BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Informasi Dari Felicia)


__ADS_3

Setelah beberapa jam dokter itu pun sadar.. Ia bersusah payah menyeret tubuh nya sendiri untuk mendekat ke jalan raya.


Beruntung mobil patroli kebetulan lewat di sana. Polisi itu pun menolong dokter itu.


"Astaga nona, apa yang terjadi padamu?"


"Tolong aku, antar kan aku ke Bar/Hotel Grand Emerald!"


"Tapi nona kau sedang terluka, apa kau masih ingin minum-minum?"


"Antarkan saja aku kesana, kau akan mengetahui nya nanti Tuan polisi!"


"Baiklah Nona, aku akan mengantarkan mu ke sana."


Setibanya di sana ia langsung mencari seseorang yang ia kenal begitu dekat.


Ia pun mendatangi Manager Bar yang juga ia kenal sudah cukup lama.


"Di mana Tom? Aku harus bertemu dengan nya!"


"Kau kenapa nona? apa yang terjadi pada mu?"


"Aku tidak punya banyak waktu! cepatlah katakan, ini berhubungan dengan keselamatan istri tuan emerald."


"Tuan Tom sedang tidak ada di sini Nona, kalau kau mau aku bisa memberikan alamat Tuan Rey, aku pernah kesana mengantarkan berkas. Tapi kau jangan bilang mengetahui ini dari ku" Ucap manager itu yang ikut panik mendengar penjelasan kekasih atasannya itu.


Dia juga tidak tega melihat kondisi dokter Felicia yang cantik kini berubah acak-acakan seperti sekarang. Manager itu pun menuliskan alamat nya di sebuah kertas lalu memberikan nya pada Felicia.


"Nona berhati-hati lah, keluarga Emerald selalu terkena masalah serius dengan dunia hitam, jika kau terlibat maka kau juga akan dalam bahaya!" Ucap Manager itu mencoba memperingatkan Felicia.


"Aku mengerti, Terima kasih sudah mau memperingatkan ku. Tapi sekarang bukan hanya masalah mereka, ini juga masalah ku!"


Dokter itu pun langsung kembali menemui polisi yang tadi menolongnya.


"Tuan Polisi, sekarang kita harus ke alamat ini, aku mohon tolong aku, mereka dalam bahaya sekarang."


"Apa perlu aku menghubungi personil polisi yang lain? Aku rasa ini bukan masalah yang ringan"


"Jangan sekarang... Posisi kita sedang dalam bahaya jika kita membuat kehebohan sekarang."


"Baiklah kalau begitu kita pergi."


Polisi itu pun langsung tancap gas setelah membaca tulisan alamat yang di berikan.

__ADS_1


Hanya butuh waktu kurang lebih tiga puluh menit mereka pun akhirnya sampai di Mansion Emerald.


"Kenapa ada polisi ke sini?" Tanya Rey pada yang lainnya.


"Siapa yang menghubungi polisi? Bukankah kita telah sepakat untuk menunggu yang lain nya berkumpul?" Balas Valent pula yang ikut bingung.


"Tuan Rey... Tuan emerald..." Dokter itu terus saja memanggili mereka dari pintu luar Mansion itu.


"Siapa wanita itu? Apa kalian mengenalnya?" Rey semakin bingung karena sama sekali tidak mengenal wanita itu. Tapi wanita itu malah terus saja menyebut namanya.


"Seperti nya aku pernah melihat nya di Club mu kak Valent" Balas Frans yang memperhatikan wanita itu dengan teliti.


"Sebaiknya kita temui mereka, mungkin sesuatu telah terjadi di Bar" Ajak Valent pada Rey dan Frans. Mereka pun menghampiri polisi dan wanita yang masih berpakaian dokter itu.


"Ada pada Nona...? Apa yang membawa mu ke sini?" Tanya Rey dengan serius


"Tu.. Tuan apakah istrimu bernama Maera berusia 19 tahun dan apakah dia sedang hamil?"


"Istriku memang bernama Maera dan berusia 19 tahun tapi... Aku tidak tau dia sedang hamil."


"Mungkin pengaruh obat Melisa itu masih bereaksi kak." Sambung Frans mencoba mengingatkan kejadian lalu.


"Ada apa, apa kau mengetahui sesuatu tentang istriku?" Tanya Rey lagi yang tak sempat teralih fokus mendengar kata-kata bahwa Maera hamil.


"Benarkah??? Dimana cepat katakan" Rey mulai tak sabar dan terus mendesak Felicia.


