
POLANDIA... 12:30PM
Di sebuah gedung mewah di pinggiran kota Polandia. Pria itu memegang sebuah Tab dan tangan sebelahnya lagi memegang secangkir kopi di tangan nya.
Ia menarik bibir nya keatas menyiratkan senyuman sarkas nya.
Sorot mata yang begitu tajam dengan performa janggut menghias rahang pria tegap itu. Ia tengah bersantai dengan teman yang selama ini mempengaruhi nya untuk terlibat dalam sebuah permainan dendam di masa lalu.
Siapa yang tak kenal Black Jack di dunia hitam. Sang penguasa permainan gelap international yang bahkan pihak berwajib pun enggan menyebut namanya. Black Jack seakan tidak memiliki hati, ia bahkan sanggup mecincang tubuh seseorang seperti memotong dan mengiris daging sapi.
"Ckckck... Apa kau memang benar-benar menginginkan gadis ini?" Olok Peater padanya sembari menyeruput kopi hangat nya itu.
"Setidaknya wanita itu sekarang jadi sumber ketidakberdayaan Rey dan putrinya, aku hanya menginginkan malaikat ku." Balas
"Aku kira kau ingin mencincang nya seperti kau menghabisi putri Gorgh ckckck?"
"Apa kau sudah bosan melihat hidupmu sendiri Peater? Ingat perjanjian kita gadis itu tidak boleh tergores sedikitpun" Balas Jack dengan tatapan serigalanya.
"Aku sudah membawakan Bryan dan Vicky untuk mu, kau ingat saja urusan balas dendam mu itu"
"Aku sangat mengingat nya Jack, aku selalu mengingat dengan benar saat di mana Louise menolak ku mentah-mentah, Alex dan Bryan membawa nya tepat di depan mataku, cih... Sahabat pengkhianat"
Duke Fulke baru saja usai bergelut dan berpacu keringat dengan para wanita wanita jalangg di dalam kamar nya, ia langsung bergegas menemui mereka berdua karena mendengar para pelayan sibuk menceritakan mereka berdua. Ia khawatir mereka berdebat lagi seperti kemarin-kemarin.
"Ada apa ini, apa kalian berdebat lagi?"
Tanya Duke yang masih ter engah-engah sehabis berlarian ke sini.
"Cih, sebaiknya kau bersihkan tubuh mu sebelum mendekat kesini Duke, aku bahkan tidak sudi mendekati bekas ku, apalagi dengan bekas ratusan lelaki, tapi kau... kau bahkan menjilatiii mereka." Sindir Jack dengan posisi tenang.
"Bukankah gadis itu nanti nya juga barang bekas hahaha"
"Tutup mulut mu Duke, jangan sekali-sekaki kau menghina malaikatku! Atau aku tidak akan segan-segan lagi memusnahkan mu!"
Duke pun terdiam, tentu saja dia tidak bisa berkata-kata lagi. Ia sadar siapa yang ia hadapi saat ini.
__ADS_1
Dan Peater hanya bisa memijat dahi nya yang tak sakit itu melihat tingkah Jack yang semakin menggilai wanita yang sudah menjadi istri orang lain.
"Lebih baik aku menyibukkan diri memikirkan malaikatku, dari pada bergabung dengan manusia-manusia tak bermutu seperti kalian" Jack langsung pergi meninggalkan Duke dan Peater yang saling bertatapan penuh keheranan.
"Ada apa dengannya, ckckck.. Aku bahkan bisa memberikan dia seratus orang wanita yang lebih cantik dan ahli di ranjang dari pada hanya seorang gadis bodoh seperti nya" Kesal Duke pada Peater, sementara Peater sendiri pun sedang kesal habis di maki-maki oleh Jack.
"Lebih baik kau tidak banyak bicara Duke, kau sudah tau akibatnya jika menentang nya."
"Aku heran pada mu, kenapa kau bisa berteman dengan pembunuh berdarah dingin sepertinya , cih"
"Mendekati srigala jauh lebih baik daripada bermusuhan dengannya, kau tidak akan mengerti itu! Hhh... Bagaimana kau akan mengerti jika benih mu itu terus saja kau taburi pada para wanita jalanggg ckckck"
"Yakk, kenapa kau jadi ikut-ikutan? Kau sendiri seperti orang bodoh hanya karena tidak bisa mendapatkan satu orang wanita kau sampai dendam hingga puluhan tahun hahaha"
"Dasar Casanova brengsek!!" Balas Peater yang jadi mati kutu karena olokan Duke memang benar.
