BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Rey Tak Kunjung Pulang)


__ADS_3

"Itu benar bu, aku sudah menikah lagi dan istriku sekarang tengah mengandung. Aku tidak mau dia terganggu karena hal ini, untuk itulah aku harus memastikan nya"


Ibu dari mantan istrinya itu pun tidak bisa berkata apapun lagi untuk hubungan baru Rey, bagaimana pun Rey berhak melanjutkan hidupnya.


"Semoga Tuhan merahmati rumah tangga mu nak, tapi bagaimana dengan kabar cucu ku? Apakah dia bisa menerima nya?"


"Dia tumbuh dengan baik, bahkan dia lah yang meyakin kan ku untuk menikahi gadis baik hati itu."


"Syukurlah jika memang kalian bahagia, ibu turut bahagia mendengarnya."


"Baiklah bu... Aku harus kembali ke rumah sakit sekarang. Tapi sebelumnya aku harus membawa sampel rambut dan darah untuk mencocokkan nya dengan wanita itu."


"Tentu saja nak, kau bisa mengambil apa pun yang kau butuhkan. Aku berharap yang terbaik, tapi bagaimana jika dia adalah benar-benar Rema?"


"Secara agama aku sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan Rema, namun secara negara mungkin dia masih menjadi bagian dari keluarga ku. Namun ibu tau sendiri aku tidak mungkin menerima Rema lagi setelah apa yang dia perbuat di masa lalu, dan jika benar ini adalah dia, kau seharus nya tau apa yang akan ku lakukan"


"Nak Rey, ibu mohon, jika itu benar-benar Rema, izinkan ibu bertemu dengan nya sebentar saja. Hidup ku tidak lama lagi nak."


"Aku tidak bisa berjanji, tapi aku akan mengusahakan nya."


Rey pun berpamitan setelah ia mendapatkan sampel yang ia butuhkan. Ia kembali lagi ke rumah sakit. Semalaman ia ke sana kemari sampai Rey tak menyadari hari sudah hampir pagi.


...***********...


Di sisi lain... Di Mansion Rey...


Maera tidak bisa tidur memikirkan Rey yang tidak kunjung pulang. Maera bahkan sudah beberapa kali menghubungi ponsel Rey tapi tidak bisa tersambung.


"Apa kak Rey sedang marah pada ku? Apa aku sudah menjadi istri yang kurang baik bagi nya? Di mana kau kak Rey?"


Maera pun memanggil Anetha untuk menemani nya. Sementara Jerry, yang kebetulan haus ingin mengambil air, ia tak sengaja melihat saat Anetha buru-buru ingin naik ke lantai III.


"Ada apa Anetha? Kenapa kau terburu-buru?"

__ADS_1


"Maera meminta ku menemani nya kak, dia menangis katanya kak Rey tidak pulang semalaman."


"Sudah subuh begini dia tidak pulang? Apa yang Rey kerjakan di luar sana sampai jam segini?" Geram Jerry yang merasa kesal karena Maera sampai menangis.


"Sudah lah kak biarkan itu menjadi urusan mereka, kau jangan mencari ribut lagi dengan kak Rey, pikirkan Maera yang sedang kondisi hamil kak." Anetha pun langsung pergi naik ke atas tanpa menghiraukan Jerry yang sempat ingin membela diri.


"Maera..! Apa kau baik-baik saja?"


Maera langsung memeluk Anetha seperti biasanya jika ia sedih ia langsung memeluk sahabat nya itu.


"Neth.. Apa aku ini tidak baik? Apa aku tidak pantas untuk kak Rey?"


"Hhh... Kenapa kau tiba-tiba berkata begitu?" Anetha merasa bingung dengan pertanyaan Maera.


"Apa mungkin kak Rey tidak pulang karena ada wanita lain bersama nya? Yang aku baca dari buku biasanya seperti itu Neth" Maera semakin terisak membayangkan apa yang ia pikirkan itu jika terjadi.


"Oh ya ampun Maera... Tidak semua yang kau baca itu benar sayang. Mungkin saja kak Rey sedang ada urusan lain. Kau terlalu sensitif karena kau sedang hamil. Lagi pula kau sudah tau kan pekerjaan suami mu itu seperti apa?" Anetha mencoba memberi penjelasan agar Maera bisa lebih tenang, tapi Maera tetap saja bersikeras dengan dugaan nya.


"Tapi aku tidak bisa menghubungi nya sejak tadi malam, dia tidak pernah seperti ini sebelumnya."


"Sebaiknya kau perlu mencari udara segar Maera! Bagaimana kalau kau ikut mengantarkan nona kecil Jasmine ke sekolah hari ini? Pasti dia sangat senang."


"Kau benar, aku juga tidak mau terus di kamar seperti orang bodoh. Semua orang tidak mengizinkan ku mengerjakan apapun di mansion ini. Rasanya aku malah jadi bosan.


"Baiklah kau bersiap lah dulu, aku akan mempersiapkan kebutuhan nona kecil."


Anetha pun ingin bersiap turun kebawah, tapi Maera menahan nya dan lagi-lagi memeluknya.


"Terima kasih Neth kau selalu ada untuk ku selama ini."


"Ya ampun Maera, kau ini seperti orang lain saja, menyebalkan!"


Beberapa jam kemudian....

__ADS_1


Usai bersantap pagi Maera yang baru mengurus Jasmine langsung bersiap untuk pergi.


"Apa hari ini ibu ikut mengantarku?" Tanya Jasmine yang sudah merasa senang sejak tadi.


"Tentu saja sayang, kenapa ibu harus malas mengantar putri ibu yang cantik ini, hem"


"Maera sebaiknya aku saja yang mengantar mu, Rey akan mengamuk jika Bobby apalagi Jerry yang mengantar." ujar Valent menawarkan diri dan disetujui oleh Aishe.


"Iya benar Maera, kau tau kan suami mu itu sekarang sudah seperti orang kehilangan akal kalau kau dekat pria lain. Tapi ngomong-ngomong di mana Rey? Aku tidak melihat nya?" Sambung Aishe yang langsung di susul pertanyaan.


"Dia belum pulang dari tadi malam kak Aishe." Jawab Maera dengan nada lesu.


"Kemana Rey pergi, sepertinya akhir-akhir ini dia banyak menyembunyikan sesuatu dari ku" Gumam Valent dalam hatinya, ia sebenarnya juga sudah tau dari Bobby tentang semalam Rey pergi tanpa mau di temani siapapun.


"Sayang aku tidak ikut ya, Namiira masih kurang enak badan, aku akan menemani nya. Lagi pula perut ku ini semakin membesar, semakin sesak rasanya untuk banyak bergerak, huh"


"Baiklah sayang, kau istirahat saja. Aku juga tidak akan lama. Hari ini aku tidak masuk ke kantor, aku sudah meminta Willman mengurus nya tadi." Balas Valent pada Aishe.


"Baiklah, kalian sudah siap Maera, Jasmine sayang?sebaiknya kita pergi sekarang!"


Maera dan Jasmine mengangguk, lalu mereka pun pergi ke sekolah mengantarkan Jasmine.


usai mengantarkan Jasmine Valent ingin mampir sebentar membeli buah dan bunga untuk di bawa ke rumah sakit, karena tadi tiba-tiba Maera meminta untuk di antar ke rumah sakit saja menjenguk ibu nya dan juga sekalian menjenguk paman Rey yang kata nya sudah mulai sadar.


Namun saat membeli nya Valent tak sengaja melihat mobil Rey sedang terparkir di depan sebuah kantor pengacara atau advokad. Valent juga mengenal orang tersebut.


...*********...


...Terima kasih masih setia bersama karya kecil ini....


...Jangan bosan untuk memberikan dukungan untuk author pendatang baru ini yah......


MAAF TELAT UPDATE YAH GAESSS...

__ADS_1


...Love love love banget buat kalian yang sudah bersedia mendukung Author......


...Selamat membaca kesayangan......


__ADS_2