
Rey dan Maera pun sampai di kamar Utama.
Rey lalu duduk di tepi ranjang nya, sedangkan Maera hanya berdiri mematung, bingung harus melakukan apa dan kemana.
"Tringgg..... Siu... Siu..."
Tiba-tiba ponsel Rey berdering, Rey pun mengangkat ponselnya.
"Apa kau sudah merindukan ku, hingga kau menghubungi ku lagi, hem?" Ledek Rey pada lawan bicaranya itu.
"Hahaha, ayolah Rey... Aku dengar kau terluka saat di kejar anggota Josh Liu tadi, lalu bagaimana keadaanmu sekarang?"
"Hhh.. Ini hanya luka kecil, kalian jangan khawatir."
"Apa kau sudah menghubungi Zade untuk mengobati lukamu?"
Rey pun bicara sembari melihat ke arah Maera, sementara Maera sibuk Memandangi semua foto yang terjejer di dinding kamar Rey.
"Sudah ada yang mengobatinya di sini, aku sudah merasa lebih baik sekarang."
"Wohoho, Jangan bilang gadis tadi yang bersama mu yang mengobati nya Rey? Ckck, sepertinya dia juga akan mengobati luka hatimu kawan."
"Cih... tidak semudah itu kawan. Apa kau pikir aku akan menghabiskan waktu hanya untuk mengajari gadis yang baru tumbuh, hah?"
'What?? Jangan katakan kau mengencani gadis yang masih Virrgin Rey!"
"Sittt.. Aku tidak mengencani nya brenggsek!. Aku hanya memberikannya pengalaman baru." Rey pun menyunggingkan senyumnya karena mengingat kejadian tadi.
"Wah.. wah.. wah.. Sejak kapan seorang Rey bermain dengan gadis belia.. Huhu kalau begitu aku dan Aishe akan segera ke sana Rey."
"Tidak Perlu Valent, aku sudah lelah, kapan lagi aku beristirahat jika kalian sudah di sini, hah?"
"Upss tapi Si kembar juga ingin menjenguk mu, mereka merindukanmu, apalagi Aishe."
"Hah, terserah kau saja.. Aku akan menutup ponsel ku, sepertinya keluarga Emerald sudah gempar hanya karena luka kecil ini. hufghh"
"Oke, baiklah kawan, sampai bertemu nanti." Vallent pun menutup ponselnya dari sana.
Baru saja Rey usai berbicara dengan Valentino, Ponselnya sudah tersambung lagi dengan penelepon lainnya.
"Hallo sayang ku, apa kau terluka parah sayang?" Tanya wanita paruh baya itu tampak sangat mengkhawatirkan Rey.
"Apa ibu tidak mengenal putra ibu dengan baik, astaga ini hanya luka kecil bu."
"Bagaimana ibu bisa tertidur sedangkan putra ibu sedang terluka..
ibu tidak mau tau, ibu akan berangkat besok pagi, ibu akan ke rumah mu."
"Ibu, aku tidak ingin kau lelah, sebaiknya ibu tidak perlu repot-repot ke sini bu."
"Ibu masih kuat Rey, lagi pula ayah dan ibu merindukan cucu kesayangan kami."
"Ah ya terserah ibu saja, mana mungkin aku bisa melawan wanita-wanita di keluarga emerald"
'Rey, di mana gadis yang bersamamu? Apa dia sudah pulang?"
"Sialll... dari mana ibu mengetahuinya, pasti dari Frans, awas saja anak itu." Umpat Rey dalam hati nya.
"Ingat Rey, kau jangan sampai berbuat macam-macam pada gadis yang masih polos. Ibu tidak masalah jika kau hanya bermain-main dengan dunia malam tapi bukan untuk mempermainkan gadis-gadis sepertinya, apa kau faham?"
Tiba-tiba saja...
"Hikss.. kau jahat, kau telah mengambil ciuman pertamaku tanpa izin ku, kau jahat.."
