
Kenzo masih terdiam dengan keterkejutan nya. Ia menatap mata gadis itu dalam, sedangkan yang di tatap malah semakin bingung.
"Ngapain lo disini?. Ngendap-ngendap kayak maling. Punya niat jahat ya lo?" Tuduh gadis itu karna merasa curiga. Mendengar itu lamunan Kenzo seketika buyar dan ia menggeleng. Ia kembali bersikap cool seperti biasanya.
"Saya tidak punya niat jahat" Jawab Kenzo sedingin mungkin.
"Terus ngapain disini?" Tanya gadis itu masih sangat merasa curiga dengan kehadiran Kenzo.
Kenzo berpikir sejenak sebelum menjawab.
"Owhhh gue tau, pasti lo penculik anak kecilkan?. Ngaku lo, jangan gaya doang yang keren tapi aslinya penjahat. Ayo ngaku!" Lanjut gadis itu berburuk sangka kepada Kenzo.
"Saya tidak ada niatan menculik anak-anak disini, nona" Ujar Kenzo mencoba untuk menjelaskan. Gadis itu berdecak tak percaya.
"Tadi saya sedang lewat jalan sini. Baru tahu kalau ada panti asuhan, mangkannya saya penasaran" Jawab Kenzo berbohong kepada gadis itu. Mata gadis itu memicing masih tak percaya.
"Udahlah gak usah boong, gue tau dari kemarin lo ngikutin gue kan?. Bukannya GR nih, tapi emang bener kok lo ngikutin gue" Oceh gadis itu panjang lebar.
Kenapa dia cerewet sekali?. Sebentar... Jadi dia tahu aku mengikuti nya?.
Batin Kenzo merasa bingung harus bagaimana lagi. Ia sudah tertangkap basah.
"Gue kasih tau sama lo, kalau sampe lo berbuat jahat di panti asuhan ini. Lo berurusan sama gue" Ancam gadis itu tajam kepada Kenzo. Dalam hati Kenzo ia terkekeh mendengar ucapan gadis itu.
"Ya, terserah kau saja" Kata Kenzo cuek.
Saya bahkan bisa membeli panti asuhan ini dalam sekejap.
Batin Kenzo sombong. Tapi nyatanya apa yang di bilang Kenzo benar adanya. Ia bisa saja menyuruh Hendrick untuk membeli panti asuhan itu dengan atas nama Kenzo. Sangat mudah bagi pria itu.
Setelah mengucapkan itu, gadis tersebut pun membalikkan badan dan hendak kembali ke panti asuhan. Namun tangan nya di cekal oleh seseorang membuatnya berhenti melangkah. Gadis itu menoleh kearah Kenzo.
"Tunggu sebentar" Kata Kenzo mencegah gadis itu.
"Ehhh Lo jangan kurang ajar ya megang-megang segala" Tukas gadis itu. Kenzo segera melepaskan tangan gadis itu.
"Sorry"
"Kenapa lagi?" Tanya gadis itu.
__ADS_1
"Siapa nama mu?" Kenzo mengutarakan pertanyaan lagi kepada gadis itu.
"Ngapain lo nanya nama gue?" Tanya gadis itu lagi.
"Kalau tidak tau nama mu, bagaimana saya bisa memanggil?. Kau mau saya panggil nona terus?" Gadis itu mengalihkan pandangannya sejenak dan kembali menatap Kenzo.
"Brianna" Jawab gadis itu singkat. Kenzo tersenyum puas mengetahui nama gadis itu sekarang.
"Terima kasih Brianna, saya Kenzo" Balas Kenzo memperkenalkan diri.
"Gak nanya tuh. Udah ah gue mau balik" Gadis itu segera pergi meninggalkan Kenzo tanpa sepatah lagi. Kenzo hanya bisa melihat punggung gadis itu yang mulai menjauh.
Kenzo tersenyum puas dan kembali ke parkiran mobil. Ia senang karna telah mengetahui siapa gadis itu dan tentu saja karna telah mengetahui sebuah fakta baru.
Brianna... Alenna... Nama yang hampir sama namun dengan paras yang sangat sama.Β bedanya gadis itu jauh lebih cerewet dari Alenna.
Apa mungkin Brianna adalah Alenna?.
πππ
"Apa Kenzo masih belum sampai?" Tanya Sarah kepada Hendrick. Kini ia sudah berada di perusahaan milik Kenzo, namun sang pemilik belum menampakkan batang hidung dari 30 menit yang lalu.
Sarah mencoba untuk bersabar dan terus menunggu kehadiran Kenzo. Hingga akhirnya sebuah pintu terbuka dan menampilkan sosok pria tampan dengan wajah yang sangat cerah.
Sarah menatap Kenzo terkejut, begitu juga dengan Kenzo. Wajah cerah yang tadinya ada di wajah Kenzo, kini pudar saat melihat kehadiran Sarah di ruang kerjanya, ekspresi pria itu kembali dingin.
