
Rey menciumi punggung tangan Maera tanpa sadar air matanya menempel di sana.
Maera pun sontak terbangun dan memundurkan wajahnya dari dekat Rey.
Ia yang terbiasa refleks saat membela diri langsung mengeluarkan kata-kata pembelaan nya tanpa jeda.
Kak Rey, aku tidak bersalah kak, sungguh aku mengatakan yang sebenarnya, mereka tidak pernah menyentuhku"
Sayang, aku tau.. maafkan aku tidak mendengarkan penjelasan mu. Kau boleh melakukan apa saja untuk menghukumku.
Maera pun terdiam.. Sebenarnya hati nya yang polos itu tidak tau harus berbuat apa.
Tiba-tiba Valent dengan terburu-buru mengetuk pintu kamar mereka.
"Maera... Rey... Apa kalian baik-baik saja? Rey Keluar lah sesuatu telah terjadi."
Rey panik mendengar teriakan Valent dengan cepat berlari ke pintu dan membuka pintu kamarnya.
"Ada apa Valent? Kenapa kau berteriak malam-malam begini?"
"Kau... Kau sudah sadar... Rey sebaiknya kau turun sekarang. Bibi Malika terluka parah."
"Astaga, apa yang terjadi? Baik, kau turunlah duluan... Sebentar lagi aku menyusul, aku akan beritahu Maera dulu."
Rey mencoba mendekati Maera. ia bermaksud untuk mengajak Maera duduk berpindah ke sofa.
"Astaga Maera... Kau demam?"
Maera tetap diam, di satu sisi ia merasa takut Rey akan kembali membuat hal tadi, di sisi lain ia juga tentu saja bingung karena ini adalah malam pertamanya menjadi seorang istri.
Rey lalu menggendong Maera untuk berpindah ke ranjang..
"Sayang, kau tunggu di sini, aku akan minta Lisa untuk mengantarkan obat padamu."
Rey belum tau tentang kebenaran Melisa. Ia berniat meminta Melisa untuk mengambilkan obat. Tapi Maera spontan menarik tangan Rey.
"Maera, ada apa? Atau kau mau aku meminta Namiira dan si kembar saja kesini? Kau tunggu sebentar yah sayang."
Rey mengatakan itu karena Rey berpikir Maera dekat dengan Namiira dan si kembar.
Tanpa mendengar jawaban Maera Rey pun langsung berlari ke Lift dan turun ke lantai dasar.
Ia mencari-cari keberadaan si kembar dan Namiira sampai ia akhirnya menemukan Namiira yang tengah ada di pentri dapur bersih.
"Kak Rey, ada apa? kenapa kay terlihat khawatir?"
"Namiira, tolong kau temani Maera dia sedang sakit sekarang, dia demam. Kau ajak juga si kembar untuk menemaninya."
"Baik kak.. Aku akan segera kesana."
Rey bergerak lagi menuju ruang diskusi, tempat biasa keluarganya atau anggotanya merundingkan sesuatu.
"Ada apa ini ibu?"
"Rey kau sudah sadar?" Grace malah balik bertanya pada Rey.
Aishe yang berada di belakang Grace langsung saja mewakilkan Grace untuk menanyakan inti nya pada Rey.
"Rey, apa kau sudah tau Melisa yang menyebabkan keadaan Maera menjadi seperti orang hamil?"
"Apa maksudnya, aku tidak mengerti. Aku hanya dengar ibu mengatakan ada yang menjebak Maera."
"Rey sayang, Melisa yang melakukannya."
__ADS_1
"Pantas saja Maera mencegahku saat aku mengatakan ingin memanggil Melisa tadi."
FLASHBACK BEBERAPA JAM LALU SAAT MELISA KETAHUAN.
Sepulang dari rumah sakit Grace langsung di sambut oleh Namiira, Aishe, Gorgh, dan Si kembar.
Mereka penasaran karena mendengar kabar yang terjadi pada Maera.
Sementara Maera sudah mengurung diri di kamar.
"Tidak mungkin kakak ipar hamil bibi.. 5 hari lalu kakak ipar masih datang meminta pembalut padaku karena ia sedang kedatangan tamu bulanannya."
"Kak Aishe kau kan seorang perawat? Apakah kau bisa membedakannya?" Martagreth yang teringat pada pekerjaan Aishe di masa lalu langsung bertanya pada Aishe.
"Bagaimana aku bisa menentukan nya jika tidak memegang hasil USG dan pemeriksaan lainnya? Tapi aku dapat merasakan dari denyut jantung Maera, dan kondisi lainnya, dia tidak seperti sedang hamil."
''Sudah kuduga menantuku tidak bersalah."
"Maksud bibi? Apakah bibi mengetahui sesuatu?" Martha juga penasaran tak ingin ketinggalan membahas masalah ini.
"Aku sempat memergoki Melisa saat dia ingin mengantarkan minuman pada Maera. Tapi dia kelihatan gugup dan dia sempat berdiam lama di dalam lift. "
"Tapi apa motif nya dia melakukan itu?"
"Kita belum tau saat ini, tapi kita akan segera mengetahui nya nanti."
"Aku pikir sepertinya Melisa menyukai Kak Rey." Celetuk Margareth yang selama ini juga memang kurang suka melihat gerak gerik Melisa.
"Kenapa kau bisa berpikir sepertu itu Margh?"
"Martha sayang, kita dan dia sama-sama wanita. Dan kau tau kan aku sangat mudah menebak wanita yang jatuh cinta itu seperti apa"
"Kau benar juga" Balas Martha lagi yang setuju dengan penjelasan kembarannya.
