
Rey dan Maera sudah kembali dari Mall.
Mereka sama-sama bermasam muka sepulang dari sana. Rey bahkan langsung menggendong Maera ke dalam kamar.
Aishe dan Valent pun sampai kesal melihat ulah Rey ketika di pusat perbelanjaan tadi. Tapi lagi-lagi mereka harus pasrah dan mengikut saja.
"Aku akan menghukum mu sayang!" Omel Rey pada Maera.
"Ya ampun, aku lagi yang salah! Padahal dia sendiri yang mengajak ku kesana"
"Sayang, kenapa kau selalu saja marah-marah kak? Padahal baru tadi pagi kau berjanji pada ku!"
"Aku kan sudah mengatakan padamu sayang, aku bisa menahan amarah ku untuk apapun yang kau lakukan, kecuali itu mengenai laki-laki lain!"
"Tapi kan dia hanya teman lama ku kak, dia bahkan tidak mengatakan hal lain pada ku"
Maera dan Rey terus saja berdebat karena kejadian tadi. Maera sendiri tidak memahami bhawa sebenarnya Rey itu jelas cemburu. Ia malah merasa Rey begitu menyebalkan.
Flashback Kejadian di Pusat perbelanjaan.
Rey yang pada awalnya memang mengajak Maera membeli baju di butik tempat Grace membeli baju dengan desain-desain terbaru. Yah memang butik itu milik Rey sendiri.
Sementara Aishe juga sibuk ke butik lainnya, karena kehamilan nya yang sudah cukup besar ia sudah mulai mempersiapkan keperluan bayinya.
Rey sebenarnya tidak menyukai tempat keramaian itu, ia teringat pula bahwa salah satu keinginan Maera yang belum tersampaikan adalah menonton film di bioskop. Ia pun mengajak Maera, dan dengan senang hati Maera pun langsung menyetujui nya.
Usai Maera berganti pakaian dengan gaun yang baru di beli dari butik itu, Rey pun langsung menarik Maera untuk segera menuju ke bioskop.
Awalnya Rey ingin membooking satu ruang bioskop tersebut agar hanya tinggal mereka berdua saja yang ada di sana, sementara Valent dan Aishe masih terus berbebelanja di sana, Aishe tidak mau menyia-nyiakan Black Card yang di berikan Rey itu menjadi sia-sia jika hanya membeli 1-2 barang saja, ckckck.
Tapi Maera malah menolak dan tidak mau jika hanya menonton berdua saja
"Sayang aku akan membooking tempat ini agar tidak ada yang mengganggu kita.
"Tidak sayang, kalau hanya kita berdua yang menonton sama saja seperti menonton di rumah. Itu namanya kita tidak sedang di bioskop. Karena di bioskop harus nya menonton beramai-ramai kak"
Imajinasi Rey yang awalnya sudah membayangkan akan ada adegan panas di kursi bioskop itu seketika buyar karena Maera menolaknya.
__ADS_1
"Dasar Mesum, dia pikir aku tidak tau niat nya apa, ckckck" Bisik hati di manager bioskop itu.
"Ya ampun Tuan Rey, kau seperti anak muda yang mabuk cinta sampai-sampai tidak menginginkan siapapun berasa di samping kalian ckckck" Bobby sembari memegang belasan tas belanjaan itu pun berpikir yang sama.
Akhirnya dengan berat hati Rey dan Maera pun duduk diantara orang-orang yang tidak mereka kenal itu.
Maera sudah mempersiapkan popcorn nya untuk di nikmati sembari menonton.
Maera terus saja berdecak kagum dengan adegan film romantis yang ia tonton, sementara Rey ia malah sibuk memperhatikan pria yang duduk di sebelah Maera.
"Awas saja kau berani menyentuh istriku sedikitpun, tidak akan ku biarkan jari mu itu tetap menempel di tangan mu!" Ancam Rey dalam hati nya saja, karena jika ia mengucapkan nya sudah pasti Maera akan marah.
Pria itu terus saja memperhatikan Maera, Ia bahkan tidak memperdulikan Rey yang sudah mengeluarkan tanduk nya di sana.