"Tuan sudah sampai, kalau begitu saya permisi" Hendrick pun pergi dari ruang kerja Kenzo dengan hormat.
Kenzo berjalan masuk dengan santai dan duduk di kursi kebesaran nya. Sarah ingin sekali membuka percakapan duluan namun entah kenapa rasanya sangat sulit.
"Bagaimana hari-hari mu selama di dalam sel?" Tanya Kenzo berbasa-basi kepada sarah dengan kedua kaki yang ia taruh di atas meja.
Sarah merasa tak nyaman dengan ucapan dan tatapan Kenzo yang mengarah padanya, sebab gadis itu berdiri di hadapan Kenzo dengan meja sebagai pembatas.
"Se-semuanya berjalan baik" Jawab Sarah gugup. Kenzo tersenyum sinis mendengar itu.
"Tentu saja berjalan baik. itu semua karna kau berhasil menyingkirkan Alenna, bukan?" Tukas Kenzo sinis kepada Sarah.
Gadis itu diam membeku mendengar ucapan Kenzo yang kembali mengingatkan dirinya akan dosa yang telah ia perbuat.
__ADS_1
"Kenzo, aku tau ini semua udah terlambat buat minta maaf. Tapi tolong, kasih aku kesempatan buat betulin semua kekacauan yang udah aku buat. Aku tau kamu kehilangan dan itu berat buat kamu, tapi pliss Kenzo. Maafin aku" Sarah kembali meneteskan air mata di depan Kenzo.
"Sekarang saya jadi harus menebak, apakah air mata kamu itu palsu atau asli. Sebab kamu kan drama queen" Ketus Kenzo. Sarah menggeleng pelan.
"Sarah... Sarah..., mau kamu minta maaf berapa kalipun ke saya, itu semua gak akan berarti apa-apa. Saya gak akan pernah memaafkan kamu sekalipun saya harus melaksanakan wasiat itu" Ujar Kenzo membuat Sarah kembali menangis sejadi-jadinya. Ia merasa semuanya tidak bisa diperbaiki lagi. Ia merasa sangat malu dihadapan Kenzo sekarang dan dirinya sendiri.
"Wasiat?, Apa maksud kamu?"
Tanya Sarah ketika menyadari suatu hal dari ucapan Kenzo tadi.
"Saking baiknya Alenna sama kamu, dia mau saya nikahin kamu dengan alibi supaya kamu jadi lebih baik lagi. Well, orang waras mana yang mau menikah dengan perempuan yang hendak membunuh adik tiri nya sendiri" Sarkas Kenzo tersenyum sengit.
Sarah hanya menangis.
"Saya sendiri ogah!" Tolak Kenzo mentah-mentah.
"Kalau gitu gak usah, ken. Lupain aja wasiat itu" Kata Sarah karna tak mau Kenzo kembali menderita dengan menikahinya.
"Mudah sekali kau bilang begitu.Β Alenna sudah banyak di kecewakan di dunia ini karna kau, saya gak mau dia kembali kecewa karna harapannya gak terpenuhi" Cegat Kenzo.
"Alenna gak mungkin bilang begitu" Bantah Sarah sesegukan.
"Kamu meragukan kebaikannya lagi?" Tanya Kenzo mulai kesal dengan Sarah.Β Sedaritadi ia memang sudah marah hanya dengan melihat wajah gadis itu yang berdiri di hadapan nya. Namun ia mencoba menahannya.
"Bukan gitu ken, tap-"
"Lebih baik sekarang kamu pulang. Masalah ini kita bicarakan lain waktu, saya gak mau semakin stress hanya karna kehadiran kamu disini, Silahkan pergi" Potong Kenzo mengusir Sarah kau mengalihkan pandangannya.
Sarah yang tadinya masih menangis, kini ia mengangkat kepalanya dan menghapus air mata. Perlahan ia melangkahkan kaki pergi dari hadapan Kenzo. Namun baru beberapa langkah, Sarah menoleh sedikit kearah Kenzo yang kini tengah menatap luar jendela.
"Kalau kamu emang gak mau dan gak bisa ngelakuin itu, jangan di paksain. Jangan bikin aku semakin merasa bersalah, tolong" Setelah mengucapkan itu, Sarah pun pergi dari ruangan Kenzo.
Sedangkan Kenzo kini mengacak-acak rambutnya merasa frustasi dengan apa yang terjadi padanya.
Ia memilih untuk menghubungi Hendrick melalui sambungan telepon perusahaan.
"Siapkan mobil, aku akan pergi ke club malam ini"
πππ
__ADS_1
AUTO BIMBANG, TETEP DI TULIS DISINI ATAU BIKIN YANG BARU YA?. BINGUNG... KASIH SARAN DONG, PLISSSπ₯