
Martha sangat ingin agar Frans memberitahukan hubungan mereka pada semua orang secara resmi. Tapi ia juga sadar keadaan Maera dan Rey masih belum baik-baik saja. Sampai ia melihat sendiri pagi ini Rey dan Maera masih tampak kelihatan murung dan Maera masih juga belum keluar kamar.
Entah mengapa padahal Maera dan Rey sudah baik-baik saja tadi malam bahkan sampai subuh tadi mereka masih memadu cinta. Rey juga terlihat masih kaku dan dingin saat turun ke lantai bawah.
"Rey bisa aku bicara sebentar" Pinta Valent meminta izin untuk bicara dengan Rey. Sepertinya hal penting hingga Valent tidak ingin menunda membicarakannya di kantor.
Tampak Willman,Valent, dan juga Margareth sudah ada di meja makan untuk menikmati serapan pagi mereka.
Mereka semua hanya diam saja seperti dua bulan terakhir, suasana begitu dingin dan hambar.
Usai mereka bersantap Valent pun berbicara pada Rey.
Rey kemudian bangkit dari tempat duduk nya menuju ke ruang kerja bersama dengan Valent.
"Ada apa, kau terlihat sangat serius, katakan saja!" Balas Rey sembari memainkan ponsel di tangan nya.
"Rey, aku melihat kondisi Maera masih juga belum terlalu baik, aku dan Aishe seperti jua memutuskan untuk menunggu jari melahirkan Aishe di rumah ibu nya, apa kau tidak keberatan?" Tanya Valent tanpa berbasa-basi panjang lebar.
"Memang nya kau dan Aishe ada masalah jika Aishe melahirkan di sini, hemm?" Tanya Rey kesal, ia tentu saja tidak mau Valent jauh dari mereka.
"Bukan begitu maksud ku Rey, tapi kau tau sendiri kalian masih suasana kehilangan, aku hanya tidak mau terutama Maera merasa sedih. Jika kau mungkin saja bisa menahannya tapi Maera?"
"Kau tenang saja, aku yang akan mengatur nya nanti!"
"Tapi Rey, Aishe juga pasti ingin di temani oleh ibu nya, sedangkan ibu nya juga keras kepala, kau pasti tau ibu nya tidak akan mau di ajak ke sini. Lagi pula Ini hanya untuk sementara saja" Valent masih bersikeras untuk membujuk Rey.
"Baiklah... Tapi hanya sementara! Usai Aishe melahirkan dan pulih maka kalian harus segera kembali ke sini. Jika tidak aku akan membakar rumah mu itu, hem?!"
"Astaga... Kau ini kejam sekali, apa kau tega membakar rumah ku, hah?" Kesal Valent pada Rey padahal sebenarnya ia juga tau Rey hanya iseng saja mengatakan hal itu.
__ADS_1
"Ya sudahlah, kalian bersiap saja sekarang, jangan sampai aku berubah pikiran! Oh ya, kau harus membuat penjagaan ketat di sana, aku tidak kau terjadi apa-apa pada Aishe, apa kau mengerti?!"
"Hmm iya aku tau, kau tenang saja aku tidak mungkin membiarkan sahabat mu itu terluka sedikit pun, lagi pula apa kau lupa dia istriku, cihh" Valent pun tertawa kecil di balas Rey, lalu dia pun pergi ke kamar nya untuk memberi tahu Aishe.
Sementara Martha terus saja mencubit pinggang Willman, agar memberanikan diri mengatakan nya pada Rey. Mau tidak mau Willman pun berkeringat dingin saat mau masuk ke ruang kerja Rey.
"Tok.... Tok... Tok"
"Masuklah!"
"Oh Willman, kebetulan aku ingin menanyakan mu soal Morgan, bagaimana perkembangan nya?" Tanya Rey yang berpikir Willman datang untuk membicarakan soal pekerjaan.
"Tahap II sedang di mulai pengerjaan nya Tuan Rey... " Jawab Willman yang merasa semakin Gugup.
"Baguslah.. Ada yang ingin kau bahas lagi yang lain nya?" Tanya Rey lagi sembari membuka layar laptop nya.