"Astagaaaa, gadis ini!!"
__ADS_1
Maera yang sejak tadi ternyata sudah tertidur di kursi kayu itu mengigau tak karuan. Sontak Grace dan Rey pun terkejut.
"Rey, kau apakan gadis itu?"
"Ibu.. ibu sepertinya kau salah faham bu, ini tidak seperti yang kau pikir kan bu."
"Ibu tidak mau tau, besok ibu datang, aku harus bertemu dengan gadis itu!"
'ibu.. Tapi.. '
Tanpa mau mendengar alasan Rey, Grace pun langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Habislah aku..."
Rey pun merasa kesal pada Maera, dia lantas berusaha membangunkan Maera yang tak berhenti mengigau.
"Maera... Maera.. Hey Nona bangunlah..!"
Maera tak kunjung bangun, tapi dia sudah berhenti mengigau.
"Astaga, gadis ini! Bahkan tidur nya saja sudah seperti mayat yang tidak bisa di bangunkan, huh!!"
Namun Rey juga tak sampai hati melihat Maera tidur dalam keadaan duduk di kursi itu. Akhirnya mau tidak mau dia berusaha mengangkat Maera untuk pindah ke ranjang.
Meskipun perutnya dalam keadaan terluka. Toh sebelumnya ia juga tadi menggendong Maera saat pingsan di mobil.
Sudah tengah malam, Rey pun sudah mulai mengantuk.
Tapi belum sempat ia memejamkan matanya, pintu kamarnya sudah di ketuk oleh segerombolan orang.
"Tok.. Tok.. Tok.."
"Shittt!!... Bahkan untuk tidur saja aku sudah tidak punya waktu lagi..." Kesal Rey pada dirinya sendiri.
"Suprise... " Aishe, Valentino, Vicky, Dan si kembar kompak memberikan kata-kata surprise.
Seolah Rey memahami isi kepala mereka, Rey pun mengelaknya.
"Kalian jangan berpikir aneh-aneh. Aku tidak melakukan apapun dengannya."
"Benarkah? Lalu kenapa dia harus tidur di ranjang mu Rey? Apa ada yang tidak kami ketahui?" Tanya Aishe mengintrogasi sahabatnya Rey.
"Sayang, kenapa kau harus menanyai Rey begitu, itu privacy nya. Biarkan sajalah sayang" Pinta Vallent seolah memahami situasi Rey.
"Kalau begitu kami tunggu di bawah saja yah Kak Rey." pamit Martha yang berniat untuk tidak membuat Rey tersinggung.
"Kau benar kita tunggu di bawah saja. Ayo Kak Aishe, Kak Valent, Vicky." Sambung Margareth yang setuju dengan ide kakak kembarnya itu.
Mereka pun akhirnya turun ke bawah ke ruang tamu.
Seperti biasa, mereka sudah terbiasa datang ke rumah Rey, mereka pun duduk santai meskipun ini tengah malam.
Rey pun juga menyusul kebawah.
"Kalian ini seperti tidak punya kesibukan lain. Apa kalian sudah kehabisan uang untuk bersenang-senang, hah?"
"Ya ampun kak Rey, kau jangan marah-marah kak, nanti lukamu bisa sobek lagi." Olok si bawel Margareth mencoba mencairkan suasana.
"Apa kami mengganggu acara mu Rey?" Tanya Aishe lagi.
"Aku sudah katakan, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan gadis itu, astaga"
Tiba-tiba Bobby yang baru saja datang dari depan, pergi mendekati Rey untuk menanyakan sesuatu.
"Tuan, mohon maaf aku mengganggu mu."
__ADS_1
"Hmm.. Katakanlah"
"Nyonya Grace mengabari ku bahwa besok ia akan datang. Apakah aku perlu menunda semua Jadwal mu Tuan?" Bobby menjelaskan pada Rey maksud nya.
