
"Frans.. Sebaiknya kau tinggal di sini, kau jagalah mereka!" Seperti biasa Rey tidak pernah mengizinkan adik bungsu nya itu untuk ikut pertarungan nyawa melawan musuh.
Ia berpikir jika ia mati makan hanya Frans lah pewaris Emerald selanjutnya, karena ia pun belum memiliki anak laki-laki dan ia juga lah satu-satunya keturunan Emerald yang tersisa.
"Kak, kau ingat kau harus kembali, bawa kakak ipar ku dengan selamat. Ingat kalian akan memiliki putra nanti." Ucap Frans dengan berat hati.
Sementara Valent, ia juga tak ketinggalan mendapatkan semangat dari istri nya.
"Ingat sayang, kau jangan membuat anak kita mengomel nanti jika wajah tampan mu itu sampai tergores!" Perintah Aishe yang sebenarnya ingin menghibur hatinya sendiri dari rasa khawatir.
"Ckckckck... Kau tenang saja sayang, aku tidak akan menyerahkan wajah ku untuk di lukai, aku juga tidak ingin anak ku nanti tidak mengenal wajah tampan ku ini" Valent mengimbangi istrinya untuk membuat lelucon. Dia pun memahami kegundahan Aishe.
"Baiklah pergilah sayang, aku mendoakan mu dari sini, aku mencintai mu"
"Aku juga sayang... " Valent pun memutus Sambungan telepon nya.
Di sisi lainnya, Jerry yang untuk pertama kalinya melakukan hal seperti ini, ia pun merasa gugup. Apalagi Anetha hanya Jerry lah saudara kandung nya yang tersisa di dalam hidupnya. Setelah orang tua mereka meninggal Jerry kah yang menjadi ibu sekaligus ayah baginya.
"Kak, apa kau yakin ingin ikut?"
"Teman-teman ku saja yakin Neth, bagaimana mungkin aku tidak yakin, hem?"
"Tapi aku sangat khawatir kak, mereka sudah berpengalaman sedangkan kau, kau itu kan hanya pria kantoran."
"Apa kau lupa kakak mu ini pembalap? Pasti ini akan berguna bagi mereka nanti.
"Jaga dirimu ya kak, aku akan mendoakan mu dari sini. Smoga Maera kita dalam baik-baik saja."
"Kau tenang saja, Tuhan akan melindungi semua orang yang berniat baik, Maera kita adalah gadis yang baik, Tuhan akan menjaganya, aku pergi dulu, jaga dirimu!"
Jerry pun mengecup kening adik nya itu. Lalu menyusul Rey dan Valent yang sudah bersedia di luar Mansion.
Pada saat mereka sudah bersiap mengatur posisi dan membagi orang-orang nya. Tiba-tiba ada suatu hal tak terduga.
Sungguh aneh tapi nyata, tak di sangka-sangka tiba-tiba Lucas sudah berada di sana. Ahli interior ini datang dengan membawa Van yang sudah di modifikasi dengan interior pengintai, komputer, dan perekam terbaik dan yang satu nya lagi Van yang sudah di lapisi baja dengan senjata lengkap di semua sisi . Tentu saja ia tak mau ketinggalan.
Ia mendapatkan berita ini saat ia sedang berada di Bar ketika Felicia datang mencari Tom, Lucas yang berada di sana pun menguping. Dan dengan cepat ia kembali ke rumah nya.
Lucas si kolektor benda-benda bertuah ini memang ahli dalam dunia ITU dan persettingan, tak heran dia memiliki EO terbesar di negeri ini. Sayang cinta nya bertepuk sebelah tangan oleh gadis sederhana itu.
"Mau apa lagi Lucas? Aku tidak memiliki waktu untuk melayani mu saat ini! " Kesal Rey yang tak mau terganggu konsentrasi nya.
"Tenanglah kawan, jika kau dan kakak nya Anetha maksudku mantan saingan ku itu bisa bersatu demi menyelamatkan Maera, kenapa tidak dengan ku, hem?" Lucas bicara sembari melirik Jerry.
Jerry hanya tersenyum kecil melihat tingkah Lucas. Tentu saja di masa lalu mereka memang sering bertengkar. Tapi mereka memang tetap berteman baik hingga hari ini.
__ADS_1
"Memang nya kau punya senjata apa?" Tanya Jerry menimbrung tapi sembari mengolok Lucas.
