BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Semua Anggota Link Berkumpul)


__ADS_3

"Zad... Apakah masalah jika aku memindahkan Maera ke rumah?"


"Hah? Ada apa denganmu Tuan? Kenapa kau sudah berjalan kesana kemari?"


"Jawab saja pertanyaanku Zad!"


"Seharusnya tidak bisa Tuan, dia masih perlu perawatan intensif."


"Apa kau tidak bisa mengupayakan nya? keamanan nya tidak terkendali disini, aku harus memantau keluargaku juga di mansion."


"Ada cara lain Tuan, kau bisa membawanya tapi harus di dampingi perawat dan tentu saja, beberapa peralatan harus di sertakan."


"Kalau gitu lakukan! Minta tiga orang perawat terbaik sekaligus untuk ke rumah ku."


"Astaga Tuan, jika perawat terbaik semua kesana, lalu bagaimana dengan rumah sakit ini?"


"Apa kau sudah tidak bisa di andalkan lagi Zad?"


"Maksudku bukan begitu Tuan, Kau cukup membawa satu orang saja, itu sudah sangat membantu."


"Oh.. Baiklah, terserah kau saja, tapi pastikan data perawat itu terjamin, dan aku tidak mau ada kesalahan."


"Baik, aku mengerti. Aku akan mengurusnya."


Setelah melakukan semua persiapan, Rey pun membawa Maera untuk pulang dan di rawat secara pribadi di rumah nya.


Mereka pun di kawal oleh beberapa mobil dari anak buah Rey.


Bukan dengan ambulans rumah sakit, tapi dengan Van khusus milik Rey. Rey pun menemani Maera duduk di samping kasur yang di sediakan di mobil itu.



Sementara di bangku ke dua ada si kembar, sedangkan perawat duduk di sebelah supir.


"Tuan, apakah aku tidak pulang ke rumah ku saja?" Tanya Maera pada Rey.


"Maera, sebaiknya kau menurut saja, ini demi keselamatan mu! Kau terluka juga karena menyelamatkan kami, lalu kenapa kami harus keberatan merawatmu, hem?"


"Bagaimana dengan Jasmine, apakah dia tidak trauma dengan kejadian ini?"


"Bahkan sedang terluka begini, kau masih sempat memikirkan orang yang kau selamat kan. Kau gadis yang baik."


"Em dia baik-baik saja, dia sedang menunggu mu di rumah. Bersama ibu, ayah, dan Frans..."


"Hem benarkah?... Aku jadi tidak sabar ingin bertemu dengan nya."


Melewati jalan pintas yang di arahkan oleh Willman, akhirnya Mereka pun sampai di rumah Rey dengan selamat.


Mansion Rey kini di penuhi oleh mobil para anak buah Rey yang tengah berkumpul seolah siap berperang.


Rey pun membantu Maera untuk di pindahkan ke Kursi roda. Sebenarnya Rey meminta untuk dia tetap dengan ranjang sorong, tapi Maera menolak.


Sementara Si kembar langsung menuju Paviliun.



"Kenapa ramai sekali? Apakah ada sesuatu yang terjadi? Atau apakah ada pesta di sini?" Tanya Maera sembari agak bingung melihat situasi saat ini.


"Bukan Maera, mana mungkin ada pesta di situasi seperti ini."


"LaLu?"


"Mereka ada teman-teman ku. Sudah, sebaiknya kau segera aku bawa masuk, Ibu dan Jasmine sedang menunggumu"


"Baiklah..."

__ADS_1


Sesampainya di dalam rumah, keluarga Maera sudah bersiap menyambut Maera. Bagaimana pun mereka berusaha untuk membuat Maera senang.



"Wahh Indah Sekali..."


"Selamat Datang kembali sayang.." Sambut Grace sembari memberikan sebuah buket bunga pada Maera.


"Selamat datang ibu Maera"


"Yakkkk, apa aku tidak salah dengar Jasmine menyebut Maera ibu?" Tanya heran Rey dalam hatinya.


"Terima kasih, ibu, Jasmine, Tuan Frans, dan Tuan..."


"Ayah sayang, panggil aku Ayah Gorgh"


"heh...emm"


Maera pun melihat ke arah Rey, ia khawatir Rey akan marah. Maera berpikir ini sedikit agak berlebihan.


"Tidak masalah Maera, kau boleh memanggil apa saja yang mereka mau."


"Terima kasih Ayah Gorgh"


"Dan aku, kau bisa memanggilku Frans.." Sambung Frans yang tak mau ketinggalan.


"Baiklah... Frans"


"Tapi apakah ini tidak terlalu berlebihan bu? Aku hanya sakit yang tidak begitu serius."


"Yakk?? Tidak begitu serius? Kau bahkan bisa saja tidak tertolong karena peluru itu sayang."


"Lagi pula kau calon menantu di rumah ini, kenapa harus sungkan sayang?" Goda Gorgh yang membuat Maera semakin canggung.


"Hah? Maaf tapi... "


"Ah sudahlah, apa kami hanya akan tetap berdiri di sini?"


"Oh iya, astaga ibu sampai lupa, Rey, Maera apa kau ingin makan biar ibu ambilkan sayang?"


