BROKEN

BROKEN
kerja keras


__ADS_3

Tok! Tok! Tok!.


Johan segera berjalan menuju pintu rumah dan membukanya. Ia lumayan terkejut saat tau siapa yang datang.


"Selamat malam" Sapa pria berseragam polisi itu, Adamson.


Johan mengangguk kaku.


"Malam, pak. Ada apa ya? " Tanya Johan pelan.


"Apa Nona Alenna sedang ada dirumah?" Tanya Adamson kepada Johan. Johan menggeleng.


"Tidak, dia belum pulang kerumah" Jawab Johan hati-hati. Jujur saja, ia takut jika sudah berurusan dengan polisi. Adamson mengangguk.


"Apa anda tau dia ada dimana?" Tanya Adamson lagi.


"Tadi saya sempat mengantarnya ke rumah sahabatnya. Tapi setelah itu saya tidak tau dia kemana lagi. Mungkin dia masih ada disana" Kata Johan yang diangguki oleh Adamson.


"Dimana rumah sahabatnya?" Tanya Adamson. Johan memberitahu alamat rumah Amel kepada Adamson. polisi muda itu mengerutkan alisnya saat sadar dimana alamat itu tertuju.


"Amel? Nama sahabatnya benar Amel?" Tanya Adamson yang langsung di angguki oleh Johan.


"Benar, nama sahabatnya Amel" Kata Johan membenarkan tebakan Adamson.


Disaat yang bersamaan, Alenna datang dengan berjalan kaki dan dengan wajah yang terlihat lelah. Merasa ada yang datang, Johan dan Adamson melihat kearah Alenna yang baru saja datang.


Alenna sedikit terkejut saat melihat kedatangan Adamson dirumahnya. Namun ia tetap menjaga ekspresi nya.


"Akhirnya kamu pulang... " Ucap Johan menghela napas lega. Alenna melirik Johan sekilas.


Lalu kembali melihat Adamson.


"Ada apa nih?. Kenapa anda datang kerumah saya?" Tanya Alenna to the point. Johan terkejut saat melihat sikap Alenna yang sedikit kurang ajar dengan sang polisi.


"Ada yang perlu saya bicarakan" Jawab Adamson. Alenna melihat Johan sekilas meminta agar Johan meninggalkan nya. Johan mengerti lalu mengangguk.


"Baiklah, kalian bicarakan saja. Mari masuk" Kata Johan mempersilahkan Adamson masuk kedalam rumahnya. Tapi Adamson menolak.


"Tidak, saya bicara disini saja" Tolak Adamson. Johan mengangguk lalu kembali pergi masuk kedalam rumah, meninggalkan Adamson dan Alenna yang berdiri di depan pintu tertutup.


"Mau bicara apa?" Tanya Alenna tanpa basa basi.


"Saya cuma mau bilang, kasus ini harus cepat di selesaikan dan saya butuh bukti yang kuat secepatnya" Jelas Adamson membuat Alenna menaikan sebelah alisnya.


"Jadi?"


"Jadi waktu 2 hari yang saya berikan, saya potong. Jadi besok kamu harus memberikan saya bukti secepatnya" Mata Alenna melebar saat mendengar ucapan polisi di depannya ini. Alenna jelas protes dengan masalah ini.


"Mana bisa begitu?. Kita udah sepakat kalau 2 hari waktu buat saya ngebuktiin semuanya!. Kenapa jadi berubah?" Protes Alenna geram.


"Saya tau. Tapi kalau kasus ini cepat di selesaikan, malah akan lebih baik. Saya tidak mau mengulur-ulur waktu hanya untuk menunggu" Alenna mengepalkan tangannya.


Sialan! Kenapa jadi begini sih?. Jelas jelas gue masih butuh waktu!.


Batin Alenna kesal.


"Tapi buat ngebuktiin semuanya itu butuh waktu. Kalau anda cuma ngasih saya 1 hari, saya gak janji bisa dapet semua bukti yang kuat" Ujar Alenna. Polisi itu terdiam.


"Saya maunya begitu, tapi atasan saya sudah mendesak untuk menyelesaikan kasus ini. Saya gak punya pilihan lain selain meminta kamu bukti yang kuat, dengan waktu yang singkat" Alenna mengusap wajahnya frustasi.


Yang bener aja, kalau dia ngasih gue waktu satu hari. Berarti besok udah harus dapet semua buktinya...


Tapi, itu susah!.


Batin Alenna gelisah.


Mereka terdiam dan hanyut dalam pikiran masing masing. Alenna mencoba untuk memahami situasi dan memahami posisi Adamson yang juga terdesak.


