
Seharian ini Rey pergi entah kemana. Tinggallah Grace, Jasmine, Maera, dan Namiira.
Jasmine sudah dipindahkan ke kamar nya di lantai II. Tinggallah Maera seorang diri di lantai III Mansion itu.
Tapi Namiira sibuk di kamar nya. Sementara Grace ia duduk di Kursi kebesaran Nyonya Emerald nya di temani oleh Bobby yang tadi di larang Rey untuk menemani Rey pergi keluar dari Mansion.
"Bobby... Apa kau sudah mempersiapkan apa yang aku minta?"
"Tentu saja Nyonya. Aku sudah mempersiapkannya dengan baik. sesuai perintah mu."
"Bagus, aku akan membutuhkannya nanti jika situasi menginginkan nya."
"Bagus, aku akan membutuhkannya nanti jika situasi menginginkan nya."
"Baik Nyonya"
"Aku ingin melihat perkembangan berita keberadaan Alex. Apa kalian mendapatkan Informasi baru dari orang ku?"
Bobby lalu memberikan sebuah berkas pada Grace. Grace yang membaca lembar demi lembar kertas itu hanya memberikan senyum sarkas nya.
"Aku tidak menyangka, apa yang sudah ku tunggu selama belasan tahun akhirnya membuahkan hasil."
"Kakak King, Rubyca putriku , kalian tenang saja... semua dendam kalian akan terbalaskan. Kita sudah mendapatkan nya."
Maera pun turun kebawah. Ia sangat heran dengan situasi Mansion yang begitu sepi, tidak seperti biasanya rumah itu selalu ramai dengan keceriaan, dan selalu saja banyak yang datang dan pergi dari sana.
"Kemana semua orang? Kenapa rumah ini jadi seperti kuburan, sangat sepi? Apa hanya aku sendiri di Mansion ini?" Maera mengitari pandangannya ke seluruh ruangan Mansion.
Untuk menghilangkan ketakutannya Maera berniat ingin memasak. Ia pun pergi ke dapur.
Tak seperti biasanya juga dapur yang biasanya di sibukkan oleh banyak orang. Kali ini hanya ada Dante di sana.
"Paman, kenapa Mansion ini begitu sepi?"
"Ehm.. Nyonya Maera semua orang sedang sibuk, ini hari kerja. Malika sedang sakit jadi dia libur. sedangkan yang lain mereka pulang kampung."
"Kalau begitu aku ingin menggantikan mereka memasak paman."
"Ja.. jangan Nyonya... Nyonya Besar bisa marah padaku"
"Ckckck... maksud paman Ibu Grace? Tenang saja paman, aku yang akan bilang pada ibu Grace."
"Baiklah terserah Nyonya saja."
Suasana ceria antara Maera dan Dante yang sejak tadi sibuk memasak di dapur. Kesederhanaan Maera tentu saja membuat Dante menjadi mudah akrab. Makan malam sudah siap di hidangkan.
Maera lalu duduk di belakang dapur sembari merenungi dirinya sendiri. Ditemani angin sepoi sepoi sore menjelang maghrib itu.
"Sebenarnya siapa aku ini? Aku belum juga mengetahui jati diri ku siapa. Andai saja ibu bangun, aku pasti bisa meminta penjelasan padanya."
"Kau lagi memikirkan apa kakak ipar kecil?"
__ADS_1
"Akh.. Namiira.. aku hanya teringat pada ibu ku."
"Kau harus bersabar kakak ipar. Aku yakin Ibu mu akan sembuh. Kak Rey sudah memberikan pengobatan terbaik pada ibu mu kak."
"Semoga saja Namiira... Aku sudah menunggu bertahun-tahun. Aku tidak tau apa stok kesabaran ku ini masih ada."
"Ckckck.. Tentu saja masih banyak kakak ipar. Buktinya kau masih bisa menahan sabar untuk kak Rey."
Di sisi lain
Grace sudah ada di Meja makan bersiap untuk makan malam. Rey juga baru saja tiba dan langsung menemui ibu nya.
"Kau baru saja pulang Rey, apa sebaiknya aku menunggu mu mandi dulu agar kita bisa makan bersama."
"Tidak perlu bu, ibu makan saja duluan. Aku lelah ingin istirahat saja."
