
Rey masih saja marah kepada Maera. Begitu juga Maera masih terus hanya diam saja karena Rey memang menyiksanya semalaman. Bahkan sekarang Rey memaksa Maera untuk ikut ke kantor karena ingin selalu bisa melihat Maera berada di dekatnya.
"Kak Rey, apa aku tidak bisa tinggal di mansion saja? Aku sangat lelah kak" Maera yang biasanya tidak berani menolak, kali ini memberanikan diri untuk menolak Rey. Ia memang benar-benar kehabisan tenaga.
"Ckckck, kau tenang saja Maera ku sayang, aku akan menggendong mu, aku masih kuat jika hanya menggendong istri ku sendiri"
"Hmm Terserah kau saja kak" Maera akhirnya menyerah memohon pada Rey. Sepertinya Rey tidak akan mau sedikit pun mengalah.
Mereka lalu pergi ke kantor di antarkan oleh Bobby.
Bobby terus saja menggelengkan kepalanya melihat Bos nya itu terus menempel seperti perangko pada Maera.
"Cih,Tuan Rey.. Apa kau tidak menyadari aku sudah lama sendiri, ya ampun... Bahkan Nyonya Maera sudah tak berdaya ckckkc" Bisik hati Bobby yang merasa bagai nyamuk di dalam mobil itu.
"Bobby!! Sebaiknya kau lihat dan fokus ke depan!" Omel Rey pada Bobby.
"Kak.. Bagaimana kak Bobby bisa puas kalau kakak memangku ku seperti ini, apa kau tidak malu kak, huh"
"Sayang, apa kau mau aku hukum di sini, hem? Lagi pula kenapa kau memanggilnya kakak? Apa sekarang kau mau menambah koleksi kakak baru lagi?" Maera juga kena omelan Rey, Rey kesal sendiri menghadapi istrinya yang menggemaskan ini.
"Aku lagi yang jadi sasaran, huh Tuan Rey.. Nyonya Maera memang baik, kau malah menyalahkan kebaikan istrimu"
"Kita sudah sampai Tuan" Ucap Bobby sembari membukakan pintu untuk Rey turun.
"Kak, aku jalan saja kak, aku tidak enak di lihat banyak orang."
"Sudah diam saja sayang, jadi gadis penurut, hem! Aku tidak akan membiarkan orang lain memandangi lekuk tubuh mu, kau semakin montok sekarang"
"Hmm.. kau semakin aneh kak, tubuhku sejak awal memang begini, apa salah nya?"
Rey tak mau menjawab nya, ia malah terus masuk ke kantor itu sembari menggendong Maera ala bride style.
Semua orang pun memandangi ke arah mereka termasuk Dona, Jack, dan Angel.
__ADS_1
"Kak... semua orang melihat kita kak, aku malu" Ucap Maera yang langsung menyembunyikan wajah nya ke dada Rey.
"Wah akhirnya Tuan Rey kembali lagi ke perusahaan, pasti kita akan mendapat tugas baru" Bisik para karyawan di sana.
Rey pun meminta Maera membukakan pintu karena Rey masih dalam posisi menggendong nya.
Rey lalu mendudukkan Maera di sofa.
"Sayang, suami mu ini akan bekerja sembari memandang wajah mu, pasti aku akan lebih bersemangat hari ini.
"Hmm... Baiklah kak, aku akan menemani mu sesuai keinginan mu" Jawab Maera yang tak ingin berdebat lagi dengan suami nya itu.
"Begitu lebih baik sayang, jadilah istri yang penurut. akhir-akhir ini kau semakin manis saja sayang. Entah kenapa rasanya ku ingin memakan mu setiap waktu. Rey pun mencium kening Maera, dan memberikan sekelebatan sentuhan di bibir nya yang memakai lipstik merah muda itu.
"Tok... Tok... Tok.. Permisi Tuan Rey"
"Akhh, mengganggu saja! Awas saja jika kau cuma minta tanda tangan, akan ku patahkan leher mu itu. Masuk!" Omel Rey yang kegiatan nya barusan terganggu oleh kedatangan Willman.
"Tuan Rey, aku membawa beberapa berkas yang harus kau tanda tangani." Ucap Willman sembari memberikan beberapa berkas nya.
