BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Candu Mencangkok Dengan Maera)


__ADS_3

Rey sudah bersiap ingin menerkam Maera saat itu juga.


Rey tak perduli dengan pembelaan Maera, ia langsung saja me.. lu.. mat.. bibir Maera tanpa ampun.


"Mmmm..."


"Kak Rey kenapa terus-terusan ingin mencangkok dengan ku, apa suami istri memang akan melakukannya berkali-kali setiap hari?" Tanya Maera dalam hati sementara ia sesak nafas melayanii suaminya yang tak berhenti me.. lumati bibir nya.


"Sayang, kau ingin cepat sembuh kan?"


"Hmm"


"Aku akan menyembuhkan mu sayang, ini harus di lakukan berulang, agar itu mu tidak lagi merasakan sakit."


Rey pun kembali me.. nye mat kan bibir nya, ia sembari memainkan jari nya di daun telinga Maera. Lalu perlahan melepaskan Lingerie berwarna hitam itu dengan lembut.


"Berikan li.. dah mu sayang... " Rey sembari mengajari ilmu baru pada Maera. Bagaimana pun Rey pasti ingin ada pembalasan dari Maera agar permainannya bisa berimbang.


Ia lalu berpindah ke da.. gu dan leher nya.. ia terus saja meninggalkan bekas iisaapan merah di sana.. rasanya sudah hampir penuh bekas itu karena hampir tidak ada yang di lewatkan oleh Rey.. Bahkan Squishy kem.. bar itu pun ikut memerah setelah di hi.. sap, di re.. mas dan lu.. mat oleh Rey.


Tubuh Maera pun meremang oleh ulah Rey yang tak henti menyesappi nya.


"Aghhh Sayang, ini.. kenapa.. kenapa terasa semakin aneh?"


"Begini lebih nikmat kan sayang?"


Rey terus saja mengayunkan gerakan mendorong dan menekan lebih dalam da lebih dalam lagi... Rey lalu membalikkan badan Maera kemudian mengangkat perut Maera untuk lebih naik keatas.


Maera hanya menurut saja bak kerbau yang di cucuk hidungnya.


"Kak... Aghhh ini.. ini sakit kak.."


"Sakitnya hanya sebentar sayang"


"Ughghh" Rey merasakan sensasiii yang luar biasa saat menggunakan gaya ini.


Rey berulang-ulang mengulum senyum nya...


"Kau membuatku candu sayang"


"Apa maksud kakak aku seperti ro.. kok yang bisa membuat orang candu?"


Rey menggigit bahu Maera dengan gigitan manja. Namun Maera yang memang dasar lemah yah tentu saja merasa agak sakit dan kaget pastinya.


"Akhh kak kenapa kau malah menggit bahuku"


"Kau terlalu menggemaskan sayang"


Aroma tubuh Maera yang khas itu membuat Rey tidak ingin melepaskan kecupan nya pada seluruh titik terlemah Maera.

__ADS_1


"Kakak, Kenapa kakak menghukum ku setiap saat kak, bukankah tadi siang kakak sudah menghukum ku dua kali?" Rengek Maera yang bingung menghadapi kebringasan suaminya itu.


Rey tertawa mendengar rengekan istrinya itu, wajar saja Maera mengeluh karena Rey terus saja menghajar juniior nya itu setiap ada celah waktu.


"Tapi kau juga suka kan sayang? Kau sampai pipis berulang kali, ckckck" Goda Rey yang membuat wajah Maera menjadi merah.


"Kak Rey, kakak jangan meledek ku begitu, aku kan tidak sengaja pipis, karena lidah kakak suka sekali membuat itu ku geli"


Rey lagi-lagi terkekeh dengan celotehan Maera. Tapi ia malah jadi punya ide baru dengan berniat meminta Maera bermain gaya lain nya.


"Sayang aku akan mengajari mu gaya mencangkok yang lain lagi"


"Hah? Kak, apa harus sekarang? yang ini saja aku belum faham kak"


"Hmm.. Kau akan menyukai nya sayang, dan kau pasti akan meminta lagi dan lagi, ckckck"


"Bukanlah pohon jika dicangkok berlebihan akan rusak kak?"


Rey tak mau imajinasi buyar karena kepolosan Maera ia pun tetap meneruskan praktek ilmu baru pada Maera.


Rey membuat dirinya sendiri dengan posisi tidur terlentang, ia bermaksud agar Maera menjadi pengendali di atas.


"Sayang coba kau naik keatas sini" Pinta Rey sembari menuntun Maera berputar ke atas nya.


Dengan perlahan Rey menyatukan kembali cocok tanam di bawah sana.


