BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Begitu Banyak Pembahasan)


__ADS_3

Satu Bulan setelah kejadian itu...


Maera masih saja sering melamun mengingat perihal kandungan nya saat itu, ia masih saja hanya berdua diri di kamar nya.


Rey, Frans, Gorgh dan Valent, sudah sibuk dengan aktivitas perusahaan, karena bagaimana pun kehidupan mereka akan terus berlanjut.


Rey lambat laun mulai berpikir untuk tidak egois hanya memikirkan perasaan nya sendiri. Ia menyadari bahwa kelangsungan hidup para pekerja nya semua berada di tangan nya.


Grelda dan Bryan yang sudah sembuh dan sudah di perbolehkan pulang dua minggu lalu itu juga tak kalah pusing memikirkan cara untuk menghibur Maera.


"Grace, apa tidak sebaiknya Maera dan Rey pergi berlibur? Mereka juga kan belum pergi berbulan madu. Mungkin ini bisa membuat mereka kembali memulai lembaran baru." Ujar Bryan memberikan ide yang baru saja ia dapatkan di benaknya.


"Kau benar juga kak, kenapa baru terpikirkan sekarang. Sebaiknya aku memberitahu Rey untuk membawa Maera berlibur sekaligus berbulan madu." Sambut Grace menyetujui ide kakak nya itu.


"Tapi bagaimana dengan Jasmine? Apa dia akan mengizinkan Maera dan Rey pergi berdua saja? Jasmine bahkan menempel terus pada Maera" Sambung Grelda pula mengingatkan mereka.


"Tenang saja bibi, ada ku di sini. Aku yang akan membujuknya" Balas Namiira saat menghampiri mereka bertiga.


Mereka pun terus membahas nya dan membuat rencana untuk Maera dan Rey.


tapi lain lagi pembahasan Anetha dan Jerry di belakang mansion itu.


Mereka duduk berdua di taman belakang sembari membicarakan keadaan Maera saat ini. Jerry yang baru kembali dari Kampung halamannya untuk berziarah ke makam ke dua orang tuanya itu langsung murka dan sempat menghajar Rey karena kabar duka ini.


"Aku sudah tidak kuat melihat keadaan Maera. Dia bahkan tidak bicara juga dengan ku" Kesal Jerry meluapkan nya pada Anetha.


"Kak, apa Maera akan bisa bahagia lagi? Aku jadi ragu sekarang."


"Jika kau tidak melarang ku waktu itu, aku pasti sudah membawa Maera pergi dari sini. Aku sudah menduga ini, dia tidak akan bahagia bersama tuan Rey."


"Tapi kita tidak bisa melawan kekuatan nya tuan Rey kak! Kita tidak memiliki apapun untuk menghadapi kemarahan nya."

__ADS_1


"Bisa, jika Maera bersedia pergi dari nya, dia tidak akan berani memaksa"


"Bagaimana dia bisa menolak nya? Dia saja tidak menolak saat pertama kali tuan Rey memaksa Maera untuk menjadi miliknya. Maera bilang dia juga mencintai tuan Rey kak"


"Entahlah Neth, aku tidak tau harus membuat langkah apa sekarang. Tapi yang pasti aku tidak akan membiarkan Maera terus seperti ini."


"Apa kau masih mencintai Maera kak?"


"Sampai akhir nafasku aku akan tetap mencintai Savgilim ku."


Anetha pun mengelus punggung Jerry, ia sangat memahami perasaan kakak nya itu, selama ini Jerry sudah berjuang demi bisa membahagiakan Maera dengan bekerja sekuat tenaga nya untuk dapat mewujudkan mimpinya dan mimpi Maera.


Di sisi lain di perusahaan Emerald Company...


Usai rapat dengan kolega nya Rey langsung kembali ke ruangan nya, disusul oleh Willman dan Valent.


"Rey, apa kau yakin akan menyerahkan proyek pembangunan itu pada Morgan?"


"Aku hanya bingung, perusahaan nya masih baru, walaupun skill Morgan memang bisa di perhitungkan, tapi untuk fasilitas mereka bahkan belum cukup mempuni untuk mengimbangi kontrak ini"


"Aku setuju dengan tuan Valent, tuan Rey apa kau tidak terlalu gegabah melanjutkan ini?" Sambung Willman bagaimana pun Willman berhak memberikan suara nya karena ia adalah asisten utama nya.