"Kau lihat, aku membawa 2 Tank Modifikasi ku, Karya terbaik ku tahun ini." Dengan bangganya Lucas menunjukkan dua Van lapis baja kebanggan nya itu.
"Memang nya Milik Rey si Elite dan milikku si Manis Ini masih kurang mumpuni, hem?" Valent tak mau kalah menunjukkan benda kesayangan nya dan Rey."
"Ya.. Aku tau, aku selalu kalah dari Rey dan kau" Lucas pun merasa tau diri juga ia salah memamerkan nya pada mereka ckckckck.
"Sudah lah Lucas, bagaimana pun kehadiran mu dapat membantu. Semakin banyak yang membantu semakin ringan pekerjaan kita." Ucap Rey agar mereka segera mengakhiri aksi pamer memamerkan itu.
"Kau benar Rey, sebaiknya kita segera pergi" Balas Valent pula.
"Tunggu beberapa menit lagi!..."
Tak lama yang merak tunggu pun datang.
"Maaf kami terlambat" Lapor Willman yang datang bersama Margareth dan Tom.
"Hampir aku memenggal kepala mu itu Willman, kau sibuk memadu cinta dengan Margareth sampai kau tidak menghubungi ku sekali, cih!" Omel Valent yang kesal tidak melihat Willman beberapa hari ini.
"Sebaiknya kau dan Martha di rumah saja menjaga para wanita lainnya. Aku tidak mau konsentrasi Willman terganggu jika nanti para bajingan itu memegang tanganmu, hem!" Rey masih menyempatkan membalas Margareth dengan candaan nya.
"Kita bergerak sekarang" Titah Rey pada semua anggotanya.
Mereka pun bersiap menuju lokasi yang di informasikan oleh Felicia...
Sebelum nya mereka mengatur formasi dengan sempurna namun tentu saja tidak akan ada yang tau akan seperti apa hasil nya.
...FORMASI PEMBAGIAN TIM...
...TIM 1 KING...
...Rey bersama Jerry dan bersama satu orang juru tembak mengendarai si Elite hitam....
...TIM 2 BRAVO...
...Valent bersama Willman dan satu orang juru tembak Mengendarai si Manis merah....
...TIM 3 ALPHA...
...Lucas dengan Tank bersama seorang anak buah nya....
__ADS_1
...TIM 4 CHARLI...
...Sementara Tom dia yang emosi karena mendengar kekasih nya itu di lecehkan, dia bersama dua orang juru tembak lain nya mengendarai Tank baja milik Lucas....
...TIM 5-6-7 (JAGUAR)...
...3 mobil lain menyusul di belakang....
Mereka berjalan keluar dari mansion layaknya sebuah parodi. Tinggal lah para wanita di mansion itu.
"Hidupkan semua earphone, kalian, pastikan semua nya aman dan tersambung dengan benar"
"Siap kak..." Jawab kompak Tom dan regu 4-5-6.
"Baik Rey.." Jawab kompak Valent dan Lucas.
Mereka pun berjalan melalui jalur sepi melewati hutan untuk menghindari keramaian dan tidak mengundang perhatian.
"Hati-hati dengan rem kalian, jangan sampai kalian rem mendadak, karena itu bisa menyebabkan getaran berlebih dan bisa memicu ranjau di sekitar." Rey terus memperingatkan pasukannya.
"Rey, sebaiknya kita memutar dari barat, di utara ada peternakan milik pemerintah, terlalu banyak CCTV." Balas Lucas pula yang sibuk di depan komputer nya.
"Tom, kau baik-baik saja?" Tanya Rey memastikan keadaan Tom yang sejak tadi hanya diam saja"
"Aku akan baik-baik saja setelah menghabisi dua manusia biadab itu kak"
"Ingat Tom, air yang tenang lah yang menghanyutkan, jadi kau kontrol emosi mu agar kau bisa mendapatkan mereka"
"Baik kak Rey"
...********...
...PUKUL 13:00 3 EPISODE...
...PUKUL 20:00 3 EPISODE...
...******* CRAZY UP 6 EPISODE *******...
...******* CRAZY UP 6 EPISODE *******...
...SPESIAL TERGILA CRAZY UP 6 EPISODE, SPESIAL UP UNTUK KALIAN PARA READERS KESAYANGAN....
...TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMOGA SAJA KALIAN TETAP SETIA PADA KARYA KECIL INI......
...I LOVE YOU ALLL...
__ADS_1