BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Pemakaman Khusus Emerald)


__ADS_3

"Tidak... kakak ku tidak mungkin mati, itu tidak mungkin!!!" Anetha pun meronta-ronta memaksa masuk ke ruangan Jerry. Rey sudah lebih dulu masuk ke sana.


"Tidak!! Jangan lepaskan peralatan itu!" Titah Rey saat para perawat itu ingin melepaskan semua peralatan yang menempel di tubuh Jerry.


"Tapi Tuan... "


"Aku bilang jangan lepaskan Apa kalian tidak mendengar nya!!" Teriak Rey yang membuat para perawat itu sontak gugup dan merinding ketakutan.


Akhirnya para perawat itu pun memasang kembali peralatan medis nya.


"Kakak... Jangan tinggal kan aku dan Maera kak, kau sudah berjanji untuk menjaga kami sampai tua. Kau tidak boleh pergi begitu saja kak!" Isak Anetha tak terbendung ia terus saja berusaha membangunkan kakaknya.


Maera yang masih lemah meminta Felicia mengantarkannya ke ruangan Jerry. Setelah ia mengetahui kabar nya dari Felicia. Felicia pun mengantarkan Maera menggunakan kursi roda.


Mereka masuk ke kamar emergency itu.


Komputer detak jantung itu sudah menunjukkan garis lurus sejak tadi.


Maera mendekat ke sebelah kanan Jerry.


"Kak, kau pembohong!! Kau bilang kau tidak akan meninggalkan kami! Kau bilang kau mencintai kami! Kau jahat kak, aku membencimu! Aku tidak akan memaafkan mu!!" Untuk pertama kalinya Maera terdengar sangat marah dan meninggikan suaranya pada Jerry.


Maera terus memukuli dada Jerry, meski tidak keras tapi yang menyaksikan itu pasti ikut merasa terpukul.


"Cukup Maera, kau menyakiti jasad kak Jerry, cukup!! Dia sudah pergi sekarang." Tangis Anetha tak kalah menyedihkan dari Maera.


Mereka semua meneteskan air mata melihat Maera terus saja memukuli dada Jerry.


"Aku tidak akan memaafkan mu kak, kau tau kan aku sedang hamil sekarang, apa kau ingin melihat aku menderita lalu ikut mati bersamamu!! Katakan kak!!" Maera terus saja meneriaki Jerry.


Tiba sebuah keajaiban pun terjadi...


Deg.. Deg... Deg...


Komputer yang sudah berbunyi datar panjang itu tiba-tiba berubah menjadi bunyi irama denyut jantung yang berdetak.


"Kakak!" Teriak Maera dan Anetha bersamaan.

__ADS_1


"Dia kembali..! Zade..Zade!!! Teriak Rey memanggil Zade saat pertama kali mengetahui denyut jantung Jerry kembali berdetak.


Zade pun segera memeriksanya, ia meminta yang lain untuk mengatur jarak dari Jerry.


"Tolong berikan ruang untuknya!" Pinta Zade pada semua yang ada disitu.


"Ini sebuah keajaiban... Denyut jantung nya sudah berjalan normal lagi, kita hanya tinggal menunggu ia sadar karena ia baru saja melewati masa krisis nya !" Imbuh Zade memperjelas hasil pemeriksaan nya.


Maera pun tersenyum tapi sembari mengeluarkan air mata, ia merasa bahagia dan bersyukur Jerry telah kembali hidup dari tidur singkat nya.


"Maera... " Anetha memeluk Maera dengan erat, ia pun sangat bersyukur karena ia merasa Maera membantu kakak nya kembali ke dunia ini.


"Sebaiknya kita menunggu di luar. Ruangan ini butuh di sterilkan agar tidak mengganggu proses penanganan pasien." Pinta Zade yang sebenarnya agak merasa bersalah karena tadi mengambil keputusan yang kurang tepat dengan memvonis Jerry telah tiada. Dia menganggap dirinya gagal kali ini.


"Maera, Anetha, Felicia sebaiknya kita keluar" Pinta Rey pada semua nya.


Mereka pun keluar dari ruangan itu.


Maera yang kondisi nya masih lemah terlihat semakin pucat.


"Sayang, sebaiknya kau istirahat di ruangan mu! Kondisi mu masih sangat lemah!" Pinta Rey yang berjongkok di depan kursi roda Maera.


