
Tok! Tok! Tok!
Alenna menatap kearah pintu yang baru saja di ketuk. Ia melihat pintu itu perlahan terbuka, hingga saatnya menampilkan sosok Kenzo sambil membawa sebuah nampan makanan di tangannya. Kenzo tersenyum manis dan Alenna membalasnya.
"Ternyata Kau sudah bangun" Kata Kenzo berjalan mendekati Alenna. Alenna membalas dengan anggukkan.
"Ini, makan dulu" Kata Kenzo sambil menaruh nampan berisi makanan di atas laci kecil samping ranjang. Kenzo duduk di salah satu sisi ranjang dekat Alenna.
"Besok kita pergi jalan-jalan mengelilingi Swedia dan setelah itu kita ke Amerika" Alenna mengerutkan alisnyan. Secepat itu kah?.
"Harus secepat itu?" Tanya Alenna. Kenzo mengangguk pasti.
"Saya gak mau ambil resiko kalau penyakit kamu bertambah parah karna saya lambat membawa kamu berobat" Kata Kenzo membuat Alenna terdiam.
Bahkan, Beberapa hari ini gue lupa check up di suster Bella.
Batin Alenna baru sadar bahwa sudah beberapa hari ini ia tidak pergi memeriksa kesehatannya kepada suster Bella yang sudah lama menangani masalah penyakit nya.
"Tapi ken, papa gimana?. Dia sendirian sekarang" Kata Alenna masih menghawatirkan Johan yang kini tinggal sendiri di rumah besar.
Alenna tidak tega hati meninggalkan Johan.
"Alenna, sekali aja kamu mikirin diri kamu sendiri. Ini semua demi kebaikan kamu, saya tau kamu khawatir sama papa mu. Tapi kamu harus mikirin kebaikan kamu kedepannya nanti. Dengan selalu berada di sisi papamu, tidak bisa menyangkal bahwa kamu akan sembuh. Kamu harus memikirkan dirimu sendiri Alenna" Jelas Kenzo panjang membuat Alenna terbungkam.
Apa yang di ucapkan Kenzo benar. Ia terlalu berkomitmen untuk mendahulukan orang lain baru dirinya sendiri. Hal itu memang bagus, sangatlah bagus. Tapi jika sampai melupakan diri sendiri, itu sudah tidak benar.
Perlahan Kenzo menarik Alenna kedalam pelukannya dan mendekap nya erat memberikan kehangatan yang mampu Alenna rasakan.
"Percaya sama saya, prioritaskan diri kamu dulu" Bisik Kenzo dengan dagu yang berada di atas kepala Alenna. Alenna hanya mampu mengangguk pelan dan mempercayakannya kepada Kenzo.
"Ken"
"Hm"
"Lepas deh" Kata Alenna. Kenzo hanya diam tak merespon.
"Kenapa?"
"Gue mau makan. Gimana caranya gue makan kalau lo terus meluk gue?" Kenzo langsung melepaskan pelukannya lalu tersenyum manis.
"Yaudah, makan sana. Saya ke kamar dulu ya" Alenna mengerutkan alisnya sambil melihat Kenzo yang sudah merubah posisinya menjadi berdiri.
"Lo tidur dimana?" Tanya Alenna kepada Kenzo yang kini hendak berjalan keluar kamar Alenna, namun mendengar pertanyaan Alenna membuat langkah nay terhenti.
"Di sebelah kamar kamu" Kata Kenzo menunjukkannya menggunakan dagu.
"Owh... Gue kira lo tidur disini" Gumam Alenna yang masih bisa di dengar oleh Kenzo. Seulas senyum jahil terpampang di wajah Kenzo.
"Jadi kamu mau tidur berdua sama saya?" Goda Kenzo membuat Alenna langsung menggelengkan kepala membantah.
"E-enggak!" Bantah Alenna. Melihat Alenna yang salah tingkah, membuat ide jahil Kenzo muncul. Pria itu membalikkan badan menjadi mengarah kepada Alenna lagi dan berpura-pura mendekati Alenna yang berada di ranjang, jangan lupakan smirk Kenzo yang membuat Alenna bergidik ngeri.
"Yakin?. Saya bisa nemenin kamu disini semalaman" Bisik Kenzo di telinga Alenna. Alenna menggeleng dan hendak mendorong tubuh Kenzo dengan tangannya, namun Kenzo segera menahan tangan gadis itu.
"Kenzo apaan sih!. gue gak mau tidur semaleman sama lo. Udah sana pergi" Usir Alenna. Jujur saja Alenna merasa tidak nyaman dengan jarak nya dengan Kenzo yang terbilang cukup dekat seperti ini. Mungkin jika kalian mendorong tubuh Kenzo, pria itu akan terjatuh menubruk Alenna yang berada di hadapan nya.
