BROKEN

BROKEN
i know


__ADS_3

Ada apa dengan anak itu?. Dia menangis, aku tidak salah lihat tapi Kenapa dia menangis?. Apa Steven melukainya?.


Batin Grace.


🌺🌺🌺


Alenna sampai di ambang pintu rumahnya dengan tatapan kosong. Namun suara gaduh masuk ke dalam indra pendengaran nya.


Alenna tak langsung masuk, melainkan matanya melihat sekitar terlebih dahulu, memastikan siapa yang ada di rumahnya.


Alenna memutarkan bola matanya malas saat tahu siapa orang yang menimbulkan suara gaduh tersebut. Sarah dan teman-temannya tentu saja. Di temani banyak aneka makanan, mereka seenak jidat menganggap rumahnya adalah rumah mereka sendiri.


Cih! Sampah gak tau diri. Cuma numpang makan minum doang.


Batin Alenna kesal.


Karna malas melihat wajah mereka dan tak ingin mood nya tambah hancur, walaupun sebenarnya sudah hancur. Alenna pergi melangkahkan kaki acuh berjalan melewati mereka.


Sarah dan teman-temannya yang melihat itu langsung menghadang Alenna, menahan agar gadis itu tidak lewat begitu saja. Otomatis Alenna berhenti di hadapan gadis-gadis itu.


"Eh lo kenapa? Abis nangis ya? Lo di bully?" Tanya Sarah di buat buat. Alenna hanya menatapnya malas.


Oh pliss jangan sekarang....


Batin Alenna.


Bukannya menjawab, Alenna malah kembali melangkahkan kaki namun lagi-lagi di cegat oleh Sarah dan teman temannya.


"Ehhh jawab dulu dong, gak sopan banget lo di tanyain juga!" Kata teman satunya Sarah. Jika kalian penasaran siapa saja nama teman Sarah, Alenna tidak tahu dan Alenna tidak peduli. Yang jelas jumlahnya 3 orang sekaligus Sarah.


"Iya... Jawab dong. Dia kan kakak lo" Saut teman yang berada disisi kiri Sarah.


"Kan padahal Sarah nanya nya baik-baik"


"Udah mending lu jawab pertanyaan gue. Lo kenapa nangis? Di bully temen lo?" Tanya Sarah lagi. Alenna masih diam.


"Oppss gue lupa. Emang dia punya temen ya. Tapi orang waras mana yang mau temenan sama dia?. Jujur sih menurut gue, dia pantes di bully. Cewek murahan kayak gini mah gak layak hidup di bumi. Mati aja sana!. Tenang, kami semua gak bakal sedih kok kalau lo mati" Cerocos Sarah sambil tertawa kepada teman-temannya.


"Iya bener banget. Mati aja sana lo"


"Iya, hidup lo cuma bikin orang sial!. Mending lo mati aja, sedikit bermanfaat biar orang lain gak sial lagi gara-gara lo doang"

__ADS_1


Alenna meneguk salivanya mendengar perkataan mereka yang menurutnya sangat menyakitkan.


"Cih najis banget gue sama lo berdua!. Kalau mau numpang makan minum doang disini silahkan, tapi jangan ganggu gue!. Gak tau malu banget lo sampah, udah numpang, ngusik orang lagi!. Gue sih jadi lo malu!" Ucap Alenna menunjuk kedua teman Sarah tajam dan sekaligus memberikan tatapan meremehkan.


"Sana gih pulang. Rumah ini gak Terima pelacur numpang makan minum!!" Setelah berkata seperti itu, Alenna segera berjalan menuju kamarnya meninggalkan mereka yang masih diam.


Masa bodoh dengan Sarah yang akan membalasnya nanti. Alenna tidak peduli sekarang, ia hanya butuh menenangkan hatinya yang rapuh karna kejadian di rumah sakit waktu itu.


Disisi lain, Sarah tersenyum miring melihat Alenna yang berani membalas melawannya.


Nyali lo gede juga...


Tapi gue pengen tau sampe kapan lo tetep berani ngelawan gue.


Sebentar lagi, lo akan merasakan apa yang namanya hancuran.


Just waiting.


Batin Sarah sambil menyeringai. Pikiran jahat menguasainya saat ini.


🌺🌺🌺


Katakan pada Alenna agar tidak terpuruk. Namun bukan kata-katalah yang Alenna butuhkan sekarang. Ia hanya butuh Tuhan yang berbelas kasihan kepadanya, sedikit saja.


Alenna butuh seseorang disisi nya untuk mendengar keluh kesahnya sekarang juga. Alenna ingin mengutarakan isi hatinya semuanya... Benar-benar semuanya. Tapi kepada siapa?


Brak!


Pintu kamar Alenna terbuka keras. Yang punya kamar terlonjak kaget, namun ia malah semakin menangis saat tau siapa orang yang telah mendobrak pintunya tersebut.


Orang itu melangkah mendekati Alenna dan merengkuh tubuh nya dengan erat. Alenna hanya membalas sambil terus menangis di pelukan sosok di hadapannya ini.


Disaat waktu yang tepat, David datang dan memberikan ketenangan bagi Alenna.


"Bang David... Hikss" Isak Alenna. David semakin mempererat pelukannya. Bisa dilihat wajah David marah, matanya memerah, dan rahangnya mengeras.


