BROKEN

BROKEN
bukan yang dulu


__ADS_3

Alenna memasuki rumahnya dengan tergesa-gesa.


"*****! Parah banget lo sama adek lo!" Pekik seseorang di ruang tamu. Seketika langkah Alenna terhenti di dekat ambang pintu. Alenna memilih untuk menguping pembicaraan tersebut dengan sedikit mengintip.


"Bodo amat! Itu pelajaran buat dia, lagian siapa suruh ngerebut Steven sama Kenzo dari gue!" Jawab seorang cewek dengan sinis nya.


Dengan mata Alenna, ia melihat Sarah yang sedang asik mengobrol bersama teman-temannya.


Gue... Emang gue ngerebut Steven sama Kenzo apa?.


Batin Alenna yang merasa jika Sarah tengah membicarakan nya.


"Tapi... Kalau cuma nyoret-nyoret papan tulis mah kurang seru. Cari yang lebih asik lagi dong, sar"


"Iye bener... Tapi apaan ya?" Mereka semua mulai berbukit sejenak.


"Urusan itu, nanti aja dipikirin. Sekarang kita seneng-seneng aja dulu" Tepis Sarah cepat.


"Bener! Pokoknya gue dukung apapun yang lo lakuin... Wkwk"


"Iya juga sih, kalau gitu gue dukung" Saut salah satu temannya.


"Sama gue juga dukung lo, lagian dia ganjen banget sih. Kalau gue sih ogah ngakuin dia jadi adek" Sinis gadis berambut gelombang itu dengan terus memakan hidangan/cemilan yang berada di hadapan mereka.


"Hellow! Gue juga gak pernah nganggep dia jadi adek gue kali" Mereka semua tertawa mendengar jawaban dari Sarah yang membuat Alenna naik pitam.


Anjing, gue juga ogah punya kakak munafik dan busuk kayak lo, sar.


Batin Alenna.


Alenna memilih untuk berjalan masuk kedalam rumah dengan tampang datar dan sama sekali tidak menoleh atau melirik mereka yang tengah tertawa terbahak-bahak.


Menyadari orang yang mereka bicarakan tengah berada disini. Mereka langsung terdiam kaku dan hanya memakan cemilan. Berbeda dengan Sarah yang malah menatap sinis Alenna.


"Gak tau sopan santun banget sih loh!. Bukannya salam dulu kalau pengen masuk kerumah orang" Ketus Sarah yang membuat Alenna berhenti melangkah dan membalikkan badan.


"Owh, makasih udah diingetin. Gue kira ini rumah hewan, ternyata bukan" Ucap Alenna sakartis dengan sedikit sinis.


"Kurang ajar banget sih lo!. Lo pikir ini rumah lo apa? Dasar sampah!" Amarah Sarah dengan suara yang meninggi. Alenna masih memasang tampang datar dengan senyum meremehkan di wajahnya.


"Gak tau diri!. Jelas-jelas ini rumah gud! Kenapa lo pakek nanya?. Biar gue jelasin lagi, Lo tuh bisa di bilang anak yang gak tau siapa bapaknya. Yah... Karna emang emak lo itu dulunya cuma seorang ****** penggoda yang bisanya ngerusak hubungan rumah tangga orang. Jadi lo belum pasti darah daging dari keluarga papa. So, ketahuan yang jadi sampah di sini siapa" Sinis Alenna panjang dan menusuk dengan penekanan di kata '******' yang memancing amarah Sarah.


"Lo-" Belum sempat Sarah menguapkan kekesalannya. Alenna sudah memotongnya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Udahlah, gue males berdebat sama lo. Buang-buang tenaga" Alenna melangkah menuju kamarnya dengan malas tanpa memperdulikan umpatan kekesalan dari Sarah.


Kurang ajar tuh anak!.


Liat aja, gue pasti bakal ngasih pelajaran buat lo.


Batin Sarah dengan senyum licik khas miliknya.


Sorry, Alenna yang dulu udah mati. Gue gak lemah kayak dulu lagi. Yang


Terpenting gue udah tau siapa pelaku di balik semua ini itupun tanpa susah susah gue cari. Thanks god


Batin Alenna dengan senyum tipis di wajahnya sambil membuka pintu kamar lalu masuk kedalam.


Seketika hening di ruang tamu tersebut. teman-teman sarah tidak mampu berkata apa-apa saat menyaksikan kejadian tersebut. Sarah masih saja terbawa emosi karna ucapan Alenna yang membuatnya malu.


Teman-temannya yang menyadari hal itu mencoba untuk menenangkan Sarah.


"Sabar... Kita bisa bales dia kok"


"Iya, gue bakalan bantu lo kok"


"Kita tinggal nyusun rencana aja, buat Alenna"


🍁🍁🍁


Di dalam kamar Alenna hanya terdiam dudukΒ  di salah satu sisi ranjang. Ia berkutat pada hatinya dan pikirannya. Ia tahu jika sekarang ia dalam bahaya dan perlu berhati-hati saat bertindak. Karna ini bukanlah masalah Alenna dan Sarah saja, tapi keluarga dan teman-teman nya ikut dalam masalah ini, bahkan Kenzo dan Steven pun ikut ambil bagian di cerita ini.


Apa yang harus Alenna lakukan sekarang?. Walaupun ia sudah tahu bahwa pelaku misterius itu adalah Sarah dan teman-teman nya. Tapi apa yang akan ia lakukan?.


Alenna hanya memikirkan hal itu berkali-kali. Namun hasilnya nihil. Sepertinya ia harus meminta saran kepada teman/sahabatnya.


Ting nong!


Handphone Alenna berbunyi menandakan ada sebuah notifikasi pesan dari seseorang.


Alenna lekas mengambil handphone nya dari saku celana.


Angga~


from: Angga


len, besok lo sekolahkan?

__ADS_1


To: Angga


sekolah lah. Emang knp?


From: Angga


nanti gue mau ngomong sesuatu sama lo


To: Angga


sekarang aja kali. Emang mau ngomong apaan?


From: Angga


ada deh... Nanti pas jam istirahat aja.


To: Angga


strah


From: Angga


oke.


Setelah membaca pesan terakhir dari Angga, Alenna tidak menjawabnya lagi. Alenna hanya diam karna ia sedang berkutat pada fikirannya.


"Sih Angga mau ngomong apaan sih? Kayak serius gitu" Monolog Alenna sesaat lalu mengangkat kedua bahunya acuh.


"Enaknya ngapain ya?. Bosen... "


Ujar Alenna bermonolog lagi.


Seketika ia mendapat ide di otaknya.


Alenna tersenyum miring karna memikirkan ide itu.


Kayaknya seru nih.... Tapi kalau lebih seru malem malem aja kali ya.


Tinggal tunggu malem wkwkw.


batin Alenna sambil tersenyum miring.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Hai guys! Next chapter selanjutnya ya!!! Plisss supportnya dan comment nya ya!!! Dadah! 😘


__ADS_2