"Tidak Bu, seperti nya aku akan menemui mereka dulu di paviliun."


"Maera, kau mau makan bersama sayang?"


"I.. ibu maafkan aku, tapi aku tidak merasa berselera untuk makan."


Di tengah obrolan mereka, Valent datang menghampiri Rey dengan tergesa-gesa.


"Rey, maaf apakah aku bisa bicara dengan mu sebentar."


"Ada apa? Apakah ada sesuatu yang terjadi?"


"Ah tidak, tapi sebaiknya kau ikut denganku sekarang. ada sesuatu yang ingin ku bicarakan."


"Hem, sebaiknya kita ke pavilun saja."


Rey dan Valentino pun bergerak ke Paviliun yang tak jauh dari Mansion Rey.


''Kak Rey" semua pun hampir serentak menyambut Rey dengan menyapa namanya.. saat masuk ke paviliun nya.


Hmm... Terima Kasih karena kalian masih setia bersama EC.


"Apa yang kau katakan kak? Tentu saja kami akan selalu setia bersama mu, itu sudah janji kami."


"Baiklah Valent, katakan! Kabar apa yang ingin kau bicarakan tadi padaku?"

__ADS_1


"Kita bukan hanya di serang dari luar, tapi juga dari dalam Rey."


"Maksud mu? Apakah ada penyusup dalam EC?"


"Kau benar Rey, apa kau mengingat Brenda Yarl?"


"Gadis yang ku selamatkan tempo hari dari kasino."


"Ya, dan ternyata di adalah kekasih simpanan Josh Liu."


"Oh Shitttt, aku kira dia hanya memiliki Lamela sebagai kekasihnya"


"Lalu apa yang sudah dia ambil dari kita?."


"Dia menyabotase semua kunci EC, beruntung kami cepat menyadari nya, dan sekarang sudah di amankan. Tetapi..."


"Tetapi apa Valent? katakan padaku!"


Valent pun enggan menjawab pada Rey. akhirnya Margaret lah yang menjawabnya.


"Sayangnya dia berhasil membawa Vicky kak Rey."


"Astaga, kenapa kita sampai bisa kecolongan? Aku sudah ceroboh."


"Sebaiknya kita harus membuat rencana untuk menyelamatkan Vicky, kita adalah keluarga. Jika satu terluka maka semua akan terluka"


"Tapi kondisi mu belum terlalu memungkinkan kak, setidaknya kita masih punya waktu beberapa minggu ke depan. Karena Josh Liu tadi pagi sudah berangkat ke Polandia membawa Vicky ikut serta."


"Baik, kalau begitu kabari aku jika sudah waktunya kita bersiap. Aku minta kalian tetap waspada. Josh Liu tidak bermain sendirian dia ada bersama Duke Fulkee."


"Apa kau tidak salah bicara kak Rey." Tanya Tom yang tidak percaya Rey menyebutkan nama itu.


"Maafkan aku Tom, tapi aku berkata benar. Dua hari lalu anak buah Duke Fulkee menyerang ku. Mereka yang menyebabkan luka di perutku."


"Shitt... Aku pikir itu anak buah Josh Liu." Umpat Valentino.


"Waktu itu, mobil nya berhasil menghadang mobil ku, dan aku sempat bergulat dengan nya. Aku bisa melihat jelas dia anak buah Duke."


Tom pun nampak merasa bersalah pada Rey, meskipun dia masih tidak percaya bahwa paman nya juga ikut terlibat dalam permusuhan antara EC dan BlackLink.


"Maafkan aku kak, aku tidak tau sejak kapan dia mendukung Josh. Tapi aku bersumpah, aku setia pada EC."


"Tenanglah Tom, aku percaya pada mu. Aku hanya berharap kau tidak terpengaruh."


"Aku berjanji kak, kau bisa percaya padaku." Imbuh Tom lagi mencoba meyakinkan Rey.


"Ingat, tidak ada budaya kacang lupa kulitnya di antara kita. Kk Rey sudah berulang kali menyelamatkan kita Tom." Cetus Margareth memperingatkan Tom.


"Percayalah Marg aku tidak berniat sedikit pun mengkhianati kak Rey."


"Rey, sebaiknya kau kembali pada Maera dan yang lainnya. Kami akan tetap di sini menunggu situasi kondusif." Pinta Valent dengan nada pelan.


"Apa tidak masalah jika kalian di sini terlalu lama? Markas juga masih butuh pantauan. jangan lengah!."


"Kau tenang saja Rey, semua sudah kami perhitungkan"


"Baiklah, tetap waspada dan kabari aku segera jika kepastian Josh Liu ada di negara ini atau tidak.."


""Baik kak" semua pun kompak menjawab Rey


"Kalau begitu Selamat malam"...


...*********...


...Assalamu'alaikum hai Readers kesayangan. Mohon maaf yah jika 2-3 hari ini Author telat update, mohon dimaklumi yah. Author akan berusaha terus untuk bisa update tiap hari....

__ADS_1


...untuk itu Author minta dukungannya yah untuk tetap support karya Author, biar Author jauh lebih semangat lagi....


...Selamat membaca kesayangan......


__ADS_2