
"Maafkan aku Rey, aku tentu saja lebih memihak pada adik ku" Balas Valent yang membuat Rey kesal karena seolah Valent ikut menuduh jya bersalah. Padahal sesungguhnya Valent juga merasa geli dengan tingkah mereka berdua.
"Ayah?? Apa ayah juga akan memihak Maera?"
"Ayah Gorgh, aku lebih butuh perhatian sekarang, ayah tau aku kan lagi mengandung? Jadi ayah harus berpihak pada ku, ayah kan mengatakan kalau ayah Gorgh juga sama seperti ayahku sendiri." Maera memotong pembicaraan Rey sembari menongolkan wajah nya dari balik selimut itu lalu ia kembali lagi meringkuk di dalam nya...
"Ehmm.. Maaf Rey ayah tidak bisa berpihak pada mu kali ini.
Valent seperti nya kita datang di waktu yang tidak tepat" Gorgh pun memutar kursi roda Valent untuk keluar.
"Ayah!!" Rey masih mencoba meminta pengertian ayah nya.
"Maaf Rey, selesaikan masalah mu sendiri sayang" Jawab Gorgh yang sejak tadi menahan tawa nya, begitu juga dengan Valent.
"Dasar pasangan unik, pantas saja mereka berjodoh, ckckckc" Oceh Valent mengomentari sahabat nya itu.
"Tidak ada bedanya seperti kau dan Aishe dulu, cih" Balas Gorgh hingga akhirnya mereka pun tertawa bersama.
Jerry yang juga masih di rawat di rumah sakit yang sama itu kini perlahan mulai pulih, Anetha masih setia menemani kakak nya itu. Tapi bukan hanya Anetha Lucas juga ada di sana menunggui mantan rival nya itu.
"Apa setelah ini kau akan kembali ke Prancis?" Tanya Lucas yang duduk di sofa kamar rawat rumah sakit itu.
"Aku belum tau, sebenarnya aku sudah mempersiapkan semuanya. Tapi... Aku rasanya masih ingin melihat Maera melahirkan keponakan ku dulu." Jerry tersenyum kecil sembari melihat ke arah Anetha.
"Kau serius kak? Tapi aku sudah kehilangan pekerjaan ku sekarang, kau yang meminta ku untuk berhenti karena kita akan pergi ke Prancis." Wajah Anetha berubah murung karena ia merasa akan bosan jika di rumah saja, apalagi sekarang tidak ada Maera lagi di rumah itu.
"Kau tenang saja Anetha.. Kau akan bekerja menjaga Maera ku mulai sekarang" Tiba-tiba Rey yang baru saja datang menyelonong menimbrung pembicaraan mereka.
"Maksudnya, aku akan menjadi babby sitter?" Tanya Anetha untuk memastikan nya.
"Bukan Anetha... Maera bukan lagi anak kecil jadi tidak bisa di sebut babby sitter. Mungkin lebih tepat nya asisten pribadi. Jadi kau hanya bertugas menemani dia setiap hari nya terutama jika aku sedang tidak bersamanya. Aku akan memberi mu uang tiga kali lipat dari pada yang kau terima di tempat kerja mu sebelumnya."
__ADS_1
"Kau serius Tuan?? Wahhhh dengan senang hati.... Aku bisa bersama Maera ku sepanjang hari plus dapat uang juga ckckckck"
"Dasar mata duitan" Umpat Jerry yang sebenarnya merasa lucu dengan tingkah adik nya plus merasa senang juga, karena Maera akan selalu Bersama-sama dengan Anetha.
"Dan ada satu tugas yang paling kau utamakan Anetha!"
"Yakk... Apa lagi Tuan Rey? Jangan bilang kau memberi ku tugas memasak, karena selama ini Maera lah yang memasak masakan enak untuk kami"
"Kau tidak perlu memikirkan makanan Anetha.. Tugas mu paling utama adalah menjauhkan Maera dari dua buaya ini.."
Rey sembari melirik Lucas dan Jerry secara bergantian.
