
"Rey... Ibu ingin bicara dengan mu secara khusus!!"
Rey pun menelan salivanya melihat wajah keseriusan sang ibu.
"Sepertinya aku bisa menebak ibu ingin mengatakan apa. Apakah ada cara ku untuk lari dari sini sekarang juga?..."
"Rey apa kau mendengar ibu?" tanya Grace lagi mengulangi pertanyaan yang sama.
"Iya bu, aku mendengar mu, katakan saja bu!"
"Sebaiknya kau nikahi gadis itu!"
"Yakk??" Rey pun kaget mendengar ucapan ibunya.
Ternyata lebih dari dugaannya tadi.
"Ibu serius Rey, kau telah merusak mental anak itu."
"Ibu, apa kau bercanda? Ini hal yang serius, ibu menyuruhku menikah seakan aku ini menikah seperti kucing dengan kucing."
"Aku tau Rey, ini memang terlalu cepat, tapi perasaan ibu mu ini tidak pernah salah."
"Oh, Ayolah ibu... ini terdengar seperti permainan saja."
"Gadis itu tidak memiliki ambisi sama sekali Rey, dia juga bisa menyatu dengan Jasmine begitu cepat, putrimu itu tidak mudah kan dekat dengan orang lain?."
"Iya aku mengerti bu, tapi sehari saja di dekat nya aku sudah di buatnya pusing, aku tidak membayangkan jika seumur hidup bersama gadis itu."
"Ibu saja bisa langsung jatuh hati pada gadis itu. Yah memang seperti yang kau katakan, dia membuat ku pusing juga. "
"Nah, ibu bisa merasa kan nya sendiri kan."
Ibu dan anak ini sibuk ber tawar menawar sembari mengamati Maera yang tengah asyik dengan Jasmine dan Gorgh.
"Ibu yakin, dia akan menjadi wanita terbaik di Emerald."
"Apakah ibu tidak memikirkan latar belakang keluarganya?"
"Ibu tidak mau mengulangi kesalahan yang sama membiarkan mu menikah dengan wanita yang salah Rey."
"Dulu aku menyetujui pernikahan mu dengan Rema hanya karena Tuan Alex yang memaksa ku dan ayahmu."
"Baru saja ibu juga sudah memaksaku menikah dengan gadis ini. Astaga ibu.."
"Ini berbeda Rey, jika Rema dulu memilki ambisi dan segala kesibukannya tapi tidak dengan Maera. Entah kenapa aku merasa dekat dengan gadis ini."
Rey pun teringat akan luka lama nya semenjak menikah dengan Rema pilihan ibunya."
Rema seorang model dan wanita karir yang bahkan tidak pernah memiliki waktu untuk berdiam di rumah.
Rey yang sudah lelah berdebat dengan ibunya mau tidak mau menyetujui pernikahan nya dengan Rema.
Tapi Rey tidak pernah mencintai Rema bahkan sampai akhir hidupnya.
sampai suatu ketika Rey yang dalam keadaan mabuk akhirnya berhasil melakukan tugasnya sebagai suami.
Bagaimana pun Rey adalah seorang pria normal.
Rey pun mulai belajar mencintai Rema, terlebih pada saat Rema mengetahui dirinya hamil, Tapi sayangnya Rema tidak Mau menerima kehamilannya.
Rema berpikir kehamilannya akan menganggu karir nya, karena saat itu ia tengah di masa puncak kejayaannya sebagai model profesional kelas atas.
Namun karena Rey memaksa Rema bertahan dengan segala ancaman yang di buat Rey, Akhirnya Rema pun mengalah.
Mereka sempat membuat perjanjian, jika anak itu lahir Rema akan terbang ke L.A untuk melanjutkan kariernya.
Sampai lah Jasmine lahir ke dunia, dan Rey harus rela mengurus Jasmine seroang diri.
Rey terus memendam sakit hati nya dengan ulah Rema yang tak menghargai nya sama sekali.
Bahkan kematiannya pun meninggal kan luka yang mendalam di hatinya.
Rema di temukan tewas bersama kekasih nya di dalam kamar hotel. Dan berita itu sempat membuat Rey terpuruk bahkan menjadi orang linglung dalam waktu yang lama.
Begitulah sekilas kisah Rema yang membekas di hati Rey.
"Rey, kali ini ibu tidak akan memaksamu, tapi ibu juga tidak ingin kau larut dalam masa lalu."
__ADS_1
"Hmm" Jawab singkat Rey.
"Bukankah gadis ini juga sangat menarik Rey?" Grace mulai menggoda putra pertamanya itu.
"Cih... Menarik? Dia bahkan terlalu polos seperti anak-anak."
"Lalu kenapa kau mencium nya dan membuat dia tidur di ranjangmu, hah?"
