
Sebelumnya:
"Ayah Valent? Bukankah ke dua orang tua Valent sudah tiada, lalu kenapa suster mengatakan itu ayah dari Valent? Sebaiknya aku bertanya pada Valent tentang ini" Gumam ibu Aishe yang masih merasa bingung.
Ibu Aishe pun langsung menuju ke kamar Aishe... Namun ia tidak sengaja mendengarkan percakapan putrinya dengan menantunya itu. Ia pun mengurungkan niat nya dan mendengarkan saja dari luar kamar.
"Jadi dia adalah ayah mu? Tapi kenapa kau baru memberitahukan nya padaku sekarang Sayang?" Kesal Aishe pada Valent di kamar itu.
"Maafkan aku Aishe, tapi aku juga baru benar-benar mengetahui nya belakangan ini, selama ini aku menyeledikinya dan aku baru tau kebenarannya"
"Lalu bagaimana dengan ibu mu? Apa jangan-jangan ibu mu juga masih hidup?"
"Sayangnya ibu ku ternyata benar-benar sudah tiada Aishe... Setelah kau pulih kita akan berziarah ke makam nya"
"Baiklah sayang, aku merasa senang juga akhirnya aku memiliki mertua kandung, hem" Aishe mencoba memahami Valent ia tidak ingin mengubah suasana hati Valent saat ini jika ia banyak bertanya lagi.
"Aishe, aku ingin membawa ayah ku untuk memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit, apa kau tidak keberatan aku meninggalkan mu sebentar?"
"Ehm Tidak masalah sayang, lagipula ada ibu di sini."
"Terima kasih sayang, aku pergi dulu" Pamit Valent sembari mengecup kening istrinya dan juga putranya.
"Ibu... Kau di sini? Maafkan aku tidak menemani mu sejak tadi. Ehm aku akan pergi ke rumah sakit sebentar, ibu tidak keberatan kan jika harus menemani Aishe dan cucu ibu di sini?"
Sebenanya ibu Aishe ingin bertanya tapi ia mengurungkan nya.
"Sebaiknya aku bertanya pada Aishe saja" Bisik hati ibu Aishe.
"Pergi lah nak, jangan khawatir kan mereka, ibu di sini bersama mereka" Balas ibu Aishe kemudian memeluk Valent yang langsung hendak buru-buru pergi.
Tak lama Valent dan ayah nya pergi Gorgh dan Grace tiba di kediaman Valent. Tentu saja mereka ingin melihat cucu mereka karena mereka juga sudah menganggap Valent seperti anak mereka sendiri.
"Selamat datang Nyonya Grace Tuan Gorgh..." Sambut Ibu Aishe saat melihat kedatangan keluarga Emerald itu.
Ia pun langsung menyalami mereka sembari ber cepika cepiki Lalu mempersilakan mereka untuk duduk.
__ADS_1
"Oh Hai Nyonya Rose maaf kami baru bisa datang menjenguk Aishe sekarang. Aku baru saja kembali dari Paris." Basa basi Grace pada ibu Aishe.
"Tidak masalah Nyonya Grace, aku sudah beruntung karena kalian selalu memperlakukan putriku dengan baik bahkan kalian menganggap anak dan menantu ku sebagai anggota keluarga kalian"
"Oh ya ampun.. Memang nya sejak kapan Aishe menjadi orang lain bagi kami apalagi Rey, kau hanya berlebihan Nyonya. Aishe dan Rey sudah berteman sejak kecil begitu juga kita kenapa harus sungkan."
"Aishe dan Rey tak berhenti membuat masalah ketika kecil, tapi mereka memang pantas seperti adik kakak" Sahut Gorgh juga yang tak mau ketinggalan.
"Hahahah" Tawa mereka bersamaan mengenang masa kecil Aishe dan Rey.
Di tengah perbincangan mereka Aishe pun keluar dari kamar nya membawa putra kecil nya itu.
"Terima kasih bibi paman, apa kalian tidak ingin melihat cucu kalian ini hem?" Senyum Aishe melihat Grace, Gorgh dan Ibu nya yang masih sibuk menceritakan masa lalu.
"Oh tentu saja sayang, uhh aku merasa semakin tua karena bertambah nya cucu di keluarga ini." Celoteh Grace menyambut bayi itu ke pangkuan nya.