"Dokter... Zade...!!" Rey berteriak memanggil Zade dan dokter lainnya.


Mereka langsung membawa Maera keruangan nya dan memberikan infus serta oksigen untuk membantu Maera tetap bernafas, mengingat ia juga tengah mengandung.


"Dia perlu istirahat, sebaiknya biarkan dia tidur dalam beberapa waktu." pinta Zade pada Rey dan Anetha.


"Apa kondisi nya tidak berbahaya Zade?"


Rey berusaha memastikan kembali pada Zade.


"Kondisi nya lemah karena dia baru saja melakukan Transfusi, di tambah lagi perawat tadi mengatakan bahwa dia sedang hamil muda. Seharusnya ia tidak boleh sama sekali mendonorkan darah nya. Kecuali dia memang dalam keadaan benar-benar sehat" Zade memperjelas keterangannya.


"Aku permisi dulu Tuan"


"Hmm" Jawab Rey singkat.

__ADS_1


Anetha dan Felicia pun membiarkan Rey berdua saja dengan Maera.


Rey menggenggam tangan wanita yang ia cintai itu sembari terus menciumi nya.


"Sayang, apa kau masih marah padaku? Kau bahkan tidak menyapaku sama sekali, kau tidak memandang ku, kau bahkan sama sekali tidak mengarahkan wajah mu untuk memandang ku. Apa kau membenciku?" Rey terus saja menanyai Maera dengan berbagai macam pertanyaan, meskipun ia sadar betul bahwa Maera tidak bisa mendengar nya sama sekali saat ini.


Rey lalu memegang perut Maera. Ia membelai nya dengan lembut, ia tak berhenti meneteskan air mata nya.


Bukan karena cengeng atau Lebay. Tapi seorang pria juga pantas menangis ketika orang yang benar-benar ia cintai sedang terluka parah, terbaring lemah, apalagi wanita tersebut tengah mengandung buah hati yang memang mereka harapkan.


"Sayang, aku yakin anak kita kuat di dalam sana. Karena dia tumbuh dalam rahim seorang ibu yang tangguh seperti mu. Maafkan ayah sayang, ayah tidak bisa menjaga kalian berdua dengan baik. Ayah memang pantas kalian hukum!" Rey masih terus mengelus perut Maera. Ia mengajak Maera bercerita sepanjang hari itu.


Di Mansion Emerald.


Akhirnya Gorgh pun kembali dari Brazil. Ia baru saja tiba dan langsung memeriksa keadaan Mansion. Mereka mempersiapkan penguburan Massal untuk para anak buah Rey.


Biasanya, Rey lah yang mengurusnya sendiri. Ia slalu ikut memandikan, mengkafankan, dan mensholat kan mereka secara layak. Karena Rey selalu menganggap para anak buahnya seperti saudara nya sendiri. Berbeda dengan mafia lain atau cerita di Novel-Novel yang mana boss mafia identik dengan kharisma tinggi berwibawa namun tidak ada cerita seperti Rey yang selalu memperlakukan anak buah nya dengan layak, bukan hanya kelayakan semasa hidup mereka tapi bahkan sampai akhir hayat mereka.


Gorgh melakukan penghormatan terakhir untuk para pengikut setia Emerald yang telah gugur itu.


Mereka laku menguburkannya di lahan yang memang di sediakan oleh Rey khusus untuk semua keluarga Emerald. Termasuk untuknya sendiri jika kelak dia tiada.


Mereka juga melantukan do'a dan tahlil di sana layaknya tuntunan yang diajarkan oleh agama yang mereka peluk.


"Semoga Allah SWT memberikan tempat yang layak bagi kalian semua, dan memperhitungkan amal kebaikan kalian sehingga kalian Husnul Khatimah.. Amin Ya Rabbal Alamin..." Begitulah akhir do'a dari Gorgh sebelum ia pergi meninggal kan pemakaman itu.


...******...


...******* CRAZY UP 6 EPISODE *******...


...******* CRAZY UP 6 EPISODE *******...


...PUKUL 13:00 3 EPISODE...


...PUKUL 20:00 3 EPISODE...


...SPESIAL TERGILA CRAZY UP 6 EPISODE, SPESIAL UP UNTUK KALIAN PARA READERS KESAYANGAN....

__ADS_1


...TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMOGA SAJA KALIAN TETAP SETIA PADA KARYA KECIL INI......


...I LOVE YOU ALLL...


__ADS_2