BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Pertarungan Berakhir Tragis)


__ADS_3

Maera yang ternyata masih di situ, ia masuk kembali ke ruangan itu.


"Maera? Kau masih di sini?" Valent terkejut saat mengetahui Maera belum pergi.


"Apa maksudmu Tuan? Aku bahkan tidak mengenalmu sama sekali! Apa kau ingin mengadu domba aku dengan keluarga ku?!" Tatap Maera dengan tajam ke arah pria itu. Entah kenapa wanita polos ini seketika bisa berubah menjadi orang tegas.


"My Angel, itu benar, aku orang yang kau selamatkan waktu itu sayang" Jack tersenyum, dengan konyol ia mengira Maera kembali untuk nya.


"Aku menolong mu karena kau terluka, aku membantu mu karena jiwa kemanusiaan ku sebagai relawan di sana."


"Tapi kau mengobati luka ku dengan penuh cinta. Kau memberiku harapan hidup saat Byca mengkhianati ku"


"Apapun yang kau katakan, aku telah memiliki suami, aku memiliki keluarga ku sendiri. Kau bukan siapa-siapa bagiku!"


Rey yang tadi sempat ragu karena berpikir bahwa Maera adalah bagian dari Black Jack, sekarang semakin yakin bahwa Maera hanya miliknya.


Dengan cepat Rey mengitari lantai dua itu hingga akhirnya dia menemukan posisi mereka. Dengan tanpa basa basi lagi Rey pun menembakkan timah panas dari senjata nya itu hingga tepat mengenai ulu hati Black Jack.


"Tuan...!!" Maera yang terkejut malah berlari ke arah Black Jack. Jiwa polosnya itu berkata tak tega dengan manusia yang terkapar di depan nya itu.


"Maera..!" Valent mencoba menahan Maera yang berlari ke arah pria itu.


Sementara Rey, dia sendiri bingung apa sebenarnya isi hati istrinya.


"Tuan, bertahan lah...! Aku akan mem bantu mengeluarkan peluru itu." Maera meneteskan air mata seolah dia sangat sedih melihat Black Jack terkapar.


Maera meletakkan kepala Jack di pangkuannya.


"My Angel, aku tau kau juga mencintai ku, sama seperti aku mencintai mu" Jack masih berharap dengan senyum nya walaupun ia bahkan seperti sudah kehabisan detak jantung.


"Tuan, aku sudah katakan, aku sudah memiliki suami, aku Mencintai suami ku. Aku hanya tidak mau ada orang yang mati karena diri ku!" Maera mempertegas kembali pada Jack.


Maera pun mengoyak ujung kain nya untuk menyumbat darah yang terus mengalir di bawah dada Jack.


Dan Jack terus saja memandangi Maera.


"Maafkan aku tidak bisa membahagiakan mu seperti impian ku Maera, aku telah membuat mu terluka dengan membawa mu ke sini."


"Terima kasih telah mencintai ku, tapi aku tidak bisa membalas nya Tuan... Kau akan ku anggap seperti kakak ku sendiri, Aku sudah memaafkan mu"..


Jerry yang baru saja menemukan mereka menghentikan langkah nya ketika melihat Maera dan musuh mereka itu tak berjarak sama sekali.


"Kau tidak berubah Maera... Kau memang gadis yang berhati mulia." Bisik Jerry dalam hati.


"Tidak salah aku mencintai gadis sepertimu, kau memang seperti malaikat." Lucas pun menggumam yang sama dengan Jerry.


Lain isi hati Jerry, Lucas, dan Valent. Lain pula isi hati Rey.


"Aku sudah 2 hari tidak bermanja dengan istriku, kau malah enak-enakan tidur di pangkuan istriku, cih... Harusnya tadi aku menembak mu 3 kali"

__ADS_1


Mereka masih terharu dengan sikap Maera sampai mereka tidak menyadari tiba-tiba seseorang menghujani tembakan dari luar...


"Doorrrrr... Doorrrrrr... Doorrrrr'


Valent dan Rey berhasil menghindari tembakan itu, tapi tidak dengan Jerry.


"Akhh" Tembakan itu mengenai punggung Jerry sebanyak dua kali.


"Kak Jerry...!!!" Maera seketika berteriak dan tercekat melihat Jerry tersungkur di dekat pintu itu.


"Ma.. e.. raa..." Jerry masih sempat untuk memanggil nama Maera.


Sementara Rey dan Valent mengejar dua orang yang menembak tadi.


"Josh Liu dan Duke!!" Lucas menyebut nama kedua orang tadi.


