
Maera pun masuk ke kamar pengantin itu... Hanya hiasan dekorasu sederhana karena ini memang belum resepsi nya.
Dan memang juga Maera sifatnya menyukai kesederhanaan.
Pandangan mata Maera tak berhenti mengitari ruangan itu, sampai ia pun tertuju pada suatu benda yang sepertinya sengaja di siapkan oleh Rey.
Lalu Maera pun membaca sebuah kartu yang ada di bawah kotak musik itu.
...Dear Maera.......
...ini hadiah pertama untukmu di saat hari pertama menjadi istriku....
...Aku bukan pria romantis dan lembut seperti pria impianmu....
...Tapi percayalah......
...Aku akan menjagamu sampai maut memisahkan......
...Rey Emerald...
"Kak Rey... hiksss"
Maera begitu terharu membaca kata demi kata di kartu itu. Tapi ia juga langsung tersenyum malu sendiri.
Sementara di lantai dua Grace sedang sibuk dengan cucunya Jasmine, ia bersama Aishe dan Amiiin serta si kembar sibuk bercerita dan membahas kata-kata malam pertama.
Sedangkan di sisi lain Rey yang masih sibuk di lantai bawah dengan keluarga dan juga sahabat-sahabat nya termasuk Lucas. Dan beberapa anak buah RedLink EC juga ada di sana.
Bobby tiba-tiba mendekati Rey dan berbisik pada nya.
"Tuan, mau diapakan ya nyonya Clara?"
"Apa dia masih terus membuat keributan di luar sana?"
"Dia masih saja terus berteriak meminta untuk masuk Tuan."
"Hhh, kenapa juga di saat seperti ini aku harus repot mengurus wanita itu.
Kalian angkat saja dia dan antar dia pulang, jika dia masih keras, lemparkan saja dia di jalanan. Aku tidak mau merusak mood ku saat ini."
"Baik Tuan" Bobby langsung bergerak untuk menjalankan titah Rey.
Lucas datang agak terlambat, dengan berat hati ia pun memberikan selamat pada Rey.
"Aku mengucapkan selamat padamu Rey."
"Terima kasih, Terima kasih juga karena kau tidak berbuat aneh di saat proses akad ku tadi."
"Astaga Rey, kenapa kau bisa berpikiran seperti itu? Jika memang kau adalah kebahagiaan Maera, aku tidak akan merusaknya Rey."
"Hmm" Jawab malas Rey pada Lucas
"Aku hanya meminta satu hal padamu Rey. Aku mohon jangan sakiti dia. Dia hanya gadis polos yang baik. Jika kau tidak menginginkan dia lagi, kau bisa mengantarkan nya padaku."
"Shittt... apa maksudmu Lucas???"
Teriak Rey yang tersulut emosi mendengar kata-kata Lucas, ia pun menarik kerah kemeja Lucas.
Dan orang-orang yang berada di situ pun jelas bergerak cepat memisahkan mereka.
"Rey, ada apa ini." Tanya Valent yang spontan menarik tangan lengan Rey.
"Aku hanya mengatakan isi hatiku, jika kau tidak menginginkannya lagi. Aku tidak ingin dia hancur." Sambung Lucas lagi yang semakin memancing amarah Rey karena merasa tersindir
"Kau pikir aku pria seperti apa hah?"
"Aku masih tidak percaya pria sepertimu bisa jatuh cinta pada wanita sederhana seperti Maera. Bukan kah kau dari keluarga dengan segudang kekayaan? sedangkan dia, dia hanya gadis biasa. Apa tidak wajar aku mengkhawatirkan nya?"
__ADS_1
Rey pun melepaskan kerah baju Lucas yang ia tarik.
Ia pun mengerti rasa ke khawatiran Lucas.
Memang siapapun pasti akan bisa berpikiran yang sama.
"Aku masih memiliki hati nurani Lucas, apakah kau pikir aku ini bukan manusia. Aku tidak pernah mempermainkan wanita seperti boneka."
