BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Kisah Namiira, Maera di Culik)


__ADS_3

Oh... Tapi Namiira aku tidak sedang berselera makan, sudah 2 hari ini perutku terasa gembung. Sebaiknya kau makan saja duluan, jika nanti aku lapar aku akan turun mengambil nya sendiri."


Namiira tidak ingin memaksa Maera, bagaimana pun ia sangat memahami situasi Maera saat ini, ia tidak ingin membuat Maera malah semakin merasa tidak nyaman.


"Hmm... Baiklah kakak ipar. Tapi kau jangan menahan-nahan untuk makan. Pikirkan juga kesehatan mu kak, kau bisa masuk angin nanti."


"Baiklah Namiira sayang, kau jangan khawatir."


Namiira pun keluar dari kamar Rey dan Maera itu. Ia pun sebenarnya tidak berselera untuk makan, apalagi tinggal hanya ia sendiri. Karena semua orang masih sibuk dengan urusan nya masing-masing.


Namiira pergi ke balkon kamar nya di lantai dua itu...


"Semua orang sedang memiliki masalah, tapi mereka tidak tau aku juga memiliki masalah ku sendiri" Pikir Namiira dalam lamunannya.


Namiira mengingat kejadian bulan lalu yang membuat hati nya hancur berkeping-keping.


Saat itu Namiira ingin memberikan kejutan ulang tahun pada kekasihnya. Biasanya ia selalu menelepon pacar nya itu sebelum bertemu. Tapi kali ini, ia sama sekali tidak memberi kabar selama seminggu.


Namun... Niat hati yang ingin memberikan kejutan itu. Tapi malah justru berbalik, dia lah yang terkejut saat menyaksikan kekasihnya sedang memadu cinta dengan wanita lain dan itu tepat di depan matanya.


"Miira... Aku minta maaf, aku tidak ada hubungan apapun dengan wanita itu..."


"Apa aku ini perempuan bodoh yang tak bisa membedakan mana orang yang memiliki hubungan mana yang tidak?" Namiira menangis tapi ia masih mencoba menahannya.


"Tapi dia yang masuk ke kamar ku, aku tidak mengundang nya datang kesini."


"Lalu, apakah wanita itu juga yang membuka bajumu hingga kalian bisa saling telanjang??" Namiira masih berusaha bicara dengan nada rendah.


"Itu, dia, aku... aku sedang tidak sadar sayang" Gugup Pria itu mencoba memberikan alasan klise pada Namiira.


"Cukup Vicky!! Tidak ada tempat lagi di hatiku bagi seorang pengkhianat!."


Vicky masih berusaha memohon pada Namiira tapi sayang Namiira sudah terlanjur sakit hati.

__ADS_1


"Aku bisa saja mengadukan ini pada kak Rey, tapi aku masih punya hati. Bagaimana pun aku pernah memiliki kisah cinta dengan mu. Jadi aku akan menyimpan ini sendiri. Mulai sekarang aku tidak akan memiliki hubungan apapun dengan mu. Kecuali kau dan kak Rey itu menjadi urusan kalian sendiri." Tegas Namiira kemudian ia pun pergi meninggalkan Vicky yang masih tertunduk lemah berlutut di lantai itu.


Vicky memang terkenal bukanlah pria yang bisa dengan satu wanita. Tapi ia tak menyerah mengejar Namiira selama kurang lebih hampir satu tahun. Perlahan Namiira pun mulai luluh hingga tepat 2 tahun lalu ia pun menerima cinta Vicky. Tapi sayang cinta itu berubah menjadi kesakitan yang luar biasa.


"Aku tetap akan menyimpan nya dalam hati ini, biarlah aku menguburnya bersama masa lalu ku. Tidak perlu ada yang tau tentang semua ini kecuali kak Margareth dan Martha.


Namiira pun tersentak dari lamunannya saat beberapa penjaga di bawah sana sibuk bertarung karena di serang oleh gerombolan orang yang tak mereka ketahui berasal dari mana.


