
Sebelumnya :
"Sudah lah sayang, kau jangan khawatir aku hanya tinggal menunggu saat yang tepat untuk mengatakan nya pada kak Rey." Frans masih berusaha terus merayu kekasih nya itu agar tidak ngambek lagi.
"Aku bisa dengan jawaban mu, aku akan meminta izin kak Rey untuk kembali ke kota xxxx lebih baik aku mengurus Club dari pada di sini melihat wajahmu terus menerus!" Martha membalikkan badan untuk keluar dari ruang kerja Frans.
Frans pun sedikit kesal melihat Martha terus saja merecoki nya dengan permasalahan ini. Ia langsung menarik paksa Martha agar tidak keluar dari ruangan itu.
Ia mendorong Martha ke dinding lalu menjepit kedua tangan Martha dengan sebelah tangan nya, sementara tangan lainnya memegang dagu lancip Martha.
"Kau ini kenapa hmm? Apa memang kau sudah tidak sabaran lagi? Atau aku harus melakukan nya dulu baru kau percaya aku benar-benar mencintai mu?" Ucap Frans kali ini dengan mimik wajah serius lalu melemparkan pertanyaan yang membuat Martha justru menjadi takut.
"Apa kau sudah tidak waras, hah?? Enak saja kau melakukan itu padaku, kau pikir aku sama dengan perempuan liar yang pernah kau temui?" Martha justru semakin kesal karena kata-kata Frans yang seolah menganggap nya mudah untuk di buat seperti itu.
"Bukan begitu sayang, aku tidak bermaksud seperti itu, tapi kau tidak mau bersabar menunggu padahal tidak akan lama lagi waktu nya pasti akan tiba"
"Aku... aku.. "
"Bluffffff"
Seketika Martha pun hanya bisa membulatkan matanya ketika Frans malah dengan cepat kilat me... lu.. mat bibir nya. Martha tidak bisa menolak lagi karena ia pun sudah terkunci.
Lagi-lagi pertengkaran Frans dan Martha bisa berakhir dengan hanya satu kecupan hangat.
...*****...
Kembali ke pada Valent dan Aishe...
Aishe dan Valent pun sedang bersiap untuk berangkat ke rumah ibu dari Aishe.
"Sayang, apa kita tidak perlu memberitahu Maera kalau kita akan pergi?" Tanya Aishe pada Valent sebelum mereka berangkat.
"Sebaiknya nanti biar Rey saja yang memberitahu nya, aku tidak ingin menambah pikiran Maera jika kita memberitahu nya. Lagipula dia juga tidak akan menyadari kita tidak ada di sini, dia hanya berdiam diri di kamar saja bukan?"
__ADS_1
"Kau benar juga, baiklah kalau begitu sebaiknya kita pergi sekarang." Ajak Aishe sembari mengambil tas nya.
Mereka tidak membawa banyak pakaian karena di rumah Aishe pun ia masih memiliki pakaian yang masih banyak tertinggal ketika ia belum menikah.
Namun baru beberapa langkah mereka keluar dari kamar, Aishe tiba-tiba kesakitan memegangi perut nya.
"Sayang... sepertinya... sepertinya.. a.. aku kontraksi" Ucap Aishe sembari memegangi perut nya yang mules itu.
Karena dia berlatar belakang perawat dia masih bisa menstabilkan kepanikan nya sendiri. Begitu juga dengan Valent, dunia kemafiaan ini nampaknya membuat dia lebih terlihat menyimpan kepanikan itu dalam hatinya.
"Ha?? Apa ini sudah waktunya? Seperti nya anak ku sama persis dengan ku, tidak mengenal waktu, huh... Itu bagus nak..." Valent ikut mengelus perut Aishe dan malah masih mencoba membuat lelucon untuk menghibur Aishe.
"Valent..?!!! Ini bukan waktunya membuat Lelucon!!"
"Ba... baiklah ayo ke rumah sakit sekarang!..."
Aishe dan Valent berjalan lebih cepat menuju ke luar mansion. Beruntung mobil sudah bersiap di depan karena mereka memang berniat pergi.
"Kak Aishe? Apa kau mau melahirkan sekarang?" Amiira yang melihat mereka kalang kabut itu ikut panik dan menanyai Aishe.
