BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Rey Membuat Plan B)


__ADS_3

"Bajingan!!! Dia sanggup mengkhianati ku!!" Teriak Rey sembari memukul meja yang berada di depan nya.


"Tenang kak Rey, aku sudah mencari di mana posisi Vicky." Tom mencoba menenangkan Rey.


"Aku akan ikut langsung ke sana! Aku tidak akan bermain lagi untuk kali ini!"


"Bagaimana ini? Aku tidak mungkin melarang nya, dia bisa menghajar ku sekarang." Bisik hati Bobby yang sebenarnya ingin mengingat kan Rey.


"Kak Rey, sebaiknya aku saja yang ke sana. Kakak ipar kecil sedang mengandung sekarang kak, kau jangan membuat nya khawatir, bukankah itu nanti akan berdampak pada kondisi nya."


Rey jadi teringat akan Maera, ia pun berpikir bahwa yang di katakan Tom ada benarnya. Ia tidak mau Maera berpikiran macam-macam nantinya.


"Aku ingin kau mengirimkan Video saat kau sudah mendapatkan nya."


"Baik kak."


"Tunggu, aku ingin bertemu dengan wanita itu dulu"


Rey pun pergi ke sebuah ruangan lain untuk menemui Lucia yang kondisi nya di ikat dengan rantai, dengan wajah yang memar akibat tamparan anak buah nya.


"Hey nona, kau di bayar berapa untuk melakukan semua ini, hah??"


"Tu.. Tuan Rey.. Aku berkata jujur, ini adalah anak mu!" Ucap Lucia gugup namun masih teguh dengan keterangannya.


"Cih.. Kau masih saja mau berusaha menghancurkan ku? Kau pikir kau bisa mendapatkan harta dengan cara menjijikkan ini? Atau jangan-jangan kau tidak hamil sama sekali?! Tom, Bobby, apa kalian sudah memeriksa berkas dokumen itu dengan benar?"


"Sudah Tuan Rey, aku sudah memastikan nya ke rumah sakit bahkan kami juga memeriksakan kembali urine nya dan dia memang benar hamil. Aku juga sudah berusaha ingin meminta dokter Zade melakukan Test DNa, Tapi sayang dokter Zade mengatakan ini masih terlalu dini dan dapat membahayakan janin nya jika di paksa."


"Apa perduli mu dengan janin nya, hah?"


"Tu.. Tuan bukan kah kau sendiri yang bilang jika sampai kapan pun kita tidak boleh menyakiti anak kecil dan tidak boleh membawa mereka dalam urusan apapun. Aku selalu mengingat nya dan..."


Rey tiba-tiba memotong ucapan Bobby.


"Sudah cukup! Aku mengerti, aku tidak seharusnya menyalahkan mu, ini kesalahan ku, aku memang terlalu lemah." Rey berbicara sembari pergi meninggalkan ruangan itu.


"Kapan kau akan pergi Tom?"

__ADS_1


"Secepatnya kak, aku sedang menghubungi anak buah kita di sana dan beberapa ketua Mafia lain yang bersahabat dengan kita. Aku khawatir Vicky telah mempersiapkan rencana lain, karena ini sepertinya sudah di persiapkan nya sejak lama."


"Kau benar Tom, kau tadi mengatakan dia berada di polandia bukan?"


"Benar kak, dia berada di markas Black Jack, karena Josh Liu dan... Duke membawanya ke sana" Tom agak terpatah omongannya saat menyebutkan nama paman angkat nya itu.


"Maaf kan aku Tom, aku turut berduka atas Duke, Maaf karena telah melibatkan mu untuk melawan paman mu sendiri"


Rey merasa tak enak hati karena sejak kemarin dia bahkan belum sempat memberikan ucapan belasungkawa karena Duke tiada. Biar bagaiman pun Tom pernah lama tinggal bersama Duke.


Tom tersenyum kecut mendengarnya.


"Dia hanya paman angkat ku kak, aku bahkan sudah menginginkan kematiannya sejak aku tau dia lah dalang dibalik kematian ayah dan ibu ku."


"Masih ada Emerald Tom.. Kami ada lah keluargamu. Ingat saat pertama aku membawa mu, aku sudah mengatakan bahwa Emerald adalah tempat mu untuk kembali walau kau pergi kemana pun." Rey bicara sembari menepuk bahu Tom.