"Ada apa ini, ya Tuhan... Namiira pun menggendong Jasmine lalu membawa nya ke pintu rahasia darurat yang berada di belakang lemari nya. Tentu saja tidak akan ada yang dapat mengetahui nya. Karena lempari itu sangat rapi tak berbeda dari lemari lainnya.


Sesampai nya di bawah baru lah Namiira sadar bahwa Maera masih tertinggal di kamar nya di lantai 3.


Sementara Maera... Ia yang tak tau apa-apa langsung di bekap oleh seorang pria. Namun Maera sempat menekan tombol darurat ponsel nya yang ada di saku celana nya. Dengan menekan tombol sembarang maka ponsel itu akan terhubung pada Anetha karena sebelum nya mereka sudah menyepakati hal itu sewaktu masih tinggal bersama di kontrakan kecil Maera dan Anetha.


"Mmmm... " Maera mencoba menjerit meminta pertolongan tapi tangan besar itu seolah menutupi hampir seluruh wajah nya.


"Akhirnya aku menemukan mu sayang.. My Angle... Kau akan bahagia dengan ku." Ucap pria bertopeng itu di telinga Maera.


Pria itu tidak sadar dia bahkan ikut menutup hidung Maera, hal itu membuat Maera kesulitan untuk bernafas. Akhirnya Maera pun tak sadarkan diri.


"Kak ini adalah panggilan darurat dari Maera. Pasti terjadi sesuatu padanya."


"Bajingan, apa si pecundang itu menyiksanya? Kita harus segera ke sana Neth" Balas Jerry yang sedang mengemudikan mobil nya.


Setibanya di Mansion Rey.


"Di mana Maera? Maera... Maera!" Jerry langsung saja berteriak memanggil-manggil nama Maera.


"Tuan.. Nyona Maera.. Nyonya Maera telah di bawa oleh pria itu..." Ucap salah satu anggota Rey yang terluka para akibat kena luka tembakan dari anak buah pria yang menculik Maera.


"Siapa yang membawa nya? Katakan dengan jelas!" Jerry tak sabar lagi mendengar penjelasan dari pria itu.


"Mobil berwarna maroon mereka memiliki tanda tatto barcode dan angka, aku melihat nya." Sesaat setelah mengucapkan kesaksian nya pria itu pun tewas.

__ADS_1



"Anetha, aku akan mengejar mobil itu, kau tunggu lah di sini."


"Tapi kak.. Aku mana berani di sini. Aku akan ikut kemana pun kau pergi."


"Ya sudahlah, ayo kita pergi."


Jerry dan Anetha masih mencari-cari mobil yang di maksud. Tapi sayang sejak tadi mereka belum menemukan nya. mereka tak berputus asa mencarinya.


"Kak, apa tidak sebaiknya kita lapor pada polisi?"


"Kau jangan gegabah Neth, kita tidak tau apa yang akan mereka lakukan pada Maera jika mereka tau kita melapor pada polisi."


"Tapi kemana kita akan mencari nya kak? Kota ini sangatlah luas, sedangkan kita hanya berdua dalam satu mobil pula."


"Tenang lah Neth... Kita akan terus mencari nya, aku akan menghubungi teman-teman ku."


Jerry pun menghubungi teman-teman lama nya yang mana ia masih tergantung dalam komunitas balap mobil dan komunitas panah. Meskipun ia sudah lama di Prancis tapi Jerry tak pernah putus hubungan dengan mereka.


Jerry pun meminta mereka berkumpul di suatu tempat yang sudah di tentukan.


Sementara menunggu mereka berkumpul Jerry masih saja terus menulusuri kota di malam mencekam ini.


...********...


...Jangan Lupa Vote yah sayang........


...Semangat ku ada pada dukungan kalian......


...I Love you.. 🥰...


...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...

__ADS_1


TUNTAS 4 EPISODE YAH SAYANG KUHHHH


DEMI KALIAN SEMUA AKU RELA JEMPOL DAN OTAK KU KERITING CKCKCKC...


__ADS_2