"Angkat badan mu perlahan sayang, lalu kau gerakkan naik dan turun seperti ini" Rey pun mengajari ala permainan anak-anak seperti enjott-enjottan.


Maera menggigit bibir nya sendiri merasakan sensassi itu..


"Akhh, ini nikmat sekali sayang"


"Mmm" Maera semakin terbuai saat itu pula di bawah sana semakin licin karena pelumas itu sudah merata menyelimuti batang tiang milik Rey.


"Shhhh... Teruskan sayang" Pinta Rey yang semakin menikmati nya. Meskipun seharus nya kendali ada pada Maera tapi Rey tetap bergerak dari bawah. Rey menggerakkan nya berirama. Maera semakin di paksa berpacu di atas sana.


"Kak...ini...aku..."


"Aghh"... De sahan manja Maera jelas saja menunjukkan bahwa Maera ingin menumpahkan air bening hangat nya itu.


Peluh pun membanjiri tubuh mereka dan suara sahut-sahutan menggema di kamar itu. Merek tak memperdulikan lagi betapa panasnya dunia pencangkokan ini.


"Kak... Aku.. Aku mau pipis lagi kak, aghh" De.. sah rengek Maera sembari terus menggigit bibir bawahnya sendiri.


"Tumpah kan saja sayang, aku menginginkannya"


"Kak... Aghhhh"


Rey tersenyum memandangi wajah nya dari bawah sini. Rey lalu memutar posisi mereka berbalik 180 derajat. Rey pun kembali memimpin.

__ADS_1


"Sayang, sekarang kita ke puncak"


Rey memeluk erat Maera sembari mengayunkan kembali perapatan alat cocok tanam mereka itu.


"Mmmm... Kak...aghh"


"Iya sayang, kau ingin lagi?"


"hmm"


Rey pun semakin mempercepat tempo dari sebelumnya. Ia juga sudah ingin mencapai puncak nya...


"Bersama yah sayang"


"Hmm"


Rey pun memandu tangan Maera untuk merangkul Rey. Rey kemudian mempercepat gerakan terakhirnya untuk persiapan mencapai pelepasan.


"Agkkkkkkhhhh" Akhirnya mereka pun sama-sama melakukan pe.. lepasan klimakss dari permainan panass tadi.


"Terima kasih sayang" Seperti sebelumnya Rey selalu mengecup kening Maera sembari mengucapkan terima kasih.


Rey menjatuhkan dirinya di ranjang, ia benar-benar merasa bahagia sampai ia selalu ketagihan mencangkok Maera nya.


"Sayang aku sangat bahagia, aku bisa bercintaa, bercocok tanam, dan mencangkok dengan orang yang ku cintai"


"Aku juga kak" Jawab asal Maera yang padahal dia masih ngos ngosan mengatur nafas. Ia sudah mempelajari satu hal bahwa suaminya itu selalu ingin di balas dengan kata yang sama.


"Memangnya, kak Rey dengan ibu Jasmine tidak seperti ini kak?" Tanya Maera tanpa berpikir kalau pertanyaan nya itu mungkin saja bisa menyinggung perasaan Rey.


"Maera, sebaiknya kau jangan pernah menanyakan soal si pengkhianat itu lagi sayang"


"Pengkhianat?" Apa maksudnya kak Rey telah di selingkuhi oleh mantan istrinya dulu? apa mungkin seperti di film-film mantan istrinya itu selingkuh dengan supir atau teman kerja nya yah?" Maera hanya bertanya sendirian dalam hati...


Maera memutar mutar matanya saat hatinya bertanya-tanya. Ia bahkan tak sadar Rey tepat di depan wajah nya.


"Yakk.. sayang, kau lagi memikirkan apa, hem?"


"Ti.. tidak kak, sayang aku ingin pergi mandi" Maera mencoba menghindari Rey ia berpikir bahwa Rey tadi mendengarkan isi hatinya ckckck.


Tapi Rey justru menarik Maera dengan cepat hingga tepat di jatuh menimpanya.


"Maera... Aku sangat candu mencangkok dengan mu, aku sangat mencintai mu ckckck" Rey pun memeluk Maera dengan erat dalam beberapa waktu.


...*******...


INI HANYA LANJUTAN YANG MENGGANTUNG KEMARIN YAKKK


MAAFKAN AUTHOR KARENA TERLALU LEBAY DENGAN DUNIA PENCANGKOKAN INI 😗😍

__ADS_1


HARI INI PEMBALASAN UNTUK 3 EPISODE SEKALIGUS...


selamat membaca kesayangan I LoVe You


__ADS_2