BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Kericuhan Berbuntut Kurungan)


__ADS_3

"Tunggu!! setelah kau membuat Dave menghilang kau sekarang enak-enak anak menggandeng pria lain, katakan di mana Dave?" Teriak Angel pada Maera yang membuat semua orang menjadi terdiam dan melihat ke arah mereka.


"Apa maksudmu Angel?" Rey bertanya dengan nada kesal, karena baru kali ini karyawan nya berani meninggikan suara di depan nya.


"Tuan Rey, wanita ini hanya ingin mempermainkan mu saja! Buktinya dia hanya sekali bertemu dengan mu, dia langsung mencampakkan Dave. Dan sekarang dia sudah berada dalam pelukan mu dengan mudah. Apakah Tuan Rey tidak malu dengan bekas dari Dave? Dia pasti sudah bosan tidur dengan Dave sampai mau melepaskan nya setelah dua tahun mempeloroti uang Dave." Angle terus bicara seolah dia punya hak untuk bicara di situ, segala tuduhan dan hinaan pun ia keluarkan.


"Plakkkkk" Untuk pertama kali nya Maeda menggunakan telapak tangan nya itu untuk menampar seseorang.


"Kau sebaiknya jaga ucapan mu nyonya! Bahkan untuk menyentuh tangan ku saja Dave harus mati-matian berusaha keras, jadi jaga ucapan mu, atau aku tidak akan pernah memaafkan mu!"


Rey hanya tersenyum melihat ketegasan Maera. Lagi-lagi Maera mengeluarkan hal yang menakjubkan yang tidak pernah Rey lihat sebelumnya.


Angel ingin membalas tanparan itu, dengan cepat Rey menahan nya.


"Sebaiknya kau pergi dari sini, sebelum kesabaran ku habis!! Aku lebih tau siapa istriku dari pada kau Angel!" Rey berkata dengan nada paling sadis dari dirinya.


Rey langsung meneriaki Security yang sudah bergerak ke sana karena mendengar keributan itu.


"Bawa dia keluar dari sini!!"


"Kau sudah di perdaya oleh nya Tuan Rey. Dave masih terbaring koma sampai sekarang karena ulah nya!" Teriak Angel yang di masih di geret oleh para security untuk keluar dari ruangan itu.


"A.. apa maksudnya Dave masih koma karena aku? Apa yang kak Rey lakukan padanya kak?" Tanya Maera yang menjadi merasa bersalah atas apa yang Dave alami.


"Aku tidak melakukan apa-apa sayang. Dia hanya mengada-ada saja." Rey mulai gugup karena tentu saja itu bagian dari ulah nya.


Yang mana sejak kejadian waktu itu, ia meminta anak buah nya memberikan pelajaran pada Dave, dapat di pastikan anak buah nya tidak memberi ampun padanya. Dia masih hidup karena Rey tidak mengizinkan dia di habisi, Lagi-lagi dia masih punya perasaan kasihan pada orang lain.


"Kak... Apa kak Rey sedang membohongi ku? Apa kak Rey akan suka jika aku juga berbohong pada kak Rey?" Ucap Maera dengan tatapan serius.


"Sayang! kenapa kita harus membahas orang di masa lalu mu itu? Apa kau masih mencintai dan memikirkannya, hah?"


"Kenapa jadi kak Rey yang marah? Seharusnya aku yang marah pada kak Rey! Bagaimana pun Dave sudah banyak membantu ku kak, jika tidak ada dia mungkin saja aku sudah di... "

__ADS_1


Rey langsung menutup mulut Maera dengan cara menciuum nya. Tak perduli dengan karyawan yang masih ada di sana yang masih melihat dan berbisik tentang mereka.


Maera pun memukul dada Rey dan mendorong nya.


"Kak... Kau ini...!!" Maera merasa semakin malu dan lalu pergi entah ke mana, karena ia memang belum tau denah bangunan kantor itu. Rey dan Willman pun mengejar nya.


Maera yang masih Lemah karena tenaganya belum pulih benar, belum bisa berjalan jauh apalagi sambil berlari dalam keadaan hamil muda.


"Maera, sayang... Kau jangan berlari! Apa kau lupa kau sedang hamil, hah?"