Tom yang mendengar dari bawah, langsung naik ke lantai II.


"Aku tidak akan segan menghabisi nya meskipun dia paman ku!" Teriak Tom yang merasa emosi mendengar paman nya selalu berulah pada Emerald.


"Lucas, minta tim Jaguar mengevakuasi Maera!" Titah Rey yang masih menembaki semua penjuru secara brutal tak berarah.


"Baik Rey.."


Tak lama Bobby yang sudah dua hari tidak nampak karena di beri tugas oleh Rey tiba-tiba berada di situ.


Tanpa memperdulikan Jack yang terkapar di sana, Ia pun membantu membawa Jerry untuk di bawa ke van darurat milik Rey.


"Kak Jerry bertahanlah!" Maera tak melepaskan genggaman tangannya pada Jerry.


Bobby menaikkan Jerry ke Van emergency di sana memang sudah ada dua orang dokter yang bersiap menanganinya.


"Tuan, sepertinya pasien sudah mengeluarkan banyak darah, kita membutuhkan darah segera!"


Sementara Rey, Tom dan Valent masih terus baku tembak dengan kelompok Josh Liu.


Beberapa tim dari Jaguar sudah menyusul ke sana.


Tom melihat posisi Duke dengan jelas, ia terus menembak ke arah Duke, dan satu tembakan mengenai lengan atas Duke.


"Akhh.... Tom, apa kau mau menjadi keponakan yang durhaka?!!"


"Kau bukan paman kandung ku, bersyukur selama ini aku masih memberikan mu hidup!" Balas Tom membalas teriakan Duke dari jauh.


"Aku menyesal telah menyelamatkan mu dari jalanan! Seharusnya aku membunuh mu sejak dulu, pengkhianat!!"


"Kau pikir aku tidak tau, kau lah yang membunuh ayah dan ibu ku, bajingan"!


"Baguslah kalau kau sudah tau yang sebenarnya, aku tidak perlu bersembunyi lagi, hahaha"

__ADS_1


"Dasar manusia tengik! kau mencuci otak Tom selama ini!" Sahut Rey yang semakin emosi mendengar kebenaran itu.


"Doorrrr.. Daarrrrr... Dorrr ..."


Tembakan itu terus besahut-sahutan...


Tom kembali mengenai tembakan nya pada Duke..


"Duke, sebaiknya kau selamat kan dirimu dan Jack, aku akan menahan di sini!" Titah Josh Liu pada Duke.


"Aku sudah tidak bisa bergerak, sebaiknya kau yang pergi dari sini! Balaskan dendam ku suatu nanti.


"Kau jangan berkata begitu, kita adalah tim. Aku tidak suka berjalan sendiri!"


"Dooorrrr"


Tembakan terakhir tepat mengenai kepala Duke dan akhirnya Duke pun menghembuskan nafas terakhirnya.


Josh Liu pun segera melarikan diri dari sana.


"Valent terluka... Valent kau tau aku tidak suka begini, hem!" Teriak Rey pada sahabat nya itu.


"Tenanglah kawan, ini hanya luka kecil."


"Diam lah kau Valent! Aku sudah katakan kau jaga diri mu sendiri baru orang lain!"


"Kak Rey sebaiknya kita cepat membawa Valent dari sini, kita tidak punya waktu banyak." Teriak Tom pula dari sisi kiri.


"Lucas, siapkan semua kendaraan!"


"Jerry... Jerry.." Lucas pun meneteskan air mata melihat keadaan sahabat nya itu.


"Kak Jerry!! Buka mata mu kak!! Kau sudah berjanji akan menjaga ku seumur hidupmu! Kenapa kau tidak membuka mata mu kak!" Maera pun terisak sembari menggoyangkan tubuh Jerry.


Rey tak kuasa mendengar tangis istrinya itu, ia terus menggendong Valent yang sudah tepar di punggung nya.


"Kenapa semua harus berakhir seperti ini?" Bisik Rey dalam hatinya.


...********...


...******* CRAZY UP 6 EPISODE *******...


...******* CRAZY UP 6 EPISODE *******...


...PUKUL 13:00 3 EPISODE...


...PUKUL 20:00 3 EPISODE...


...SPESIAL TERGILA CRAZY UP 6 EPISODE, SPESIAL UP UNTUK KALIAN PARA READERS KESAYANGAN....

__ADS_1


...TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMOGA SAJA KALIAN TETAP SETIA PADA KARYA KECIL INI......


...I LOVE YOU ALLL...


__ADS_2