BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Semua Berubah Dalam Sekejap)


__ADS_3

Willman yang baru pulang dari kantor langsung mencari keberadaan Rey.


"Ada apa Willman? Kenapa kau terburu-buru, hem?"


"Tuan Valent, bagaimana caraku memberitahu Tuan Rey? Perusahaan sedang bermasalah akibat kejadian semalam."


"Sudah ku duga ini akan terjadi. Paman Gorgh sudah memintaku untuk tidak memberitahu Rey jika ini terjadi."


"Lalu apa yang harus ku lakukan? Kau tau sendiri Tuan Rey tidak akan tinggal diam jika tau. Dia akan menghabisi ku jika aku tidak memberitahunya"


Grace tiba-tiba saja datang dan langsung menyerobot untuk bicara.


"Hmm.. Kau tenang saja Willman. Aku yang akan mengatur ini."


"Nyonya, tapi.. " Belum usai Willman menjelaskan, Valent langsung saja memotongnya.


"Willman, apa kau tidak dengar bibi berkata apa?"


"Baiklah Tuan, aku permisi." Willman pun pergi. Jelas ia tidak berani berkata apapun di depan Grace dan Valent ia hanya bisa menerima saja.


"Valent, aku minta kau saja yang mengurusnya. sebaiknya kau berdiskusi dengan pamanmu. Jika kau bersama Gorgh, kalian tidak akan kesulitan membereskan masalah ini."


"Baik bibi, aku akan segera menyelesaikan semua ini. Tapi paman masih belum kembali dari Grand Emerald."


Grand Emerald adalah salah satu perusahaan milik Gorgh yang bergelut di bidang Berlian milik Emerald..


Martha sejak tadi mengitari Mansion gang sepi itu. Ia sibuk mencari keberadaan seseorang, sampai ia bertemu dengan Valent dan Grece ia pun menanyakannya.


"Ehm, apa kak Valent tau Frans di mana? Sudah dua hari aku tidak melihatnya."


"Dia sedang mengurus Grand Ruby. Dia bahkan tidak tidur mengurus nya." Jawab Valent yang masih sibuk mempersiapkan beberapa dokumen di meja kerja itu.


Grand Ruby adalah perusaan Milik Rey yang di dedikasikan untuk mendiang adiknya Ruby. Perusahaan itu bergerak di bidang Emas.


"Ada apa Martha? Sepertinya kau lebih baik menyusul untuk membantu Frans di sana. Dia pasti bingung mengurus nya sendirian."


"Aku tau apa yang kau pikirkan Tazaa.. Tidak ada salah nya kau dekat dengan putraku." Bisik Grace dalam hatinya.


"Ta.. Tapi bibi Margh dia.."


"Biar aku yang mengurus Margareth, aku membutuhkannya disini."


"Baiklah bibi, aku akan segera bersiap ke sana."


Martha dengan cepat bergerak dan senyum-senyum sendiri melangkah ke kamar nya. Tak sabar ia ingin bersiap menemui Frans di Grand Ruby.


Gorgh sudah ke Grand Emerald.


Frans dan Martha sudah di Grand Ruby.


Valent dan Willman sudah bersiap mengurus RedLink EC yaitu pusat dari pertahanan semua milik Emerald.


Sementara Margareth ia terpaksa untuk mengurusi Kasino dan Bar yang harusnya di urusi oleh Valent.

__ADS_1


Tinggallah Grace yang harus mengurusi keadaan Maera dan Rey di Mansion.


Sejak pagi Jasmine sudah uring-uringan tidak melihat ibu Maera nya. Bagaimana tidak, sudah hampir satu bulan ia selalu di temani Maera setiap pagi. Tapi hari ini dia tidak melihat Maera sejaj pagi. Ia pun bersikeras untuk menemui Maera di kamar nya.


"Ibu Maera.. " Jasmine sembari berlari kecil ke arah Maera.


"Jasmine... Sayang"


Jasmine tanpa rasa segan lagi langsung bersandar di pangkuan Maera yang masih terduduk selonjoran di ranjang nya.


"Kenapa kau tidak pergi sekolah sayang?"


'Aku ingin menemani ibu Maera saja di sini."


Maera yang belum terbiasa menyebut dirinya sebagai ibu, kali ini mulai sedikit ber adaptasi.


"Maafkan ibu sayang, Ibu janji besok akan mengantarkan mu ke sekolah. Bagaimana?"


"Benarkah?"


"Hmm"


"Terima kasih ibu Maera... Aku sangat bahagia mendengarnya.


Teman-teman ku selama ini selalu bertanya tentang ibu ku, tapi kali ini aku bisa menunjukkan kalau aku juga memiliki ibu."


"Apa yang di rasakan Jasmine sama dengan apa yang pernah aku rasakan... Jasmine, aku berjanji kau tidak akan mengalami itu lagi. Aku akan selalu menjagamu."


Rey sejak tadi hanya mengamati mereka dari pintu kamar mereka.


"Maera, tidak masalah jika kau belum memaafkan ku, aku akan tetap berusaha, yang terpenting kau masih menerima Jasmine sebagai putrimu. Itu saja sudah membuat ku bahagia."


