BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Mendadak Di Serang Musuh)


__ADS_3

BAB 7


Rey mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang. melewati malam yang sudah tampak sunyi senyap sebab waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.


Namun ketenangan itu hanya bertahan sebentar, Tanpa di duga beberapa mobil sport tampak mengejar ingin mendahului mereka.


Maera yang tadi sudah tegang, sekarang bertambah puluhan kali lipat tegangnya.


"Oh sittt... Apa-Apaan ini, Apa yang mereka lakukan?"


Gadis kecil, Gunakan sabuk Pengamanmu.


"Ba... Baiklah"


"ccccchittttttt..... chatttttttt... clinnnng"


Suara mobil yang saling berlomba itu semakin memekikkan telinga. suasana jalanan yang memang sepi membuat suasana semakin dramatis.


Rey mencoba menghindari ketiga mobil itu, dia melakukan kendaraannya lebih cepat , tapi sesekali mereka dapat menyamakan posisi dengannya beberapa saat.


Maera pun menaikkan lehernya semakin tegap dan wajah nya sudah hampir seperti kapas karena takut.


"Owh.. Ternyata mereka anak buah gembong Josh Liu, Cihh..Siall!!"


Rey pun menekan tombol nomor darurat di ponsel nya, dan ia mulai berbicara pada earphone yang sudah terhubung di telinga nya.


"Bobby! Di mana posisimu?"


"Aku berada 300 meter dari posisimu Tuan Muda, aku sudah mengetahui situasi mu."


"Alihkan perhatian, aku membawa nyawa gadis lain bersamaku, aku tidak ingin membahayakannya."


"Baik Tuan Muda, aku sudah menghubungi Tuan Valentino untuk membantu. mereka akan tiba 10 menit lagi."


"Baik, aku akan coba mempertahan kan posisi dulu, kau alihkan dengan cara biasa untuk menahan mereka."


"Aku mengerti Tuan Muda."


"Mereka masih belum jera berurusan dengan RedLink. Aku yakin si Kembar pasti menyukai situasi kita sekarang." Ucap Willman pada Bobby.


"Sebaiknya kau hubungi saja mereka, aku harus membantu Tuan Muda lepas dari mereka dulu, kau berpegangan lah dengan benar." Balas Bobby pada Willman.


"Cih, kau tenang saja, aku selalu membawa ini bersamaku."


Dengan cepat Willman mengeluarkan senjata laras panjang dari bawah Jok nya.


Dia memang selalu tau berpartisipasi semenjak bergabung dengan RedLink EC.


Maera yang tak biasa di atas mobil dengan kecepatan tinggi sudah mulai merasakan mual, dia pun sudah pusing karena terombang ambing sejak tadi.


"Jangan sampai kau mengotori mobilku dengan muntahan mu Nona, bertahanlah sebentar ini tidak lama." Titah Rey pada Maera.


Rey masih saja memikirkan takut akan mobilnya ternodai, yahhh pria perfectsionis ini sangat lah egois mengenai kebersihan.

__ADS_1


"Ta.. tapi aku sudah tidak kuat Tuan... uwekkk.. uwekkk..."


"Astaga... Entah kesialan apa yang aku dapatkan malam ini."


Bobby dan Willman masih mencoba untuk mengimbangi dua mobil di depannya tapi mobil yang satunya masih bertahan mepet dengan mobil Rey.


"Doorrrr..."


Suara tembakan dari Willman mengenai mobil salah satu musuh, tapi sayang bahkan nyaris saja mengenai sisi kiri mobil Rey. Rey pun mengamuk pada Willman.


"Awwww" Teriak Maera yang merasakan lentingan peluru panas di pintu mobil di sampingnya.


"Apa kau ingin membunuh ku Willman? Kau bahkan hampir mengenai gadis ini.. Siall... Jangan kau buat mobilku penuh dengan darah, atau akan ku patahkan lehermu itu."


"Ya Tuhan, Aku belum mau mati, aku bahkan belum mencoba Burger yang sudah lama aku inginkan, Aku juga belum pernah menginjakkan kaki di Mall, aku bahkan berlum pernah merasakan nonton bioskop... Setidaknya jangan biarkan aku mati penasaran" Sempat-sempatnya Maera berpikiran seperti ini dalam pikirannya.


"Ma.. Maafkan aku Tuan Muda, Aku sedikit kurang perhitungan." Balas Willman pada Rey.


"Astaga, ada apa dengan malam ini, huh"


"Tuan, pasukan Valentino telah tiba."


"Kenapa lama sekali, aku bahkan sekarang akan stress jika mobilku ketumpahan muntah dari gadis ini.. Astaga, apa Aishe sekarang sudah mulai mengurungnya?" Omel Rey pada mereka semua.


"Wah..Wah.. Sepertinya ada yang menyebutkan nama Kekasihku di sini, aku agak merasa tersinggung, hahaa..." Valentino tiba-tiba masuk dalam obrolan seluler mereka.