Setelah lama terdiam, Alenna pun menghembuskan napas dan mencoba mengambil keputusan yang ia pikir tepat.

__ADS_1


"Oke... Saya ngerti posisi anda. Saya akan coba untuk mendapatkan bukti dengan waktu yang singkat" Adamson menghela napas lega mendengar keputusan Alenna. 


"Tapi... Saya juga butuh bantuan anda" Lanjut Alenna membuat Adamson berubah mimik wajah.


"Apa?"


"Saya mohon, kembali selidiki kecelakaan keluarga saya. Kurang lebih 2 bulan yang lalu, lebih detailnya akan saya jelaskan. Tapi mohon selidiki, kalau anda cepat mendapatkan bukti lain mengenai kecelakaan itu, saya akan cepat memberikan bukti yang kuat untuk anda. Bagaimana, setuju?" Adamson berpikir sejenak lalu mengangguk dan Alenna mengulurkan tangannya, mereka pun berjabat tangan.


"Terima kasih atas kerja sama nya" Kata Alenna dengan tangan yang masih berjabat tangan. Adamson tersenyum tipis.


"Terima kasih juga karna telah memahami situasi saya"


🌺🌺🌺


Kenzo berkutat dengan layar monitor di depannya dengan headphone yang setia menyumpal kedua telinganya. Kenzo terus memantau Sarah dan Karin lewat alat yang di pasang Alenna di tubuh mereka.


Kenzo dan Alenna memegang kendali atas itu, tapi sepertinya Kenzo memaksa untuk mengambil alih semuanya dari tangan Alenna. Ya, pria itu memaksa Alenna untuk tetap tenang dan biarkan Kenzo yang memantau Sarah dan Karin lewat alat itu. Akhirnya Alenna pun mengalah dan memberikan semuanya kepada Kenzo.


"Susah payah membujuk kamu agar menyerahkan semuanya kepada saya. Jadi harus ada hasil yang saya dapatkan" Kata Kenzo dengan senyum miring.


Selama memantau Sarah dan Karin, Kenzo hanya mendengar percakapan biasa yang tak berarti. Seperti Karin yang berbicara dengan Johan dan Sarah yang entahlah, gadis itu hanya diam dan tak bersuara.


Kenzo mengeluarkan ponselnya dan memanggil bodyguard yang ia suruh mengawasi rumah Alenna. Sesuai perintah Alenna, anak buah Kenzo mengepung rumah Alenna dengan bersembunyi di beberapa tempat yang sangat dekat dengan rumah Alenna. Tentu saja dengan cara yang cerdik sehingga Johan tak menyadarinya.


Kecuali Sarah dan Karin yang memang sudah curiga bahwa mereka sedang di awasi, karna itu mereka berhati-hati dalam bertindak.


"Hallo tuan?"


"Bagaimana keadaan disana?"


"Masih aman tuan. Tidak ada yang mencurigakan, tapi tadi sempat ada polisi datang dan berbicara dengan nona Alenna setelah itu polisinya pergi"


"Apa yang mereka bicarakan?"


"Saya kurang tau tuan"


"Yasudah, terus awasi Sarah dan ibunya. Jangan sampai kau kecolongan lagi!"


Tuts!


Baik, kita tunggu kabar selanjutnya.


Batin Kenzo lalu menyenderkan kepalanya di kursi kerja depan layar monitor.


Tak apa sampai begini. Ini semua untuk kamu Alenna.


Batin kenzo lalu memejamkan matanya perlahan lalu hanyut ke alam mimpi.


🌺🌺🌺


02:59


Mata Alenna tetap terjaga walaupun waktu sudah menunjukkan larut malam bahkan sebentar lagi fajar. Namun Alenna masih sibuk mengatur rencana untuk besok. Ia harus bekerja keras untuk mendapatkan bukti dan bisa menyerahkannya pada pihak kejaksaan. Ia merutuki pengadilan yang lalai dalam masalah ini.


Bukan meremehkan, tapi Alenna merasa bahwa pihak keadilan tak berpihak padanya dalam masalah ini. Ia harus kerja sendiri untuk menyelesaikan nya. Meski masih ada Kenzo, anak buahnya, dan beberapa orang yang mau membantunya. Tapi tetap saja, beban harus ia pikul sendiri.


Alenna menyenderkan kepalanya di kursi dan memejamkan matanya. Entah kenapa tiba-tiba perasaannya jadi tidak enak begini. Alenna merasa sangat khawatir dan deg-degan secara tidak langsung. Bahkan napas nya sudah tak beraturan. Tidak, ia tidak merasakan sakit, tapi hatinya seolah mengatakan sesuatu.