"Tenang saja sayang meskipun kau semakin tua, aku tetap setia padamu" Goda Gorgh yang membuat mereka semua pun tertawa bersamaan.
Mereka pun menyatu dalam suasana ceria berbicara panjang lebar.
"Hmm Bibi.. Valent sedang ada urusan bibi." Aishe seperti nya masih enggan memberitahu perihal ayah kandung Valent yang telah kembali ke kehidupan mereka. Ia berpikir biarlah Valent nanti yang menjelaskan pada keluarga Emerald perihal ini.
"Tapi kenapa dia pergi, dia baru saja memiliki putra yang tampan ini, hem? Aku akan memarahi nya nanti." Omel Grace pada Aishe, sementara ibu Aishe ingin memberitahu soal ayah Valent tapi dia sendiri mengurungkan nya karena melihat mimik wajah Aishe terkesan gugup.
...*****...
Di rumah sakit Valent pun meminta Zade untuk memeriksa semua perihal kesehatan ayahnya dengan secara terperinci. Seperti sudah tiada kebencian atau sakit hati lagi di hati Valent, ia benar-benar memperlakukan ayah nya dengan baik.
Valent bahkan sempat bertemu dengan Grelda dan Bryan yang baru usai mengambil recipe dari dokter Felicia untuk Maera.
"Valent, kau sedang apa di sini? Apa kau sedang sakit?" Tanya Grelda pada Valent.
"Oh tidak bibi, aku hanya sedang mengantar seseorang untuk memeriksakan kesehatannya."
"Tapi siapa? Bukan kah Aishe sudah kembali ke rumah, hem?" Tanya Bryan pula yang juga ikut bingung hingga seperti mencurigai Valent.
__ADS_1
"Ehm bukan siapa-siapa paman, hanya teman ku mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu, jadi aku datang ke sini sembari memeriksakan keadaan nya" Gugup Valent yang masih menutupi tentang keberadaan ayah kandung nya itu.
"Oh begitu, aku pikir kau atau Aishe terluka, syukurlah jika kalian baik-baik saja"
"Bibi dan Paman sendiri kenapa ada di sini?"
"Kami hanya mengambil obat untuk Maera" Jawab Grelda lagi.
"Kenapa tidak meminta supir atau penjaga lain yang mengambil nya Bibi, kalian juga kan harus banyak istirahat, jika Rey tau maka dia akan sangat marah."
" Tidak masalah Valent, lagipula kami bosan di mansion terus, jadi kami saja yang mengambil nya" Sahut Bryan memberikan alasannya.
"Baiklah kalau begitu kami sebaiknya langsung pulang, Maera harus segera memakan obat nya" Pamit Grelda dan Bryan lalu meninggalkan Valent di situ.
Bryan dan Grelda sebenarnya malah menjadi curiga karena gelagat Valent sangat gugup. Mereka berpikir Valent seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Sedangkan Grelda malah berpikir apa Valent bersama wanita lain hingga dia gugup.
"Astaga Grelda, kau ini belum berubah ya. Kau selalu saja menganggap jika pria gugup maka itu selalu ada hubungan nya dengan wanita ckckck"
"Lalu apa lagi jika bukan soal wanita, hem? Bukankah dulu kau juga selalu gugup jika berdekatan dengan adik ku Louise, cih..." Sindir Grelda mengenang masa lalu mereka.
"Grelda... Kau masih saja ingat masa lalu itu, itu sudah lama berlalu. Aku sudah mati-matian mencoba melupakan nya kau malah selalu mengingatkan nya, hhh"
Bryan tampak kesal karena di singgung masalah masa lalu nya itu. Grelda pun menjadi tidak enak hati.
"Ma.. maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu."
"Sudahlah ayo kita pulang saja" Bryan melangkah berjalan lebih dulu dari Grelda. Ia merasa sedikit kesal.
Sepanjang perjalanan mereka berdua pun hanya saling berdiam diri. Bahkan sampai di mansion Bryan langsung masuk ke kamar nya, sementara Grelda masuk ke kamar Maera.
...*****...
...Thank You For Reading my Novel... ...
...I love you so much. ...
__ADS_1
...Mohon maaf jika masih sampai sini ya, Author mempersiapkan untuk akhir yang memuaskan. ...