"Tapi mengapa ada Gadis?? wah.. Sejak kapan Kau membawa gadis dalam permainan liar ini Tuan Muda Rey? hahahaha..." Goda Valent lagi pada Rey.


"Diamlah kau Valentino, sebaik nya kau atasi ini, atau aku akan menghajarmu nanti." Ancam Rey dengan kekesalannya.


"Tenanglah sayang, akan kuatasi, tapi katakan dulu, biasanya kau hanya membawa gadis liar, apakah kali ini kau membawa yang berbeda, sampai kau begitu khawatir?... ckckckk"


"Apakah ini waktu yang tepat untuk menjelaskannya Valent? Astaga.. Sepertinya aku butuh Aishe untuk membantuku. "


"Wah.. wah.. Kau lihat Tuan Mu ini Bobby, Dia masih saja bisa mengancam bahkan di saat kondisi terdesak, hahahah."


Bobby dan Willman yang tersenyum mendengar pertengkaran dua sahabat itu, mereka tau betul itu sudah menjadi kebiasaan mereka. Terutama Valentino, dia merasa tidak tenang jika belum menggoda Rey.


Rey pun semakin kesal dengan godaan temannya itu, dia tidak mau membahas hal yang menurutnya tidak penting saat ini. Dia pun melanjutkan pembicaraan mengenai situasi saat ini.


"Valent!!! Aku tidak memiliki waktu lagi, apa kau sudah mengatur posisimu?"


"Aku bersiap kawan, Di depan ada persimpangan, sebaiknya kau ambil posisi kearah Timur aku dan pasukan ku akan menggiring mereka ke arah Barat."


Rey yang mengerti maksud dari Valentino langsung saja menebak isi pikirannya.


"Apa kau akan menggiring mereka pada si kembar? Cih"


"Tentu saja kawan, aku tidak ingin bersenang-senang sendiri.. Hahaha... Nikmatilah bulan madu mu dengan gadis itu, aku akan mengurus bajingan-bajingan ini."


"Siiittt... Kau semakin tidak waras sekarang, aku hanya kasihan pada Aishe jika kau tidak waras..."


"Kau terus menyebut namanya, telinganya akan berdengung sayang, tunggu selesai dari sini, aku akan memberikan kabar baik dari kami."

__ADS_1


"Baiklah.. Apapun Yang Terjadi"


"Jaga Nyawamu Lepaskan saja ragamu"


Rey, Valentino, Willman, Bobby serentak mengucapakan Slogan mereka.


Slogan mereka sangat memiliki arti mendalam bagi mereka, yang mana walau apapun yang terjadi mereka harus tetap bisa berusaha kembali, meski dalam keadaan luka parah bahkan sekarat sekalipun.


Kembali pada Situasi saat ini.


Mereka pun akhirnya tiba di persimpangan yang telah di tentukan.


Sesuai kesepakatan Rey pun mengambil Jalur Timur. Dan Valentino serta Bobby mengambil jalur barat.


"Sekarang waktunya!!!" Teriak Valentino pada Rey dan Bobby.


"Baiklah, Aku ambil bagian ku.." Balas Rey dengan tenang.


Namun pada saat Rey tak sengaja menoleh, dia pun sudah melihat Maera dalam keadaan Pingsan.


"Astaga, apa gadis ini mendapatkan shock therapy yang mengerikan sampai dia pingsan? huh...


Valentino yang masih mendengar ucapan Rey pun terkekeh mendengarnya


"Hahaha, Sebaiknya kau pulang dengan cepat kawan, gadismu membutuhkan nafas buatan.."


"Ohhh Sitttt... Kenapa masih ada yang mengikutiku? Siall"


"Apa ada kejutan lain Bobby?" Tanya Valentino pada Bobby, ia merasa heran kenapa masih ada yang mengikuti Rey.


"Sepertinya mereka memiliki kru tambahan Tuan. Kita sedang menggiring tiga bagian disini." Balas Bobby sembari melihat spion samping nya.


"Apa aku perlu menyusul kesana Rey?"


"Tidak perlu, Urus saja bagian kalian, aku tidak keberatan mengurus mengurus satu bagian tengik ini."


"Baiklah sudah saat nya kau beraksi, sampai jumpa" Pamit Valentino .


"Hhh... Jangan sampai terlambat pulang kawan, Aishe menunggumu.." Balas Rey mengakhiri percakapan seluler itu.


Valentino pun tersenyum mendengar ucapan Rey.


Kini tinggal hanya Rey menghadapi satu musuh saat ini.


Dengan hati-hati Rey pun memainkan irama kendaraannya.


Dia menarik senjata dari dalam kaus kakinya itu.


Tinggal hanya menunggu saat yang tepat untuk menarik pelatuknya.


...*****...


Hai Para pembaca yang budiman... Mohon dukungannya untuk karya saya yah, smoga saja kalian suka.

__ADS_1


Jangan lupa untuk Like+Komentarnya biar aku makin semangat melanjutkan nya.. Terima kasih semua...


__ADS_2