"Tu.. Tuan Rey.. sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan, tapi ini urusan di luar pekerjaan."
Padahal Willman tidak pernah di anggap orang lain oleh Rey, tapi dia gugup nya setengah mati. Willman sudah ikut dengan Rey saat ia berusia 15 tahun. Bahkan Rey lah yang menyekolahkan nya bahkan hingga mendapat gelar Sarjana di universitas yang sama dengan nya.
"Begini Tuan Rey.. a.. aku.. aku.. aku dan Margareth sudah... sudah... "
Belum usai Willman menyelesaikan kalimatnya Rey pun langsung menyambung nya.
"Sudah Menikah, hemm?" Sambung Rey sembari tersenyum geli melihat mimik wajah Willman yang begitu pucat.
"Hhh... Apa kau sudah tau Tuan Rey?" Seketika Willman membulatkan matanya karena merasa kaget dengan ucapan Rey.
"Memang nya mudah menyembunyikan rahasia dari ku jika itu tentang orang-orang yang berada di sekeliling ku Willman?"
__ADS_1
"Maafkan aku Tuan Rey, kami tidak bermaksud menyembunyikan nya dari Mu.. Ta.. tapi waktu itu mansion sedang banyak masalah, aku hanya tidak ingin di anggap tidak perduli dengan permasalahan pekerjaan ku dan lebih mementingkan masalah pribadi ku."
"Tidak masalah Willman, selagi kau tidak mengkhianati ku maka aku akan selalu memaafkan mu, hem!"
Willman pun melepaskan nafas lega nya karena tadi nya ia berpikir Rey akan marah dan menghukum nya karena telah menyembunyikan sebuah rahasia ini.
"Tapi ada satu lagi Tuan Rey, Margareth... dia.. dia sedang hamil sekarang."
"Benarkah?... Kenapa kau baru memberitahukan nya sekarang, kau pikir Margareth itu orang lain bagi ku, hah?? Tazaa sudah seperti adik ku!"
"Maaf Tuan Rey, tapi kami juga baru mengetahuinya kemarin"
"Sudahlah, kau jangan suruh Margareth mengerjakan apapun biar kan dia banyak istirahat dan jangan biarkan kabar ini di ketahui banyak orang sampai Maera benar-benar siap. Apa kau mengerti maksud ku?"
"A.. aku mengerti Tuan Rey... Kami sudah memikirkan hal itu."
"Kau pergilah sekarang, kau bawa Margareth periksakan kandungan nya pada Felicia, ingat kau berhutang traktiran untuk keluarga Emerald, hem!"
Willman pun tersenyum, ia mengerti maksud Rey. Ia kemudian berpamitan untuk pergi.
Tinggallah Rey yang masih sibuk mengerjakan urusan nya.. Ia juga sempat memeriksa perkembangan tentang Rema melalui anggota nya yang berjaga. Ia tidak ingin lengah akan situasi. Ia masih saja terus mengkhawatirkan dampak dari kembali nya Rema ke kota ini.
Di sisi lain Frans dan Martha yang sejak pagi terus bertengkar belum juga berbaikan. Martha meminta kepastian dari hubungan mereka, karena ia tidak mau jika Frans yang masih labil itu tiba-tiba akan berpindah hati sementara Martha sudah benar-benar jatuh cinta padanya.
"Sudah lah sayang, kau jangan khawatir aku hanya tinggal menunggu saat yang tepat untuk mengatakan nya pada kak Rey." Frans masih berusaha terus merayu kekasih nya itu agar tidak ngambek lagi.
"Aku bisa dengan jawaban mu, aku akan meminta izin kak Rey untuk kembali ke kota xxxx lebih baik aku mengurus Club dari pada di sini melihat wajahmu terus menerus!" Martha membalikkan badan untuk keluar dari ruang kerja Frans.
...******...
__ADS_1
...HAPPY NEW YEAR READERS ...
...MAAF YAH TELAT UPDATE... SEMOGA AWAL TAHUN KALIAN SEMUA TERASA BAIK DAN SELALU MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN. AMIN...