Di saat Maera tengah asik menonton tiba-tiba.
"Kau Maera kan...? Aku sejak tadi berusaha mengingatnya, kau pasti Maera, teman sekolah ku sewaktu di sekolah menengah pertama." Ucap pria itu pada Maera.
"I... Iya benar aku Maera... Kau... Kau Felix ya?"
"Iya benar Maera... ya ampun lama sekali kita tidak bertemu." Pria itu dengan tanpa rasa segan langsung menyalami, memeluk dan mencepika cepiki Maera.
"Beraninya kau!!!" Teriak Rey yang terus saja menghajar pria yang berani menyentuh istrinya itu.
Bobby yang sempat ingin memisahkan malah ikut kena sasaran.
"Kak Rey, apa yang kau lakukan kak? dia teman sekolah ku kak." Maera juga mulai Kebingungan ingin menghentikan Rey.
Rey tak memperdulikan pembelaan Maera. Sementara Valent yang mendengar tombol darurat nya dari ponsel Maera langsung berlarian ke dalam bioskop.
"Aishe sayang, kenapa Maera menekan tombol darurat ponsel nya? aku harus melihat nya, kau tunggu sebentar disini!"
sampai di bioskop ia sudah melihat keramaian yang membuat nya semakin kalut.
Valent menarik Rey dengan cara mengapit nya dari belakang.
"Ada apa Rey? Kenapa kau mengahajar anak ini, apa dia melakukan sesuatu?"
__ADS_1
"Dia berani nya di menyentuh Maera ku..!"
"Tidak kak Valent, kak Rey hanya salah faham, dia teman ku. sulit sekali menjelaskan padanya." Ucap Maera sembari ia pun langsung pergi keluar bioskop karena sudah merasa malu.
Rey dan Valent langsung mengejarnya.
Dengan perdebatan panjang, mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke mansion.
"Dasar kau Rey, Dia sudah seperti bocah saja! Itu memang salahnya yang tidak pernah bercinta sejak sekolah dulu, jadi dia tidak punya pengalaman bercinta sampai dia akan menghabisi setiap orang yang bicara dengan istrinya. Beruntung aku tidak sampai melahirkan sebelum waktunya" Omel Aishe yang masih kesal karena dia harus berlari mengejar Valent ke bioskop tadi.
"Sabar sayang, dia baru merasakan percintaan yang sebenarnya di usia sekarang, mau bagaimana lagi." Balas Valent sembari mengusap punggung istrinya agar lebih tenang.
...**********...
Tom sudah bersiap untuk ke bandara, dia akan berangkat hari ini dengan menaiki Jet Pribadi milik Rey yang ditugaskan khusus oleh Rey untuk mengantar Tom.
Lucas dan Felicia ada di sana untuk melepaskan keberangkatan nya.
Felicia awalnya meminta untuk ikut bersama Tom, tapi Tom melarang nya.
"Apa kau tidak mencintai ku lagi sejak kejadian malam itu Tom?" Tanya Felicia dengan wajah tertunduk. Sebenarnya ia pun malu menemui Tom setelah ia di leceh kan oleh pria lain. Meskipun Tom tetaplah menjadi yang pertama mengambilnya.
"Kenapa kau berkata begitu? Itu bukan salah mu. Itu sudah takdir dan juga karena ulah bajingan-bajingan itu.
"Tapi kenapa kau mengajukan diri mu sendiri untuk ke sana? Bukankah karena kau ingin menghindari ku?"
Tom lalu mengangkat dagu Felicia. Agar langsung bertatap mata dengan nya.
"Ada satu hal yang harus ku selesaikan, dan ini hanya antara aku dan vicky. Kau bersabarlah menunggu ku. Aku akan segera pulang setelah urusan ini selesai."
Tom lalu mengecup kening kekasih nya itu lalu kemudian naik ke dalam pesawat pribadi itu dengan tanpa menoleh lagi ke belakang.
...********...
...Jangan Lupa Vote yah sayang........
...Semangat ku ada pada dukungan kalian......
__ADS_1
...I Love you.. 🥰...
...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...