BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Martha dan Frans Tercyduk)


__ADS_3

Si kembar, Frans, Vallent, Willian dan Bobby ikut terharu mendengar kisah Maera.


Mereka pun keluar dari tempat mereka menguping sejak tadi di belakang pondok kecil itu.


Menahan rasa kedinginan mereka menahan kannya agar tidak ketahuan oleh Maera.


Sementara Rey memang mengetahui mereka ada di sekitar tempat dinner itu, tapi ia tidak tau kalau mereka sampai menguping di belakang pondok tempat Rey dan Maera berteduh juga.


Si kembar, Frans, dan Willman sampai sempat meneteskan air mata, tapi tidak dengan Bobby si Bodyguard itu tentu saja menahan nya karena ia tidak mau kehilangan marwah sebagai bodyguard Rey.


kurang lebih seperti ini pondok gubug nya.. bayangin aja kalau hujan yah reader.. 😃


"Hiksss... Aku tidak menyangka kakak ipar memiliki masa lalu yang menyedihkan." Isak Margareth yang tiba-tiba berubah seperti anak kecil.


"Kau benar, ternyata bukan hanya kita berdua saja yang merasakan kepahitan di masa lalu. hiksss" Balas Martha yang melakukan hal sama pula.


Martha dan Margareth pun berpelukan layak nya teletubies.


"Aku tidak habis pikir, membayangkan bagaimana posisi jika berada di posisi Maera saat itu." Kali ini Frans yang juga bersedih, ia bertanya pada Willman yang berdiri sederet dengan nya.


"Aku tidak bisa membayangkan juga bagaimana Nyonya Grelda menghadapi situasi saat itu." Sahut Willman pula membalas Frans.


Frans pun melihat ke arah Willman.


"Jangan bilang kau ingin aku peluk seperti si kembar?" Willman memundurkan badannya, seolah bersiap menghindari Frans.


"Yakk.. Tentu saja aku tidak mungkin memelukmu, enak saja kau."


"Cih... memangnya ada yang salah jika pria saling berpelukan? Dasar.." Ketus Margareth yang jengah pada kedua pria itu.


Akhirnya mereka pun pulang, dalam keadaan basah kuyup terkena bias hujan saat di pondok itu.


Mereka pulang menaiki mobil Si kembar.


Bobby, Willman dan Frans tadi nya satu mobil dengan Rey, tapi Rey malah sudah lebih dulu pulang dengan Maera.


Bobby mengemudikan mobil, Willman duduk di sampingnya. sementara Frans dan si kembar duduk di bagian jok ke dua di belakang.


"Beruntung aku selalu menyediakan pakaianku di mobil ckckck." Margareth mengambil persediaan pakaian di bawah Jok belakang mobil itu.


Martha pun mengomeli kembaran nya itu karena merasa berlaku aneh.


"Apa sudah tidak waras? Kau ingin mengganti pakaianmu di sini?"

__ADS_1


"Aku rasa di dalam mobil ini semua nya pria pasif, mereka tidak memiliki nafsu, hahhaha."


"Yakkkkkk" Frans, Bobby, dan Willman pun serentak kaget dan seolah kesal mendengar ocehan Margareth.


Margareth pun melompati jok kursinya ke jok terakhir untuk mengganti pakaiannya. sementara para pria tidak ada yang berani menghadap ke belakang.


Mereka tau sendiri sadisnya margareth seperti apa.


Padahal mobil itu memiliki tirai pembatas setiap jok nya, tentu saja Margaret tidak khawatir.


"Mohon maaf nona tapi aku memang mengabdikan hidupku pada Tuan Muda, jadi aku memang tidak memikirkan wanita." Bela Bobby pada dirinya sendiri.


"Hahaha kau beralasan saja Bobby, memangnya kak Rey melarangmu?" Ledek Margareth pada Bobby sembari tersenyum geli.


"Kalau kak Willman aku tau benar dia mengharapkan "cermin" ku ckckck." Martha tidak mau ketinggalan meledek Willman dan Margareth.