"Kau tega sekali kak, aku sudah di permalukan tapi kau malah membuat ku semakin malu."


"Tuan Rey, maafkan aku tapi rapat dengan Tuan Morgan tinggal Lima belas menit lagi."


"Aku tidak perduli Willman! Apa kau tidak melihat situasi ku sekarang?" Amuk Rey pada Willman.


Willman tidak mau Rey malah akan menjadi jelek di mata karyawan nya. Dia pun berusaha untuk mengingatkan Rey.


"Tuan Rey, kerja keras para karyawan mu akan sia-sia jika kau membatalkan nya."


"Kak Rey, sebaiknya kau pergi mengurusi pekerjaan mu. Jangan menyakiti banyak orang. Aku bisa pulang bersama Kak Bobby."


"Enak saja, kau pikir aku akan membiarkan mu berduaan dengan si jomblo akut itu?"


"Kau mau melihat ku bekerja dengan tenang sayang?" Ide baru muncul di kepala Rey.


"Hmm" Jawab Maera yang tak mau menghambat pekerjaan Rey.


"Kalau begitu kau akan menunggu ku di ruangan ku, aku tidak akan lama. Kau bisa tidur di kamar pribadi yang ada di ruang kerja ku!" Tanpa menunggu persetujuan Rey langsung menggendong Maera dan membawanya ke ruang kerja nya. Willman hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah tuan nya itu.


Rey masuk ke ruangan nya lalu masuk lagi ke ruang kamar khusus yang ada di situ.


"Duduk dan istirahat lah di sini sayang. Aku akan memesan makanan dan minuman untuk mu."

__ADS_1


"Tidak perlu kak! Aku tidak lapar, sebaiknya kau pergi saja mengurusi pekerjaan mu, aku tidak apa-apa"


"Baiklah kalau kau haus, kau bisa meminum minuman yang ada di kulkas. Aku hanya sebentar. Aku kan mengunci ruangan dari luar, tidak akan ku izinkan siapapun masuk ke sini"


"Ya ampun, ada apa dengan Tuan Rey, kenapa dia sekarang jadi berlebihan begini, dia bahkan sampai mengurung Nyonya Maera?" Willman sampai kebingungan melihat tingkah Rey yang semakin berlebihan.


Rey kemudian langsung pergi ke luar di susul oleh Willman.


Mereka lalu masuk ke ruang rapat.


Rey sebenarnya tidak begitu focus, ia terus saja memikirkan bagaimana keadaan Maera. Kericuhan itu memang benar-benar membuat nya mood nya tidak baik.


Sementara Maera...


"Kenapa dia berubah? Apa yang telah terjadi dengan kak Rey? Kenapa dia kasar pada ku? Dia tidak pernah begini sebelum nya." Gumam Maera pada dirinya sendiri.


Mara hanya berdiam duduk di ranjang sembari menekuk kakinya. ia pun menyembunyikan wajah nya di sana.


Di ruang Rapat...


"Bagaimana dengan rencana pelaksaan nya Tuan Rey?"


"Aku akan mengatur kembali jadwal untuk pelaksaan pertama nya. Yang terpenting adalah Kau menyetujui kontrak ini lebih dulu, untuk itu mudah di atur Tuan Morgan."


Willman bukan pertama kali melihat Rey seperti ini, ia selalu tercengang saat Rey tidak pernah mengemis kepada klien tapi ia malah selalu memberi ultimatum yang tepat. Siapa yang tidak mau bergabung dengan Emerald Company, begitupula dengan Morgan. Rey bahkan awalnya tidak mau mengurusi perusahaan yang baru merangkak itu, tapi Gorgh Emerald lah yang meminta nya untuk menyetujui nya.


"Baik Tuan Rey, aku setuju dengan kontrak ini, aku harap kau segera menentukan tanggal nya. Terima kasih telah menyambut ku dengan baik di sini." Balas Morgan sembari menandatangani surat kontrak itu.


...*******...


...Terima kasih masih setia bersama karya kecil ini....


...Jangan bosan untuk memberikan dukungan untuk author pendatang baru ini yah......

__ADS_1


...Love love love banget buat kalian yang sudah bersedia mendukung Author......


...Selamat membaca kesayangan......


__ADS_2