"Yah, sebenarnya aku juga tidak tau kenapa aku melakukannya."
"Yakk?? Apa kau sudah tidak waras Rey?"
Grace seperti sedang mengeluarkan tanduk nya saat ini.
Rey pun terkejut mendengar suara ibunya yang tiba-tiba meninggi.
"Apa ibu sekarang ingin menelan ku?"
"Akh kau membuat migrain ibu jadi kambuh sekarang."
"Itu artinya ibu harus istirahat sekarang, oke."
"Kau harus memikirkan perkataan ibu Rey. Ibu tidak akan pulang sampai kau memastikan nya."
Hampir 1 jam mereka berdebat tanpa sepengetahuan mereka ternyata Aishe dan Lisa sudah menguping sejak tadi. Tapi dari tempat yang berbeda.
"Kenapa Nyonya Grace malah memilih gadis itu, cih... Dia sama sekali tidak pantas dengan Tuan Rey." Omel Lisa dengan nada kecil pada dirinya sendiri.
"Apa Bibi Grace salah makan obat? Aneh sekali dia meminta Rey menikah dengan gadis yang baru dikenalnya. Jangan-jangan gadis itu telah meracuni pikiran Bibi Grace." Bisik Grace juga mendengus pada diri nya sendiri.
Mereka asik dengan pemikiran mereka masing-masing, tapi itu tidak berlangsung lama, karena sebentar lagi akan terjadi kehebohan baru lainnya.
Mereka kedatangan tamu tak di undang.. Clara yang kemarin habis kecewa karena di tinggalkan Rey saat pesta, datang dengan gaya nya yang angkuh nan seksi.
"Rey sayang, kau di mana sayang?" Clara dengan lantang seenaknya berteriak memanggil nama Rey.
Dia yang tak mengetahui bahwa rumah Rey sedang di kunjungi ayah ibu Rey, dengan gaya sombong duduk di atas meja ruang tamu.
"Hey para pembantu di mana kalian?"
Tampak Bibi paruh baya itu terburu-buru menghampiri Clara. Ia pun tampak gugup, sebab ia khawatir Grace melihat ini.
"Di mana Rey? dan Putrinya itu siapa... Ehm Jasmine maksudku?"
"Tuan Rey dan Nona Kecil ada di halaman dekat kolam berenang Nyonya."
"Oh... Kesayanganku ternyata sedang bersantai. Kalau begitu cepat ambil kan aku minuman segar. Aku sudah sangat haus."
Tanpa di sadari Clara Grace yang tengah menggandeng Jasmine, sedang berjalan ke arah nya.
"Wah... Bibi Malika jangan biarkan tamu kita menunggu lama Bibi.. Ayo Bi segera ambilkan dia minum. Jangan sampai kerongkongan Nyonya ini kering dan berdarah karena kehausan."
Bibi Malika memahami arti sindiran dari Grace kepada Clara, ia pun hanya berlalu pergi dengan cepat kebelakang.
Clara pun terkejut ketika mendengar ada seorang wanita mengatakan hal itu padanya. Dia bahkan tidak mengenal wanita itu.
"Hemm... Maaf... Apakah ada penghuni baru di rumah ini?" Tanya Clara tanpa ada etika sedikit pun.
"Yakk.. Penghuni baru?" Teriak Grace dengan kesal.
Rey, Frans, dan Gorgh yang mendengar keributan, langsung berlarian ke ruang tamu itu.
"Ibu, kenapa kau marah-marah, apa yang terjadi?" Tanya Rey pada Grace yang masih belum berhenti mengomel dan belum menyadari kedatangan Clara.
Frans tak mau ketinggalan, sepertinya ini momen yang memang ia harapkan. Ia pun mengambil kesempatan untuk mengolok Clara.
"Wah... Wah... Sepertinya dia datang di waktu yang salah kak, dia bertemu langsung dengan Nyonya besar Emerald."
"What??...I... Ibu???.. Habislah aku." Teriak Clara dalam hatinya.
"Apa wanita ini teman mu Rey? Sejak kapan kau membawa wanita tidak bermoral dan tidak beretika seperti ini ke Mansion mu, hah??"
"Astaga, belum usai soal Maera sekarang tambah lagi." Rey pun menggerutu sendiri dalam hatinya.
Rey mengomel dalam hatinya, begitu juga dengan Clara.. sungguh hari yang buruk bagi Rey..
"Belum usai aku mengurus putrinya dan adiknya, sekarang sudah bertambah lagi orang tuanya. sialll.."
__ADS_1
Namun Clara bagai tak kehilangan akal, dia masih saja berusaha untuk membenarkan dirinya.
"Ehem.. Bibi, kau hanya salah faham, Rey tidak memberitahuku kalau dia akan kedatangan kalian kesini."