Willman pun gugup dan malu karena Martha mengetahui rahasianya selama ini.


Kata-kata "Cermin" adalah sebutan Martha pada Margareth.


"Yahh.. yah.. yah.. seperti Frans yang selalu menunggu mu kan?"


Margareth tak mau kalah membalas langsung dengan meledek Frans dan Martha.


Margareth yang masih di belakang itu pun menonjolkan kepalanya di antara Martha dan Frans.


"Benarkah? Tapi tidak dengan nona Martha kan? Martha si pemilih ini, katanya dia tidak akan berminat padamu Frans...hahahaha..." Margareth seakan tertawa puas di atas penderitaan Frans.


Frans pun mati kutu di buatnya.


Sementara Wajah Martha juga memerah karena ulah Margareth.


"Sudah sudah, kau ganti saja pakaianmu, dari tadi kau hanya mengoceh terus."


Margareth menutup tirai pembatas agar dia leluasa mengganti pakaiannya.


Entah kenapa kali ini Martha ikut malu saat mendengar celotehan Margareth soal itu. Padahal selama ini dia tidak perduli.


"Kalian pakailah saja dulu selimut di bagian samping kalian, masih butuh waktu untuk sampai di rumah agar bisa berganti pakaian." Titah Margareth pada semua yang ada di mobil itu.


Frans dan Martha yang memang kedinginan dengan cepat mencari selimut itu


Tangan Frans mencari ke samping arah pintu martha sementara Martha pun sebaliknya. Hingga wajah mereka pun berpapasan.

__ADS_1


Berpapasan kurang lebih seperti itu mksdnya.


Frans dan Martha sama-sama gugup manakala wajah mereka berdekatan.


Reflek tangan Frans yang berada di belakang badan Martha itu menarik kepala Martha agar untuk wajah Martah menjadi lebih rapat ke wajah nya


Frans menatap wajah Martha dengan serius, tanpa aba-aba Frans langsung menautkan bibirnya pada bibir Martha.


Dan anehnya Martha malah hanya terdiam dan tidak menolak nya sama sekali.


Margareth yang sudah usai mengganti pakaiannya tiba-tiba membuka tirai pembatas nya.


"Akhh... Shitttt... Tidak bisakah kalian mencari kamar hotel untuk berciuman selain di mobil ini? astagaaa.."


Bobby pun kaget,ia sontak menginjak rem mobilnya mendengar teriakan Margareth.


Bobby dan Willman refleks melihat kebelakang.


Reflek Frans pun melepaskan tautan bibir nya, Wajah Frans dan Martha sama-sama gugup seolah baru tertangkap basah dan terciduk oleh polisi.


"Yakkk?? Kau bilang apa Margh?"


Wajah Martha pun kian semakin meremang merah karena menahan rasa malu di sana.


"Margh.. Kau ini!!" Martha mencoba menahan ocehan Margareth yang tak ingin semakin membuatnya lebih malu lagi.


"Maafkan aku Margh, aku... Aku hanya..."


Frans tampak gugup, Margareth langsung saja memotong kalimat Frans... ckckc dia sendiri memang sudah memahami nya sejak awal.


"Kau tidak perlu menjelaskannya Frans, Biar Martha yang akan menjelaskannya nanti padaku."


Margareth tersenyum geli, karena ia sudah menduga cepat atau lambat Frans pasti akan bertindak menaklukkan Martha.


Sementara Martha dan Frans pun menjadi terdiam selama perjalanan pulang.


Bobby dan Willman ikut tersenyum di depan.


...*********...


...Assalamu'alaikum hai Readers kesayangan. Mohon maaf yah jika 2-3 hari ini Author telat update, mohon dimaklumi yah. Author akan berusaha terus untuk bisa update tiap hari....


...untuk itu Author minta dukungannya yah untuk tetap support karya Author, biar Author jauh lebih semangat lagi....

__ADS_1


...Selamat membaca kesayangan......


__ADS_2