"Aku juga berpikiran yang sama dengan kalian, tapi aku juga tidak mengerti kenapa ayah ku meminta ku untuk menerima nya."


"Kenapa paman tidak menjelaskan nya pada mu Rey? Menurutku ini sangat aneh, tidak seperti biasanya paman Gorgh merahasiakan nya dan menyembunyikan sesuatu dari mu"


"Aku tidak pernah ragu pada ayah, dia selalu memiliki langkah yang tepat. Jadi biar kita ikuti saja dulu permainan ini."


"Baiklah Rey, terserah kau saja, aku hanya tidak mau kau kecewa. Jika hanya soal uang aku tau lima millyar bukan lah hal sulit bagimu, tapi aku tidak mau kau dikhianati oleh orang lain." Balas Valent, ia mengatakan dengan nada serius.


Bagi Valent kebahagiaan Rey adalah no 1 baginya. Karena Rey lah satu-satunya orang yang ia miliki sebagai saudara meskipun bukan saudara kandung nya. Aishe sendiri sudah mengetahui itu sejak awal mereka berpacaran, tapi karena cinta nya Aishe tetap bersedia menjadi yang kedua di hati Valent.

__ADS_1


"Aku baru saja mendapatkan kabar dari Polandia tadi pagi. Tom dan Ming Xang akan melakukan serangannya malam ini. Dan apa kau tau? Ada sesuatu yang akan mengejutkan mu Rey!"


"Apa yang kau ingin katakan? Apa Lamela Gaty dan Brenda Yarl kembali?"


"Bukan itu saja Rey, tapi ternyata Black Jack masih hidup!"


"Apa kau tidak salah? Aku melihat sendiri Jerry yang sudah menembak nya di depan ku dan Maera juga di depan mu bukan?"


"Awalnya aku juga tidak percaya Rey, tapi ternyata saat Duke dan menyerang kita dan menembak Jerry saat itu dia punya kesempatan di selamatkan oleh seseorang. Aku tidak tau itu siapa yang menyelamatkan nya"


"Pastikan tambahkan orang untuk membantu Tom dan Ming Xang, aku tidak mau ada yang sampai celaka lagi.! ingat nyawa orang kita lebih berharga dari yang lain nya. Aku tidak perduli berapapun biaya yang akan kita keluarkan!"


"Lalu bagaimana dengan Rema? Aku dengar Dia sudah mulai menunjukkan reaksi, sepertinya dia akan segera sadar Rey." Tanya Valent lagi yang baru saja teringat jiga pada kasus Rema.


"Bagaimana Willman apa kau sudah memeriksa nya?"


Rey melihat kearah Willman karena ia telah meminta Willman untuk memeriksa berkas rumah sakit yang menangani Rema.


"Aku sudah memeriksa nya tuan Rey, Nyonya Rema mengalami cedera berat pada bagian kepalanya itu menyebabkan Nyonya Rema mengalami Amnesia berat, artinya dia butuh waktu dan usaha yang yang sangat berat untuk pulih kembali. kesempatan untuk mengembalikan memory nya adalah 20%."


"Bagus kalau begitu, pindahkan dia ke sebuah tempat yang sudah aku jelaskan kemarin, dan pastikan jangan ada yang tau keberadaan nya termasuk ibunya!"


"Baik tuan Rey..." Balas Willman sembari keluar dari ruangan itu.


Rey sedikit mengeluarkan nafas lega nya. Ia berpikir Rema bukan lagi menjadi pengacau bagi kehidupan nya lagi.


Sementara Valent dia masih memikirkan tentang si pria tua yang ia intai saat ini. Ingin rasanya ia segera kesana, namun dia harus memberitahu Rey terlebih dahulu. Akibat dari segala permasalahan yang tengah Rey hadapi Valent jadi menunda sekian lama.


...*******...


Selamat membaca kesayangan....

__ADS_1


kalau bosan kasih tau author ya apa yang author perlu tambahkan... Terima kasih


__ADS_2