"Kau beruntung bisa mendapatkan nya. Aku bahkan sudah berjuang 3 tahun menunggunya, Aku harap kau mengingat ucapan mu untuk menjaganya.."
Lucas lalu pergi setelah mengucapkan kata terakhirnya untuk Rey.
Tak lama Lucas pergi. Seseorang datang lagi menambah kericuhan. Rey yang tengah duduk di sudut ruangan besar itu kembali tersulut emosi.
Di luar ada Jerry yang memaksa juga untuk masuk agar dapat bertemu dengan Maera.
Rey yang mendengar keributan itu pun Menghampiri nya keluar.
"Tolong izinkan aku melihat Maera sebentar saja." Mohon Jerry pada Bobby yang sudah kembali setelah mengurus Clara.
"Maaf Tuan, tapi tidak bisa. Nyonya Maera baru saja melangsungkan pernikahan dengan Tuan Rey. Mereka sedang beristirahat sekarang.
Jika kau tidak memilki izin atau janji sebelumnya, kami tidak bisa memberikan mu izin masuk."
Rey sebenarnya ingin mengabaikan keributan itu tapi dia berubah pikiran karena terus merasa terganggu.
"Ada apa lagi ini? astaga, bahkan di hari pertama pernikahan ku semua kericuhan datang satu per satu."
"Apa kau yang bernama Rey?"
"Memang nya ada apa dengan ku? Apa aku mengenalmu?"
"Bajingan kau, apa yang kau lakukan pada Maera ku, hah? Kau membuatnya menikah denganmu dengan paksaan??!!"
Dengan tanpa aba-aba, tiba-tiba saja Jerry memberikan sebuah pukulan pada pipi Rey.
Sontak semua penjaga menahan nya dan menariknya. Karena mereka berpikir bahwa Jerry adalah sebuah ancaman.
"Aku kakaknya Maera, maksudku aku sudah seperti kakak nya sendiri. Aku akan membawa Maera ku dari sini."
"Cih... Berani-beraninya kau mengakui istriku sebagai adikmu."
Anetha yang tengah menelepon Maera menjadi penasaran dengan keributan diluar, ia merasa mengenali suara itu. Ia pun berlari keluar untuk melihat nya.
Begitu juga dengan Gorg, Valent, dan Tom.
"Hah.. Kak Jerry!! Kau, kenapa kau ada disini kak? Bukankah aku tadi mengatakan kau jangan datang ke sini."
"Anetha, kau mengenal nya?"
Rey pun memberikan kode kepada anak buahnya untuk melepaskan Jerry.
"Ma.. Maafkan aku Tuan Rey, dia adalah kakak ku."
"Anetha, di mana Maera ku, aku akan melepaskan dia dari cengkraman pria ini."
"Apa yang kau katakan kak? Dia sekarang sudah menjadi suami dari Maera. Kau jangan melakukan hal bodoh kak, kau bisa mencelakai Maera."
"Kau masih beruntung karena kau kakaknya dari sahabat istriku. Aku tidak ingin dia bersedih jika aku melempar mu ke jurang."
"Bajingan... Kau hanya memperdaya wanita polos sepertinya!!".
Anetha tak sadar telepon nya masih tersambung dengan Maera. Hingga Maera bisa mendengar semua dengan jelas aap yang terjadi di situ.
Maera pun turun melalui tangga, karena ia memang tidak pandai menggunakan lift apalagi harus menggunakan kartu khusus untuk membukanya.
"Kak Jerry"
Ia berlarian sampai tak sadar ia sempat jatuh akibat gaun nya yang terpijak oleh diri nya sendiri.
__ADS_1
"Akhh"
Ia sempat berhenti menahan kan rasa sakit pada kaki nya, kepalanya yang sempat terbentur pun mengeluarkan sedikit darah di sana. Tapi ia tidak memperdulikan nya dan tetap mengkhawatirkan Kak Jerry nya.
"Kak Jerry"
Maera pun berlari memeluk Jerry dengan cepat.
Sementara semua orang terkejut, tak terkecuali Rey.. Ia pun sangat merasa marah melihat Maera nya memeluk pria lain, meskipun itu sudah dianggap kakak nya, tapi ia tetaplah orang lain bagi mereka.