"Gak mau semaleman?, jadi maksudmu, kau inginnya setiap malam?" Alenna membulatkan matanya lumayan lebar.
"Bu-bukan itu maksudnya. Udah sana Kenzo! Gue mau makan!" Usir Alenna lagi. Kenzo melirik Alenna dengan tatapan yang menggoda dan wajahnya mulai mendekati wajah Alenna. Mata biru pria itu menatap bibir berwarna pink alami milik Alenna.
__ADS_1
"Tapi saya mau makan kamu, gimana?"
Bugh!.
Alenna memukul wajah Kenzo menggunakan bantal yang ada di atas ranjang dengan lumayan kencang. Kenzo segera menjauh dari Alenna, itulah tujuan Alenna sedaritadi.
"Macem macem aja nih orang. Emang enak? Makan tuh bantal!" Ledek Alenna sambil terkekeh melihat wajah Kenzo yang cemberut. Oh ayolah, Alenna ingin sekali menarik pipi pria itu dengan sekencang nya. Kenzo sangat lucu jika sedang merajuk.
"Apa liat liat? Mau lagi?" Ancam Alenna sambil menampilkan sebuah bantal yang berada di tangannya.
"Kamu galak sekali, seperti singa" Kata Kenzo menatap Alenna sebal. Alenna hanya mengedikkan bahu acuh.
Mending jadi galak daripada di apa-apain.
Batin Alenna.
"Yaudah, saya ke kamar dulu. Kalau ada apa-apa panggil saya aja. Terus itu makanan di makan, abis itu mandi, Siap-siap tidur lagi, ini udah mau malam. Besok kita butuh energi yang banya buat jalan-jalan. Paham gak?" Oceh Kenzo seperti ibu-ibu yang kurang jatah bulanan. Alenna hanya menanggapi dengan merotasi kan bola matanya.
"ingat, pakailah pakaian hangat. salju sudah mulai turun"
Gak tau kenapa, gue ngerasa Kenzo cerewet banget.
Batin Alenna.
"Iya bawel" Balas Alenna. Kenzo pun mengangguk lalu keluar dari kamar Alenna.
Alenna kembali hanyut dalam pikirannya saat keheningan menyelimuti nya. Pikiran dan otaknya tertuju dengan topik pembicaraan David tadi lewat panggilan telepon.
"Bang Leksi 2 hari lagi nikah sama kak Stephanie dan mereka bakalan menempuh hidup baru nantinya" Gumam Alenna menerawang jauh.
Tanpa disadari, kedua sudut bibir Alenna terangkat membentuk senyuman tipis.
Batin Alenna.
πππ
"Mel, lo yakin mau kesana?" Tanya Angga kepada Amel yang sedang duduk di hadapannya. Amel terdiam sejenak lalu menjawab.
"Gue yakin" Jawab Amel yakin. Angga menarik napas dalam lalu menghembuskan napasnya perlahan.
"Yaudah, gue anter" Amel mengangguk lalu mereka pun pergi dari rumah Amel dan berjalan menuju ke sebuah mobil berwarna putih milik Angga.
Merekapun pergi menuju tempat Sarah berada yaitu, kantor polisi. Ini memang sudah menjelang malam, namun Amel tetap memutuskan untuk mengunjungi Sarah.
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di kantor polisi dan langsung bertemu Sarah sesuai dengan waktu pertemuan yang sudah di tentukan.
Sarah menatap kehadiran Amel dengan penampilan yang benar-benar kacau. Sedetik kemudian, Sarah langsung menghampiri Amel dan berlutut di depannya. Amel yang melihat itu terkejut, namun sedetik kemudian ia berusaha untuk menjauhi Sarah dari kakinya dan menyuruh gadis itu untuk bangun.
"Mel.... Maafin gue. Gue bener-bener nyesel udah ngelakuin itu. Gue mohon maafin gue Mel" Kata Sarah memohon dengan derai air mata yang sangat deras. Amel duduk berjalan untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan dan Sarah ikut duduk di hadapannya.
"Gimana keadaan lo?" Tanya Amel dingin. Sarah terkejut karna Amel masih mau menanyakan kabarnya setelah apa yang terjadi.
"A-amel... Gue beneran minta maaf. Gue gak bisa berpikir logis saat itu, gue bener-bener nyesel... Gue mohon sama lo. Gue bakal bertanggung jawab, tolong maafin gue" Sarah terus memohon kepada Amel namun Amel mengalihkan pandangan nya kearah lain karna ia tak sanggup melihat derai air mata dari mata Sarah. Ia juga seorang wanita yang memiliki perasaan yang kuat.