Namiira mendekati Rey yang masih berdiri mematung di ambang pintu kamar itu.


"Kau tenang saja kak, kau jangan menyerah. Tidak lama lagi kakak ipar kecil pasti menerima permintaan maaf dari kak Rey."


"Hmm.. Aku berharap begitu Namiira."


Namiira memahami Rey, dia memang sangat menyayangi kakak sepupunya itu, ia berjanji untuk membantu Kak Rey nya untuk mendekatkan mereka kembali.


"Lebih baik aku pergi ke kantor saja, aku bisa gila lama-lama disini."


"Sebaiknya kau tetap di rumah menemani mereka Rey." Cegah Grace yamg baru saja datang dari lantai bawah.


"Ibu, apa ibu tidak lihat aku seperti nyamuk disini?"


"Yang ibu lihat kau semakin lemah belakangan ini sayang. Singa ku sudah menjadi kucing sekarang, cih."


""Yakk.. Ibu... Aku hanya tidak ingin Jasmine memiliki ayah yang seperti itu."


"Memangnya apa salah nya Rey? Apa kau sekarang sudah menjadi pria lemah yang tidak memiliki wibawa sedikitpun? Kau sangat berbeda dengan ayahmu. Aku hampir tidak mengenalmu."


"Ibu.. Kenapa ibu jadi seperti ini? Bukankah ibu mendukung ku untuk berubah jadi seperti sekarang?"

__ADS_1


"Rey, dengarkan ibu!! Kau sudah terlalu lama terpuruk! Sekarang sudah saat nya kau berdiri tegak. Masalah wanita kau bisa mengambil hak mu itu kapan saja kau mau, ibu tidak memperdulikan itu, tapi yang ibu mau, kau segera selesaikan permasalahan mu yang banyak terbengkalai selama ini!."


"Ibu???"


"Rey, aku jadi khawatir Maera ketakutan setiap kau mendekatinya, apa itu artinya dia sudah pernah di sentuh orang lain hingga dia trauma. Aku tidak mau putraku mendapatkan sisa orang lain lagi. Apa kau mengerti!"


Grace pergi setelah mengucapkan kata panjang kali lebar kali tinggi tanpa mau mendengarkan perkataan balasan dari Rey.


Rey sendiri hanya diam memikirkan setiap perkataan ibu nya itu.


Maera memperhatikannya dari tempat tidurnya. Ia pun menggeser Jasmine dari pangkuannya lalu kemudian berdiri dari tempat tidurnya.


"Tidak sekarang, sebaiknya sekarang aku mandi saja. Aku harus bersiap." Gumam Maera pada dirinya sendiri.


Rey kemudian masuk ke kamar untuk melihat putrinya. Hati dan pikirannya masih sibuk memikirkan perkataan ibu nya tadi.


"Apa aku memang sudah terlalu lama terpuruk?. Bukankah keadaan seperti sekarang yang ibu inginkan dariku? Lalu apa? Aku harus bagaimana?"


Maera yang baru saja selesai membersihkan dirinya di kamar mandi tidak mengetahui Rey sudah ada di kamar.


Ia pun terkejut melihat Rey sudah ada di pintu kamar mandi dan tak sengaja langsung menubruk nya."


"Brakkk"


"Hhhh, Kak Rey... kenapa..."


"Kenapa Maera sayang? Ini rumah ku mansion ku, aku bebas kemana saja!"


"Ta.. Tapi kan kita sudah membuat perjanjian tadi kak."


"Kau yang membuatnya, aku tidak menyetujui nya sama sekali."


"Kak Rey.. Hikss"


"Kau istriku, kau milikku, aku berhak melakukan apapun padamu."


Rey memegangi dagu Maera dan semakin merapatkan wajahnya. Ia semakin membuat Maera ketakutan dan sampai gemetaran.


"Ya Tuhan... Apa yang ingin kak Rey lakukan?"


"Kak Rey... Ada Jasmine di sini, kau.. kau tidak boleh macam-macam kak Rey."


Rey pun teringat Jasmine yang masih berada di situ. Dia lalu mengurungkan niatnya.


Lalu pergi meninggalkan Maera, tapi sebelumnya dia mengucapkan sesuatu yang membuat Maera sampai terhempas ke lantai.


"Sekarang kau bisa lepas dariku, Tapi nanti aku akan mengambil hak ku, dan kau.. Kau persiapkan dirimu!"


...Ada apa dengan Grace dan Rey???...


...*********...


...HAI RAIDERS KESAYANGAN.... SUDAH 5 HARI KITA UPDATE 3 EPISODE SETIAP HARI NYA. JAM 8 PAGI DAN JAM 8 SAMPAI 8.30 MALAM... SEMOGA KALIAN SUKA YAH......

__ADS_1


...AUTHOR CUMA MINTA DUKUNGAN LIKE, FOLLOW DAN VOTE NYA KOK BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT... ANGGAP AJA ITU PUDING BUAT AUTHOR BEGADANG MIKIRIN ALUR CERITA YANG READERS INGINKAN YAKK.......


...I LOVE YOU ALL.......


__ADS_2