
Di Mansion Emerald...
Grace baru saja kembali ke rumah pagi ini, tapi Rey malah menelepon nya dan meminta nya untuk kembali ke rumah sakit.
"Ada apa sayang?" Tanya Gorgh yang melihat Grace tiba-tiba merasa sedih dan menunjukkan raut wajah kacau.
"Gorgh... Maera sedang di rawat sekarang. Rey baru saja menghubungi ku, seperti nya Rey dalam masalah yang rumit Gorgh."
"Ah Ya Tuhan, semoga Tuhan melindungi menantu dan cucu kita. Kalau begitu tunggu apa lagi, kita ke sana sekarang!"
Mereka pun bergegas bersiap lalu pergi ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit....
"Rey, apa yang terjadi sayang, kenapa jadi begini? Apa yang terjadi pada menantu ku, ya Tuhan..."
Rey langsung memeluk ibu nya, ia ingin menumpahkan beban di hati nya itu.
"Maaf kan aku ibu, mungkin ini hukuman ku karena telah menjauhi mu. maaf kan aku" Ucap Rey yang merasa tetap perlu meminta maaf pada ibu nya walau pun ibu nya memiliki kesalahan karena kejadian konspirasi ibu nya itu.
"Sayang, Rey kau tidak bersalah, ibu lah yang bersalah. Ibu selalu mendoakan kalian yang terbaik, ibu tidak pernah marah Rey, itu memang salah ibu."
"Ibu.. Maera dia sedang kritis sekarang. Dia dan bayinya dalam kondisi lemah. Ini semua salah ku. Andai saja Rema tidak kembali ke kota ini, ini tidak akan terjadi."
"Apa maksud mu Rey? Rema? Apa maksud mu Rema kembali ke kota ini? Dia sudah meninggal Rey, aku ikut hadir di pemakaman nya." Balas Grace yang bingung dengan kata-kata Rey.
__ADS_1
"Rema masih hidup, dia kembali ke kota ini. Rey pun menceritakan awal kejadian ia mengetahui perihal kembali nya Rema.
...********...
Pada waktu itu...
Rey tidak sengaja melihat seseorang yang mirip dengan Rema saat pergi ke mall bersama Maera, Valent, dan Aishe.. Awal nya Rey mengira mungkin dia berhalusinasi atau mungkin saja itu hanya kebetulan mereka terlihat mirip.
Namun malam nya Rey gelisah mondar mandir memikirkan hal tersebut. Sampai akhir nya ia pun meminta beberapa anak buah nya untuk mencari tau kebenarannya. Tak sampai sebulan penyelidikan itu pun membuahkan hasil.
Rey berpikir untuk segera mengambil tindakan saat Rema kecelakaan di dekat jembatan malam itu. Ia langsung mendatangi rumah ibu nya Rema untuk meminta sampel memastikan test Dna nya dengan wanita itu. Lalu ia menyerahkan nya pada Zade untuk membawa nya ke laboratorium.
Pagi nya Rey pun pergi ke kantor pengacara yang juga sahabat nya itu. Ia tidak mau kembali nya Rema dapat mengusik kehidupan baru Rey bersama Maera dan Jasmine. Ia pun mengurus surat pengesahan untuk memindahkan semua kepemilikan nya atas nama Maera dan ynag lain nya. Ia tau pasti bahwa Maera tidak akan menyalahgunakan nya dan pastinya Maera juga tidak tau mengutak-atik semua nya sehingga kehidupan Jasmine pun akan aman ke depan nya.
Ia membuat bagian keseluruhan yang ia miliki menjadi 60% milik Maera dan Jasmine 15% untuk Frans dan 15% untuk Valent juga Aishe 10% Ia serahkan untuk di kelola si Kembar Tazaa dan Tom untuk kelanjutan Emerald Company. Dan itu semua bukan hitungan yang sedikit. Ia tidak perlu memikirkan Grace dan Gorgh karena harta mereka saja sudah tidak ada batas nya.
Hari ini saat Rey kembali menemui Zade untuk memastikan hasil test lengkap nya anatar jenazah yang di makam kan dan sampel wanita yang berada di rumah sakit lain itu. Rey tidak menyadari bahwa Maera telah mengikuti nya.. Dan akhir nya terjadilah hal seperti ini.
Sebelum nya Felicia sudah memberitahu Rey bahwa Maera mengidap inkompetensi serviks.
Penjelasan
Bagaikan sebuah bangunan, mulut rahim (serviks) merupakan pondasi yang akan menahan janin agar tetap berada di dalam rahim.
Lalu, pada saat melahirkan, mulut rahim akan menipis dan mengalami pembukaan sehingga bayi bisa lahir. Nah, bila mulut rahim ini memiliki kekuatan untuk menahan, tentu saja janin akan keluar.
__ADS_1
Masalahnya, pada kondisi inkompetensi serviks, mulut rahim mengalami pembukaan dan penipisan (mudah terbuka dan menjadi pendek) sebelum waktunya, sehingga tak bisa menahan janin.
Dengan kata lain, penyebab kandungan lemah ini mungkin terjadi karena adanya ketidaknormalan atau kelemahan dari bentuk serviks. Pada saat usia kehamilan 4 bulan, seharusnya serviks belum terbuka.
Hal tersebut di alami Maera di karenakan adanya benturan psikologis dan juga benturan pada tubuh nya saat kejadian beberapa waktu lalu.
Felicia masih memikirkan cara untuk menyelamatkan kandungan Maera. Begitu juga dengan Rey. Ia masih dilema bagaimana untuk memberikan keputusan yang tepat. Ia tidak mau kehilangan janin Maera tapi ia juga tidak mau membahayakan kondisi Maera.
Yang lebih membuat mereka tidak bisa membuat keputusan cepat. Mereka tidak tau bagaimana nanti reaksi Maera jika mereka mengambil keputusan tanpa persetujuan nya.
Akhirnya Rey pun berdiskusi dengan semua keluarganya. Termasuk pada Grelda sebagai ibu yng membesarkan nya yang juga sebagai bibi kandung nya Maera, dan juga dengan Anetha, sahabat Maera sejak kecil itu.
Sampai akhir nya Rey pun mengambil satu keputusan terberat dalam hidup nya. Ia harus merelakan janin Maera diangkat. Janin berusia 4 bulan itu tidak dapat dipertahankan lagi, karena sudah mengalami kegagalan di dalam rahim Maera.
Rey menguburkan nya layak nya seorang ayah menguburkan anak nya. Ia menggendong jasad janin itu dengan kedua tangan nya, lalu menguburkan nya dengan layak.
"Innalillahi wa innalillahi ro'jiun"
"Pergilah menuju surga sayang..Kau akan menjadi bunga surga, kau yang akan membawa ayah dan ibu mu Maera untuk bersama - sama di surga nanti..." Ucap Rey sembari mengusap batu nisan itu.
Grace terus mengusap punggung putra nya berusaha untuk menguatkan nya.
Usai melalukan do'a di sana mereka pun langsung bergegas kembali ke rumah sakit, untuk menemani Maera yang masih saja belum melewati masa kritis nya.
...*********...
__ADS_1
...Author ikut mewek sih di sini. Ngerasain perjuangan seorang calon ibu. Author sendiri sedang berjuang untuk bisa punya anak lagi, tapi Allah belum mengizinkan, semoga para pejuang garis II di berikan semangat yang luas dan segera di beri keturunan dan yang sedang hamil sehat selalu sampai lahiran ya.. amin...