"Yakkk!!! Willman! Apa kau tidak bisa datang nanti saja, huhhh"
"Tu.. Tuan Rey, aku tidak tau kalau kau sedang sibuk. Tapi ini sudah terlalu lama menunggu, mereka bisa membatalkan nya sewaktu-waktu jika siang ini aku tidak menyerahkan nya, Ini Proyek dengan Tuan Morgan." Balas Willman panjang lebar yang akhirnya membuat Rey tidak melanjutkan kemarahannya.
"Huhh, seharusnya aku tidak ke kantor hari ini, jika bukan karena ayah meminta ku menyelesaikan kontrak dengan Morgan, aku sudah tidur seharian dengan istriku, ckckck"
Rey pun memeriksa berkas itu dan menandatangani nya.
"Tuan Rey, para karyawan belum mengetahui tentang pernikahan mu dengan Nyonya Maera, apa tidak sebaiknya kau mengumumkan nya terlebih dahulu? Aku khawatir mereka akan berpikiran macam-macam pada Nyonya Maera dan malah mengganggu reputasi mu Tuan" Saran Willman yang tak ingin Maera di rendahkan lagi seperti yang pernah terjadi sebelum nya.
"Kau ada benarnya juga Willman...Lagipula sekarang keadaan sudah aman.
Baiklah satu jam lagi kau kumpulkan mereka semua di Aula. Katakan saja ada Pengumuman penting untuk mereka semua." Titah Rey sembari memandang ke arah Maera yang masih duduk bingung di sofa.
__ADS_1
"Baik Tuan.. Aku permisi dulu.
Para Staf dan Karyawan pun berkumpul di aula sesuai perintah Rey. Semua orang tak henti ber bisik-bisik. Biasa nya Rey selalu mengumpulkan mereka jika ada pengumuman pesta atau pengumuman yang isi nya selalu menyenangkan.
"Wah seperti nya kita akan liburan, sudah lama kan kita tidak liburan" Bisik salah satu staf di sana.
"Mungkin saja ini perayaan setelah sekian lama Tuan Rey tidak masuk ke perusahaan." Balas yang lainnya.
Rey kemudian masuk sembari menggandeng tangan Maera dengan erat. Tadinya ia memaksa menggending Maera lagi, tapi Maera tidak mau karena merasa malu, sampai-sampai ia sempat membuat drama menjanjikan Rey untuk boleh menghukum nya lagi nanti malam.
"Hah... Bukankah itu si gadis kampung? kenapa Tuan Rey bisa bersamanya?" Bisik Dona pada Jack yang memandang dengan rasa tidak percaya.
"Wanita itu? sehabis dia membuat Dave babak belur sekarang dia menggoda pria yang lebih kaya, cih memalukan" Sambung Angel yang memang tadi sedang bersama dengan Dona dan Jack.
"Selamat siang semua nya. Aku mengumpulkan kalian di sini hanya untuk memberitahu kan bahwa aku sudah menikah dengan istri cantik ku Maera Crowne Emerald. Kami sudah menikah secara sah dalam agama maupun pemerintah kurang lebih dua bulan lalu. Aku belum bisa membuat resepsi karena ada suatu kendala yang membatasi, kalian pasti mengerti maksud ku. Untuk itu sebagai bentuk rasa bahagia ku yang akan ku bagikan kepada kalian, bulan ini kalian mendapatkan bonus gaji dua kali lipat. Hanya itu yang ingin ku sampaikan.
"Selamat Tuan Rey, wanita itu beruntung sekali, kita juga mendapatkan bonus karenanya" Sahut sahutan para karyawan itu.
Rey pun langsung mengajak Maera pergi, namun Angel langsung menahan nya.
"Tunggu!! setelah kau membuat Dave menghilang kau sekarang enak-enak anak menggandeng pria lain, katakan di mana Dave?" Teriak Angel pada Maera yang membuat semua orang menjadi terdiam dan melihat ke arah mereka.
...****...
...*******...
...Terima kasih masih setia bersama karya kecil ini....
...Jangan bosan untuk memberikan dukungan untuk author pendatang baru ini yah......
...Love love love banget buat kalian yang sudah bersedia mendukung Author......
...Selamat membaca kesayangan......
__ADS_1