"Sabar Rey, biarkan dia menjelaskan dulu" Valent mencoba menenangkan Rey.


Felicia pun menceritakan semuanya dari awal.


Di pertengahan cerita...


"Wajah nya sangat pucat, aku sempat melihat ada noda bercak darah di celana yang ia gunakan. Tapi ia mencoba menutupinya agar Jack tidak mengetahui nya aku lalu melakukan test urine pada nya dan benar ia tengah mengandung saat ini. . Aku sempat mengira bahwa pria itu adalah suami nya, tapi di terus berusaha meyakinkan ku mengatakan bahwa suami nya adalah Rey Emerald pemilik EC. Dia sangat ketakutan, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka.. Mereka..."


"Katakan Nona, apa yang mereka lakukan padamu?" Tanya Valent yang tak tega melihat kesedihan wanita itu.


"Mereka memperkosa ku lalu membuang ku di lahan xxxx Beruntung Polisi lewat dan menolongku. Aku lalu pergi mencari Tom ke Bar dan Hotel Grand Emerald tapi aku tidak dapat menemukannya."


"Tunggu, apa kau mengenal Tom?"


"Dia.. dia adalah kekasihku, tapi sepertinya sekarang tidak lagi.. Aku sudah kotor..."


Frans tak tega melihat dan mendengar ceritaa wanita itu, dia pun memanggil Martha, Frans menceritakan kondisi wanita itu. Dan Martha pun mengerti apa yang harus ia lakukan.

__ADS_1


"Nona, aku berterima kasih karena kau telah membantu kami menemukan titik di mana istriku sekarang. Sebaiknya kau bersihkan dirimu dulu, dan kau bisa ber istirahat di sini. Aku akan meminta Martha menemani mu"


Martha pun membawa Felicia ke kamar tamu.


"Tuan apa aku harus melaporkan ini pada atasan ku? Ini kasus besar, aku tidak bisa bertindak sendirian" Polisi yang sejak tadi hanya menyimak itu baru mengeluarkan suara nya. Bagaimana tidak, dia sangat tau tentang keluarga Emerald yang terkenal seantero negeri ini, tiba-tiba ia sekarang berada di hadapan mereka.


"Tunggu! Sebaiknya jangan gegabah! Mereka bukan penjahat kecil atau kelas jalanan yang bisa di bekuk dengan mudah oleh polisi. Aku tidak mau istriku celaka" Ucap Rey yang masih berusaha untuk mencari solusi untuk pergerakan mereka.


"Rey, mereka sudah datang dan bersiap di depan!" Lapor Valent pada Rey.


Mereka sejak tadi menunggu para Link berkumpul di Mansion, karena mereka kekurangan orang untuk bergerak.


Tiba-Tiba Jerry datang menyelonong dan langsung menghadiahi Rey dengan kepalan tangannya.


"Bajingan!! Karena urusan mu Maera ku jadi terkena masalah" Teriak Jerry pada Rey..


Entah kenapa kali ini Rey hanya bisa diam dan menerimanya.


"Hentikan kak... " Teriak Anetha mencoba menghentikan Jerry.


Sementara yang lain ikut panik karena ketua nya itu di pukuli. Mereka pun menarik Jerry dan hampir saja menghabisinya...


"HENTIKAN!!!!" Teriak Anetha yang membuat semua nya spontan terhenti. Dan Martha, Felicia, bahkan Grace dan Namiira pun ikut keluar untuk melihat apa yang terjadi.


"Apa guna nya kalian sibuk bertengkar di sini?? Maera ku sedang terancam nyawa nya. Dia membutuhkan kalian semua!! APA KALIAN MASIH INGIN MELIHAT DIA KEMBALI?? HAH??!" Anetha dengan isak tangis nya terus meneriaki mereka.


"Jerry, Maera sedang hamil" Rey tiba-tiba menangis. Ia sudah menahan sesak nya dada sejak tadi. Ia berusaha tampak tegar dan kuat agar yang lain tidak tau betapa hancur nya dia. Sekian lama ia mengharapkan kehidupan nya yang sekarang bersama Maera, seketika bayang-bayang maut istrinya menghantui nya sejak tadi.


Jerry memundurkan langkah nya dengan lunglai. Ia bagai tersambar petir mendengar kondisi Maera yang sedang di sandra ternyata sedang hamil.


...********...


...*******UP 4 EPISODE*******...


...*******UP 4 EPISODE*******...


...Jangan Lupa Vote yah sayang........


...Semangat ku ada pada dukungan kalian......


...I Love you.. 🥰...


...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...

__ADS_1


__ADS_2