BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Jati Diri Maera Terungkap)


__ADS_3

Usai mengantarkan Jasmine Valent ingin mampir sebentar membeli buah dan bunga untuk di bawa ke rumah sakit, karena tadi tiba-tiba Maera meminta untuk di antar ke rumah sakit saja menjenguk ibu nya dan juga sekalian menjenguk paman Rey yang kata nya sudah mulai sadar.


Namun saat membeli nya Valent tak sengaja melihat mobil Rey sedang terparkir di depan sebuah kantor pengacara atau advokad. Valent juga mengenal orang tersebut.


"Rey..? Untuk apa dia mendatangi kantor pengacara perceraian? Siapa yang mau bercerai? Sebaiknya Maera jangan melihat ini" Bisik Valent dalam hati nya sendiri ia memang tak ingin Maera mengetahui nya.


"Ada apa kak Valent? Kenapa kau seperti orang bingung tadi?"


"Tidak ada apa-apa Maera, aku hanya melihat teman ku tadi."


"Oh, aku pikir kakak melihat kak Rey tadi." Ucap Maera yang sebenarnya tidak sengaja, tapi Valent malah merasa tercyduk secara sendiri nya.


"Me.. memangnya kau melihat nya di mana Maera?" Gugup Valent yang masih berusaha menutupi kebenarannya.


"Tidak kak, aku kan mengatakan apa yang aku pikirkan, kenapa kau mengambil hati atas ucapan ku kak, heheh"


"Hhhhh... Syukurlah, aku kira kau benar-benar melihat nya Maera"


"Baiklah sebaiknya kita segera ke rumah sakit. Paman dan bibi sudah ada di sana."


"Ibu Grace tidak pulang sudah tiga hari kak."


"Dia begitu menyayangi kakak nya, mereka selalu bersama sejak kecil, tidak pernah sekali pun paman Bryan meningal kan bibi Grace, sampai pada akhirnya paman Bryan di sekap oleh Peater sialan itu."


"Aku masih belum mengerti, sebenarnya apa hubungan antara mereka semua kak.?"


"Aku juga sulit menjelaskan nya Maera, sebaiknya Rey atau lama Gorgh saja yang menjelaskan pada mu, maaf kan aku ya"


"hah kenapa kak Valent minta maaf kak, aku kan hanya bertanya saja, tidak masalah jika kau tidak tau kak"


Akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit.


Maera kebingungan saat mencari ibu nya tidak ada di kamar nya.

__ADS_1


"Kak Valent, di mana ibu ku kak? Ibu tidak ada di kamar nya" Teriak Maera yang tentunya trauma dan teringat pada saat ia di culik oleh Black Jack.


"Sabar Maera, biar aku tanya dulu pada orang-orang, mungkin saja dia dipindahkan." Valent pun memeluk Maera karena melihat Maera ketakutan.


Tiba-tiba seorang suster menghampiri mereka karena melihat kericuhan Maera yang sempat meraung di depan kamar VVIP itu.


"Nyonya Tuan maaf apa kalian mencari pasien yang berada di kamar ini?"


"Iya benar di mana ibu ku suster?" Tanya Maera yang tidak sabaran lagi.


"Dia sedang berada di kamar VVIP lain nya di bagian utara itu kamar rawat keluarga Tuan Emerald, tadi pagi dia berjalan-jalan dan dia belum kembali lagi ke sini." Ujar suster itu melengkapi keterangan nya.


"Maksud mu di kamar paman Bryan?" Tanya Valent untuk meyakinkan pemikirannya.


"Iya tuan benar, permisi tuan..."


"Kak, apa ibu Grace yang membawa nya ke sana? Aku ingin ke sana kak." Punya Maera yang masih dalam situasi khawatir.


"Baiklah Maera, tenangkan dirimu, kita ke sana sekarang." Valent pun memegang bahu Maera untuk menuntun nya ke sana. Kondisi Maera yang tengah hamil tentu saja membuat Valent khawatir jika sewaktu-waktu Maera bisa saja pingsan.


"Maera!"


