BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Misi Penyelamatan Bagian Dua)


__ADS_3

Mereka tiba di radius 1KM dari TKP tempat Maera di sekap.


"Bravo... Berhati-hatilah!" Titah Rey.


"Tenanglah sayang!" Balas Valent sembari memutar kepala salah seorang anggota Black Monster itu.


"Krakkkk" Leher pria itu patah tanpa perlawanan.


"**30, **25, **77, **64, **33 Tuntas!" Ucap Valent yang terdengar seperti menyebutkan sesuatu yang aneh..


"Kau sedang menghitung apa Valent?" Tanya Lucas yang bingung karena sebelumnya ia memang tidak tau apa-apa.


"Dia sedang menghitung tatto barcode yang ada di lengan anak buah Black Monster." Jawab Rey dengan senyum kecut nya.


"Wah, ternyata sudah lama tidak mengikuti kalian, sekarang kalian malah semakin sangat menarik, ckckck baiklah aku mencatatnya." Balas Lucas lagi.


"Tuan Rey, kenapa di rompi ku ada granat?"


"Jika kau terluka maka granat itu akan ku ledekkan di kepala mu Willman! Tentu saja itu untuk pertahanan akhir" Rey sebenarnya tak tega karena Willman sangat anti pada Granat. Ia lebih memilih memegang bazoka dari pada memegang granat.


Valent dan Willman sudah memasuki areal sayap kiri,


namun di sana tampak sekitar 7 orang sedang bersiaga.


"Rey, aku butuh tim Jaguar!"


"Jaguar 5-6 Masuk sayap kiri Jaguar 7 masuk sayap kanan!" Titah Rey sembari mempersiapkan senjatanya.


"Lucas, sebaiknya kau siaga di sini saja, jika keadaan sudah tidak memungkinkan kau bisa menghubungi Marco!"


"Baik Rey, aku sudah menyediakan tombol nya"


"Jerry, sebaiknya kau bersiap kita akan masuk dari atas, apa kau bisa mendaki?"


"Hah? Maksudmu kita akan panjat tebing?" Tanya Jerry yang masih awam.


"Makanya kau jangan hanya menonton sinetron ikan terbang saja, kau harus memperbanyak referensi mu dengan menonton film Action atau laga, ckckck" Ledek Lucas pada Jerry.


"Kita akan memanjat menggunakan tapi karmantel ini, aku harap kau tidak akan jatuh sebelum waktunya"


"Dasar kumpulan orang tidak waras, kalian selalu bermain dengan hal aneh"


Rey dan Jerry pun mulai memanjat dinding setinggi 4 lantai itu.


"Mudah-mudahan gedung ini tidak runtuh, jelas-jelas ini gedung tua" Jerry terus saja menggerutu saat memanjat dinding itu.


"Kau jangan melihat kebawah, aku tidak ingin bermain bersama orang bau pesing"


Valent, Lucas, dan yang lain nya tersenyum mendengar ocehan Rey dan Jerry sejak tadi.

__ADS_1


"Tiba-tiba 3 orang datang menyerang Rey dan Jerry.


"Rey yang menggunakan senjata api yang tak kedap suara seperti jenis Mac-10 hingga tak ada yang mendengar suara tembakan itu kecuali Jerry dan mereka yang ada disitu.


"Siunggg.... siunggg... siungg" Tiga sasaran pun tewas dengan sempurna.


Jerry hanya tercekat melihat nya..


"Ini gila, baru kali ini aku melihat langsung kejadian mematikan di depan mata ku" Bisik Jerry dalam hatinya.


Rey kemudian meminta Jerry untuk bersembunyi sementara Rey memastikan situasi dulu.


Rey kemudian melemparkan beberapa chip kecil yang langsung menempel sempurna ke dinding baik sebelah kiri atau pun kanan nya


"Dua tikus arah jam 9 Rey" Lapor Lucas yang mengamati dari komputer nya.


Rey dengan cepat melesatkan tembakan tepat pada dua orang yang di maksud.


"Aman!" Lapor Lucas lagi.


Rey pun turun ke lantai bawah untuk membersihkan lokasi. Sementara Jerry masih setia diam dan ikut saja.


"Sayap kiri Clear!" Lapor Valent.


"Sayap kanan Clear!" Lapor Tom juga.


"Masuk ruang utama! Aku masih belum tau di mana posisi Maera dan Black Jack" Jawab Rey yang memberikan titah sekaligus informasi.


"Blakkkk" Rey terkena pukulan dari dua orang di sana, Begitu juga Jerry melawan satu orang lain nya.