"Aku sampai lupa, kau kabari Willman untuk mengurus kantor. Aku juga perlu istirahat beberapa hari ini."
"Bibi Grace akan datang? Apa dia akan menikahkan mu dengan gadis itu Rey, hahaha." Lagi-lagi Valent menggoda Rey dengan leluconnya seperti biasa.
"Diamlah kau Valent. Ini semua karena gadis itu, bisa-bisanya dia mengigau dalam tidur."
"Memangnya apa yang dia katakan dalam tidurnya kak?" Tanya Margareth penasaran.
'Dia mengigau tentang aku mengambil firts kiss nya tadi. sungguh menyebalkan." Kesal Rey menjelaskan pada mereka.
"Oh, gadis itu masih polos, sepertinya dia memang belum dewasa, dia tidak cocok denganmu Rey." Imbuh Aishe seolah memang kurang suka pada Maera.
"Aku juga tidak terpikir untuk berhubungan dengan gadis polos yang merepotkan seperti dia."
Rey dari tadi memperhatikan Vicky, yang tidak seperti biasanya dia hanya diam saja.
Rey pun kemudian menegurnya.
'Vicky, ada apa dengan mu? kenapa kau jadi seorang pendiam, hem?"
"Dia baru saja patah hati kak, ckckck." Margareth membantu menjelaskan keadaan Vicky.
"Patah hati? Hahaha, apakah gadis cuma satu di dunia ini?"
"Gadis memang tidak hanya satu Rey, tapi hati tidak bisa sembarangan berlabuh. Seperti aku dan Valent."
Seperti biasa, Aishe pun langsung ber gelendotan naik kepangkuan Valentino.
"Akh... Aku sangat tersanjung sayang." Balas Valent pada Aishe.
"Cih... Dasar pasangan ingusan." Olok Rey lagi pada pasangan gempa itu.
Rey sudah terbiasa melihat tingkah pasangan itu, dia tak memperdulikannya asalkan jangan di lakukan di depan putrinya.
"Apakah kalian akan menginap?" Tanya Rey pada Aishe dan Valent.
"Sepertinya Aku, Marg, dan Vicky akan pulang kak. Tapi tidak tau dengan kak Valent dan kak Aishe?" Tanya balik Martha melemparkan pertanyaan pada Valent.
"Aku dan Aishe akan menginap, lagi pula besok Bibi Grace datang, aku juga ingin bertemu dengannya. sudah lama tidak bertemu." Balas Valent lagi.
"Paling juga kau akan menjilat, cih"
"Hey, tenang lah sayang, aku juga di sini dengan beberapa pengawal jadi berjaga-jaga juga, siapa yang tau Josh Liu akan beraksi lagi."
"Terserah kau sajalah.. Tapi, di mana Tom? kenapa Vicky hanya sendirian?"
"Dia sedang berlabuh dengan kekasihnya." Margareth pun tersenyum kecut menjawabnya.
"Hmm... Ya sudahlah, aku sudah sangat lelah, aku ingin istirahat. Valent, Aishe sebaiknya kalian juga istirahat."
"Baiklah kak, Kami juga sebaiknya pergi kami ada urusan yang harus di selesaikan." Pamit Si kembar pada Rey, Aishe dan Valent.
"Baiklah, Berhati-hatilah kalian. Ingat Josh Liu masih mengincar kita semua." Ucap Rey memperingatkan lagi pada mereka."
Si kembar lalu bercepika cepiki dengan Rey dan yang lainnya. Sementara Vicky dia langsung saja pergi. Dia memang tidak bersemangat hari ini.
***
...*****...
Hai Para pembaca yang budiman... Mohon dukungannya untuk karya saya yah, smoga saja kalian suka.
__ADS_1
Jangan lupa untuk Like+Komentarnya biar aku makin semangat melanjutkan nya.. Terima kasih semua...