"Hmm.. Terserah kau saja sayang"
Rey pergi ke kamar nya, sedangkan Grace mulai menikmati hidangannya.
"Siapa yang membuat Soup ini?"
"Nyonya Maera yang membuatnya Nyonya..."
"Kenapa aku seperti mengenali masakan ini? Ini sama persis seperti... Louise? Akhh tapi tidak mungkin... mungkin saja ini hanya kebetulan."
"Kenapa dia yang memasak? Apa kau sudah bosan dengan pekerjaan mu Dante?"
"Dimana Maera dan Namiira? Kenapa mereka belum ada di meja makan ini?"
"Mereka ada di belakang nyonya"
"Panggilkan mereka untuk makan."
"Kami sudah di sini Bibi..."
"Namiira... Sebaiknya kau jangan sering-sering mengajak Maera bergosip sayang."
"Tidak Ibu Grace... Kami hanya menghirup udara segar di belakang."
"Nikmatilah udara segar mu itu selagi bisa Maera... Sebentar lagi kau belum tentu bisa merasakannya lagi."
Mereka makan tanpa berbicara sedikitpun. Maera merasakan ada perbedaan dari Grace, ia tak berani menanyakannya, ia pun hanya bisa terdiam saja.
"Namiira, kau temani Jasmine malam ini, jangan biarkan dia mengganggu Maera atau Rey. Aku ada urusan keluar sebentar.
Dan kau Maera, kau masih ingat apa yang sudah ku katakan padamu kemarin bukan?."
"I.. Iya ibu"
Maera pun kembali ke kamar nya. Ia melihat Rey yang sudah terkapar di ranjang dengan pakaian yang masih lengkap. Bahkan ia masih memakai sepatunya.
__ADS_1
"Aku harus bagaimana? Apa nanti dia akan marah-marah lagi?"
Teringat akan perkataan Grace kemarin...
"Maera, kau sekarang sudah menjadi istri Rey, kau tau dia sudah berusaha mengobati ibu ku agar sadar. Dan kau hanya perlu Melayani nya sebagai suami mu."
"Melayani sebagai suami?"
"Apa kau ingin Rey berpaling mencari istri lain? Bagaimana jika dia menceraikan mu karena kau terlalu sulit di dekati, hem?"
"Maafkan aku bu, aku.. aku belum terbiasa, aku juga masih takut pada kak Rey, aku takut kaka Rey berbuat kasar."
"Kau pikir dengan kau seperti ini, kau tidak akan memancing dia menjadi lebih kasar? Jika dia menceraikan mu, apakah ada yang akan menerimamu lagi?"
"Ibu benar, Kata ibu ku perempuan yang diceraikan suaminya tidak akan mendapatkan tempat di keluarga ataupun masyarakat."
"Bagus jika kau mengerti itu! Mulai sekarang kau harus melayani Rey sebagaimana seharusnya istri melayani suami, apa kau mengerti?"
"I.. iya bu aku mengerti"
Maera perlahan mendekati Rey di ranjang. Lalu ia melepaskan sepatu Rey dengan hati-hati.
Kemudian Maera pergi untuk mandi. Tapi ia malah melihat sebuah kotak yang terletak di meja rias nya.
Maera kau pakailah ini. Jangan sampai kau tidak memakai nya, ibu akan marah padamu. Jadilah istri yang baik...
Ibu Grace..
Maera lalu membuka isi kotak itu.
Ia mendapatkan lima buah setelan Lingerie lengkap.
"Apa ini?? Apa aku harus memakai ini? Astaga"
"Ayo Maera... Kau pakailah itu. Aku tidak sabar melihatnya."
Maera membawa lingerie itu ke kamar mandi. Tapi entah kenapa dia begitu lama di kamar mandi itu.
************* BOM CRAZY UP ***********
...********* BOM CRAZY UP ***********...
...SPESIAL 5 EPISODE SEKALIGUS...
...SPESIAL UNTUK READERS KESAYANGAN....
...JANGAN LUPA DUKUNG AKU VOTE, LIKE, COMMENT, DAN SHARE YAH SAYANG.......
...ULURAN TANGAN KALIAN SANGAT BERARTI BAGI SEMANGAT AUTHOR....
.......THANKS AUTHOR......
__ADS_1