"Ayah... Di mana ibu ku ayah?" Tanya Meera yang langsung memeluk Gorgh seolah meminta perlindungan dari rasa takut dan khawatir nya itu.


"Tenang lah sayang, Nyonya Grelda ada di dalam. Kenapa kau bersama Valent? Di mana Rey?" Tanya Gorgh yang merasa heran, bagaimana mungkin Rey membiarkan Maera berjalan di papah oleh Valent, jika Rey mengetahui itu pasti dia sudah seperti kebakaran jenggot.


"Kak Rey... Dia.. Dia tidak pulang dari semalam ayah."


"Maera sebaiknya kau masuk ke dalam, ayah akan mengantarmu. Valent tunggulah di sini ada yang ingin ku bicarakan dengan mu"


"Baik paman"


Maera pun di antar untuk masuk ke ruang yang pintunya tidak sepenuh nya tertutup itu.

__ADS_1


Tampak Grelda sedang bicara dengan Bryan begitu akrab nya namun mereka seperti sedang bersedih. Sementara Grace masih terus menangis di samping mereka.


"Grelda... Apa kau tau di mana Alex? Apa dia masih hidup?"


"Di.. dia masih hidup.. Tapi aku tidak tau di mana dia sekarang. Suami ku.. Maksudku mantan suami ku yang mengetahui di mana dia."


"Apa kau tidak memiliki petunjuk? Aku sangat merindukan sahabat ku itu" Bryan lagi-lagi meneteskan air matanya.


"Aku tidak menyangka, menantuku adalah anak dari sahabat ku sendiri. Aku sangat merindukan Louise.. Secepat itu dari meninggalkan kita, dia masih punya hutang janji pada ku, hiksss" Grace tak kalah sedih mengenang sahabat nya Louise yang merupakan istri dari Alex Hudson..


Maera terjatuh lemas ke lantai saat mendengar cerita mereka semua. Ia masih berada di pintu saat mereka tak sengaja menceritakan orang tua kandung Maera.


Grace dan Grelda sontak langsung berdiri melihat kedatangan Maera. Mereka pun tidak ingin Maera mengetahui kebenarannya tentang diri nya dengan cara seperti ini.


"Ja.. jadi benar kau bukan ibu kandung ku? Jadi apa yang selama ini aku dengar dari setiap pertengkaran ibu dan ayah itu benar? Dan tulang sumsum ku tidak cocok karena aku bukan anak kandung ibu?" Maera pun langsung mencerca Grelda dengan semua pertanyaan yang selama ini tersimpan di benak nya.


"Sayang Maera, bangunlah, kau bukan gadis yang lemah nak, pikirkan anak dalam kandungan mu" Bujuk Gorgh sembari membantu Maera untuk berdiri.


"Ayah, tapi kenapa orang tua ku membuang ku? Apa salah ku?" Tangis Maera semakin terisak walau sejujur nya jawaban ini lah yang selama ini ia cari tentang jati diri nya...


"Tidak sayang, tidak ada yang membuang mu! Aku juga ibu mu Maera... Aku hanya yang menyembunyikan mu dari musuh-musuh ayah mu. Ibu mu adalah kakak kandung ku Maera." Grelda langsung menepis pemikiran Maera dengan segudang penjelasan.


Maera pun memeluk Grelda... Sakit yang ia rasakan tanpa ayah dan ibu nya mungkin jika tanpa Grelda maka ia pun belum tentu selamat dari kejaran musuh-musuh Alex.


Alex si Brandal yang tersesat karena ulah Peater di masa lalu berubah menjadi bulan-bulanan para brandal lain karena di adu domba oleh Peater dan Duke. Bukankah sebuah kebetulan mereka semua saling terkait satu sama lain?...


...*********...


...Terima kasih masih setia bersama karya kecil ini....


...Jangan bosan untuk memberikan dukungan untuk author pendatang baru ini yah......


MAAF TELAT UPDATE YAH GAESSS...

__ADS_1


...Love love love banget buat kalian yang sudah bersedia mendukung Author......


...Selamat membaca kesayangan......


__ADS_2