Terjadilah pertarungan selama beberapa menit, sampai akhirnya Rey berhasil melumpuhkan lawan nya. Jerry akhirnya menggunakan senjata kecil yang mirip mainan itu. Pisau itu menancap tepat di pembuluh darah lawannya hingga tak ada kesempatan untuk melawan lagi.


"Kau masih memiliki Chip nya Rey?" Tanya Lucas yang masih terus memonitor Rey dari layar komputer nya.


"Aku memiliki sisa tiga buah lagi"


"Berhati-hatilah ada lima sisi berbahaya, aku tida bisa melihat dengan jelas areal itu."


"Rey, sebaiknya kau tunggu aku!" Valent mencoba menahan Rey agar tidak sendirian, karena Jerry juga tidak sepenuhnya bisa di harapkan, sedangkan situasi lantai 3 sangat berbahaya.


"Cringggg" Tiba-tiba sebuah kepingan besi apa ninja melayang melesat melewati bahu Jerry. Dengan cepat Rey menarik Jerry agar tidak terluka.


"Terima kasih" Ucap Jerry yang masih agak merasa gengsi mengucapkannya.


"Shitttt...Mereka menggunakan Shuriken! Apa ini pengalihan?" Tanya Rey pada mereka semua.


"Mungkin saja Rey, tapi aku telah menyelipkan gas air mata di tas kecil mu. Kau bisa menggunakan nya di saat yang tepat" Info Valent masih sembari melawan beberapa orang di sana.


"Akhhh" Teriak Valent saat sebuah serangan mengenai lengan atas nya.

__ADS_1


"Valent!! Sebaiknya kau keluar, jangan paksakan dirimu, atau Aishe akan membunuh ku! Shittt!" Omel Rey yang selalu khawatir jika Valent terluka.


"Astaga, ini hanya luka goresan Rey, kau buta aku seperti banci saja!"


"Focus lah Valent!"


sementara di sisi lain Tom sudah mendapatkan dua orang yang ia cari sejak tadi.


"Bajingan!! Kalian melecehkan wanita tak berdaya!!" Tom tidak mau langsung menghabisi dua orang itu. Ia meminta Lucas merekam detik-detik kematian mereka saat Tom mencongkel dada mereka berdua satu per satu.


"Ishhh!! Kau sadis sekali Tom!" Lucas tiba-tiba ingin muntah mana kalau melihat darah itu ber muncratan rak tentu arah.


"Kau akan mengalami hal yang sama jika bermain kotor memaksakan wanita, hem!" Balas Tom dengan senyum sarkas nya.


"Apa kau sudah kehilangan akal? Bahkan menyentuh wanita saja aku tidak tega!"


"Kau tidak tega, atau kau tidak normal? ckckckc!" Olok Valent yang sebenarnya sedang menahan kan sakit luka nya.


"Brakkkkk!!!!!" Rey menendang sebuah pintu. Dan ternyata ia di sambut dengan tenang oleh sang penguasa Black Monster.



"HANYA ILUSTRASI GUYS"


"Selamat datang mantan kakak ipar!" Sambut Black Jack dengan penuh ketenangan.


"Di mana istriku!! Pecundang!!"


"Sabar Rey... Tenang lah, My Angel ku baik-baik saja."


"Cihh... Jangan kau sebut nama adik ku dengan mulut kotor mu itu!" Jerry juga merasa tersulut amarah.


"Kenapa dia begitu tenang, pasti ada sesuatu di sana, Berhati-hatilah Rey!" Ucap Valent yang merasa ragu dengan sikap Black Jack.


"Aku masih memeriksanya!" Balas Lucas yang memonitor situasi lewat chip yang menempel pada rompi Rey dan Jerry.


"Bukankah ibu mu sudah menyerahkan gadis ku untuk ku dan menukarnya dengan paman mu? Kenapa kau bermain tidak fair Rey?" Olok Black Jack yang masih kokoh dengan gaya tenang nya.


...********...


...******* CRAZY UP 6 EPISODE *******...


...******* CRAZY UP 6 EPISODE *******...


...PUKUL 13:00 3 EPISODE...


...PUKUL 20:00 3 EPISODE...


...SPESIAL TERGILA CRAZY UP 6 EPISODE, SPESIAL UP UNTUK KALIAN PARA READERS KESAYANGAN....

__ADS_1


...TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMOGA SAJA KALIAN TETAP SETIA PADA KARYA KECIL INI......


...I LOVE YOU ALLL...


__ADS_2