"Memangnya kau begitu penting, hingga kakakku memberitahumu?" Ucap Frans dengan nada sinis, maklum saja, ia memang sangat tidak menyukai Clara.
"Frans, jaga bicara mu sayang. " Rey pun melerai lembut pada adiknya Frans.
"Nenek, apakah ayah mengundang Bibi Clara ke sini? Tolong katakan padanya, jangan membuat keributan dengan teriakannya yah Ayah.
Aku dan Ibu Maera tidak suka mendengar keributan."
Celoteh Jasmine, yang juga memang tidak suka pada Clara. Kata-kata nya jelas membuat Clara mati kutu.
"Whattt... Ibu???" Tidak hanya Clara, Rey, Frans, Gorgh saja tapi Maera pun tercengang mendengarnya.
Tapi tidak dengan Grace...
Tentunya ini sudah di duga oleh nya
iya pun memainkan matanya pada cucunya itu.
"Kau memang cerdas cucuku, tidak sia-sia aku mendidik semua keluarga Emerald."
Tapi Maera menjadi salah tingkah dengan ucapan Jasmine. Walau sebelum nya dia memang sudah mendengarnya dari Jasmine, tapi kali ini Jasmine menyebutnya di depan Rey si Tuan galak dan wanita si pembully yang telah mengolok habis dirinya di pesta kemarin. Tentu saja itu membuat nya semakin khawatir.
"Kenapa... kenapa gembell kampung ini ada di sini?"
"Astaga Clara, tolong kau jaga ucapanmu di depan keluarga ku." Rey pun menyatukan kedua pangkal alisnya dengan jarinya.
"Hey Nyonya, sebaiknya kau jaga kata-katamu, kau tidak pantas berkata seperti itu pada menantu di keluarga Emerald" Tegur Grace lagi... Kali ini dia bahkan meninggikan suaranya hingga dua oktaf dari sebelumnya. .
"Oh ya ampun, ada apa dengan semua orang? kenapa membela gadis gembel sepertinya? Apakah standar keluarga Emerald berubah menjadi rendah seperti ini?"
Maera yang tak tahan dengan kata-kata Clara, seperti biasa dia hanya tau diam dan pergi mengalah.
Jasmine pun mengejarnya.
"Cukup Clara!! Kau ini sudah sangat keterlaluan!!." Bentak Rey yang sudah kehabisan toleransinya kali ini.
"Akh sayang, apa kau sudah di racuni oleh gadis yang berkedok polos itu?." Balas Clara yang masih mencoba bertahan.
"Cukup!!... Rey, jangan sampai ibu bertindak sayang..." Kali ini Grace pun sampai mengancam Rey, jika tidak mengusir wanita yang bernama Clara itu.
"Sayang, kau jangan menghabiskan tenagamu untuk hal seperti ini, aku tidak mau wajah mu keriput karena marah-marah, hem." Gorgh mencoba menenangkan Grace dengan memberikan sedikit candaan.
"Rey.. Sebaiknya kau dengarkan ibumu nak" Titah Gorgh pada Rey, yang tak ingin berlama-lama ada keributan.
"Tapi ayah, ibu Clara itu juga temanku"
"Sial, dia hanya menganggapku teman, bagaimana aku bisa mendapatkan posisi jika dia mengatakan aku hanya temannya."
"Ibu tidak perduli Rey, jangan sampai pintu rumah ini terbuka lagi untuknya, apa kau mengerti sayang?"
"Kata-kata ibu adalah perintah bagi keluarga Emerald kak.." Sambung Frans sembari mengingat kan Rey, niatnya tentu saja menyindir Clara.
"Bobby!!!"
"Iya siap Tuan"
"Bawa Clara dari sini, jika dia tidak membawa mobil, antarkan dia sampai kerumah nya."
"Rey apa-apaan ini?"
"Maafkan aku Clara, tapi kau sudah dengar sendiri, apa yang di katakan ibuku dan adikku kan?"
"Aku akan membalas perbuatan keluarga ini, kalian tunggu dan lihat saja nanti!!"
"Yayaya.. Aku menunggu nya dengan senang hati, pergilah.. Hussh...syuh.. syuh.." Grace sepertinya sudah terlalu geram, hingga dia pun memperlakukan Clara seperti cara mengusir HAMA BERAKAL itu.
...********...
...Assalamu'alaikum hai Readers kesayangan. Mohon maaf yah jika 2-3 hari ini Author telat update, mohon dimaklumi yah. Author akan berusaha terus untuk bisa update tiap hari....
...untuk itu Author minta dukungannya yah untuk tetap support karya Author, biar Author jauh lebih semangat lagi....
...Selamat membaca kesayangan......
__ADS_1