"Maera sevgilim... apa kau baik-baik saja?..."
Sevgilim \= Sayangku dalam bahasa Turkey.
"Aku baik-baik saja kak, kenapa kau tidak memberitahu ku kalau kau akan kesini?"
"Bajingan, berani-beraninya kau menyebut istriku dengan panggilan itu."
Rey ingin bertindak, tapi Gorgh malah menahannya.
"Tunggu Rey, sebaiknya kita lihat dulu.. Apa yang di inginkan pria itu. Kau juga harus melihat bagaimana istrimu menyikapinya. Barulah kau mengerti, dia pantas atau tidak untukmu."
"Paman benar juga, sebenarnya apa hubungan dia dengan Maera." Sahut Valent yang setuju dengan ayah Rey.
Kembali pada Maera dan Jerry.
"Maera sebaiknya kita pergi dari sini."
Maera pun terdiam, ia sedikit memundurkan badan nya.
"Kakak, aku sudah menjadi istrinya sekarang. Aku tidak bisa kemana-mana lagi tanpa izin dari nya."
"Sevgilim... Apa kau mencintai nya?"
"Aku.. Aku belum tau kak, tapi tetap saja aku sudah menjadi istrinya yang sah."
Jerry lalu memegang dagu gadis kecilnya itu. Dia yang sejak dua tahun lalu pergi meninggalkan Maera dan Anetha karena harus dimutasi kan ke Perancis oleh Boss kantornya terpaksa harus terpisah.
Ia memang berniat kembali ke negara ini karena ingin menjemput Maera dan Anetha. Karena sekarang ia merasa cukup mapan untuk membiayai mereka di Prancis.Tapi sepertinya sudah terlambat
"Katakan dengan jujur sevgilim..."
"Kakak, maafkan aku.. Tapi aku tidak bisa lagi ikut denganmu. Aku sudah memiliki suami dan juga... Dan juga seorang putri kak. Aku mencintai mereka, keluarga baruku sangat menyayangi ku, kau jangan khawatir kak."..
Meskipun sebenarnya Jerry tidak terima, ia pun berusaha untuk menerima nya. ia begitu sakit mendengar nya.
Tapi ia tidak ingin orang yang ia cintai itu membencinya.
Yah Jerry mencintai Maera saat ia mulai duduk di sekolah menengah.
Kebersamaan mereka sejak kecil membuat benih cinta itu tumbuh begitu saja.
Meskipun awalnya Jerry mengira itu hanyalah cinta monyet tapi lama-lama ia menyadari bahwa ia memang begitu menyayangi Maera nya. Bukan hanya sebagai kakak kepada adik lagi. Tapi sebagai pria kepada wanita.
"Baiklah kalau begitu... Jika itu yang kau inginkan.. Ingat Sevgilim, aku akan selalu ada untukmu, hati ku akan selalu ada untuk mu. dan aku akan tetap menjagamu dari jauh.
Jika dia menyakitimu kembali pada ku, aku akan selalu menerima kehadiranmu."
Maera yang polos tetap saja mengartikan nya dalam kasih sayang seorang kakak terhadap adiknya.
"Terima kasih kak, aku juga akan selalu menyayangi mu. Jika kak Rey mengizinkan kapan-kapan aku akan menemui mu kak."
"Anetha, apa kau akan tetap tinggal?"
"Aku akan pulang sebentar lagi kak, kita akan bertemu di rumah. kau pulang lah lebih dulu."
Dengan langkah lunglai Jerry pun meninggalkan halaman mansion Rey...
Dan Rey... dia menghembuskan nafas leganya. Di sisi lain sebenarnya ia merasa senang karena Maera jelas memilih suaminya, tapi di sisi lainnya ia masih terbakar api cemburu karena kejadian barusan.
__ADS_1
...********...
...Hai Readers kesayangan, jangan lupa suport author yah dengan cara vote manjamu... Like dan comment secara gratis membuat Author lebih semangat lagi.. Terima kasih sebelumnya....