"Jangan nangis Alenna... Abang mohon jangan nangis" Pinta David Walaupun ia tahu itu akan sulit bagi Alenna dan benar saja, Alenna malah tak bisa menahan tangisnya. Ucapan Steven dan Sarah beserta teman-temannya masih terngiang-ngiang di kepalanya. Membuat satu goresan baru di hatinya, yang sulit untuk di sembuhkan.


"Alenna capek bang... Alenna gak kuat pura-pura baik-baik aja depan mereka, termasuk abang. Alenna gak bisa nutupin lagi kalau Alenna udah lelah sama keadaan. Alenna mau jujur sama abang... Cuma abang yang Alenna percaya saat ini. Alenna mohon bang, jangan tinggalin Alenna" ujar Alenna dengan sesegukan karna menangis.


David tahu persis apa yang di rasakan adiknya ini. Ia sudah mencari tahu semua mengenai adiknya, karna itu ia jarang ada dirumah. Ia terus memantau adiknya dan selalu mencari rahasia yang Alenna sembunyikan darinya. Menyuap, bekerja sama dengan Intel, dan lain-lain akan ia lakukan agar tahu apa yang sebenarnya Alenna alami. Untung saja berbuah kan hasil. Perlahan ia mulai tahu rahasia Alenna, walau ia tahu bahwa adiknya masih mempunyai rahasia lagi. Tapi setidaknya ini memberikannya peluang untuk semakin menjaga Alenna.

__ADS_1


Salah satu rahasia yang dia dapatkan adalah, penyakit Alenna dan perilaku Sarah kepada Alenna selama ini. Bahkan ia juga tahu bahwa Alenna tengah bertengkar dengan pacaranya, Steven karna sebuah foto yang entah dari siapa pelaku pengirimnya.


"Abang udah tau apa yang mau kamu sampain. Abang tahu kamu mengidap Koarktasio aorta, abang tau gimana perilaku Sarah dan teman-temannya sama kamu, bahkan abang tau kamu abis berantem sama pacar kamu yang namanya Steven" Ungkap David membuat Alenna mendongak dan menatapnya bingung sekaligus tidak percaya.


"Abang tau dari mana?" Tanya Alenna heran. Ia baru saja ingin bercerita, tapi kenapa David sudah tahu.


"Apapun akan abang lakukan demi kamu. Jadi abang mohon, jangan nyerah dan kamu harus kuat. Karna akan selalu ada abang buat kamu. Abang gak mau ninggalin kamu gitu aja di rumah, abang gak mau kamu tertekan, abang gak mau kamu terus nyembunyiin rahasia sepenting ini dari abang" Jelas David kembali memeluk Alenna dan gadis itu kembali menangis.


"Maafin Alenna bang... Alenna gak mau terlihat lemah, Alenna gak mau abang kepikiran, Alenna gak mau ganggu abang, Alenna-"


"Sstttt abang tahu" Potong David yang seakan sudah menebak apa yang akan di katakan Alenna.


"Alenna, untuk kali ini abang mohon sama kamu" Alenna mengerutkan alisnya saat David berkata.


"Apa?" Tanya Alenna masih berada di pelukan David.


"Ikut abang dan Kenzo ke Amerika"


Deg!


Jantung Alenna terasa berhenti. Matanya menatap David tak percaya. Ia tak kaget bahwa Kenzo yang akan membawanya ke Amerika beberapa hari lagi, lebih tepatnya 4 hari lagi. Tapi ternyata David mengajaknya juga dengan embel-embel bersama Kenzo.


"Maksud abang?"


"Alenna, abang gak mau terus terusan disini. Papa udah gak peduli sama kamu, perlakuan Sarah udah keterlaluan, dan penyakit kamu harus mendapatkan perawatan khusus. Ini bahaya, dan kamu gak bisa bermain-main dengan penyakit itu. Abang gak mau ngambil resiko besar" Jelas David yang langsung di pahami oleh Alenna. Namun hatinya terasa berat untuk menyetujui.


"Masalah pacar kamu, abang kasih kamu waktu untuk perbaiki hubungan kamu nanti malam. Abang gak peduli mau hubungan kalian berlanjut atau sebaliknya. Yang penting, kamu harus tetep ikut abang ke Amerika" Terdengar egois memang, tapi hanya itulah yang David pikir terbaik. Tapi bagi Alenna itu sangat lah sulit. Alenna ingin berjuang di temani dengan Steven yang berada di sampingnya, tidak seperti ucapan David barusan.


"Tap-"


"Enggak Alenna. Abang mau kamu nurutin apa kata abang kali ini aja. Abang mohon" Mohon David sambil merapatkan kedua tangannya πŸ™.


Alenna yang melihat David sampai memohon-mohon kepadanya pun tak enak hati. Mungkin ini jalan terbaik untuk menyelesaikan semuanya. Sebisa mungkin ia memanfaatkan waktu yang tersisa sebelum ia pergi ke Amerika untuk memperbaiki semua keadaan. Walau sepertinya sama saja melukis di atas air, sangat sulit.


Dengan satu tarikan napas Alenna menjawab.


"Oke, Alenna bakalan ikut abang ke Amerika"


🌺🌺🌺


guyss jangan lupa like dan comment ya 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2