Ya, seolah akan ada yang terjadi selanjutnya, Alenna merasa takut. Tak sadar, keringat dingin membasahi tubuhnya. Alenna membuka matanya tiba-tiba dan mengambil napas terengah-engah.


Kenapa perasaan gue jadi gak enak gini ya?. Gue kenapa sih? Kok jadi deg-degan sendiri?. Ada apa?.


Batin Alenna. Gadis itu bahkan bisa merasakan detak jantungnya berdetak sangat cepat. Alenna bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar menuju dapur.


Ia butuh segelas air untuk memenangkan diri. Di tenaga perjalanan menuju dapur, Alenna melihat Sarah yang tengah memainkan handphone di ruang tamu. Keadaan dirumah Alenna sangat lah sunyi dan hanya beberapa lampu yang menyala. Jadi bisa dibilang lumayan gelap disini.


Tak mau ambil pusing, Alenna kembali berjalan menuju lemari es dan mengambil beberapa minuman dari dalam sana lalu kembali ke kamar.


Tuh orang mainin HP siapa? Kan HP nya masih sama gue.

__ADS_1


Batin Alenna yang heran melihat Sarah memainkan ponsel tadi, yang jelas bukan punya gadis itu.


Mungkin punya emaknya. Bodolah... Mending gue lanjut nyari bukti. Btw, ngomongin soal HP. Kenapa gue gak cari tau hpnya aja ya?. Iya bener.


Batin Alenna lalu segera gadis itu melanjutkan aktivitas nya. Harus ia akui sekarang bahwa ia harus bertempur besok untuk memberikan semua bukti ke polisi. Ya, walau di kasih satu hari, tapi tepat saja itu waktu yang sangatlah singkat bagi Alenna. Karna itu, ia harus bersiap-siap dari sekarang.


Mengingat kesepakatan nya dengan Adamson tadi. Ia harus menyiapkan semuanya sampai besok. Alenna jadi tak sabar terbebas dari semua beban yang ia derita ini.


Disisi lain...


Sepertinya Sarah menyadari kehadiran Alenna tadi. Gadis itu tersenyum miring ciri khasnya dan kembali memainkan ponselnya, lebih tepatnya mengirimkan ponsel.


**To My boyfriend:


Sayang, Bntuin aku dong. Please... Ini pnting bnget.


From my boyfriend:


Bantu apa sayang? Hm?


To my boyfriend:


Tpi jnji bntuin ya?


From my boyfriend:


Iya janji, apa?


To my boyfriend:


Mksh syng😘 nanti aku ksh tau. Mksh ya syng, love you


From my boyfriend:


Oke. Love you too, babe**.


Sarah tersenyum puas saat melihat balasan dari 'sang kekasih'.


Cowok bego!. Gampang banget di manfaatin. Liar aja, gue pasti bakalan ngebales lo Alenna. Kalau aja gak ada alat sialan ini di badan gue. Pasti rencana gue bakalan lebih gampang. Tapi gapapa, lo tunggu aja pembalasan gue, cewek murahan.


Batin Sarah sambil menampilkan wajah yang menyeramkan dan senyum miring.


Sarah bangkit dari sofa lalu berjalan menuju kamar Karin lalu langsung masuk kedalam.


"Makasih mah"


"Yaudah, tidur sana"


"Iya"


Kira-kira seperti itulah percakapan mereka. Sarah kembali keluar dari kamar Karin dan berjalan menuju kamarnya sendiri.


Aduh parah... Ini mah namanya gue kerja rodi... Capek banget. Mau bobo rasanya.


Batin Alenna yang sedari tadi tak henti bekerja keras menelusuri sana sini. Mulai dari handphone Sarah, rekaman, flashdisk yang waktu itu sempat ia ambil, dan beberapa barang bukti lainnya. Ia harus membuat ini menjadi meyakinkan bagi kepolisian.


Ayo Alenna... Semangat! Sebentar lagi!.


Batin Alenna menyemangati diri sendiri.


🌺🌺🌺


**Hai guys! buat kalian yang mau masuk grub. banyak yang nanya nih, 'author gimana caranya'.


jadi tuh gini, aku liat kayaknya cuma bisa masuk grub lewat aplikasi noveltoon yang versi terbaru. jadi yang belum terbaru, di update dulu. nah nanti kalian langsung aja buka cerita ini/profil ku. nanti disana udah ada nama grub dengan nama author, jadi kalian bisa langsung masuk**.


seperti ini. 👇


SAMPAI KETEMU DI GRUB👋

__ADS_1



__ADS_2