"Baik kk Aishe, Berhati-hatilah kalian"
Dengan secepat kilat mereka naik ke mobil dan Valent tak menghiraukan apapun lagi. Dia pun membawa kendaraan nya melaju dengan kecepatan tinggi bahkan hingga 150Km/Jam. Rambut Aishe bahkan sudah tak tentu arah acakan nya, namun ia tak henti berteriak pada Valent.
"Valent Ketuban ku pecah!!! Awas saja kalau anak ku kenapa-napa, habis lah kau!!!"
"Hah?? Baik kau tenang ya sayang, aku tidak akan mencelakai Jagoanku! Kita harus cepat apa kau ingin anak kita melahirkan di mobil ini hem?"
"Baiklah, sebaiknya kau berkonsentrasi, kontraksi ku semakin kuat dan air ketuban ku semakin banyak keluar!"
crrrrrttttt.... Akhirnya mereka pun tiba di rumah sakit...
Valent yang selalu perfectionis dalam segala hal itu langsung membawa Aishe turun, meski wajah Aishe pucat dan acak-acakan sudah tidak di hiraukan lagi.
__ADS_1
Para perawat jaga yang memang selalu berjaga di depan UGD langsung bergerak membawa brankar sorong itu menuju pada Valent dan Aishe, lalu mereka membawa nya ke Ruang Darurat khusus yang memang sudah di persiapkan Valent, Lebih tepatnya memang khusus untuk mereka sejak dulu, setiap keluarga Emerald memiliki tempat nya sendiri.
"Felicia.... Felicia... Aishe harus melahirkan sekarang" Teriak Valent di tengah lorong itu.
Felicia yang memang lagi berjalan menuju ke luar rumah sakit tak sengaja bertemu mereka di tengah lorong rumah sakit itu.
"Oh.. Tenang Tuan Valent, biar aku periksa dulu.."
Mereka pun masuk ke ruangan darurat. Perawat seperti biasa melakukan standar oprasional mereka dengan meminta Valent menunggu di luar. Valent yang memang tidak siap menyaksikan situasi Aishe itu akhirnya dengan mudah di suruh keluar.
10 menit... 20 menit... 30...menit... cekrekkk... Felicia keluar dari ruangan...
"Felicia... bagaimana dengan Aishe dan anak ku?"
"Tuan Valent, maaf kan aku... Tapi aku harus melakukan pembedahan darurat saat ini, karena air ketuban Aishe sudah hampir kering, dan aku khawatir dan placenta Aishe sudah tidak memungkinkan kan untuk melahirkan secara normal."
"Apa itu akan membahayakan Aishe?"
"Aku melihat kemungkinan ini tidak membahayakan Aishe, kita hanya harus Melakukan operasi Caesar karena ketuban nya sudah mulai kering, kita masih harus bersyukur karena Aishe tidak mengalami pendarahan, maka dari itu aku harus segera melakukan operasi sekarang, apa kau setuju?"
"Aku percaya padamu Felicia... Kau lakukan yang terbaik!"
"Baik Tuan Valent, sebaik nya kau berdo'a saja, aku akan berusaha sampai batal maksimal kemampuan ku."
Felicia pun memerintahkan para perawat nya untuk bersiap... Suasana penuh ketegangan saat ini.Biasanya di suasana seperti ini hanya Rey lah orang yang selalu ada untuk nya.. Dan benar saja... Entah dari mana Rey tau tapi yang pasti dia sudah ada di samping Valent sekarang.
"Valent!!" Panggil Rey yang masih sekitar 5 langkah dari nya.
"Rey... " Valent pun langsung memeluk sahabat nya itu. Bagaimana pun meski dia seorang pria dia juga butuh sesuatu untuk mengurangi kecemasan nya.
"Kau tenang lah, Aishe pasti akan baik-baik saja, Aishe mu bukan orang yang lemah, hemm" Hibur Rey sembari memberikan segelas kopi cup untuk Valent agar sedikit mengurangi ketegangan nya.
...*******...
__ADS_1
Mohon maaf kan author para Readers kesayangan... Di karenakan satu dan lain hal Author sampai harus telat meng update episode ini. Semoga kalian tidak kecewa ya...