"Lo gak berhak minta maaf sama gue. Lo minta maaf sama neneknya Aldo dan yang pastinya lo harus minta maaf sama Alenna" Kata Amel masih tak mau menatap Sarah. Sarah menunduk dan mengusap wajahnya.
"Syukur kalau lo mau jalanin hukuman nantinya" Lanjut Amel.
"Gue harap, setelah ini lo bakal sadar dari kesalahan lo dan bisa memperbaiki nya jadi lebih baik lagi. Gue udah capek nangisin Aldo yang udah gak ada sekarang, gue ngerasa itu semua udah sia-sia. Gue cuma berharap, lo gak bakal ngejahatin Alenna lagi, lupain semua dendam dan rasa benci lo sama dia. Lupain semuanya, itu semua cuma bikin lo semakin jadi orang yang jahat" Jelas Amel panjang lebar dan di dengarkan dengan seksama oleh Sarah yang masih menangis tersedu.
__ADS_1
Memang tak ada gunanya menangis sekarang, semuanya sudah terlambat. Benar-benar terlamat.
Gimana kalau gue minta maaf tapi lo gak mau maafin gue, len?.
Batin Sarah.
"Perlu diingat, Alenna masukin lo kepenjara bukan karna dia dendam sama lo. Tapi dia cuma pengen ngebuktiin kebenaran dan dia mau lo sadar kalau semua yang lo lakuin selama ini, salah!. Gue harap lo mengerti, sar. Jangan dendam lagi sama Alenna" Sambung Amel panjang lebar. Tak ada yang bisa di lakukan Sarah selain diam dan mendengarkan.
"Gue udah maafin lo, gue gak marah sama lo dan lagi bahkan gue gak dendam sama lo. Setelah ini, gue bakal nunggu Sarah yang lebih baik lagi dari sekarang. Gue akan tetep support lo" Kini Amel beranjak dari duduknya dan Sarah pun ikut beranjak dari duduknya pula.
"Gue pamit ya, gue akan datang ke proses persidangan lo" Kata Amel. Baru saja Amel hendak pergi namun langkahnya terhenti saat mendengar suara serak Sarah yang memanggilnya.
"Amel" Amel berbalik dan ia melihat Sarah yang melangkah mendekatinya lalu memeluknya erat lalu menangis.
"Makasih Mel lo udah mau maafin gue. Makasih banyak... Tolong bawah Alenna ke proses persidangan nanti" Mohon Sarah berbisik kepada Amel. Amel membalas pelukan Sarah perlahan lalu mengangguk.
"Makasih" Kata Sarah lalu pelukan pun terlepas.
"Gue pamit ya" Sarah mengangguk dan membiarkan Amel yang pergi menjauh keluar dari ruangan tersebut meninggalkan nya sendiri.
Sarah pun menunduk dan merenung, hanyut dalam pikirannya.
Disisi lain...
Saat Amel sudah keluar dari kantor polisi dan hendak menghampiri Angga yang berada di dalam mobil, handphone gadis itu bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk. Segera Amel melihatnya.
Keningnya mengkerut saat membaca pengirim dari pesan tersebut.
From: Kenzo punyanya Alenna
Jadi datang kan?. Malam ini anak buah saya akan datang menjemput kau bersama sahabat mu yang bernama Angga itu.
Amel terkejut melihat isi pesan Kenzo.
Masa sekarang sih!.
Batin Amel.
Ia pun mengetikkan balasannya.
To: Kenzo punyanya Alenna
Sekarang?. Tapi kak, Amel sama Angga belum siap-siap sama sekali. Baju, celana, alat mandi, dll. Belum di siapin...
Beberapa saat kemudian balasan dari Kenzo pun muncul.
From: Kenzo punyanya Alenna
Jangan khawatir, semuanya sudah saya siapkan disini. Tinggal datang saja bawa diri. 5 menit lagi orang saya datang jemput kalian. Sampai bertemu di Swedia
Amel membulatkan matanya karna terkejut. Yang benar saja, apakah benar Kenzo sudah menyiapkan semuanya?.
Amel pun menghampiri Angga yang masih di dalam mobil dan memberitahu nya bahwa sebentar lagi mereka harus pergi ke luar. Ya, pergi luar negeri, Swedia atas permintaan Kenzo.
Benar saja, beberapa saat kemudian sebuah mobil berwarna Hitam datang menghampiri mereka dan menyuruh mereka untuk ikut. Siapa lagi jika bukan pria berseragam urusan Kenzo utnuk menjemput Amel dan Angga?.
Mereka pun pergi dibawa oleh anak buah Kenzo menuju bandara untuk terbang menuju ke Swedia, tempat Kenzo dan Alenna berada sekarang.
πΊπΊπΊ
__ADS_1