"Baik Bibi" Martha Margareth dan Namiira pun pergi menjalankan tugas masing-masing.
Grace memeriksa semua keamanan CCTV ia lalu menghubungi seseorang untuk meng konsultasi kan perihal obat-obatan yang mengarah pada apa yang di alami Maera
"Hmm, Baiklah Aku mengerti sekarang. Aku akan memeriksa menantu ku nanti, kau jangan khawatir."
Begitulah Grace mengakhir panggilan teleponnya.
Grace memastikan lagi bukti di rekaman CCTV yang baru saja mereka pasang beberapa hari lalu. Dan akhirnya Grace pun menemukan bukti lengkapnya.
Saat Grace meminta anak buah nya untuk membekuk Melisa, Melisa sempat kabur.
Malika yang merasa khawatir dengan keponakannya itu lantas ikut mencari Melisa, sayangnya bibi Malika terperosok ke jurang dan pikiran para anak buah Rey itu pun menjadi tertuju pada Malika.
Bukan tanpa sebab anak buah Rey lebih mengutamakan menyelamatkan Malika, tapi Malika yang sudah mengabdi pada keluarga Rey, bukan dianggap orang lain lagi bagi keluarga Emerald, terutama bagi Rey, ia sangat menghormati nya.
KEMBALI KE MASA SEKARANG.
"Astaga, lalu bagaimana keadaan bibi Malika bu?"
"Dia sudah mendapatkan perawatan, untuk beberapa minggu ini bicarakan dia istirahat saja."
"Berikan perawatan yang terbaik untuk bibi Malika, besok aku langsung menjenguknya. Dan untuk urusan Melisa, biar aku serahkan pada RedLink EC.. ibu jangan khawatir..."
Rey memutar badannya untuk kembali ke lift dengan terburu-buru.
"Kau mau kemana Rey?"
"Ibu, Maera sedang tidak baik, tadi badannya panas, dia menggigil saat ini. Aku harus cepat kembali untuk memeriksa keadaanya."
__ADS_1
"Baiklah Rey, kau perhatikan Maera. karena ini sudah pukul 3 pagi. Jika matahari sudah terbit dia masih demam baiknya kita bawa dia ke rumah sakit. Dia pasti masih mengalami Shock karena ulahmu tadi."
"Ibu... Ini hanya salah paham. Aku tidak berniat sengaja melakukannya."
"Ya sudah Rey, sebaiknya kau lihat Maera sekarang. Aku akan meminta pekerja untuk membuatkan soup untuknya."
"Baik bu, Terima kasih ibu sangat memperhatikan nya."
"Hmm, pergilah sayang"
Rey sampai di kamar pengantinnya itu lagi.
"Maera, ya ampun kau bertambah panas.Tapi di mana Namiira?"
"Aku di sini kak, aku mengambil alat kompres untuk mengompres kakak ipar."
"Berikan padaku saja, sebaiknya kau juga beristirahat, biar aku yang mengurus Maera.Terima kasih karena kau sudah ku repotkan membantu Maera"
"Kakak, aku ini adikmu.. Baiklah kak aku turun dulu ya, jika kakak membutuhkan sesuatu kakak panggil saja ya."
"Terima kasih Namiira."
Namiira langsung pergi, ia pun sebenarnya sudah lelah seharian membantu mengurus pernikahan Rey dan Maera.
"Maera... Aku akan mengompres kening mu dulu. Sebaiknya aku mematikan AC agar kau tidak kedinginan."
"Hmm"
Maera yang memang tengah menggigil dan demam, tidak mau dan tidak mampu berkata banyak. Yang ia inginkan saat ini adalah tidur tapi itupun sulit.
Rey terus saja mengompres Maera sementara demam Maera tak kunjung turun.
Grace sejak tadi tidak bisa tidur karena ikut memikirkan kondisi Maera. Ia pun menyusul ke kamar Rey.
"Rey... Apakah belum turun juga?"
"Demamnya semakin meninggi bu."
"Sebaiknya kau melakukan skin to skin sayang."
"Maksud ibu?"
"Pletakkk" Grace menggeram lalu menjitak jidat Rey.
"Akhh, ibu kenapa?"
"Apa aku harus mem praktekkan nya?"
"Tapi.. Aku khawatir Maera akan berteriak dan marah-marah padaku. Ibu tau sendiri seperti apa dia."
"Astaga, di situasi seperti ini kau bahkan masih memikirkan omelan nya. Kau lihat saja sekarang dia bahkan tidak mendengar apa yang kita bicara kan."
Rey menoleh memastikan apa yang dikatakan Grace itu benar, lalu ia pun setuju. "Ba.. Baiklah bu."
"Maafkan aku Maera.. Aku tidak bermaksud memanfaatkan mu.. Hmm.. semoga saja jika demamnya turun dia belum terbangun agar aku sudah bangun lebih dulu"
Rey mengunci pintu kamar nya ia masih berpikir keras untuk melakukan seperti yang disarankan oleh Grace.
...*********...
...HAI RAIDERS KESAYANGAN.... SUDAH 5 HARI KITA UPDATE 3 EPISODE SETIAP HARI NYA. JAM 8 PAGI DAN JAM 8 SAMPAI 8.30 MALAM... SEMOGA KALIAN SUKA YAH... ...
...AUTHOR CUMA MINTA DUKUNGAN LIKE, FOLLOW DAN VOTE NYA KOK BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT... ANGGAP AJA ITU PUDING BUAT AUTHOR BEGADANG MIKIRIN ALUR CERITA YANG READERS INGINKAN YAKK.... ...
__ADS_1
...I LOVE YOU ALL.... ...