Tiba-Tiba Duke mendapatkan panggilan telepon dari seseorang.
"Aku akan menyetujui pertukaran ini!"
"Wah wah wah... bagus sekali nyonya, padahal aku hampir saja kehilangan mood untuk bernegosiasi dengan mu ckckckc"
"Berhentilah terlalu banyak bicara Duke, sebaiknya kau bawa mereka kembali ke negara ini. Aku tidak akan bodoh untuk pertukaran antar negara.! Dan kau harus memastikan mereka tidak dalam keadaan terluka, atau aku... " Wanita itu masih sempat untuk berpikir melanjutkan kalimatnya, tapi Duke langsung memotongnya.
"Atau apa nyonya? Aku rasa disini aku lah yang lebih memegang kendali di bandingkan dirimu, jadi sebaiknya kau tidak perlu mengancam diriku, atau aku akan membatalkan perjanjian ini dengan sukacita!"
"Aku tidak ingin mengotori tanganku, kalian akan melakukan nya sendiri dengan cara kalian. Aku hanya akan memberikan akses dan membuka jalan untuk kalian mengambil tnya dari sini."
"Hhh.. kau memang wanita cerdas. Tak heran kau bisa jadi pemimpin GLadyS ckckck"
"Sebaiknya kau persiapkan saja rencana mu, jangan membuang waktu hanya untuk omong kosong!"
"Wow... sabarlah dulu sayang, aku akan memberitahu dulu pada Jack, dia yang akan memutuskan nanti"
Panggilan itu langsung diputus oleh wanita itu Duke hanya tersenyum pertanda merendahkan lawan bicaranya tadi.
__ADS_1
"Ckck, dia pikir dia akan selalu mendapatkan apa yang dia mau. Bukan Duke namanya jika tidak bisa bermain seperti belut."
"Kau juga jangan lupa, lawan mu itu adalah golongan singa, cih.. Meremehkan lawan adalah awal kekalahan, jangan kau lupakan petuah dari Jack" Peter bicara sembari menepuk bahu Duke, lalu ia pergi meninggalkannya.
...***************...
Tanah Air Rey dan Maera 15:20 PM
Maera sejak tadi tak berhenti mengomel pada Rey yang tak mau lepas seperti prangko yang sudah merekat pada amplop.
"Kak Rey, apa kau akan sepanjang hari seperti ini? Aku tidak tau orang-orang akan berkata apa jika aku tidak kelihatan keluar dari kamar dua hari ini" Eluh Maera pada Rey yang masih terus saja memeluknya.
"Sayang, mereka sudah pasti akan mengerti, kita ini kan pengantin baru. Lagi pula mereka juga pasti tidak sabar menunggu kau hamil, hihi"
"Memangnya orang menikah dua minggu langsung bisa hamil kak?"
"Tidak sayang, tapi kan prosesnya harus berjalan terus"
"Berarti setelah hamil kita tidak akan mencangkok lagi kak... " Maera mengerjapkan matanya, seolah merasa lega karena tidak harus berpacu dengan keringat lagi.
"Sayang, walau pun kau hamil proses nya tetap harus berjalan, bagaimana jika nanti dia kurang pupuk? Bulan pertama kita harus memupuk nya agar jadi kepala, lalu seterusnya kita buat kakinya dulu tangannya dulu kemudian hidungnya dan seterusnya." Rey sebenarnya menahan tawa menjelaskan lelucon bodoh ini, tapi ia terus berusaha agar tidak terlihat sedang membodohi istrinya itu.
"Kak,apa jadinya kalau kita bercocok tanam dan mencangkok setiap hari? Lihat tubuh ku, sekarang saja sudah merah semua kakak membuat bekas di mana-mana." Balas Maera lagi-lagi dengan polosnya sembari menunjukkan bekas ******-****** manja nya kwkwkw.
"Aku akan meminta Bobby membelikan salep untuk bekas-bekas itu kau tenang saja sayang."
Namanya juga Rey Emerald dia tidak akan pernah kehabisan akal jika dia menginginkan sesuatu yang ia mau.
...**********...
...Jangan Lupa Vote yah sayang........
...Semangat ku ada pada dukungan kalian......
...I Love you.. 🥰...
__ADS_1
AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH