?"
"Maaf kak, tapi kenyataan nya kau sama sekali tidak bisa membuktikan bawah wanita itu tidak ada hubungan dengan mu."..
Maera pun akhir nya meninggalkan Rey yang masih menatap bingung papadanya
"Aku pasti akan membuktikan nya Maera. Dan saat aku sudah bisa membuktikan nya kau tidak akan bisa menolak ku sedetik pun."
Rey lalu menghubungi Tom dan Bobby.
"Tunggu aku di sana, aku sudah muak dengan permainan ini." Rey lalu mengambil jaket kulit nya dari lemari lalu pergi.
"Kau mau kemana Rey?" Tanya Grace yang melihat putranya tampak terburu-buru.
"Ibu tidak perlu tau aku kemana." Jawab Rey yang masih kesal pada Grace karena ulah nya kemarin.
"Rey, kau tidak boleh begitu sayang, bagaimana pun dia adalah ibu mu. Maera saja sudah memaafkan nya" Gorgh tak tega melihat istrinya itu diperlakukan dengan ketus dan cuek oleh Rey. Dia pun mencoba menasehati putra bungsu nya dengan lembut.
"Ayah, Maera bisa memaafkan nya karena memang Maera berhati malaikat, tapi tidak dengan aku. Bagaimana jika ayah berada di posisi ku?" Tanpa menunggu jawaban Rey langsung pergi menuju pintu keluar mansion.
Ia langsung mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi.
Tampak para anak buah nya
yang berjejer rapi memberikan hormat dan salam padanya
"Kak Rey... " sambut mereka kompak.
"Hmm" Jawab Rey singkat.
Ia lalu masuk menuju ke sebuah ruangan.
"Bagaimana Bob? Apakah dia sudah mau bicara?"
Bobby ditugaskan Rey untuk mengurung Lucia selama beberapa hari ini, ia terus melakukan introgasi pada Lucia. Maka dari itu ia hampir tidak pernah kelihatan di mansion Emerald.
"Belum Tuan, dia masih saja bertahan mengatakan bahwa dia memang hamil anak mu Tuan.
"Shitttt.... Apa kalian tidak menyiksa nya dengan benar, hah?" Rey merasa semakin murka mendengar bahwa gadis itu masih menutup mulut nya untuk berkata jujur.
__ADS_1
Sejatinya Rey sendiri memang orang yang tidak begitu kejam, maka dari itu para anak buah nya pun selalu bingung jika harus berbuat kejam pada musuh nya. Kecuali jika sudah fatal, maka mereka pun tidak segan-segan. Masalah nya ini hanyalah seorang perempuan. Tentu saja mereka merasa tidak sepadan melawan perempuan, yang bahkan melawan mereka pun tidak mampu.
Tim pun masuk ke ruangan itu, dengan membawa sebuah kaset.
"Kak Rey, aku menemukan satu bukti CCTV yang terhapus, Lucas membantu ku mengembalikan nya."
Lucas yang memang seorang ahli IT terbaik di era ini langsung membantu Rey. Karena bagaimana pun dia tidak ingin Maera terus bersedih.
"Cepat pasang kaset itu, aku ingin melihat nya" Titah Rey pada Bobby.
Bobby pun memutar kaset video itu. Dan mereka menyaksikan nya detik demi detik kejadian itu.
Rekaman Video
Pkl 07:00:20PM Waktu Setempat
Tampak Lucia memasuki sebuah kamar masih dengan pakaian rapi, meskipun dress itu memanglah sangat terbuka.
Pkl 09:10:51PM Waktu Setempat
Lucia pun keluar dari kamar sembari berpelukan dengan Vicky. Vicky bahkan terus mencumbui Lucia.
Pkl 11:49:33PM Waktu Setempat
Rey masuk ke sebuah kamar di antarkan oleh Vicky. Selang beberapa menit dia pun membawa Lucia dan mengantarkan Lucia untuk masuk ke kamar Rey.
"Apa Vicky berada di balik ini semua?"
"Ada satu lagi kak Rey" Tom lalu mengganti file lain di kaset itu.
Pkl 09:40:37PM Waktu Setempat
Vicky membawakan beberapa foto untuk di sodorkan nya pada Rey, dan ternyata Rey yang memang dalam kondisi mabuk dengan asal saja menunjuk pada salah satu foto itu. Yang mana foto itu ternyata semua adalah orang yang sama namun dengan gaya dan pakaian yang berbeda.
"Bajingan!!! Dia sanggup mengkhianati ku!!" Teriak Rey sembari memukul meja yang berada di depan nya.
...********...
...Jangan Lupa Vote yah sayang........
...Semangat ku ada pada dukungan kalian......
__ADS_1
...I Love you.. 🥰...
...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...