Amarah yang menggebu di hati Rey perlahan mulai tenang, ia pun kembali ke Mansion Emerald.


"Rasanya malas sekali untuk pergi ke perusahaan." Gumam Rey yang menyandarkan tubuh nya pada sofa di ruang kerja nya yang berada di lantai dasar mansion itu.


"Tok.. Tok... Tok... " Valent mengetuk ruang kerja Rey.


"Valent, kenapa kau sudah banyak bergerak? Seharusnya kau istirahat lebih lama!"


"Hmm Ya ampun... Memangnya aku baru pertama kali merasakan luka seperti ini, ckckck."


Valent lalu duduk di sofa yang sama dengan Rey.


"Kau fikir kau masih muda Valent? Meskipun anak pertama mu baru akan lahir, tapi itu karena kesalahan mu yang menikah setelah usia kepala tiga, ckckck Bahkan anak pertamaku sudah usia 9 tahun sekarang"


"Whatt?? Apa kau lupa? Karena dirimu lah aku tidak menikah sampai Aishe hampir pergi ke Mesir ckckck."


"Valent, aku sudah mendapatkan kebenaran tentang wanita yang bernama Lucia itu. Aku sudah menyimpan semua bukti nya, dan kau tau? Vicky adalah dalang semua ini."


"Apa aku tidak salah dengar?? Vicky??"


"Percuma saja Aishe seorang perawat, akan ku suruh Aishe mencongkel telinga mu Valent!."

__ADS_1


"Aku serius Rey, aku hanya tidak habis fikir kenapa dia melakukan itu padamu? Apa motif nya?" Valent memang tidak habis fikir, orang yang sudah di tolong oleh Rey tega berkhianat bahkan sampai membuat trik yang sangat menjijikkan.


"Aku tidak tau apa motifnya, yang pasti Tom sudah bersiap untuk memberi nya pelajaran."


"Apa kau belum memberitahu nya pada semua orang?"


"Aku akan memberitahu jika sudah waktunya. Aku sedang tidak mood sekarang ini."


"Hmm.. Aku tau alasannya kau tidak bersemangat, pasti karena Maera belum memberikan mu jatah kan? ckckckck..." Valent menggoda Rey dan itu membuat Rey merasa sedikit kesal.


"Aku akan membuat kau merasakan yang sama kawan, kau tunggu saja. Jangan menangis jika Aishe tidak menggubris ku seperti Maera cuek padaku, cih.." Balas Rey dengan wajah dan nada ketus.


"Jangan bilang kau mau mengadu domba ku lagi Rey?!" Valent langsung berusaha mengamati reaksi Rey, ia benar-benar khawatir jika Rey mengerjai nya seperti yang pernah terjadi dulu di awal pernikahannya nya dengan Aishe.


"Hahahaha... Kau sangat mudah sekali di tipu kawan ckckckck."


"Kau ini, hampir saja aku akan tidur di sofa lagi karena mu Rey." Valent pun bernafas lega.


"Eh tapi tunggu, ini ide bagus juga untuk masuk dalam rencana Plan B ku, setelah sebelumnya Plan A ku gagal karena Maera masih marah."


"Valent, di mana Aishe sekarang?"


"Dia ada di kamar? memangnya kenapa, hem? Kau mau mengerjai aku lagi?"


"Ya ampun.. kau ini selalu saja beprasangka buruk pada ku! Aku mau minta bantuan kalian untuk membuat Maera tidak marah lagi padaku"


"Kau tinggal beri tahu saja bukti mu pada Maera kan langsung beres Rey. Kenapa harus repot-repot buat tragedi akting?"


"Yakk.. Kau mau bantu aku tidak?" Rey menggertaki Valent yang membuat Valent akhirnya langsung berlari keluar lalu ia berjalan ke kamar nya untuk memanggil Aishe.


"Dasar Brandal aneh..." Umpat Valent sembari berjalan terus ke kamarnya.


...********...


...Jangan Lupa Vote yah sayang........


...Semangat ku ada pada dukungan kalian......

__ADS_1


...I Love you.. 🥰...


...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...


__ADS_2