"Whatt?? Ayolah Rey, kau ini ada-ada saja. Sejak kapan gelar ku menjadi buaya, pacaran saja aku tidak pernah, cihhh.."
"Iya Tuan Rey, Kak Jerry juga tidak pernah berpacaran, dia selalu sibuk bekerja untuk mencapai cita-cita nya membahagiakan aku dan Maera." Anetha berusaha membela kakak nya penuh kepastian.
"Intinya apa yang aku minta apa kau sanggup melakukannya, hem? Jika tidak... aku akan mencari orang lain saja" Rey berkata sembari melangkah kan kakinya seolah ingin keluar dari ruangan itu. Tapi Anetha dengan cepat menahan nya.
"Ok baiklah, aku akan memberitahu Maera ku istriku tersayang itu." Rey mempertegas ucapannya dengan maksud kembali mengolok Lucas dan Jerry, sembari tersenyum.
"Cihhh... " Lucas dan Jerry kompak memalingkan pandangannya kesamping, seakan merasa jijik dengan tingkah Rey. ckckck...
...*********...
"Nyonya Clara, sedang apa kau di sini?" Willman merasa heran melihat Clara bisa ada di rumah sakit milik Rey. Padahal Rey sudah memperingatkan nya untuk menjauh dari keluarga Emerald.
"Memangnya kenapa Willman? Apakah rumah sakit ini bukan tempat umum, hah?" Seperti biasa Clara selalu tidak suka di tegur oleh orang lain kecuali jika dia menyukai orang tersebut.
"aku hanya bertanya Nyonya. Aku harap kau tidak membuat kekacauan di sini, karena..."
Tiba-tiba Gorgh menepuk puncak Willman. Ia jelas memberikan tanda agar Willman tidak meneruskan ucapannya.
__ADS_1
"Nyonya Clara, Rumah sakit ini memang untuk umum, tapi aku bisa kapan saja membuat tempat ini jadi khusus. Kau bisa menikmati layanan rumah sakit ini, tapi sekali saja kau membuat kekacauan, seharusnya kau sudah tau apa akibat nya." Gorgh pun meninggalkan Clara dan membawa Willman ikut serta bersamanya.
"Cihhh... Sombong sekali.! Kau kira aku tidak bisa membuat rumah sakit lebih besar dari pada ini?" Umpat Clara dengan penuh rasa kekesalan.
Tapi kedatangan Clara ke rumah sakit itu bukanlah tanpa tujuan. Ia datang ke situ untuk menjenguk teman nya yang baru saja masuk rumah sakit akibat kecelakaan tadi malam.
Namun ketika ia melewati koridor rumah sakit itu ia tidak sengaja melihat kumpulan keluarga serta anak buah Link EC yang berjaga di depan tiga kamar VVIP rumah sakit itu.
"Memang nya siapa yang sakit? Kenapa begitu ramai sekali, hingga terlalu banyak penjagaan seperti itu. Hah.. Apa jangan-jangan Rey yang sakit?" Gumam Clara pada diri nya sendiri.
Ia pun berusaha mencari tau tentang informasi kamar VVIP tersebut, pada saat seorang suster lewat dari tempat nya, maka ia langsung menanyai nya.
"Suster... Hmm.. Siapa yang di rawat di kamar VVIP itu? Kenapa ramai sekali?" Tanya Clara pada suster itu, awalnya suster itu merasa bingung juga, kenapa Clara harus kepo.
"Hm... Itu adalah keluarga Emerald, istri saudara dan sahabat Tuan Emerald sedang di rawat di situ Nona."
"Oh.. " Jawab Clara singkat.
"Memangnya Nona mencari siapa?''
" Ehm tidak... mereka adalah kerabatku, aku kesini ingin menjenguk mereka, baiklah Terima kasih, kau boleh pergi sekarang!" Clara meminta suster itu segera pergi agar tidak bertanya lebih banyak lagi.
Suster itu pun pergi dari sana. sedangkan Clara...
...********...
...Jangan Lupa Vote yah sayang........
...Semangat ku ada pada dukungan kalian......
...I Love you.. 🥰...
__ADS_1
...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...